Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 17


__ADS_3

Adriana tersenyum, dia menangkup pipi Keira dan menatap nya lekat-lekat, "Aku hanya bercanda. Kau seperti dulu sama saja, sangat sensian" Adriana terkekeh di akhir perkataan nya.


Keira menepis tangan Adriana dan mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang sedang merajuk, "Menyebalkan!" Pekik nya pelan.


"Sudahlah lupakan saja, Atau dia akan menjadi jodohmu" Adriana meledek sambil tertawa karena tatapan dari Keira, "Argh.. kau menyebalkan sekali sih!" Keira meraih bantal dan memukul nya kearah Adriana.


Mereka berdebat kecil sambil tertawa-tawa hingga orang yang mendengarnya dari ruang tengah hanya geleng-geleng kepala, "Aku pikir mereka telah dewasa tetapi tidak," Ucap Melvin.


Didalam sana mereka yang telah kelelahan karena perdebatan kecil mereka pun berhenti dan kembali duduk bersama.


Dengan nafas tersengal-sengal Adriana meraih minuman nya dan meneguk nya, "Ah, kau sangat lincah" pujinya kepada Keira.


Keira tersenyum, "Tentu saja!" Katanya dengan bangga.


"Ngomong-ngomong kamu akan mengurus perusahaan Charlotte yang ke 2 ya disini?" Tanya Adriana, Keira pun mengangguk. "Ayahku bilang dengan menempatkan ku disini agar bisa bersama mu kembali dan menjalankan bisnis ini dengan baik. Kau tahu kita kan rekan jika aku mengurus perusahaan pabrik itu" Ujar Keira yang sangat bersemangat.


"Benar! Aku penasaran dengan kemampuan bisnis mu" Adriana lalu meletakkan botol minumnya, dia mengecek ponselnya dan ada beberapa panggilan dari pihak kantor.


"Oh my God! Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting, aku harus segera kekantor" kata Adriana dengan terburu-buru mengambil tas dan merapihkan pakaian nya.


"Aku ikut!" Seru Keira , Adriana pun mengangguk dan kini keduanya telah melesat menuju perusahaan milik Adriana.


.....


'Sesampainya di Perusahaan Adriana... 


Kylie menghampiri Adriana, "Miss ada yang tidak beres dengan keuangan di perusahaan ini" jelas Kylie dengan nada khawatir sembari memberikan berkas hasil laporan keuangan.


Adriana mengerutkan keningnya, "Ini..." Dia terkejut seraya membaca dokumen nya, dia menutup kembali dokumen, terlihat ekspresi nya yang terlihat datar tak seperti biasanya.


"Panggilkan seluruh karyawan di divisi keuangan untuk menghadap keruangan saya, panggilkan Jeffrey juga segera untuk keruangan saya" Ucapnya dengan nada dingin, dia melangkah masuk kedalam ruangan nya bersama Keira.


"Are you okey?" Tanya Keira yang duduk di sebelah Adriana, Adriana menganggukkan kepalanya.


Pintu terbuka, terlihat 5 karyawan di divisi keuangan telah berada di ruangannya kecuali Jeffrey, sang asisten nya.


"Dimana Jeffrey?" Tanya Adriana, seingatnya dia tidak ada kabar setelah pesta tersebut dia sangat mengkhawatirkannya hingga berusaha mencari nya, tetapi nihil tidak ada jawaban ataupun kabar.


"Dia tidak masuk kerja Miss" Salah satu karyawan nya bersuara.


Hal itu membuat Adriana gelisah tanpa kepastian!


Namun setelah beberapa saat dia dikejutkan dengan kedatangan seseorang.


"Selamat siang, Miss" Ucap seorang pemuda yang masuk kedalam ruangannya.


Adriana diam membisu dan tercengang!


Ya! Dia adalah Jeffrey!


Sambil tangan kanannya yang diperban, Adriana menatap nya dengan sendu..


Namun berbeda dengan Keira, dia menatap pemuda itu dengan terkejut.

__ADS_1


"Kau? Kenapa bisa kemari?" Tanya Keira tanpa sadar membuat perhatian Adriana teralihkan kepadanya, "Ada apa? Apa ada yang salah dengan ku?" Tanya nya tak mengerti dengan tatapan Adriana.


Jeffrey mengerutkan keningnya, dia mengingat tentang wanita tersebut, "Ah, kamu wanita aneh itu?" Tanya nya polos.


Adriana menahan tawanya.


Keira mendengus, "Namaku Keira! Ingat itu. Bukan wanita aneh!" Ujarnya tak terima.


Jeffrey hanya manggut-manggut dengan acuh.


"Adriana, dialah pria yang menyebalkan hingga mengatai ku" adu nya kepada Adriana.


Jeffrey menghela nafas kemudian menatap dingin kearah mereka berdua, "Kau? Teman Miss Adriana?"


"Aku saudara nya!"


"Oh"


Keira mengepalkan tangan nya kemudian membuang muka dengan kesal, "Ya tuhan kalian... Sudahlah aku pusing mendengar perdebatan kalian! Keira dia karyawan ku, aku minta maaf untuk nya" Ucap Adriana menengahi.


Keira tak terima, "Ana, kenapa kamu membela pria ini? Dia hanya asisten mu kan? Seharusnya dia yang meminta maaf bukan dirimu!"


"Cukup!" Jeffrey yang sudah malas membuat hal ini menjadi panjang, dia kemudian berjalan mendekati Adriana dan Keira.


"Aku minta maaf atas sifat ku. Satu hal lagi, keadaan sosial tidak ada kaitannya dengan suatu permintaan maaf,"


Keira terdiam, begitupun dengan Adriana. Dia baru pertama kali melihat Jeffrey yang sedingin dan se acuh ini.


"Langsung pada intinya, ada apa memanggil saya? Jika bukan karena hal penting saya ingin pergi untuk beristirahat karena insiden yang diperbuat oleh saudara anda," Sambung Jeffrey.


Adriana yang telah merasa tenang lalu menjelaskan,"Ada masalah di keuangan, jumlah pengeluaran sangat besar padahal bulan ini hanya mengeluarkan sebanyak 4,5 miliar. Tetapi di dokumen ini tertera hingga 18 miliar"


"18 miliar?" Jeffrey yang awalnya bersikap biasa saja kini terkejut. Dia memandang kearah 5 karyawan nya, "Menangkap dengan cara seperti ini akan sulit, jika mau mendapatkan yang bersalah dengan mudah ialah bersifat menuduh secara asal dan menakuti mereka" Gumamnya.


Jeffrey kemudian menatap kearah Adriana, dia menyunggingkan senyuman nya.


Adriana yang melihat itu menjadi salah tingkah. Entahlah kenapa senyuman nya sangat membuat imannya goyah.


"Aku mengetahui siapa yang korupsi uang tersebut, aku punya bukti dan dari penerimaan dana itu adalah salah satu kenalan ku, dia mengatakan semua kepada ku dan orang nya adalah..." Jelas Jeffrey sambil memutar tubuhnya berhadapan dengan 5 karyawan, dia mengulurkan tangannya kemudian menunjuk kesalah satu karyawan, "Ya, dia adalah orangnya" Tambah Jeffrey.


Pandangan Adriana menatap kearah salah satu karyawan nya, dia melihat dan mendekat, "Benarkah?" Tanya Adriana ragu-ragu.


Jeffrey mengangguk, namun pandangan nya teralihkan kepada salah satu karyawan yang tampak mencurigakan, sedari tadi terlihat gelisah dan telapak tangannya berkeringat.


"Hey, apa kamu sakit?" Kini Jeffrey berjalan mendekati pria itu dsn berdiri dihadapannya. Dia melihat pria itu yang menundukkan kepalanya tak berani menatapnya.


"Katakanlah! Saya memperhatikan sedari tadi saya menunjuk salah satu teman mu, kenapa kamu yang sangat mencurigakan?"


Adriana yang tidak mengerti ditambah tidak mengerti dengan cara Jeffrey.


"Keamanan!" Teriak nya, Securite datang dan menghadap kearah Jeffrey.


"Segera cek ruang kerjanya, laptopnya dan beberapa riwayat di ponselnya segera, suruh team lain membantu dan amankan dia jangan biarkan kabur" Securite mengangguk, dia langsung membawa pria itu tanpa mendengar perkataannya yang bahkan tak diberikan waktu untuk membela diri.

__ADS_1


"Jeffrey kamu... Bagaimana kamu yakin dia pelakunya?" Tanya Adriana sedikit ragu.


Jeffrey berbalik, lalu menatap Adriana, "Jika kamu mencuri sesuatu, lalu ada beberapa orang yang terseret dengan mu. Lalu kamu di interogasi bahkan sang penginterogasi mengatakan punya bukti dan segala nya, bagaimana reaksi mu?"


Adriana mencerna perkataan Jeffrey,


Seketika senyumnya mengembang, "Wow! Trik mu sangat bagus!" Puji Adriana


"Terimakasih, sebenarnya hanya trik sederhana namun aku sangat terkejut jika ada karyawan yang bahkan mengkorupsi hingga sebanyak itu"


Adriana merasa senang sekaligus lega, dia mendekat kearah Jeffrey. Dengan perhatian dia memperhatikan luka yang di alami Jeffrey.


"Apa masih sangat terasa sakit? Ambillah cuti kembali untuk pemulihan mu"


"Tidak perlu, aku ingin mengajukan resign," ucapnya sambil mengeluarkan amplop pengunduran diri.


Adriana yang awalnya terlihat senang langsung berubah menjadi sedih.


"K-kenapa?" Adriana yang mengambil amplop nya dan membaca surat didalamnya.


"Aku harus kembali ke Inggris" jujurnya yang membuat Adriana semakin sedih.


Keira yang sangat bingung dengan Adriana.


"Biarkan saja dia pergi, lagipula jika aku menjadi pimpinan nya akan memecatnya karena perlakuan tidak sopan nya"


Adriana menatap tajam kearah Keira,


Keira pun terdiam. Dia sedikit membenci pria ini karena suka sekali mengatai nya dan juga menyingung perasaannya.


Jeffrey menghiraukan ucapan Keira, "Terimakasih telah menerima saya disini, saya senang bekerja di sini. Sampai jumpa"


Jeffrey membalikkan tubuhnya lalu meninggalkan ruangan Adriana.


Adriana langsung mendudukkan tubuh nya dikursi, rasanya raga nya tak berjiwa. Terasa sangat lemas karena ini terakhir kalinya dia akan dekat dengan Jeffrey.


"Adriana.. aku merasa sedikit ada yang aneh dengan kamu dan pria itu"


"Dialah yang membuat ku jatuh cinta" Keira membelalakkan matanya tak percaya, "Serius? D-dia?"


Adriana mengangguk, "Mungkin efek dari di khianati oleh mantanya membuat sifat nya berubah" Cicitnya pelan.


Memahami hal itu, Keira merasa bersalah. Dia mengatakan hal buruk kepada pria itu, bisa saja pria itu ingin pergi karena sifatnya tadi.


Dia pergi meninggalkan Adriana sendiri dan berlari menyusul Jeffrey, "Tunggu!" teriak nya yang membuat Jeffrey menoleh kearahnya.


"Tolong jangan pergi, ak-aku minta maaf"


"Tak perlu, bukan kesalahan mu dan aku pergi bukan karena hal itu, sudah tidak ada lagi? Jangan membuang waktu ku"


Jeffrey melanjutkan langkahnya sambil meninggalkan Keira di tempatnya, namun beberapa saat tangan nya kirinya di tarik oleh Keira. Karena kehilangan keseimbangan, Mereka berdua terjatuh Keira berada di atasnya sementara Jeffrey dibawahnya.


Beberapa detik netra mereka saling berpandangan tanpa salah satu berkedip.

__ADS_1


Jeffrey yang tersadar segera mendorong tubuh Keira untuk bangkit, "Maaf aku tidak sengaja," sambil berdiri Keira membantu Jeffrey untuk bangkit.


Jeffrey merasakan degupan kencang akibat kejadian tadi lalu hanya mencoba menyembunyikan kegugupan nya sekarang.


__ADS_2