Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 20


__ADS_3

"Oh itu... Hanya ingin mengobrol santai saja dengan mu" jujur Adriana.


Jeffrey tersenyum sambil menaikkan salah satu alisnya..


'


"Benarkah?" Tanya Jeffrey memastikan, Adriana pun mengangguk.


Entahlah setiap kali Jeffrey tersenyum dapat meningkatkan semangat nya.


"Mm baiklah, aku juga merasa bosan jadi apa kita bisa mengobrol di cafe?" Ajak Jeffrey, Adriana langsung menyetujuinya.


Mereka berdua berjalan bersamaan menuju cafe dekat kantor mereka,


Sorot mata staff tertuju pada mereka, mereka memandang kedua atasan nya dengan kagum..


"Hey, sepertinya Miss Adena dan Sir Jeffrey itu cocok dan serasi" bisik salah satu staff


Yang lain pun menyahut nya dengan pelan, tanpa mereka sadari kedua insan yang mereka bicarakan mendengar nya samar-samar.


Mereka tiba didalam cafe yang cukup ramai pengunjung nya. Mereka berdua memesan coffe yang sama.


"Kamu ingin mengatakan sesuatu?" Jeffrey membuka suara lebih dahulu saat Adriana yang memandangi nya dengan tatapan seolah ingin mengatakan sesuatu namun ditahan.


Adriana yang terkejut sontak berfikir bahwa pemikirannya terbaca oleh Jeffrey dan itu membuatnya menjadi malu.


"Itu.. aku.. aku ingin bertanya"


"Katakanlah" potong Jeffrey dengan lembut.


Adriana menenangkan dirinya kemudian berkata, "Apa kamu menyembunyikan identitas mu? Mm.. Mm maksud ku, kamu seperti bukan dari keluarga kelas menengah" Ucap Adriana dengan gugup.


Jeffrey baru ingin menyeruput secangkir coffe mengurungkan niatnya karena pertanyaan konyol dari Adriana.


Jeffrey tertawa melihat ketakutan diwajah Adriana.


"Benar, aku bukan berasal dari keluarga kelas menengah. Apa jawaban ku membuat mu tidak penasaran lagi?" Kini Jeffrey telah berani terang-terangan menggoda Adriana.


"M-maksud mu?"


"Hm menurut mu bagaimana? Aku mengetahui semua tentang mu, bahkan kamu selalu mencari tahu informasi tentang ku dan bahkan kamu bisa mendatangkan ayah ku jauh'dari Inggris ke Eropa" Jeffrey berusaha menerangkan kepada Adriana. Setelah mendengarkan perkataan Jeffrey, Adriana menggigit bibir bawahnya.


Entah mengapa dia sekarang merasa malu usahanya tenyata telah di ketahui dengan mudah oleh Jeffrey, namun apa dia mengetahui jika aku mencintai nya? Hanya itu yang ada di benak nya dan menjadi sebuah pertanyaan yang membuat nya penasaran.


"Hello? Nona Adriana?" Jeffrey membangunkan Adriana dari lamunannya.


Jeffrey tak kuasa menahan tawanya melihat Kegemasan wanita yang belum lama dikenal olehnya.


"Eh, maaf ada pertanyaan mengganggu dipikirkan ku" ceplos nya tanpa sadar. Adriana langsung membulatkan matanya dengan sempurna.


"Tanyakan lah, agar tidak membuat mu penasaran"

__ADS_1


"Tidak!"


"Kenapa?"


"Tidak penting."


"Benarkah?"


Adriana sedikit ragu menjawabnya dan hanya bisa menganggukkan berat kepalanya.


"Bohong ya?" Tebak Jeffrey asal. Dia sedang dalam keadaan berbahagia jadi secara tidak sadar sifatnya menjadi sembrono.


"Ti-tidak kok! Sungguh, aku tidak bohong"


Jeffrey terkekeh kemudian menganggukkan kepalanya saat mendengar perkataan Adriana.


Secara tidak sengaja, sifat Jeffrey perlahan mencair kan suasana yang awalnya sangat canggung.


"Kenapa kau sangat penasaran tentang diriku?" Jeffrey bertanya, Adriana memandang Jeffrey kemudian berkata,"Kamu sangat misterius jadi aku penasaran"


Jeffrey menyerengitkan keningnya kemudian tersenyum, "Benarkah?," Adriana mengangguk.


"Kamu bisa menanyakan nya, terkadang aku juga butuh seorang teman untuk bertukar cerita"


"Pada saat itu aku masih canggung," Cicitnya dengan jujur.


"Tidak masalah, apa sekarang masih canggung?"


Adriana menggelengkan kepalanya, jujur saja kini perasaannya menjadi nyaman ketika berada didekat Jeffrey.


"Adriana" teriak Keira yang menghampiri mereka, Jeffrey refleks melirik kearah nya dan juga Adriana.


"Dia saudara ku"


"Oh"


Jeffrey hanya manggut-manggut, Keira mendekati mereka namun entah mengapa jika berada di dekat Keira detak jantungnya berdetak lebih cepat.


"Aku mencari mu ternyata kau disini" ujar Keira sambil duduk di samping Adriana.


"Ada apa mencari ku? apa ada sesuatu?" Tanya Adriana, Keira menggelengkan kepalanya, "Tidak. Tetapi aku ingin pulang bersama mu saja"


"Eh Jeffrey? Apa lengan mu masih terasa sakit?"


Jeffrey menggelengkan kepalanya saat mendengarkan pertanyaan dari Keira, timbul senyuman dipipinya membuat jantung Jeffrey tak karuan.


"Kau mengganggu saja" gerutu Adriana yang tengah cemberut, namun langsung berubah ekspresi saat Jeffrey meliriknya.


Keira hanya cekikikan kemudian melirik kearah saudaranya, entahlah mengapa sangat menggemaskan namun kenapa juga dirinya tidak rela jika saudara nya sangat dekat dengan pria yang ada dihadapannya ini.


Mereka akhirnya menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bertukar cerita bersama.

__ADS_1


Hingga tak terasa hari mulai larut, mereka pun berpisah lalu kembali kerumah masing-masing.


Jeffrey kembali ke apartemennya, di benaknya masih teringat jelas penghinaan dari Jeffery.


Aku ingin lihat seberapa banyak dirimu berubah dan seberapa besar kekuasaan mu : batin Jeffrey kemudian menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket.


Selesai membersihkan tubuh nya , Jeffrey langsung beristirahat karena merasa sangat lelah.


*TING 


Sebuah pesan masuk kedalam ponsel Jeffrey,


Tanpa menunggu lama-lama Jeffrey membaca pesannya ternyata itu dari asistennya.


Dia membalasnya kemudian meletakkan ponsel nya di laci.


*PAGI HARINYA. . . . 


Jeffrey yang telah rapih dengan pakaian kantor nya langsung melesat menuju kantornya.


Dikarenakan sang ayah sudah pulang jadi dia sendirian di apartemen. Dia berharap ayah nya tidak mengetahui bahwasanya Jeffery datang kesini dan bahkan menghina nya.


Kegiatan sehari-hari Jeffrey yaitu memeriksa dokumen kemudian diberikan kepada Adriana untuk ditandatangani, selain itu dia juga mengurusi perusahaan nya yang lain lewat ponselnya.


"Sir Jeffrey ,di panggil oleh Miss Adriana"


"Baiklah"


Jeffrey bangkit dari kursinya, Jeffrey melangkahkan kakinya menuju ruangan Adriana.


Tak lupa dia mengetuk pintu terlebih dahulu, saat masuk kedalam penampilan Adriana sangat berbeda hingga membuat Jeffrey merasa kagum.


"Selamat pagi Miss, ada yang bisa saya bantu?" Tanya Jeffrey, Adriana berdiri dan mendekati Jeffrey.


Terlihat jelas lekukan sexy tubuh Adriana yang terpampang jelas dihadapannya.


"Saya berencana untuk membuat sebuah pesta" jawab Adriana sambil tersenyum simpul kepadanya.


"Pesta? Dalam rangka untuk apa Miss?" Jeffrey tak mengerti.


"Untuk ulang tahun perusahaan yang telah berdiri 16 tahun ini, biasanya memang sudah setiap tahun kami membuat pesta ini"


"Lalu?"


"Lalu aku memerlukan bantuan mu, kamu harus ikut serta dalam pesta dan ikut memberikan sebuah Sambutan, biasanya ayahku yang memberikan sambutan bersama ku tetapi dia sedang Keluar negeri untuk urusan yang sangat penting"


"Saya? Tidak, saya tidak bisa Miss" tolak Jeffrey.


"Ayolah, setelah bercerita tentang latar belakang mu aku yakin kamu bisa ... " Ucap Adriana sambil memohon.


Jeffrey menghela nafasnya kemudian mengangguk, "Baiklah saya akan ikut menemani dan memberikan sebuah Sambutan, kapan pesta nya?"

__ADS_1


"Lusa, aku sudah memesan pendekor untuk menghiasi sebuah villa yang telah ku sewa, jadi kamu jangan lupa persiapkan diri karena yang hadir akan banyak seperti rekan bisnis kita juga"


"Baiklah"


__ADS_2