
Pria yang menabrak Hanna itu terlihat sangat panik, ia mengikuti tim medis yang sedang membawa Hanna ke ruang gawat darurat, ia menunggu Hanna di luar ruangan, sesekali ia meraup wajahnya karena merasa sangat bersalah.
"Semoga wanita itu tidak apa apa" batin pria itu.
Beberapa saat kemudian dering ponsel berbunyi dan pria itu pun segera menerima nya, Pria itu bernama Marlon Stefano artis papan atas di negaranya dan juga seorang pengusaha sukses, ia berasal dari Inggris, Marlon baru saja tiba di jepang karena urusan bisnis nya, saat dalam perjalanan menuju perusahaan rekan bisnisnya terjadilah musibah yang menimpa Hanna dan Marlon.
"Halo Sutradara Jhon, maaf sepertinya saya tidak bisa datang hari ini" Ucap Marlon pada seseorang yang ada di telfon.
"Ada apa? bukankah kamu sudah tiba di Jepang"
"Ya saya sudah tiba, namun saya harus kembali ke Inggris karena ada urusan mendesak, saya harap sutradara dapat mengerti dengan situasi saya saat ini" Marlin pun mematikan ponselnya, ia langsung bangun dari duduknya saat melihat dokter sudah keluar, Marlon pun langsung menghampiri dokter itu.
"Bagaimana dok apakah dia baik baik saja" tanya Marlon penuh kekhawatiran.
"Kondisinya saat ini masih kritis, mata nya terkena benturan sangat keras sehingga kedua bola matanya mengalami luka yang sangat parah, pasien harus di bawa ke ruang operasi untuk mengganti matanya, apakah anda salah satu keluarganya"
Tak ada pilihan lain selain berpura pura menjadi keluarga nya, Marlon pun terpaksa membohongi dokter itu dan ia mengatakan bahwa Hanna adalah istri nya, mereka baru saja menikah dan sedang berbulan madu ke Jepang.
Dokter langsung meminta tanda tangan persetujuan operasi, Marlon pun menyetujui itu dan menandatangani nya, kemudian Marlon pergi ke resepsionis untuk membayar biaya operasi nya.
Setelah beberapa saat kemudian dokter pun keluar dari ruang operasi, Marlon langsung menanyai soal kondisi Hanna, dokter bilang Hanna sudah baik baik saja, operasinya berhasil, dan beberapa saat kemudian Hanna akan tersadar.
setelah dokter pergi, dan para perawat membawa Hanna ke ruang ICU, Marlon pun langsung mengikuti perawat itu dengan penuh kecemasan.
saat selesai mengantar Hanna ke ruang ICU perawat itu pun meninggalkan Hanna bersama dengan Marlon.
__ADS_1
Marlon berjalan mendekati Hanna yang sedang terbaring lemah, ia pun duduk di sebelah Hanna, kemudian mengamati wajah Hanna yang terbalut oleh perban, marlin pun meraih tangan Hanna dengan perlahan.
"Ayo dong sadar, jangan buat aku semakin merasa bersalah" ucap Marlon sambil mengelus tangan Hanna.
Di kediaman Geovani, Bara sangat kebingungan mencari keberadaan Hanna, setelah ia selesai berdiskusi dengan Leona, Bara langsung mengahampiri Hanna ke dalam mobil nya, namun saat Bara sudah berada di dalam mobilnya ia tak melihat Hanna di dalam mobil itu, Bara langsung keluar dan mencari Hanna di sekitar halaman rumah Geovani.
Setelah beberapa saat Leona keluar dan menanyakan apa yang terjadi, Bara pun langsung melemparkan tuduhan pada Leona, ia menuduh bahwa Leona lah yang sudah menyembunyikan Hanna dari nya.
"Dimana kamu sembunyikan Hanna" pekik Bara dengan nafas yang tak teratur.
"Aku mana tahu Bara, dari tadi kan aku bersama kamu terus"
"Awas jika semua ini ada kaitannya sama kamu" Bara pun pergi meninggalkan Leona yang masih berdiri di depan pintu rumah Geovani.
"Aku bukan orang yang bodoh Bara, untuk apa melakukan hal yang kotor seperti itu, jika aku mau mencelakai Hanna untuk apa aku harus mencelakainya di jepang, di indonesia lebih mudah untuk mencelakai dia" pekik Leona saat Bara sudah memasuki mobil nya.
Di perjalanan Bara sangat celingukan, ia menyusuri sisi jalan yang sangat lebar, Bara memperlambat kecepatan mobilnya, air mata nya mengalir saat mengingat wajah istrinya.
"Hanna maaf kan aku, jika tadi aku gak keluar lagi mungkin kamu gak akan menghilang seperti ini, kemana kamu perginya sayang" Batin Bara sambil menyeka air mata nya.
Bara sekarang bingung harus bagai mana, bagaimana cara menjelaskan pada kedua orang tua nya jika ia pulang tidak membawa Hanna.
Bara pun menghubungi semua teman-teman nya yang ada di jepang untuk membantu mencari Hanna, setelah menghubungi teman-temannya Bara langsung pergi ke hotel tempat ia menginap.
Di rumah sakit Marlon ketiduran sambil menggenggam tangan Hanna, tangan Hanna mulai bergerak dan Marlon pun terbangun, ia sangat senang karena Hanna sudah tersadar.
__ADS_1
"Kamu sudah sadar" ucap Marlon sambil melepaskan genggaman tangannya.
Hanna celingukan mata nya sudah bisa melihat karena dokter telah mengganti kornea matanya yang terluka parah, namun Hanna amnesia dan lupa bahwa dirinya siapa, Hanna hanya terdiam ia bingung dengan apa yang sedang terjadi pada diri nya.
"Kamu siapa, dan aku ada di mana?" tanya Hanna dengan suara yang masih bergetar.
"Aku Marlon Stefano, tadi kamu mengalami kecelakaan jadi aku membawa kamu ke rumah sakit agar ditangani oleh dokter" Jelas Marlon.
Hanna hanya terdiam kemudian ia menatap seluruh sudut di ruangan itu, ia mencoba untuk mengingat siapa dirinya namun kepala Hanna malah terasa sakit saat mencoba untuk mengingat.
Marlon langsung memanggil dokter saat melihat Hanna yang sedang kesakitan, beberapa saat kemudian dokter pun datang dan memeriksa Hanna.
"Bagaimana dok keadaannya" Tanya Marlon ketika dokter selesai memeriksa Hanna.
"Melihat dari gejala nya istri anda mengalami amnesia, setiap kali dia mencoba untuk mengingat sesuatu gejala sakit di bagian kepala nya akan kambuh, jadi tolong anda jaga dan perhatikan selalu istri nya" jelas Dokter kemudian keluar dari ruangan itu.
Marlon pun kembali duduk di sebelah Hanna, kini ia sedang bingung harus menjelaskan apa pada Hanna, saat Marlon mau mulai bicara tiba tiba Hanna mendahului nya untuk bicara.
"Kenapa dokter itu menyebut nama istri, apakah aku istri kamu" Tanya Hanna penasaran.
"Ah itu sebenarnya " Marlon menghentikan ucapannya sesaat karena ia sedang mencari alasan yang tepat untuk di ucapkan pada Hanna.
"Iya kamu istri aku, apakah kamu benar benar tidak mengingat aku?" Marlon terpaksa berbohong agar kelak Hanna mau ikut bersama nya ke Inggris.
"Maaf aku tidak bisa mengingat nya" Hanna pun menundukkan kepala nya seolah ia sedang mencoba untuk mengingat semuanya, akan tetapi kepala nya kembali sakit jika berusaha untuk mengingat sesuatu, Marlon pun melarang Hanna untuk mengingat apapun karena kondisinya yang masih lemah.
__ADS_1
"Besok kita pulang ke Inggris ya" ucap Marlon, entah mengapa mendengar ajakan Marlon, Hanna merasa berat untuk meninggalkan Jepang, ia merasa ada yang mengganjal di hati nya, akan tetapi ia tak ada pilihan lain selain menyetujui Marlon.
Keesokan pagi nya Marlon dan Hanna pergi ke bandara, Marlon menyuruh asistennya untuk membuat identitas baru untuk Hanna, kini nama Hanna berubah menjadi Liora Agnesia, tak lupa juga Marlon membuat buku nikah palsu agar Hanna percaya dengan apa yang di katakan oleh Marlon.