
"Jadi Bara memang sudah mencari nya hingga di siarkan ke semua stasiun tv, tapi kenapa di Inggris gak ada kabar soal berita ini ya" batin Liora, Liora pun terus menelusuri informasi mengenai Hanna dan Bara.
Dengan serius Liora melihat satu persatu foto Hanna, ia juga merasa bahwa Hanna adalah dirinya, akan tetapi ia masih meragukan nya karena indentitas dirinya pun masih belum jelas, Marlon pernah mengatakan bahwa Liora adalah anak sebatang kara, ia tinggal bersama dengan Marlon ketika usianya baru menginjak remaja, maka dari itu Liora sangat kesulitan untuk mencari identitas nya.
"Kenapa aku gak bisa lihat informasi tentang keluarga ku sih" batin Liora kesal karena mengapa sangat sulit untuk melihat informasi tentang dirinya.
Melihat Liora yang sedang kesal Bara semakin penasaran dengan apa yang sedang Liora cari, ia pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Liora.
"Liora apa yang sedang kamu cari" tanya Bara.
Liora pun menoleh ke arah Bara, ia bingung apakah harus memberi tahu Bara mengenai kegundahan hati nya atau tidak.
"Bara sini deh" Liora menyuruh Bara untuk melihat informasi yang sedang ia lihat.
Bara pun menghampiri Liora yang sedang duduk di meja kerja nya, Bara terkejut saat melihat informasi yang sedang Liora buka, Bara heran mengapa Liora membuka informasi mengenai dirinya dan Hanna.
"Bara, aku penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi, tadi aku mendengar Marlon sedang menelfon bawahannya di Inggris, dia bilang mereka harus melenyapkan identitas aku yang asli dan jangan sampai aku mengetahui nya, aku jadi penasaran dengan masalah ini, apakah aku benar benar Hanna atau memang Liora yang Marlon bilang" ucap Liora berterus terang pada Bara.
Bara pun mulai memikirkan hal yang barusan Liora katakan, ia juga merasa ada kejanggalan pada masalah antara Liora dan Marlon, yang Bara tahu Marlon adalah anak yang selalu di atur oleh kedua orang tua nya, hingga saat ia menjadi artis terkenal dan seorang pengusaha, Marlon langsung menyembunyikan semua informasi mengenai dirinya, dan saat Hanna menghilang, hari itu pun Marlon datang ke jepang untuk bertemu dengan produser yang film nya akan di peran kan oleh Marlon, akan tetapi entah ada masalah apa Marlon langsung pergi kembali ke Inggris.
Awalnya Bara tidak memikirkan hal itu, namun sekarang ia mulai terfikirkan atas menghilangnya Hanna ada kaitannya dengan kepulangan Marlon ke Inggris.
"Liora kapan dan dimana kamu kecelakaan dulu" tanya Bara.
"Lima tahun yang lalu, saat aku tersadar aku sudah berada di rumah sakit" sahut Liora.
__ADS_1
"Di rumah sakit mana" Bara semakin penasaran.
"Di Jepang, tapi setelah dua hari aku di sana, Marlon langsung membawa aku pulang ke inggris" jelas Liora.
Bara pun semakin yakin jika Marlon lah yang sudah menabrak Hanna lalu membawa nya ke Inggris, namun yang masih belum ia pahami mengapa identitas Liora sudah menjadi istri Marlon.
"Liora apakah kamu punya foto saat kamu menikah dengan Marlon" tanya Bara lagi.
Liora pun hanya menggelengkan kepala nya, saat ia menanyakan masalah pernikahannya dengan Marlon, Marlon selalu bilang jika mereka menikah secara mendadak dan tidak mengadakan resepsi saat itu sehingaga tidak ada satu orang pun yang memotret nya.
"Aku semakin yakin jika kamu adalah Hanna" ucap Bara sambil meraih tangan Liora.
"Bara stop, aku harus menyelidiki masalah ini dulu, tolong kerja sama nya, kamu jangan memeperlihatkan sikap seperti ini di hadapan umum terutama Marlon" pinta Liora.
Saat tiba di gedung pertemuan, Marlon langsung menghampiri Liora, akan tetapi Liora mencoba mengabaikannya karena masih kesal terhadap tindakan Marlon yang menampar nya tadi.
"Liora aku minta maaf, tadi aku khilaf karena cemburu" ucap Marlon, ia sadar jika perbuatannya tadi sudah keterlaluan terhadap Liora.
"Sudah lah, aku sedang tidak ingin membahas masalah ini, Marlon silahkan pergi aku sedang tidak mau melihat kamu" Liora pun pergi meninggalkan Marlon dan menghampiri para artis yang lain.
Saat Liora sedang mengobrol tiba tiba ada seorang wanita yang menghampiri nya, Liora pun langsung menoleh ke arah sumber suara itu, ia pun mengerutkan keningnya karena orang yang memanggilnya bukan lah orang yang ia kenal.
"Maaf siapa ya" tanya Liora.
Orang yang memanggil Liora adalah Leona, Leona merasa heran mengapa wanita yang ia lihat di hadapannya sangat mirip dengan Hanna, awalnya ia mengira bahwa itu adalah Hanna, namun karena banyak artis yang memanggil nya Liora, Leona pun mencoba mencari tahu identitas nya, setelah memastikan jika itu bukanlah Hanna, Leona pun langsung menghampiri nya untuk mencari muka pada Liora.
__ADS_1
"Aku Leona Gangga, seorang dosen di universitas Xx "
"Oh seorang dosen ya, ada apa dosen Leona memanggil saya" Liora pun bersikap dingin, karena entah mengapa dirinya merasa bahwa Leona orang yang sangat menyebalkan.
"Enggak saya hanya ingin berkenalan saja, siapa tau kedepannya kita bisa berteman" Leona pun mengeluarkan senyum palsu nya.
"Maaf saya tidak memerlukan seorang teman" ketus Liora.
Melihat sikap Liora yang sombong terhadap nya, Leona merasa kesal ia pun mengepalkan tangannya karena kesal, ingin rasanya ia menjambak rambut Liora karena sudah bersikap sombong pada nya.
"Kenapa aku merasa kesal ya saat melihat wanita ini dan mendengar suara nya, aneh padahal baru pertama kali ngeliat dia, apakah dia salah satu orang yang menyebalkan sebelum aku kehilangan ingatan ya" Batin Liora.
F
Liora pun pergi begitu saja meninggalkan Leona, ia tak ingin meladeni orang yang tidak begitu penting bagi diri nya.
"Dasar sombong" batin Leona kemudian ia pun pergi mencari Bara.
Setelah beberapa saat Marlon mengajak Liora kembali ke hotel dan beristirahat, akan tetapi Liora menolak nya dan ia meminta untuk tinggal di hotel yang berbeda dengan Marlon, tak punya pilihan lain Marlon pun mengizinkan Liora untuk pindah ke hotel lain.
"Kenapa setelah tiba di indonesia, Liora jadi berubah gini ya" batin Marlon, ia merasa heran mengapa sikap Liora berubah menjadi cuek padanya, padahal saat di Inggris Liora sangat lah penurut dan selalu mengikuti apa yang dikatakan oleh Marlon.
Saat di malam hari Bara menelfon Liora untuk membahas soal Marlon, mereka pun bertemu di restoran hotel tempat Liora menginap.
setelah tiba di restoran Bara terpana oleh kecantikan Liora malam itu, ia pun langsung menghampiri Liora yang sudah menunggu nya.
__ADS_1