
Siang ini sepulang sekolah Naya Nasya dan Kanya berniat langsung menuju ke kontrakan raisa sahabat mereka yang sudah satu Minggu ini tidak datang ke sekolah.
Sekaligus mengantarkan undangan pesta ulang tahun Aldo. Karena semua siswa dijamiin mendapat kan undangan. Meski Raisa sudah keluar dari sekolah.
"Semoga aja Raisa ada dirumah deh."ucap Naya risau.
"Semoga saja."jawab Kanya.
"Ya udah yuk, nanti kelamaan keburu Raisa pergi."ucap Nasya.
Mereka bertiga memasuki mobil milik kanya.karena memang Naya dan Nasya belum diperbolehkan membawa mobil sendiri oleh orang tua nya.
"Buruan dodol."ucap Naya kesal.
"Lemes banget asli."ucap kanya dibuat-buat.
"Gak usah akting dah."jawab Naya malas.
"Ribut Mulu nih tikus dua."ucap Nasya asal.
Setengah jam sudah mereka menempuh perjalanan. Kini mereka sampai dan berdiri didepan kontrakan yang nampak hening dan sepi.
"Kok sepi?"tanya Naya heran.
''Jangan-jangan dia nggak ada dirumah."ucap Nasya tampak berfikir.
"Kita coba cek aja dulu.."ucap Kanaya, kemudian mereka berjalan dan mengetuk pintu.
'tokk..tok'
Raisa yang baru selesai mandi lantas berteriak.
"Sebentar.."teriak Raisa dari dalam.
Kemudian ia bergegas memakai baju dan keluar membuka pintu.
Hari ini Raisa berjalan mengenakan tongkat yang dibelikan oleh Reza.
Ceklek..
"Siapa ya..?"tanya Raisa penasaran.
Naya Nasya dan Kanya terheran-heran pasalnya mereka ada didepan mata,apa Raisa tak melihat mereka atau sedang bercanda??''
''Ini kita sa."ucap Kanya datar.
"Terus kamu kenapa kamu pake tongkat gitu,kek orang buta aja sih."ucap Kanya tanpa dipikir.
"Apaan sih sa becanda gitu."ucap Naya mencolek lengan Raisa.
"Ooh..ka---kalian ternyata."ucap Raisa gugup.
"Masuk dan duduklah kita bicara didalam."ucap Raisa sekenanya.
Mereka pun menurut dan masuk sesuai perintah Raisa.setelah semuanya duduk kini Kanya mulai bertanya.
"Apa yang terjadi, terus ngapain pake tongkat segala?"tanya Kanya heran.
"Banyak yang terjadi."jawab Raisa melamun.
"Kenapa kamu nggak bales satu pun chat kita sa?"tanya Nasya.
"Jika aku tidak lagi bisa melihat, bagaimana bisa memegang ponsel?"ucap Raisa jujur.
"Maksudmu apa sa?"tanya Naya bingung.
"Jangan bilang kamu ---."ucap Kanya terjeda saat Raisa menjawab pertanyaan itu lebih dulu.
"Ya...aku buta sekarang, seperti yang kalian liat."ucap Raisa sedih dan menunduk.
"Kenapa sa?" Kenapa kamu nggak ngomng sama kita."Ucap Nasya terisak.
Pasalnya ia baru saja bertemu dengan sahabat baiknya dan kini harus mendengar kabar jika ia mengalami kebutaa.Raisa pun menceritakan semua nya yang terjadi tanpa menyelipkan sebuah kebohongan. Ia pun meminta pada sahabat nya untuk tidak memberitahu semua ini pada siapa pun. Ketiga sahabatnya pun merasakan kesedihan dengan apa yang dialami raisa.hingga mereka ingat kedatangan mereka kesini juga berniat mengantarkan undangan pesta ulang tahun Aldo.
"Nih sa, undangan buat kamu."ucap Kanya sembari memberikan selembar kertas pada Raisa.
"Apa ini nya?''tanya Raisa penasaran dan meraba-raba kertas itu.
"Undangan pesta ulang tahun Aldo.''jawab Kanya datar.
"Kamu dateng kan sa?"tanya Naya dan Nasya bersamaan.
"Entahlah.. mungkin kehadiran ku tak diinginkan disana."ucap Raisa seolah tahu apa yang akan terjadi jika ia datang nanti.
"Ayolah sa, kan diundang masa nggak dateng."ucap Naya merengek.
"Hm.. baiklah demi kalian."jawab Raisa tersenyum manis.
"Hmm... makasih sa."ucap mereka serempak memeluk Raisa bersamaan.
Mereka pun berdiri dan berpamitan, karena nanti juga kesini lagi jemput Raisa.
"Kita pulang dulu sa, nanti aku jemput kok."ucap Kanya tersenyum.
"Tenang aja sa, nanti aku bawain baju special deh buat kamu."ucap Nasya antusias.
"Iya-iya aku tunggu."jawab Raisa.
Setelah mobil Kanya menjauh Raisa memutuskan masuk dan pergi ke kamarnya.
Dikediaman rumah Aldo tengah sibuk menata makanan karena semua tentang dekorasi sudah selesai.
terlihat mama Santi begitu antusias mengurus keperluan pesta ulang tahun untuk Aldo.lain halnya dengan papa Bimo yang masih ada dikantornya,
Aldo sendiri yang sedang berulang tahun sedang berdiri di lantai atas menyaksikan semua aktivitas dilantai bawah.
"Sayang.."teriak mama Santi dari bawah memanggil Aldo.
"Sini turun dong..''ucap nya lagi.
bukannya menjawab Aldo hanya menggeleng kan kepalanya.dan pergi meninggalkan sang mama.
"Kenapa mereka belum pada dateng sih."ucap Aldo kesal.
ya,Aldo telah menghubungi sahabat nya untuk segera datang karena ia kesepian meski rumah sedang ramai.
Dilantai bawah sudah hadir Reza, Daffa, Dito dan Iyan yang sedang berpapasan dengan mama Santi.
"Malam Tante."ucap mereka serempak.
"Malam juga,"ujar Mama santi.
"Aldo nya mana Tante?"tanya Iyan celingukan.
"Masih di atas, samperin gih."ucap Mama Santi.
"Tante mau cek yang lain dulu, kalian ke atas aja ya."ucap Mama Santi dan pergi meninggalkan mereka berempat.
"Ayo.."ucap Daffa dan mendapat anggukan dari yang lain.
mereka berempat menaiki tangga menuju kamar Aldo. tidak dengan Iyan yang malah nyelonong ketempat lain.
"Eh.. mbak."panggil Iyan pada pelayanan wanita.
__ADS_1
"Iya mas ada apa ya?"tanya wanita itu ramah.
"Mau minta tolong ambilin minum boleh?"tanya Iyan ragu-ragu.
"Tentu, biar saya ambilkan ya."ucap wanita itu dan pergi mengambil jus jeruk. dan memberikan nya kembali pada Iyan. setelah itu ia melanjutkan pekerjaan yang sempat ditinggal.
begitu pun Iyan ia melanjutkan langkahnya setelah ketinggalan dari temannya yang lain. saat ia sampai di tangga terakhir dan masuk kedalam kamar Aldo. langsung mendapat tatapan aneh dari teman-temanya..
"Hhe..santai bro."ucap Iyan sambil mengacungkan dua jarinya.
"Dari mana aja?"tanya Dito.
"Ambil minum dulu bentar tadi."jawab Iyan tak lupa dengan cengiran.
"Kok belum siap Al?"tanya Daffa pada Aldo yang masih santai duduk di kasur king size nya.
"Hm..males."jawabnya lesu.
"Jangan gitu dong pak ketu kita aja udah rapi dan ganteng kayak gini."ucap Iyan sembari memberikan gaya tengil nya.
"Masa yang punya acara malah gini."ucapnya lagi.
"Iya-iya nanti lah. tamu-tamu juga belum pada dateng."ucap Aldo santai.
"iya juga sih, ini juga baru jam 7."jawab Dito menimpali.
Dirumahnya Naya dan Nasya tengah memilih baju bagus untuk Raisa kenakan nanti.
"Haduh..bawa yang mana nih?"tanya Naya bingung.
"Mana aja yang bagus."ucap Nasya sambil fokus mencari.
"Loh..anak mama lagi ngapain? kok bajunya diberantakin gitu?"tanya Mama Ami.yang tak sengaja lewat didepan kamar putri kembar nya.
"Ini mah, kita lagi cari gaun yang bagus buat sahabat kita Raisa."ucap Nasya memberi tahu .
"Oo gitu yaudah sini mama bantuin."ucap Mama Ami ikut mencari gaun.
ditumpukkan baju yang mewah ada gaun putih yang cukup menarik perhatian Mama Ami dan langsung mengambil nya.
"Kalo ini gimana sayang?''tanya mma ami sembari memegang gaun putih sebatas lutut.
"Waahh bagus banget,ini pasti cocok."ucap Naya girang.
setelah selesai membereskan pakaiannya yang berserakan Naya dan Nasya segera menghubungi Kanya untuk menjemput mereka dan Raisa.
Kanya yang memang sudah berada dijalan menuju rumah sikembar pun tak membalas pesan.tak memerlukan waktu lama ia sampai didepan rumah milik Naya dan Nasya.
"Pantesan nggak bales."ucap Naya kesal.
"Kan lagi nyetir ish."jawab Kanya kesal.
"Iya nih anak mama nggak sabaran banget deh."ucap Mama Ami.
"Hhhe..mau buru-buru ketemu Raisa mah."jawab Naya nyengir kuda.
setelah berpamitan pada Mama Ami mereka melanjutkan perjalanan menuju kontrakan raisa.
"Mereka kok belum dateng ya?"gumam Raisa.
tak berselang lama mobil Kanya tiba dihalaman.
"Raisaaa..."ucap Naya berteriak kegirangan.
"Dasar bocah.."ucap Kanya melirik Naya aneh.
"Kalian..ayo masuk.''ucap Raisa ramah.
"Sa..nih bajunya sekarang dipake gih."ucap Naya menyerahkan paper bag kecil.
"Gapapa kok..aku coba ya."ucap Raisa dan berjalan ke arah kamar.
cukup sulit tapi akhirnya ia berhasil memakaikan nya. dress cantik tanpa lengan sebatas lutut tampak cantik dikenakan oleh Raisa sangat pass dan terlihat elegan.
Raisa keluar dan menunjukkan kepada sahabatnya.
"Gimana?"tanya Raisa.
mereka bertiga menatap kagum Raisa tanpa berkedip.
"Perfect.."ucap Kanya menatap Raisa.
"Yaampun sa, kamu cantik banget.''ucap Nasya.
"Udah-udah yuk berangkat nanti telat.''ucap Naya.
"Nih sa, sepatu untuk kamu pakai."ucap Naya lagi.
mereka berempat kini berangkat menuju rumah aldo.
tepat pukul 20:30 mobil Kanya berada dihalaman rumah Aldo yang mewah. ketika yang lain turun dari mobil.raisa hanya duduk termenung tanpa ada niatan untuk keluar.
"Ayo..."ucap Naya.
"Tunggu bentar Napa Raisa kan belom turun."ucap Kanya dan ingin membantu Raisa turun.
setelah selesai mereka berempat berjejer dan berjalan berdampingan.
hingga akhirnya kita berpapasan dengan Kesya dan temannya.
"Eitss.."ucap Kesya menghalangi mereka untuk masuk.
"Ini ratu kecantikan ngapain dateng bikin rempong aja"ucap Kanya dengan keras.
"Masalah ya buat Lo hah?"ucap Kesya marah.
"Eh..tunggu deh, Lo ngapain dateng cewek kampung. kemana aja nggak sekolah hah?"ucap teman Dewi.
"Maksud Lo apa sih? nyari ribut?"tanya Kanya mulai emosi.
"Udah jangan ribut nya.''ucap Raisa lirih.
"Nggak usah so baik deh."ucap Devi.
"Apaan sih Lo."ucap Naya sembari mendorong Devi.
"Brutal juga ya kalian."ucap Kesya dengan nada mengejek.
"Cabut guys."ucap Kesya dan pergi meninggalkan Raisa dan teman-teman nya.
"Loh kalian.."ucap Reza ramah.
"Eh kak Reza."jawab Naya malu-malu.
"Ayo..masuk udah ada yang lain juga kok."ucap Reza sopan.
mereka memasuki area pesta dan dibuat kagum dengan dekorasi yang indah dan menarik.
"Wow..."
"Amazing..?"ucap Naya kagum.
__ADS_1
"Biasa aja deh."ucap Nasya.
"Kita mau ambil minum dulu ya."ucap Naya dan Nasya pergi mengambil jus.
Tinggallah Kanya dan Raisa didekat taman.hanya berdua saja.
"Kamu nggak pergi juga nya?''tanya Raisa.
"Males deh."ucap Kanya lesu.
sesungguhnya seorang Kanya lebih suka berpetualang.daripada harus menghadiri pesta. sungguh membosankan.
"Udah sana,"ujar Raisa membujuk.
"Hmm..jangan kemana-mana ya sa,nanti aku kesini lagi."ucap Kanya memperingati.
"Iya Kanyaaa..."ucap Raisa gemas.
dari dalam kamarnya Aldo tengah sibuk memilih pakaian. dan itu membuat teman-teman nya merasa heran seribet itukah seorang Aldo hah???
baju banyak bilangnya nggak ada,jelek, dan masih banyak lagi..
"Gimana kalau yang ini."ucap Daffa dingin dengan wajah malasnya. ini untuk kesekian kalinya Aldo menolak.
"Hmm..oke."jawab Aldo dan menuju lemari ganti.
setelah memakainya ia menatap pantulan dirinya sendiri dicermin besar.
"
"Ini baru cocok."ucap Aldo tersenyum manis.
setelah selesai ia keluar dan menemui teman-teman nya. mengingat jam sudah menunjukkan pukul 20:45. Aldo dan Daffa turun menuju area pesta lain hanya dengan Dito Reza dan Iyan yang sudah ada di area sejakk tadi menyapa para tamu yang hadir.
"Wuih..keren banget pak ketu hari ini."celetuk Iyan.
"Biasanya nggak nih?"tanya Aldo balik.
"Tetap tampan boskuh."jawab Iyan terkekeh geli.
"Ayo.."ucap Aldo dan berjalan mendahului mereka.
sesampainya di taman ia menjadi pusat perhatian para tamu undangan apalagi kau hawa.
"Ganteng banget..."
"Asli no debat.."
"Hem.."
acara akan dimulai dengan adanya Reza naik ke atas panggung kecil yang sudah tersedia rapih disana.
"Malam semuanya."ucap Reza semangat.
"Hari ini kita semua bakalan senang-senang di acara ulang tahun kak Aldo."
"Acara hari ini akan ada tarian dansa, nyanyi bareng, potong kue dan tiup lilin."ucap Reza lagi menjelaskan detail acara hari ini.
"untuk tamu undangan silahkan cari pasangan tari kalian guys..."ucap Reza bersorak gembira dan turun dari panggung.
"Boleh kita berdansa Al?"tanya Bella ragu.
"Hmm."jawab Aldo dengan deheman.
jujur ia sangat malas untuk berdansa saat ini.tapi apalah dayanya.
Alunan lagu romantis dengan lampu yang sedikit diredupkan,semua tamu undangan begitu menikmati ini.tapi tidak dengan Raisa yang berdiam diri saja sejak tadi.
ia merasa sangat haus.tapi teman-teman nya tak kunjung datang malah asik berdansa.raisa pun memutuskan untuk mengambil minuman sendiri.
berjalan dengan perlahan dan hati-hati berharap tidak melakukan kesalahan.
tapi....
kyakk...
Raisa tak sengaja menyenggol gelas mewah itu dan membuatnya pecah. bersamaan dengan itu mama Santi dan papa Bimo lewat disana.
dan membuat semua orang terkejut bukan main. lagi asik-sik berduaan yekann...
"Apaan tuh.."ucap Iyan penasaran.
kemudian membuat yang lain mengehentikan musik dan mencari sumber suara itu.
"Hey..ada apa ini?"tanya Mama Santi.
"Nona ini menjatuhkan gelas nyonya."ucap pelayan itu takut.
"Kamu tau gak gelas ini tuh mahal tau!''ucapama Santi sedikit berteriak.
"Uang jajan kamu aja nggak cukup buat beli."ucapnya lagi.
"Ma---maaf Tante Raisa nggak sengaja."ucap Raisa panik.
"Nggak sengaja..nggak sengaja."ucap Mama snati sewot.
"udah mah malu diliatin temennya Aldo."ucap papa Bimo.
kini mereka tengah menjadi pusat perhatian.hingga Aldo pun datang bersama dengan yang lainnya.
Mama Santi menarik Santi dengan kasarnya dan menghempaskan tangan itu dengan kasar ditaman.dan membuat teman Aldo mendekat kesana.
"Siapa yang ngundang kamu kesini?"tanya Mama Santi.
"Siapa yang ngundang gadis buta kaya kamu hah."ucap Mama Santi berteriak.
menangis itulah yang saat ini ia lakukan.disaat itu juga Reza datang.
"Hentikan.''
''Cukup."
"Ini sudah keterlaluan,Tante."ucap Reza lirih tanpa menatap wajah mama Santi.
"Hanya karena gelas Tante mengacaukan segalanya hari ini."ucap Reza datar.
"Tante tidak berhak menghina nya seperti ini."ucap Reza kesal.
Aldo juga nampak mendekat dan mulai bicara.
"Apa semahal itu harga gelas mah?"tanya Aldo penasaran.
"Hingga anak orang mama maki-maki?"tanya Aldo lagi.
"Bahkan apa yang dia lakukan jauh lebih mahal untuk kalian dibandingkan harga gelas ini."ucap Reza berjalan mendekati mama Santi.
Reza berniat mengatakan segalanya tapi terhenti saat Raisa memegang tangan nya.dan Reza pun menggeleng ia akan tetap mengatakan nya hari ini.
"Apa maksudmu Reza?"tanya Mama Santi bingung.
"Hari ini anak Tante bisa melihat seharusnya anda bersyukur."ucap Reza tegas dan dengan cepat ia menggandeng tangan Raisa untuk membawa nya pergi dari pesta itu.
__ADS_1
meninggalkan banyak tanya dibenak Aldo yang saat ini masih mematung bingung.