Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 01


__ADS_3

Pagi ini Jeffrey terbangun dari tidurnya dikasur yang mewah dan juga empuk, bagaimana tidak dia adalah satu-satunya putra kesayangan sekaligus pewaris harta dari Deep Grover ayah dari Jeffrey .


Jeffrey bergegas pergi kekamar mandinya guna membersihkan tubuh nya dan bersiap kekantor nya , seperti biasa ia hidup dikelilingi oleh banyaknya pelayan yang selalu melayaninya. Setelah selesai membersihkan diri ia berjalan keluar kamar guna menuju keruang makan yang dimana sang ayah sudah menunggunya.


" Pagi pa ". Ucap Jeffrey sembari mendudukkan tubuh nya di kursi


" Pagi juga nak , bagaimana urusan kantor mu apa ada kendala? ". Tanya Deep dikala menyantap makanan nya sambil menatap kearah Jeffrey .


" Oh tidak ada pa.. semua aman terkendali ". Sahut Jeffrey sambil memakan Sandwich nya.


Selama dimeja makan cukuplah hening karena yang berada dimeja makan hanya ada Jeffrey dan Deep saja. Ibu dari Jeffrey meninggal dunia saat Jeffrey berumur 10 tahun dan kini ia sudah berumur 27 tahun. Jeffrey awalnya sangat kehilangan sosok ibu nya namun lama kelamaan disibukkan oleh pekerjaan dia mulai terbiasa.


•••• Dikantor


Jeffrey menyapa ramah kepada para pekerjanya, bisa diakui bahwasanya Jeffrey memang seorang yang ramah dan tak memandang status seseorang. Baginya semua nya sama tidak ada yang berbeda. Jeffrey memasuki ruangan nya dan dikejutkan dengan seorang teman nya yang sepertinya sudah lama menunggu nya.


" Wes pak CEO baru datang". Ucapnya sambil mendekati Jeffrey dan menepuk pundak nya.


" Tumben Rik kesini kenapa? ". Jawab Jeffrey sambil mendudukkan tubuh nya di sofa ruangan nya. Ia berbincang-bincang dengan pemuda itu yang bernama Erik, ya Erik adalah teman semasa SMA nya yang bekerja di kantor milik nya. Jadi tak heran jika Erik kadang sudah ada di ruangan Jeffrey .


" Ntar malem ikut gk bre? " Tanya Erik kepada Jeffrey yang mulai sibuk dengan laptopnya.


" Kemana? " Singkatnya sambil mengotak Atik laptopnya yang tengah mengetik sesuatu.


" Nongki , sekaligus nyari cewek ". Ajak nya kepada Jeffrey namun Jeffrey hanya mengangguk pelan mendengar perkataan dari Erik.

__ADS_1


" Baiklah, yasudah pergi sana aku ingin bekerja! ". Tekan Jeffrey karena sudah memasuki Jam kerja nya.


Erik keluar dari ruangan Jeffrey kemudian kembali keruangan nya. Pada siang ini Jeffrey dan teman teman nya berkumpul di suatu cafe dekat kantor, saling bercerita dan membahas tentang wanita itulah menjadi kebiasaan dari teman teman Jeffrey .


" Eh can , Lo tau gk ? Si sahabat kecil Lo itu yang di Eropa ". Ucap Deon yang mulai be\=cerita kepada Jeffrey dan di simak oleh teman teman nya sekaligus Jeffrey .


" Siapa? Hana? ". Sahut Jeffrey kepada Deon


" Iya , katanya dia sekarang beuh cantik bener ". Ucap Deon sambil memuji muji Hana dan mendapatkan tepukan di pundaknya oleh Erik


" Aelah Gua kira apaan ". Sahut Erik sambil menatap kearah Deon.


" Yakan gue cuman ngasih tau, Lo gk tau si Jeffrey naksir dari dulu sama Hana ". Kata Deon sembari menggoda Jeffrey dengan ucapannya. Satu pukulan keras di punggungnya hingga Deon meringis kesakitan.


" Aw... Gila lu tiba tiba main pukul ".ucap Deon sambil mengusap punggung nya sendiri.


" Udah cand Lo lupa dia pernah nolak Lo gegara penampilan Lo ". Jelas Drew kepada Jeffrey .


Jeffrey berfikir sejenak, yang dikatakan Drew benar ia dulu dihina karena penampilan sederhana nya dan membuatnya direndahkan. Hingga saat itu Jeffrey sedikit berubah dan tidak banyak dekat dengan seorang wanita karena kebanyakan wanita yang menghina nya dan merendahkan nya.


Entahlah apa yang Jeffrey pikirkan, ia tetiba memikirkan untuk mencoba hal baru. Ya hal baru yang dahulu pernah ia lakukan, saat dulu ia menemukan seseorang wanita yang sangat berbeda dengan wanita lain. Ia tidak pemilih ataupun membedakan penampilan, saat itu ia menjadi teman dekat Jeffrey . Namun selulus nya SMA tiba tiba wanita itu pergi ke suatu negara karena pekerjaan orang tua nya. Hal tersebut membuat Jeffrey sedikit kehilangan karena belum pernah ia mendapatkan teman seorang wanita yang tidak mempermasalahkan dalam hal penampilan.


" Weh , gua punya ide " ucap Jeffrey yang tersadar dari lamunannya dan sontak membuat kedua temannya kaget.


" Ide apa!? " Sahut Erik dan Drew bersamaan.

__ADS_1


" Aku akan pergi ke Eropa dan menyamarkan identitas asli ku dan menjadi pria biasa ". Seru nya sembari menyunggingkan senyuman tipis.


Drew dan Erik melongo mendengar perkataan itu. Mereka saling bertatapan seolah membicarakan sesuatu seperti " dia tidak salah omong kan ?! " Keduanya menatap lekat kearah Jeffrey yang nampaknya sedikit berbeda dari senyuman nya.


" Apa katamu?! Kau gila Jeffrey ? ". Ucap Drew sedikit meninggi kepada Jeffrey .


" Tidak Drew, aku memang mengatakan begitu. Aku hanya ingin mencari seseorang yang masih mau menerima pria sederhana yang berpenampilan seadanya. Toh sekarang banyak wanita itu pilih pilih ". Sahut Jeffrey takala tersenyum simpul dan beranjak dari duduk nya. " Mulai besok Jeffrey akan sementara menghilang, urusan kantor aku akan serahkan kepada kalian" sambung Jeffrey meninggalkan kedua orang temannya itu.


Drew dan Erik masih memikirkan hal-hal yang mengganjal baginya, kenapa temannya bisa berfikir tentang itu? Kenapa dia malah ingin berpura-pura miskin sedangkan diera ini banyak orang yang berpura pura kaya.


Disisih lain , Jeffrey pulang kerumahnya sambil menyuruh asisten nya membuat kan paspor dengan identitas baru yah dia berencana sekarang untuk pergi ke Eropa negeri yang dimana untuk ia lancarkan aksinya. Dia berfikir dengan begitu akan ada beberapa pengalaman yang didapatkan nya oleh sebab itu ia berencana untuk menjadi orang miskin dan beradapan dengan orang kalangan itu.


••• Sesampainya di Eropa


Dengan menuruni pesawat nya , Jeffrey mengedarkan pandangannya, kini ia menggunakan pakaian sederhana yang tidak mencerminkan ia adalah seorang CEO. Dia berjalan menuju suatu pedagang membeli beberapa makanan untuk makan nya karena ia sudah merasa sangat lapar. Disantapnya makanan tersebut sambil melihat beberapa seorang pengemis dan gelandangan jalanan yang terlihat Sangat kelaparan, ia melirik ketanganya dan mendekati pengemis dan gelandangan itu sambil memberikan makanan nya kepada mereka


" Permisi, ini buat anda " ucap Jeffrey seraya mengulurkan tangannya memberikan roti yang ia beli. Terlihat sangat menginginkan nya tetapi mereka enggan menerima nya dengan sigap Jeffrey langsung meraih tangan mereka dan memberikan nya


" Tidak perlu sungkan terima saja , kalian pasti lapar " Kata Jeffrey sambil tersenyum melihat mereka yang lahap.


Jeffrey melanjutkan perjalanan menuju kost an nya karena tidak mungkin ia menyewa sebuah villa di mana dia sedang menjalankan rencananya.


" BRUKK "


Suara mobil yang melaju kencang menyerempet Jeffrey . Saat itu Jeffrey sangat kaget namun untungnya dia hanya keserempet dikit dan tidak tertabrak, ia melihat mobil tersebut berhenti sambil meringis Jeffrey melihat kearah seseorang yang keluar dari mobilnya

__ADS_1


" Kau ini buta ya! ". Kata nya sambil emosi kepada Jeffrey


" Lho anda yang nyerempet tetapi anda yang marah ". Sahut Jeffrey tidak terima dan berusaha berdiri.


__ADS_2