
Entah kenapa tiba-tiba Jeffrey merasa bahagia jika benar wanita itu adalah Carla ia tidak akan melepaskan wanita itu seperti dahulu
Meeting pun di mulai dengan pembukaan dari Adriana. Namun Adriana tak sengaja melihat ekspresi Jeffrey yang begitu aneh saat melihat teman nya itu.
"Selamat pagi semua terimakasih sudah menghadiri meeting ini sungguh kehormatan besar terhadap kedatangan Kalian pada meeting ini" Ucap Adriana
"Sebelumnya saya ingin memperkenalkan seseorang yaitu sir Jeffrey Calrence yang merupakan assisten saya" tambah nya memperkenalkan Jeffrey
Rekan rekan lainnya pun menyambut dengan ramah dan memperkenalkan diri mereka hingga tiba di bagian wanita tersebut.
" Jeffrey? " Ucap wanita itu kaget dan berusaha mengingat-ingat
" Iya , Anda Carla ? " Jawab Jeffrey sedikit gugup
Carla pun mengangguk mendengar perkataan nya itu. Sejujurnya Carla terlihat sangat bahagia bertemu dengan Jeffrey tetapi kondisi masih meeting tidak mungkin dia menghamburkan pelukan di depan rekan rekan nya ini.
Adriana sempat mencuri pandangan saat perkenalan Jeffrey dengan Carla. Dia melihat ada tatapan seperti cinta kepada Carla namun Adriana menghiraukan itu walaupun sebenarnya dia sedikit cemburu.
Meeting pun berakhir dengan lancar Rekan rekan yang lain satu persatu pun meninggalkan ruangan dan kini meninggalkan Jeffrey dan Carla.
Carla mendekati Jeffrey kemudian menghamburkan pelukan erat kepada Jeffrey yang secara tidak sengaja dilihat oleh Adriana dari luar. Adriana langsung pergi meninggalkan mereka berdua keruangan nya dan merasa sakit dihatinya melihat adegan tadi
"Apakah mereka sepasang kekasih?" Gumam Adriana kesal
"Argh! Tahan ana kau harus bisa tenang "
Adriana perlahan menenangkan pikiran dan dirinya atas pemandangan yang dilihatnya
Disisi lain Jeffrey dan Carla masih melepaskan kerinduan nya
"Akhirnya kita bertemu lagi" ucap Carla yang mengeluarkan air mata
Jeffrey terdiam. Merasakan pelukan hangat yang diberikan gadis ini kepada nya , gadis yang membuatnya bahagia sesaat. Namun ia berfikir bahwasanya dia baru di negara ini namun begitu mudah dia menemukan seseorang yang sangat dia cari? Tetapi Jeffrey tidak memusingkan itu karena diberikan kemudahan oleh tuhan.
Selang beberapa menit Jeffrey melepaskan pelukannya karena sadar ditempat yang tidak tepat. Dia menatap sosok Carla gadis yang telah mencuri hati nya selama bertahun-tahun kini kembali.
"Bagaimana kau bisa kesini?"
"Aku mendapatkan biaya dari paman ku untuk mencari pekerjaan disini"
"Oh begitu, mm Jeffrey apa kau punya kekasih?"
Jeffrey sontak terkejut mendengar pertanyaannya. Apakah dia juga mencintai ku?
"Belum , ada apa?"
"Tidak, tidak apa aku hanya memastikan"
"Aku ingin berbincang lebih dengan mu setelah ini temui aku di cafe dekat kantor ini ya"
"Baiklah nanti setelah pulang aku akan menemui mu"
Percakapan mereka berakhir diruangan meeting itu dan Jeffrey kembali keruangan nya.
Jeffrey masih tak menyangka bahwa secepat ini menemukan nya. Sungguh itu sangat membuat nya bahagia.
*TOK TOK TOK
__ADS_1
"Permisi sir apa saya boleh masuk?" Tanya Kylie dari balik pintu ruangan
"Silahkan"
"Miss Adriana meminta anda keruangannya"
"Baiklah saya segera kesana"
Jeffrey beranjak dari duduk nya kemudian melangkahkan kakinya menuju ruangan Adriana.
Diperjalanan dia masih membayangkan sosok Carla entahlah mengapa tetapi dia selalu terbayang akan senyuman dan kebersamaan singkat nya tadi.
Disisi lain Adriana yang disulut setengah emosi hanya bisa memendam perasaan itu karena dia sadar bahwa marah kepada Jeffrey karena tadi itu adalah hal bodoh dimana mereka sama sekali tidak memiliki hubungan apapun kecuali pertemanan.
"Haruskah aku menyatakan sekarang?" Gumam Adriana seraya memejamkan matanya
"Tidak tidak ini terlalu singkat aku tak ingin dia risih dan malah menjauhi ku"
"Tetapi argh bagaimana jika nanti wanita lain yang mendahului ku?" Frustasi Adriana sembari berbicara dengan dirinya sendiri.
Adriana melamun sendiri sedari tadi sehingga tidak menyadari kehadiran Jeffrey entah sejak kapan yang membuat nya kikuk dan canggung sesaat.
"Miss ana?"
"E-eh sudah dari tadi?"
"Oh belum baru beberapa menit yang lalu namun Miss sepertinya melamun memikirkan sesuatu?"
"Oh itu bukan apa apa"
Adriana sedikit lega karena dia yakin Jeffrey tidak mendengar perkataan nya pada dirinya sendiri.
"I-itu aku ingin mengajak mu ke cafe disini"
"Ah begitu tapi maaf Miss saya sudah di ajak dengan teman saya lebih dulu mungkin lain waktu saja."
Adriana tersenyum kecut karena tolakan Jeffrey, namun dia harus tetap tegar walaupun ada sedikit luka tergores dihatinya.
"Oh begitu baiklah kmu bisa kembali bekerja"
Jeffrey mengangguk lalu dia pergi meninggalkan ruangan Adriana dan kembali keruangannya.
Hari mulai sore pertanda bahwa sudah waktunya untuk para pekerja untuk pulang karena pekerjaan mereka hari ini telah selesai. Mereka kembali ke rumah mereka masing-masing namun tidak dengan Jeffrey.
Jeffrey menuju cafe yang di janjikan oleh Carla yang katanya ingin menemui nya disitu.
Beberapa menit Jeffrey menunggu dan akhirnya yang di tunggu-tunggu pun tiba.
"Halo Jeffrey,maaf membuat mu menunggu lama"
"Tidak masalah aku juga baru kok!."
Mereka terlebih dahulu memesan sebuah minuman dan makanan sebelum keduanya kembali berbincang-bincang.
Sempat hening sesaat karena satu sama lain saling Mandang dan larut dalam lamunan masing masing.
Lamunan mereka terpecah karena pelayan yang membawakan pesanan mereka.
__ADS_1
Tanpa disadari ada sosok yang mengamati mereka dan mendengarkan percakapan mereka.
Adriana. Ya itu dia , dia mengikuti Jeffrey dan melihat nya bersama rekan kerja ataupun teman nya yaitu Carla. Hatinya sesaat pedih Karena pemandangan yang dia lihat namun dia tak punya alasan kuat untuk cemburu atau semacamnya.
Sama dengan halnya Jeffrey dan Carla yang tengah makan dan minum pesanan mereka Adriana juga menyantap makanan dan minumannya sambil berusaha mendengarkan percakapan mereka.
"Emh.. Jeffrey!" Kini Carla berusaha mencairkan suasana yang sempat sunyi Karena kecanggungan ataupun semacamnya hingga membuat pria dihadapannya mendongakkan kepalanya yang tengah menyantap makanan nya lalu tersenyum kearahnya sekilas. Senyuman itu sontak membuat Carla membeku sesaat dan merasakan desiran ditubuhnya itu.
"Ya ada apa Carl??"
"Mm sebenarnya ini sangat serius aku ingin mengatakan ini secepatnya agar..." Ucapan Carla terputus karena ponselnya berdering. Dia mendengus kesal karena ini sangat menggangu nya. "sebentar aku angkat telpon dulu" lanjutnya seraya mengangkat panggilan itu dan dibalas anggukan oleh Jeffrey.
Jeffrey memainkan ponsel nya sambil menunggu Carla, namun dia mendapatkan sebuah pesan dari teman nya yang di Inggris.
Deon : Jeff Lo betah di sana?
: Oh iya kita kangen nih padahal baru bentar wkwk tetapi kebiasaan bareng Lo jadi tanpa Lo kyk kurang
Jeffrey menyunggingkan senyum tipis nya saat membaca pesan itu. Dia menggelengkan kepalanya dan menelpon temannya itu.
"Jeffrey!" Sahut Deon dari seberang sana saat panggilan tersambung.
"Apa? Aelah lebay amat Lo sampe kayak gitu" timpal Jeffrey sambil tertawa pelan.
"Sialan! Gue serius Jeffrey Jeremy Grover!!!" Jawab Deon dengan emosi dan membuat Jeffrey tertawa lepas.
"Iya iya bawel amat kek cewek Lo"
"Ck! Sialan Lo ya Jeff, btw Lo udah ketemu sama pujaan hati Lo yang buat Lo nyamar begini?"
"Oh udah , tapi heran deh kok cepet bener ya!"
"Cepet apanya?"
"Ketemunya lah bego!!! Masa yang lain"
"Ye santai Jeff!, Tapi bagus dong kalau gitu biar misi Lo cepet kelar dan balik ke Inggris lagi"
"Hmm..., Ya sih tapi Gue nyaman nyamar gini"
"Set dah temen Gue ini emang beda. Ya udah ntar sambung lagi ini ada kerjaan"
"Ok!"
Sambungan terputus, Jeffrey senang mendengar suara sahabat nya itu ya mau bagaimana pun kebahagiaan nya itu memiliki sahabat yang super random yang bisa membuat dia tertawa akan tingkah atau semacamnya.
Namun setelah percakapan lewat telepon itu tanpa disadari Adriana mendengar jelas semua dan menjadi tanda tanya baginya sekarang.
"Menyamar? siapakah dia sebenarnya..." Gumam Adriana karena mendengar dipercakapan itu ada Jeffrey mengucapkan penyamaran. Sungguh itu membuat Adriana penasaran dan ingin tahu lebih tentang Sosok Jeffrey ini.
15 menit berlalu. Akhirnya Carla kembali setelah selesai menerima telpon nya
Dia kembali duduk di hadapan Jeffrey yang telah selesai menyantap makanan nya.
Kini Carla menatap dalam netra Jeffrey dan memegang tangan nya sambil berkata
"Jeffrey... Maukah kau menjadi kekasih ku?" Ucap Carla sambil terus menatap pria dihadapannya itu.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu Adriana kelabakan mendengar perkataan Carla kepada Jeffrey.
seorang perempuan yang menembak? ah **!* ini diluar pemikiran ku, batin Adriana.