Cinta Si Gadis Buta

Cinta Si Gadis Buta
bertemu Nyonya Nadia


__ADS_3

"Bara, Marlon, hentikan!" teriak Liora hingga membuat Bara dan Marlon langsung menghentikan perkelahiannya.


Setelah mereka berhenti berkelahi, kini sekarang gantian Liora yang memarahi mereka, Bara dan Marlon pun hanya terdiam tanpa bersuara lagi, suasana di ruangan itu seperti ada seorang ibu yang sedang memarahi anak anaknya karena berkelahi.


"Dan Marlon aku gak nyangka ya karena emosi langsung menampar wanita tanpa tahu lebih jelas apa yang sudah terjadi" pekik Liora.


"Maaf Liora tadi aku khilaf karena terlalu cemburu" ucap Marlon membela diri.


Liora pun duduk sambil menahan emosi nya.


"Sudah lah, lebih baik kalian keluar saja, aku mau istirahat dulu disini" Liora mencoba untuk membuat mereka berdua pergi.


Bara dan Marlon pun langsung pergi keluar, mereka tidak ingin membuat Liora semakin marah, mata Bara melotot pada Marlon, mereka pun saling beradu tatapan, kemudian pergi ke arah yang berbeda.


Di dalam ruang istirahat Liora sedang memikirkan Bara yang baru saja menceritakan kisah cintanya dengan istri nya yang menghilang, Liora berinisiatif untuk merangkum cerita itu dan dijadikan sebuah novel, tapi saat ia memikirkan Bara entah mengapa hati nya sangat berdebar, ia merasa akrab dengan Bara, Liora pun mencoba untuk memejamkan mata nya dan bayangan masa lalu nya pun datang lagi.


Liora langsung membuka matanya dan mencoba untuk mengingat apa yang barusan terlintas di dalam ingatannya.


"Apa tadi itu ingatan aku yang sebelumnya ya, kenapa di dalam bayangan itu ada Bara, bukankah aku sebelumnya tidak mengenal Bara, tapi kenapa ah" kepala Liora kembali sakit saat mencoba mengingat masa lalu nya.


Ia pun segera menstabilkan pikirannya, kemudian memanggil asistennya untuk datang ke ruang istirahat, setelah asistennya tiba, Liora menyuruhnya untuk menyiapkan tiket pesawat dan segera pergi dari tempat itu, setelah beberapa saat asistennya memberitahu bahwa pasport milik Liora telah hilang.


"Bagaimana bisa hilang" ucap Liora pada asistennya.


"Saya tidak tahu kak Liora, sekarang harus bagaimana"


"Buat pasport yang baru, aku gak mau tau hari ini pasport itu harus jadi" titah Liora kemudian pergi dari ruang istirahat.


Saat Liora sedang berjalan ke arah luar ia pun bertabrakan dengan seseorang, Liora pun segera membantu berdiri orang yang telah dia tabrak.

__ADS_1


"Maaf saya tidak sengaja" ucap Liora merasa bersalah.


Orang yang di tabrak oleh Liora ternyata nyonya Nadia, betapa terkejutnya nyonya Nadia saat melihat orang yang bertabrakan dengannya adalah Hanna.


"Hanna" lirih nyonya Nadia.


"Hanna ini beneran kamu nak" nyonya Nadia pun langsung memeluk Liora dengan antusias, Liora hanya bisa terdiam karena bingung harus bagaimana.


"Maaf Tante, aku Liora bukan Hanna" ucap Liora.


Nyonya Nadia pun segera melepaskan pelukannya, ia langsung mengamati wajah Liora untuk memastikan apakah dia salah lihat atau tidak, setelah mengamati Liora nyonya Nadia merasa yakin bahwa Liora adalah Hanna.


"Enggak mungkin kamu pasti Hanna menantu ibu, Hanna ini ibu Nadia nak, mertua kamu" bantah nyonya Nadia kemudian meraih tangan Liora.


Liora pun menghembuskan nafas nya kemudian mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi, setelah beberapa saat Liora selesai menjelaskan pada nyonya Nadia, akan tetapi nyonya Nadia tetap tidak mempercayai nya, Liora pun tak ada pilihan lain selain berusaha untuk meninggalkan tempat itu terlebih dahulu.


"Ini, ini adalah foto kamu, foto ini di ambil saat kamu menikah dengan Bara nak"


Liora pun meraih foto itu, ia pun merasa bahwa dirinya memanglah sangat mirip dengan Hanna, Liora pun mengembalikan foto itu pada nyonya Nadia.


"Kenapa hari ini banyak sekali masalah yang aku hadapi ya" batin Liora.


"Tante, tapi aku memang benar-benar bukan Hanna yang Tante maksud"


nyonya Nadia pun langsung terdiam dan menekuk wajah nya, senyum mengembang yang ada di bibirnya seketika langsung menghilang, ia pun merasa kecewa karena orang yang ia lihat itu bukanlah menantu nya.


"Kalau begitu maaf ya" nyonya Nadia pun pergi meninggalkan Liora.


Entah mengapa perasaan Liora sangat berat saat nyonya Nadia meninggalkannya, ingin rasanya Liora mengejar dan memeluk nya, namun ia takut membuat nyonya Nadia semakin berharap pada nya.

__ADS_1


Liora pun akhirnya melanjutkan langkah nya dan segera mencari Marlon, ia masih memperhitungkan sikap Marlon yang sudah menampar nya tadi.


setelah beberapa menit kemudian, Liora melihat Marlon sedang menelfon seseorang ia pun menghampiri Marlon, namun saat Liora mau memanggil Marlon, langkahnya terhenti saat mendengar Marlon yang menyebut nama Liora.


"Jadi kalian sudah menemukan identitas Liora yang asli, kalau begitu kalian segera lenyap kan identitas itu, jangan sampai ketika saya dan Liora kembali ke Inggris dia menemukan identitas asli nya" titah Marlon pada anak buah nya yang ada di sebrang telfon.


"Identitas asli, apa yang di maksud Marlon itu? kenapa dia ingin melenyapkan identitas asli aku, apakah jangan jangan aku benar benar bukan Liora, aku harus segera mencari orang agar bisa meminjam komputer nya" batin Liora. kemudian ia pergi mencari seseorang yang bisa meminjam kan nya komputer.


Setelah beberapa saat Liora melihat Bara yang sedang berjalan ke arah yang berlawanan dengan diri nya, Liora pun segera menghampiri Bara dan berharap jika Bara mau meminjamkan komputer untuknya.


"Presdir Bara tunggu" panggil Liora sambil berlari kecil mengejar Bara.


Bara pun langsung menghentikan langkah nya, kemudian menoleh ke arah Liora, mereka pun kini saling berhadapan dan Liora dengan sedikit ragu ragu langsung tersenyum pada Bara, Bara pun menaikkan sebelah alis nya.


"Ada apa?" Tanya Bara.


"Itu, apakah aku boleh meminjam komputer kamu" pinta Liora ragu ragu.


"Boleh" Bara sangat senang karena saat ini Liora mulai membutuhkan nya.


Sebenarnya yang sudah mengambil pasport Liora adalah Bara, diam-diam ia menyuruh anak buah nya untuk mencuri Pasport milik Liora, awalnya ia ingin memastikan apakah benar dia adalah Liora atau Hanna, namun saat melihat isi pasport nya tertera nama Liora bukan Hanna.


Bara pun sedikit merasa kecewa saat mengetahui itu.


Liora mengikuti Bara ke perusahaannya, setelah tiba di sana Bara langsung memberikan laptop nya pada Liora, Bara juga menyuruh nya duduk di kursi kerja Bara, sedangkan Bara menunggu nya di sofa.


Melihat Liora yang sangat fokus pada laptop, Bara pun penasaran dengan apa yang sedang di cari oleh Liora, Bara memperhatikan Liora dari sofa, saat Liora mengikat rambut nya Bara semakin terpesona dengan kecantikan wanita yang ada di sebrang nya.


Setelah beberapa saat, Liora menemukan sesuatu, ia langsung membuka nya, dan betapa terkejutnya ia saat melihat berita mengenai hilangnya Hanna lima tahun yang lalu, ia merasa ada kejanggalan tentang identitas nya.

__ADS_1


__ADS_2