
Hanna hanya menganggukkan kepala nya, ia tak bisa berkata apa apa lagi karena terlalu senang, Bara merasa lega karena Hanna menyetujui ajakannya.
Sebenarnya tujuan Bara mengajak Hanna berbulan madu adalah supaya Leona tak dapat mengganggunya dan tidak selalu mengancam Bara agar kembali bersama nya lagi.
Setelah Bara menyelesaikan pekerjaannya ia pun segera membawa Hanna ke rumah, ia takut jika Leona datang dan bertemu Hanna di kantor, sebenarnya bukan ia tak bisa membuat Leona berhenti mengganggunya, tapi Bara masih merasa kasihan pada Leona jika dirinya bertindak sesuatu pada nya, dan membuat Leona semakin ingin mengganggu Hanna.
Pilihan terbaik adalah hanya bisa menghindari Leona untuk sementara waktu, kedepannya Bara akan mengurus Leona agar tidak mengganggu Hanna lagi, entah apa yang akan Bara lakukan pada Leona nanti.
Beberapa hari kemudian Bara dan Hanna pergi ke jepang untuk berbulan madu, Leona belum mengetahui hal tersebut, sehingga saat ia membuka akun media sosialnya, Leona melihat Bara memposting foto tangannya dan tangan Hanna sedang saling menggenggam di taman sakura, hati nya mulai memanas seakan hampir hangus terbakar, Leona pun mencoba mencari tahu dimana Bara berada.
Setelah beberapa waktu kemudian Leona berhasil mendapatkan informasi bahwa Bara sedang berbulan madu ke jepang, Leona langsung mengajukan cuti kerja ke universitas tempat ia mengajar, setelah itu ia langsung memesan tiket pesawat dan menyusul Bara ke Jepang.
Dua hari kemudian..
Bara mengajak Hanna ke rumah temannya Geovani, saat tiba di rumah Geovani, Bara terkejut setelah melihat Leona ada di sana juga, Leona tersenyum penuh makna pada Bara, saat Leona mau berbicara Bara langsung melarangnya, ia tak ingin Hanna tahu jika Leona ada di tempat itu juga.
"Hay Bara, lama gak ketemu" sapa Geovani sambil mempersilahkan Bara dan Hanna duduk, Geovani belum mengetahui masalah Bara dan Leona, ia hanya tahu dari Bara jika mereka sudah putus karena Bara sudah menikah.
padahal kenyataannya Leona belum menerima itu dan masih berusaha agar Bara tidak meninggalkannya.
__ADS_1
Leona beralasan pada Geovani jika kehadirannya ke jepang karena ada pertemuan dengan dosen antar negara.
dan Leona meminta izin untuk menginap di rumahnya selama beberapa hari, Geovani tak punya pilihan lain ia pun mengizinkan Leona untuk menginap di rumah nya.
"Geovani kenapa dia ada di sini" tanya Bara menggunakan bahasa Mandarin.
Mendengar pertanyaan Bara pada temannya, Hanna penasaran siapa yang dimaksud oleh Bara, Hanna pun tetap bersikap seolah tidak mengerti bahasa yang mereka gunakan, padahal saat di desa Hanna selalu di ajari beberapa bahasa oleh kakek dan nenek nya.
Nenek Ami berasal dari keturunan indonesia dan Cina, sedangkan kakek nya berasal dari Belanda, sebenarnya mereka hidup sangat berkecukupan harta kakek nya pun sangatlah banyak, di desa hidup Hanna sangatlah terjamin, tak jarang mereka membujuk Hanna agar mau mengoperasi mata nya, namun Hanna selalu menolak, dengan alasan tidak ingin membuat kakek neneknya celaka, ia masih trauma dengan kecelakaan yang menimpa kedua orang tua nya saat mau membawanya operasi mata.
Mendapat pertanyaan dari Bara, Geovani hanya melirik ke arah Leona, dan Leona pun tersenyum sinis pada Bara, ia merasa senang saat melihat Bara penuh dengan kecemasan seperti itu, melihat raut wajah Bara yang terlihat tidak senang, Geovani pun mengalihkan topik dengan mengajak Hanna ngobrol, Bara pun ikut bergabung dan mengabaikan Leona yang sedang duduk di samping Geovani.
"Aku kira kamu gak akan mau datang menemui aku lagi" ucap Leona saat melihat Bara datang menghampirinya.
"Untuk apa kamu datang ke jepang, apakah kamu masih belum puas Leona" pekik Bara.
Leona memalingkan wajahnya kemudian tersenyum, ia pun kembali menoleh ke arah Bara dan mendekatinya, Bara mencoba untuk menjaga jarak dengan Leona.
"Bara Defano, apakah kamu pikir aku udah gak waras, melihat postingan pacarnya bersama dengan wanita lain dan hanya diam saja, aku gak sebodoh itu Bara"
__ADS_1
"Tapi kita sudah gak ada hubungan apa apa Leona! sudah cukup kamu mengganggu aku dan Hanna"
"Bara, kamu mengakhiri hubungan kita secara sepihak, dan aku belum menyetujuinya, jadi kita belum resmi putus!" timpal Leona kemudian meraih tangan Bara.
Bara langsung menepis tangan Leona, Mendapat perlakuan seperti itu dari Bara, Leona pun semakin kesal dan berjalan ke arah luar, Bara langsung mengejarnya, ia tahu jika Leona akan menghampiri Hanna.
"Hentikan langkah kamu Leona, Oke aku akan beri kamu kesempatan untuk membuat persyaratan agar kamu tidak mengganggu aku dan Hanna lagi" Bara terpaksa melakukan itu karna ia tak punya pilihan lain.
Leona pun menghentikan langkah nya dan tersenyum, ia segera menghampiri Bara kembali, dan mengajaknya untuk duduk di ruang tamu.
Merasa bahwa Bara sudah lama belum kembali, Hanna pun keluar dan mau menghampiri Bara, dengan bantuan tongkatnya Hanna dapat dengan mudah untuk mencari pintu masuk, setelah menemukan pintunya Hanna langsung masuk ke dalam, langkahnya terhenti saat mendengar suara orang yang sedang mengobrol, ia mengenal suara itu dan Hanna memilih untuk tetap berdiri di balik ruang tamu dan mendengarkan apa yang sedang Bara bicarakan dengan seseorang.
"Oke Bara aku mau kamu tinggal di rumah aku selama seminggu, kamu temani aku kemana pun aku mau pergi, selama satu minggu itu kamu memperlakukan aku dengan baik, maka setelah itu aku akan membebaskan kalian, dan membiarkan kalian hidup berdua"
"Tapi itu terlalu berlebihan Leona" pekik Bara, ia tak setuju dengan persyaratan yang di buat oleh Leona.
"Itu terserah kamu Bara, jika mau seperti ini terus kamu boleh menolaknya"
Bara hanya terdiam dan memikirkan cara bagaimana membuat Leona mau merubah persyaratannya, Hanna yang mendengar percakapan Bara dan Leona pun langsung pergi keluar sambil meneteskan air mata, Hati nya hancur saat mengetahui jika Bara masih berhubungan dengan Leona, bahkan Hanna berfikir bahwa Bara juga membawa Leona ke jepang tanpa sepengetahuan Hanna.
__ADS_1
Hanna berjalan dengan sangat cepat, ia tak kembali ke mobil, saat ini perasaan Hanna sangat hancur, ia sudah berusaha untuk mempercayai Bara, namun Bara masih saja terus membohonginya, saat Hanna tiba di jalan raya, tiba tiba ia tertabrak mobil dengan sangat kencang, Hanna pun terpental jauh dan pengemudi yang menabraknya pun langsung turun dan membawa Hanna ke dalam mobil nya lalu membawanya ke rumah sakit.