
Malam itu kedua orang tua Aldo pulang.mengingat besok adalah hari ulang tahun putra kesayangan mereka.
Ketika melihat kamar Aldo yang gelap membuat sang mama tak tega ingin membangun kan.
"Pasti dia sudah tidur."ucap Mama Santi tersenyum.
Kemudian ia kembali menuruni tangga untuk menyusul suaminya yang berada di ruang keluarga.
"Gimana mah?"tanya papa Bimo.
"Udah tidur pah besok aja deh."jawab Mama Santi.
"Oke mah."jawab papa Bimo.
Niatnya hari ini Mama Santi ingin memberitahu Aldo jika besok akan ada pesta ulang tahun untuk nya. Tentu dengan dihadiri kedua orang tua dan teman-teman satu sekolah nya.
Setelah berbincang-bincang papa dan mama Aldo memilih untuk tidur dan melanjutkan nya besok.
...----------------...
Aldo tertidur pulas rupanya, hingga ia bermimpi bertemu seseorang yang tak asing baginya.
Didalam mimpinya ia bertemu seorang gadis cantik.dengan tatapan kosong yang terduduk di bangku taman.
"Heii.."ucap Aldo menepuk pundak gadis itu.
'kok dingin banget ya badannya'gumam Aldo.
"kenapa malam-malam begini kau masih ditaman ini?''tanya Aldo.
"Aku tersesat.. karena itu lah aku tak bisa pulang."jawab gadis itu yang duduk membelakangi Aldo.
"bukan kah kau bisa bertanya,,lagi pula cahaya lampu akan menemukan mu jalan."ucap Aldo lagi.
"cahaya lampu tidak akan membantu ku."ucapnya dingin.
"maksudmu?"tanya Aldo bingung.
"Gadis buta seperti ku ini tentu akan selalu kesulitan dalam apa pun,''ujar gadis itu sendu.
gadis itu berbalik ingin menatap Aldo namun, wajahnya tersorot lampu taman dan membuat seseorang susah melihat wajahnya.
ia berjalan dan meninggalkan Aldo sendiri. ia terlihat sangat cantik menggunakan gaun putih yang sesuai dengan kulitnya. saat mulai bangun ia bangun dan sedikit berbalik lalu tersenyum pada Aldo.
"tungguuu...!!!"ucap Aldo berteriak.
"siapa kah kau?''tanya Aldo berteriak tapi tak sekalipun ia menengok justru hilang dari pandangan Aldo.
...----------------...
Pagi ini Aldo terbangun dengan nafas yang tersengal-sengal karena kejadian di mimpi itu membuatnya merasa terganggu.
'hufftt'
bersamaan dengan itu alarm pun berbunyi nyaring dan membuat Aldo bergegas mandi.hari ini ia akan kembali menjalankan tugas nya sebagai ketua OSIS. setelah satu Minggu ia libur karena kecelakaan.
setelah selesai dengan ritual mandinya kini Aldo tengah menatap pantulan dirinya didepan cermin besar.
"Tampan..."ucap Aldo sembari tersenyum merekah.
ia mengambil tas dan bergegas turun menuju ruang makan. dimana disana kedua orang tua sudah menanti.
'tap...tap...tap.'
"Pagi...''ucap Aldo ramah.
"Pagi juga boy.. bagaimana apa tidurmu nyenyak?"jawab dan tanya papa Bimo pada Aldo.
"Sangat nyenyak.."jawab Aldo sekenanya. kini ia tengah fokus menyantap sarapan hari ini.
"Apa hari ini kau sibuk?"tanya Mama Santi.
"Entahlah Aldo kurang tahu."ujar Aldo.
"Memangnya ada apa mah?''tanya Aldo penasaran.
"Hm.. selamat ulang tahun sayang."ujar Mama Santi dan memeluk putra kesayangan nya.
"Makasih mah..bahkan aku lupa hari ulang tahun ku."ucap Aldo senang dan terharu.
"Kau adalah anak kami ,tentu kami akan mengingat itu nak..."ucap Mama Santi bahagia.
__ADS_1
"Papa harap diusia mu yang ke-18 tahun menjadi kan mu pribadi yang lebih baik lagi boy...dan seluruh doa baik untuk mu."ucap pap Bimo.
"Makasih pah.."ucap Aldo senang.
entah kenapa mood Aldo hari ini rupanya membaik. dan mau bicara pada kedua orang tua nya.
"Hari ini papa dan mama sudah merencanakan untuk pesta ulang tahun mu nak.."ucap papa Bimo.
"pesta?!''tanya Aldo terheran. apa dirinya terlihat seperti anak kecil yang harus merayakan pesta.
ooh ayolah Aldo sekali-kali tersenyum lah..
"iya apa kamu keberatan nak? papa sudah menyuruh sita untuk membagikan seluruh undangan disekolah mu."jelas papa Bimo dengan bangga.
hari ini akan menjadi moment paling bahagia bagi keluarga kecil itu. pasalnya setelah sekian lama sibuk dengan pekerjaan kini mereka akan menghadirkan suasana yang baru untuk putra mereka.
"Apapun keputusan kalian Aldo ikut saja."jawab Aldo tenang.
"Aku udah selesai sarapan dan akan langsung berangkat ke sekolah."ujar Aldo sembari berpamitan dan pergi ke sekolah.
Tak memerlukan waktu lama kini Aldo sudah sampai di area parkir sekolah. terlihat disana sudah ada sahabat-sahabatnya.
"Wuiihh ada yang ultah nih."ucap Iyan bahagia.
"Hmm..jangan lupa dateng ya."jawab Aldo dingin.
"Jangan dingin gitu dong Al kan nanti ada party kalo kucel gitu kan aneh."ucap Dito menimpali.
"Dengerin tuh Al, si Dito udah mulai bisa becanda tuh..."ucap Daffa meledek.
"Udahan deh debatnya bentar lagi masuk nih.''ucap Aldo Menengahi.
"Hmm.."jawab Aldo dengan deheman.
setelah nya mereka memasuki sekolah bersama dan langsung mendapat tatapan aneh dari para siswa dan siswi yang berlalu-lalang.
"Dengar-dengar kak Aldo ultah nih."ucap siswa itu.
"Bisa dong sekalian cari gebetan hahahyyy."ucap seorang siswa menimpali
"Party guyss makan makan..."ucap nya lagi.
"Jadi penasaran deh gimana nanti malem."
"nggak sabar banget...''
"eh itu kak Aldo.."
semua perhatian kaum hawa terfokus pada Aldo saat ini.
"tampan..."
"cute."
Aldo yang merasa risih berjalan mendahului yang lain.rasanya moodnya hari ini akan memburuk.
selang beberapa menit bell masuk berbunyi semua siswa telah memasuki ruangan tanpa ada yang terlambat.
hingga seorang guru datang dan memulai pelajaran awal hari ini.
awalnya semua berjalan dengan lancar hingga fokus Aldo kini hilang dan mengingat mimpi'nya semalam.
"siapa kira-kira gadis itu?"gumam Aldo pelan.
kini Aldo menjadi pusat perhatian pasalnya ia tak merespon saat guru memanggil nya.
"Aldo...''ucap pak Bandi.
"Aldo!!!"ucap pak Bandi sedikit meninggi.
"eh..ii---iya pak maaf."ucap Aldo gugup.
saat ini pikirannya sedang tidak fokus sama sekali.
"Ada apa kenapa kamu tidak memperhatikan pelajaran saya?"tanya pak Bandi.
"Maaf pak lagi kurang enak badan.''jelas Aldo murung.
"Oo.. sebaiknya kamu istirahat saja di UKS."ucap pak Bandi.
dan mendapat anggukan kepala dari Aldo. setelah nya ia keluar dari kelas menuju UKS. langkahnya terlihat lemas dan lesu.
__ADS_1
sesampainya disana ia berbaring di tempat yang tersedia.
"Kenapa dia selalu saja muncul?" ucap Aldo lirih
Dikelas Kanya Nasya dan Naya nampak murung di mata pelajaran kali ini biasanya mereka akan merengek dikala ada masalah. dan Raisa lah yang akan menenangkan mereka.
"Dimana kamiu sa?"ucap Kanya lirih.
"Bu,"ucap Kanya memanggil Bu Titi.
"Iya Kanya ada apa?"tanya Bu Titi.
"Mau izin kebelakang Bu,"ujar Kanya sopan.
"Ooh yaa silahkan."jawab Bu Titi ramah.
"Permisi."ucap Kanya pamit.
alih-alih berpamitan untuk ke toilet Kanya justru berjalan menuju taman belakang yang jarak nya dekat dengan UKS tempat Aldo berada saat ini.
terlihat Kanya sedang berusaha memanjat salah satu pohon itu.dan ia berhasil menuju ke atas.disana ia duduk termenung dan mengayunkan kedua kakinya.
"Kemana lo sebenarnya sa?"ucap Kanya lirih.
"kita semua kangen tau gak.''ucapnya lagi.
"Woyy saa...Lo dimanaaaa...''ucap Kanya sedikit keras.
dan berhasil membangunkan Aldo yang tengah tertidur pulas di ruang UKS.
"Siapa sih? berisik banget ganggu aja."ucap Aldo kesal.
dengan perasaan dongkolnya Aldo berjalan dan mengikut arah suara itu berada.Namun ia tak menemukan apapun.
"Perasaan tadi ada suara?''tanya Aldo Bingung.
"Apa cuma mimpi?''tanya nya semakin heran saja.
saat ini Kanya sedang menahan nafas nya agar tak ketahuan oleh Aldo.
"Sebaiknya aku segera kembali ke kelas daripada nanti ketahuan.''ujar Kanya pelan.
ia mulai menuruni pohon itu. dan mengendap-endap menuju ke ruang kelasnya kembali.
saat memasuki ruang kelas ia tak menemukan sosok guru yang tadi mengajar dikelas.
''lho Bu Titi mana?''tanya Kanya .
"udah keluar Lo sih lama banget nya."ucap Dimas kesal.
"Tau nih berak emas kali tuh bocah."ucap Denis terkikik.
"Yaelah orang lagi mules begini malah diomelin Lo pada emang jahat."ucap Kanya yang dibuat-buat setelah nya ia duduk ditempat nya.
"Sepulang sekolah kita anterin undangan buat Raisa gimana?" tanya Naya lirih setengah berbisik.
''Oke juga idenya, sekalian nanya kabar kangen banget tauuuu."ucap Nasya manja.
mata pelajaran kedua seharusnya sudah dimulai namun sudah hampir 30 menit guru tak kunjung datang.
'Tap..tap..tap.'
"Baik anak-anak hari ini Bu Mei nggak bisa hadir. jadi pelajaran hari ini free kalian bisa belajar sendiri atau jika mau ke perpustakaan juga boleh,"ujar pak kepala sekolah.
ya seseorang yang memasuki ruang kelas Raisa adalah pak kepala sekolah.
"Asalkan jangan sampai mengganggu kelas yang lain.''ujar pak kepala sekolah lagi.
"siapa ketua kelasnya disni?" tanya pak kepala sekolah.
"Saya pak.."ucap Dimas mengacungkan tangan.
"Baik, Dimas jaga ketertiban dikelas mu."ucap pak kepala sekolah pada Dimas.
"Permisi."ucapnya kemudian dan pergi meninggalkan ruangan.
#jangan menjadi pembaca gelap.
ayo tinggalkan jejak mu kawan.
dengan melalui like,komen dan subscribe. biar makin semangat nulisnya....🥰🥰🥰
__ADS_1