
Jeffrey merasa lengan yang semakin nyeri akibat di timpa oleh Keira pun meringis, mendengar hal itu Keira spontan mendekati Jeffrey bahkan jaraknya sangat dekat.
"Maaf, maafkan aku.. apa terasa sangat sakit?" Tanya Keira sambil memeriksa lengan Jeffrey.
Jeffrey hanya menggelengkan kepalanya, namun seketika Keira menjadi sangat khawatir, "Lihatlah! Perban mu berdarah. Bukankah hanya patuh tulang ? Kenapa bisa berdarah?" Dengan nada khawatir Keira menarik Jeffrey keluar dari kantor menuju parkiran mobil, dia masuk kedalam mobilnya dan mengambil kotak p3k.
"Sudahlah, ini hanya luka ringan yang kudapatkan saat malam itu. Tak perlu khawatir" Ucap Jeffrey sembari melepaskan genggaman nya dari lengan kirinya.
Namun Keira tak mengindahkan hal tersebut, dia yang sangat kesal langsung menarik Jeffrey masuk kedalam mobil nya, "Duduk diam, dan jangan banyak membantah aku benci itu!" Tegasnya seraya melepaskan perban Jeffrey, dia menatap sendu lukanya yang diakibatkan oleh nya.
"Pria bodoh! Sampai bisa membuat dirinya hampir mati karena cinta" Sindir nya pelan sambil mengambil kapas dan membersihkan luka beserta darah dilengan Jeffrey.
Jeffrey yang tak ingin membuat perdebatan hanya diam membisu.
Dia menatap sesekali kearah Keira, dilihat dari sorot matanya yang sangat peduli dan perhatian membuat seketika hatinya bergetar.
"Em, sudahlah aku, aku bisa sendiri" tolaknya sambil berusaha meraih kapas ditangan Keira.
Keira yang tengah sibuk membersihkan luka nya merasa tidak senang karena diganggu, tanpa sadar tubuhnya menjadi merapat kedekat Jeffrey. Dia menempelkan jari telunjuknya dibibir Jeffrey, "Diam...! Aku tidak suka pria yang sok tegar padahal dia sangat membutuhkan"
Jeffrey kembali terdiam menuruti perintah Keira.
Jeffrey membuang pandangan dari Keira,
Keira telah selesai membersihkan lukanya, da kembali memperban lengan Jeffrey, "Oke! Beres, lain kali berhati-hati lah karena itu penting untukmu"
Jeffrey mengangguk mengerti, "Terimakasih" Jeffrey tersenyum simpul kearah Keira, Keira terpaku dan Langsung membuang pandangannya, "Y-ya.. anggap itu permintaan maaf ku atas semuanya sebelumnya" kata Keira dengan gugup tiba-tiba.
Jeffrey mengangguk, dia hendak keluar dari mobilnya namun ditahan oleh Keira, "Tunggu, Adriana sepertinya sedih dengan kepergian mu. A-aku boleh meminta sesuatu? Tetaplah disini, aku tidak ingin dia bersedih"
Jeffrey mengerutkan dahinya dengan bingung, kemudian tanpa sadar dia mengangguk, "Baiklah. Katakan padanya aku akan tetap bekerja disini"
Keira yang senang dengan jawaban dari Jeffrey, secara tidak sadar dia memeluk tubuh Jeffrey.
Keira menyadari tindakan nya , dia melepaskan pelukannya perlahan dan menundukkan kepalanya, "Ma-maaf.... Ak-" Ucap nya terhenti karena jari telunjuk Jeffrey yang menempel di bibir nya.
"Tidak masalah, tidak perlu gugup seperti itu wanita aneh" ucapnya sambil menyunggingkan senyuman nya, "hey! Aku Keira. K-E-I-R-A Ingat itu!"
Jeffrey hanya cekikikan, "Iya iya Nona Keira aku tidak tuli"
Jeffrey memandang Keira lalu dia keluar dari mobilnya, "Terimakasih sekali lagi, dan sampai jumpa"
Jeffrey kemudian pergi meninggalkan Keira didalam mobil.
....
Keira kemudian tersenyum saat Jeffrey yang telah menghilang dari pandangannya, "Oh tuhan, kenapa senyuman nya begitu manis? Dan terbayang di benakku argh..!" Frustasi Keira kemudian menuruni mobil nya dan masuk kedalam kantor menuju ruangan Adriana.
Disana terlihat Adriana yang masih termenung sedih, Keira mendekati nya dan duduk di sebelahnya.
"Hey sudahlah, dia bilang tidak akan berhenti bekerja di sini" Ucap Keira memberi kabar baik kepada Adriana.
Adriana yang sempat bersedih langsung senang mendengar perkataan Keira, "Benarkah? Kamu tidak membohongi ku kan ?" Adriana memastikan.
Keira menggelengkan kepalanya kemudian mengatakan, "Tidak. Aku berkata jujur padamu percayalah"
__ADS_1
Adriana langsung kegirangan dan seketika merubah sikap yang tadinya tidak bersemangat dan terlihat menyedihkan menjadi sangat riang dan bersemangat.
Keira merasa bahagia juga melihat Adriana yang bersemangat kembali, namun hati nya sedikit bergetar saat Pria itu menggangu pikiran nya, saat berada didekatnya ada rasa nyaman, tetapi sulit di ungkapkan dan di mengerti.
Apa aku jatuh cinta pada nya? Oh tidak, tidak. Adriana juga menyukainya bagaimana aku bisa menyukai yang disukai Adriana lebih dahulu... ; Batin Keira yang tengah melamun
"Kei" panggil Adriana membuyarkan lamunan nya.
Keira tersentak!
Dia menoleh dan menatap kearah Adriana, "A-ada apa?" Tanya nya dengan bingung.
"Kamu sedari tadi melamun apa ada sesuatu yang menggangu pikiran mu?"
"Tidak, tidak ada kok!"
"Aku sangat mengenal mu Keira, katakanlah"
Adriana Bersikukuh terus menanyakan kepada Keira agar dia mau bercerita, "Tidak ada ana!" Jawab Keira sedikit ngegas.
"Ck! Ya Santai dong," kata Adriana ketus dan membuang muka terhadap Keira.
....
Disisi lainnya...
Jeffrey yang pulang kembali ke apartemen nya mengalami hal yang sama seperti Keira, entahlah kenapa bayangan Keira selalu muncul dibenak nya.
"Oh ya tuhan, kenapa wanita aneh itu selalu muncul dipikiran ku?" Katanya sambil bermonolog, "Apakah ini pertanda..." Tambah nya kemudian menghentikan perkataannya.
Jeffrey langsung menepis pemikiran aneh nya , dia melirik arloji nya dan merebahkan tubuhnya berbaring di kasur.
"Tidak apa pa, aku hanya mengalami kecelakaan kecil saja," ucap nya menenangkan sang ayah. Namun Deep bersikukuh untuk bertanya lebih lanjut, "Jawablah nak! Papa tidak suka adanya kebohongan" tegas Deep menaikkan Suara beberapa oktaf.
Jeffrey hanya pasrah kemudian menjelaskan insiden yang menimpa nya, Deep merangkul Jeffrey kemudian berkata, "Ah jadi dia adalah kekasih mu?"
Jeffrey mengangguk,
Deep kemudian tersenyum, "Sudahlah biarkanlah dia bahagia dengan pilihannya. Kamu fokus dengan hidupmu, jadi bagaimana? Apa kamu ingin di publik sekarang setelah beberapa tahun lalu kamu meminta untuk di private?" Tanya Deep.
Jeffrey termenung, dia mengingat kejadian belasan tahun lalu yang menimpa dirinya dan juga salah satu Saudara nya yang telah dia anggap tetapi tidak dengan ayahnya.
"Aku, aku ingin ini masih menjadi rahasia. Biarkanlah aku menjadi seorang yang sederhana menjalani kehidupan ini mungkin akan setimpal dengan nya" ujar Jeffrey yang membuat ekspresi Deep berubah.
"Papa sudah mengatakan lupakanlah Dia! Dia tidak pantas di kasihani, dan papa sangat tidak mengharapkan kehadirannya yang sangat tidak berguna!" Hina Deep lalu Jeffrey menghembuskan nafasnya perlahan.
"Pa, kita tidak bisa menentukan dan menilai dirinya sebagai pembawa sial, papa aku juga dilahirkan di hari yang sama meskipun berbeda beberapa jam setelahnya"
Deep memijat pelipisnya, dia menatap lekat wajah putra nya yang sangat dia sayangi itu, "Kamu dan dirinya berbeda! Setelah kalian dewasa pun sifat kalian berbeda! Wajah bisa saja sama tetapi sifat? Kalian 100% berbeda sangat berbeda. Kamu tahu apa yang berbeda? Pertama, Kamu dan dia memiliki kepribadian yang berbeda, kamu sangat menyukai suatu kesederhanaan dan bahkan tidak banyak menuntut ini itu kepada papa. Kedua, kamu dan dia berbeda sifat. Sifat mu sangat sopan,tidak arogan, tidak suka pamer dan dia ? Adalah kebalikan dari dirimu. Papa sangat tidak suka dengan sifat yang suka berfoya-foya dan bahkan semena-mena" Jelas Deep dengan panjang lebar kepada Jeffrey.
Jeffrey hanya bisa menundukkan kepalanya, sebenarnya dia tak ingin dipisahkan dengan saudaranya namun karena suatu permasalahan yang membuat mereka harus berpisah.
"Jangan membahas nya kembali, Papa sangat tidak suka" Tambah Deep kemudian meninggalkan Jeffrey sendirian dikamar nya.
Jeffrey melihat kepergian ayahnya kemudian kembali membaringkan tubuhnya, dia menatap langit-langit kamarnya.
__ADS_1
Jeffrey meraih sakunya, dia membuka dompetnya dan mengeluarkan sebuah foto yang isinya adalah dia dengan seseorang yang mirip dengannya.
Kau tahu, ayah Sangat membenci mu tetapi aku tidak. Kamu meninggalkan kami karena keegoisan mu dan amarah mu, semoga saja kita lekas bertemu dan ku lihat apakah dirimu berubah ; batin Jeffrey kemudian kembali memasukkan fotonya kedalam dompet nya.
...
'PAGI HARINYA....
Jeffrey yang tengah beristirahat kemudian menyalakan tv dan menyaksikan sebuah berita, namun dia memincingkan matanya saat melihat sebuah foto pemuda yang sangat mirip dengan nya.
"Berita terkini pagi hari ini, seorang pemuda tampan di Turki mendapatkan sebuah penghargaan sebagai penguasa yang sangat di segani bahkan tidak ada yang berani mengusik nya. Dengan memiliki banyak cabang kini bisnisnya sangat berkembang. Pemuda ini bernama 'Jeffery Smith' , dengan wajahnya yang tampan dan di usia yang muda sudah mendapatkan banyak sekali keuntungan dan bahkan bisa mengembangkan bisnisnya. Sekian berita terkini pagi hari ini kita lanjutkan ke berita selanjutnya"
Jeffrey yang mengenali tanda di leher milik pemuda itu langsung terkejut dan tersenyum, "Aku tahu perubahan mu. Kamu sangat terkenal sekarang, menarik. Sangat menarik" Jeffrey kemudian mengambil ponsel yang baru ia beli kemudian mencari informasi mengenai pemuda tersebut.
Benar saja, informasi yang pemuda itu milik seperti miliknya. Mulai dari tanggal lahir, bulan tahun sama persis.
"Aku menantikan mu wahai saudaraku!" Seru nya yang melihat poster tentang akan kedatangan Jeffery ke Eropa menjalankan bisnisnya.
Sementara itu Keira dan Adriana yang menyaksikan berita tersebut juga sangat terkejut. Mereka mengira itu adalah Jeffrey yang mereka kenal namun setelah di amati ada perbedaan mulai dari ada tanda aneh di lehernya, warna mata , penampilan dan warna rambut nya.
"Tidak! Itu bukan Jeffrey, lihatlah tanda dan perbedaan diantara mereka" Bantah Adriana yang sangat terkejut karena berita tersebut.
Keira yang memperhatikan nya dan kemudian mencari informasi tentang Jeffery Jhonsmith.
"Lihatlah ini, dari biodata nya saja berbeda. Kamu tidak ingat? Di dunia ini akan ada seseorang yang mirip dengan mu, mungkin saja itu adalah kembaran nya namun berbeda keluarga" terang Keira menyakinkan Adriana.
Adriana yang mengecek tentang informasi mengenai Jeffery pun hanya manggut-manggut.
"Tunggu, perusahaan nya akan menjalankan bisnis dengan kita Minggu depan" Seru Adriana yang terkejut.
Keira mengerutkan keningnya lalu memandang Adriana, "Benarkah?" Tanya nya sambil memikirkan sesuatu.
Aku penasaran, sepertinya mereka berdua adalah saudara tetapi aku tidak bisa menyakinkan hal itu kecuali mencari tahu nya sendiri ; batin Keira
1 MINGGU KEMUDIAN. . . .
Jeffrey yang telah pulih pun kembali bekerja meskipun tangan nya masih belum sepenuhnya bisa di gerakan.
Jeffrey memesan taksi untuk menuju ke kantornya,
....
'Setibanya di Kantor
Jeffrey yang telah di beritahu oleh Adriana bahwasanya akan adan sebuah rapat, dia langsung masuk kedalam ruangan rapat. Namun setelah dirinya masuk, dia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang sangat mirip dengan nya, lalu dia menyunggingkan senyuman yang telah mengetahui bahwasanya dia akan hadir disini.
"Jeffrey, dia.." Adriana yang menyadari kehadiran Jeffrey langsung berdiri dan langsung menghampiri nya.
"Aku sudah tahu, apa dia tuan muda Jeffery?" Ucapnya dengan tersenyum. Namun tidak dengan Jeffery, dia memasang ekspresi wajah memandang Jeffrey dengan aneh.
Penampilan Jeffrey yang sangat sederhana membuat nya ingin memaki nya, dahulu dia di bandingkan dengan Jeffrey karena pengetahuan dan juga tingkah laku.
"Wow, Jeffrey? Penampilan mu sungguh seperti orang kelas menengah. Apa ayah mu mengusir mu makanya kamu menjadi miskin bahkan menjadi asisten di perusahaan ini?" Ucapnya dengan nada menghina Jeffrey.
Jeffrey hanya tersenyum, namun tidak dengan Adriana. Dia yang tidak terima ingin menyela nya namun di hentikan oleh Jeffrey.
__ADS_1
"Kenapa kamu berfikir seperti itu? Bahkan pandangan mu terhadap nya itu salah! Dia bukan seperti orang yang kamu duga" jelas Jeffrey dengan santai.
"Sudah-sudah, kami tidak mengerti masa lalu kalian tetapi ini adalah ruang meeting untuk membuat kesepakatan bukan membuat permusuhan!" Tegas Adriana yang sudah menahan emosi sedari tadi. Pandangan kearah Jeffery menjadi buruk setelah mengetahui sifat aslinya yang baru di tunjukkan nya, dia sangat terang-terangan dan menghina pemuda yang sangat dia cintai.