Cinta Si Gadis Buta

Cinta Si Gadis Buta
Salah paham


__ADS_3

Setelah beberapa saat kemudian Liora mendorong Bara, ia pun segera berlari agar Bara tidak mengikuti nya lagi, jantung Liora masih berdebar, hati nya menjadi tak karuan, bayangan saat Bara menciumnya pun selalu bergentayangan dalam pikirannya.


Bara memukul tembok dengan keras, ia merasa kesal karena tidak bisa menahan Liora, Bara pun bersikap seperti biasa dan kembali ke gedung pertemuan.


Saat mereka bertemu kembali di dalam ruangan yang sama, Liora selalu memalingkan wajahnya dari Bara, ia berpura-pura untuk tidak melihatnya, saat Liora sedang sibuk dengan ponsel nya, tiba tiba Marlon mengajak nya untuk bermain game bersama dengan artis yang lain, Liora pun ikut serta dalam game tersebut.


Raut wajah Liora langsung berubah saat melihat Bara ikut serta dalam game tersebut, Liora pun akhirnya sengaja untuk memberi Bara pelajaran, di dalam game itu siapa pemenangnya dia adalah raja dan boleh memerintah peserta yang kalah, Liora menggunakan kesempatan itu untuk mengerjai Bara.


Niat Bara ingin mengikuti game itu karena ia ingin menggunakan kesempatan untuk berbicara berdua dengan Liora, setelah game di mulai beberapa karyawan membawakan minuman beralkohol untuk di minum oleh peserta yang kalah, Bara khawatir jika Liora kalah, dan meminum alkohol itu, ia takut kesehatan Liora akan terganggu.


Setelah beberapa kali permainan akhirnya giliran Liora yang menang, ia pun segera mengatakan apa yang dia inginkan, Liora menunjuk ke arah Bara dan menyuruhnya untum meminum alkohol sebanyak 5 gelas, tanpa penolakan Bara langsung menuruti keinginan Liora.


Liora sempat heran mengapa Bara langsung menerima nya, ia pikir Bara akan menolaknya dan mengganti keinginan yang lain, tapi ternyata Liora salah mengira.


ia pun merasa sedikit tak tega karena harus menyuruh Bara untuk meminum alkohol yang begitu banyak.


"Presdir Bara yakin mau meminum semua alkohol itu" tanya Marlon meyakinkan. ia merasa bahwa Liora agak berlebihan untuk memberi hukuman pada Bara.


"Apakah tuan Marlon sedang meragukan saya" Bara tersenyum ramah seolah ia sangat tenang, padahal dirinya juga belum yakin sanggup atau tidak menghabiskan beberapa gelas alkohol itu.


"Liora tolong kamu kurangi alkoholnya" bisik Marlon.

__ADS_1


Liora pun menyetujui permintaan Marlon, ia pun langsung mengurangi alkoholnya menjadi dua gelas, Bara semakin yakin jika Liora adalah Hanna, dengan sikap Hanna yang mudah kasihan pada orang sangat lah mirip dengan istri nya.


Setelah Bara meneguk dua gelas alkohol, mereka pun melanjutkan permainannya dan saat di permainan terakhir akhirnya Bara memenangkan game itu dan meminta agar Leona mau menemani nya untuk bicara empat mata.


tanpa curiga Marlon pun menyetujuinya dan Liora langsung mengikuti Bara ke ruang privat, Marlon mengira bahwa Bara akan menawari sebuah film pada Liora sehingga ia hanya ingin membicarakan nya berdua dengan Liora.


Saat sudah berada di ruangan yang sama, Bara mempersilahkan Liora untuk duduk, Liora bersikap sangat tenang ia tak ingin membuat Bara semakin tidak sabar untuk mencabuli nya lagi.


di mata Liora, Bara adalah pria mesum dan suka memaksa.


"Ada apa presdir Bara Defano mengajak saya untuk bicara berdua, apakah tadi masih belum puas" ucap Liora dengan tatapan sinis.


"Maaf saya bukan Hanna, saya Liora kenapa presdir Bara dari tadi memanggil saya dengan sebutan Hanna, siapa Hanna saya tidak mengenalnya"


"Hanna adalah istri aku yang menghilang lima tahun yang lalu"


Liora mengerutkan dahi nya, ia sebenarnya penasaran dengan kisah asmara Bara, tapi jika ia menanyakannya takut membuat Bara jadi tersinggung.


saat Liora mau berdiri karena merasa pembicaraannya tidak ada yang penting, Bara menahannya dan menyuruh Liora untuk duduk kembali.


"Ada apa lagi" tanya Liora tak senang jika Bara menyentuhnya tanpa izin.

__ADS_1


"Liora dengarkan saya untuk mencurahkan semua unek unek yang ada di hati saya selama istri saya pergi" mendengar permintaan Bara, Liora pun akhirnya luluh dan duduk kembali di kursi nya.


"Dulu waktu pertama kali aku kenal Hanna, dia masih tinggal di desa, mata nya buta karena saat kecil aku mengarahkan kembang api ke arah nya, sehingga membuat mata Hanna menjadi buta, ayah dan ibu ku menjodohkan aku dengannya, aku pun di paksa menikah dengan Hanna, setelah kami menikah perasaan suka aku terhadapnya mulai muncul, tapi kekasih aku datang meminta keadilan, dia tidak terima jika aku menikah, kami belum putus saat itu, dan aku sudah berusaha untuk mengakhiri hubungan kami, tapi dia tetap menolaknya dan terus mengganggu aku dan Hanna, sampai di saat aku mengajak Hanna untuk berbulan madu ke Jepang, dia ternyata ikut menyusul kami, saat aku bicara dengan dia, ternyata Hanna mendengar nya, Hanna pergi entah kemana, hingga saat teman ku memeriksa cctv di jalan mereka menemukan rekaman saat kamu sedang tertabrak mobil, sayangnya kita gak bisa lihat kemana mobil itu membawa Hanna pergi, sampai detik ini aku masih belum bisa menemukannya, dan saat melihat kamu aku merasa jika Hanna ku sudah kembali" jelas Bara dengan air mata yang mulai membendung.


Mendengar cerita Bara, Liora langsung merenung dan secara tiba tiba kepala Liora manjadi sakit karena ada bayang bayang masa lalu nya terlintas dalam ingatannya.


ada suara Bara dalam ingatan itu, ia pun mengingat pembicaraan antara Bara dan Leona.


Saat Bara mau membantunya untuk berbaring di sofa, Liora menolak ya dan segera keluar dari ruangan itu, melihat kondisi Liora yang sempoyongan Bara langsung membopongnya kemudian membawa Liora ke ruang istirahat.


Marlon mulai cemas karena Liora dan Bara sangat lama mengobrol nya, ia pun berinisiatif untuk mencari Liora ke ruang private, saat tiba di sana Marlon tidak menemukan Liora, ia pun langsung mencari Liora ke seluruh ruangan.


Saat tinggal tersisa satu ruangan, Marlon membuka pintu ruangan itu dan melihat Bara sedang memeluk Liora, mata nya langsung membulat sempurna, ia sangat terkejut dan langsung menerobos kedalam kemudian menarik Liora dengan kasar.


"Maaf presdir Bara, anda tidak ada hak untuk memeluk istri saya, jangan mentang-mentang di sini adalah wilayah anda jadi bisa berbuat sesuka hati anda" pekik Marlon dengan wajah yang mulai memerah karena emosi.


"Marlon kamu salah paham, Bara tidak memeluk aku, dia hanya membantu aku" Liora menghentikan ucapannya saat Marlon menampar Liora.


Liora sangat terkejut dan tak menyangka jika Marlon bisa bersikap kasar seperti itu terhadap nya, melihat Marlon menampar Liora, Bara langsung memukul perut Marlon dan menghajarnya tanpa ampun.


Liora langsung berusaha untuk memisahkan Bara dan Marlon.

__ADS_1


__ADS_2