Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 14


__ADS_3

Setelah mendengarkan Tuan Damon yang mengumumkan pernikahan putra yang di mana bersama dengan kekasihnya, lututnya seketika melemas.


Adriana yang tengah sibuk dengan rekan rekannya seketika teralihkan dengan sifat Jeffrey yang tiba tiba berubah, dia menatap kearah podium dan sama hal nya terkejut melihat Carla yang bergandengan mesra dengan Theo,“Carla? Dia akan bersanding dengan Theo, lalu Jeffrey..” Adriana melirik kearah Jeffrey, terlihat ekspresi nya yang datar dan terlihat sedih menatap kearah pasangan yang ada di podium, “Shit, Harus bahagia atau gimana nih? ”.


Adriana bermonolog di hatinya, ada kebahagiaan dan juga kebingungan di lubuk hati nya. Bahagia karena tak ada penghalang baginya untuk bisa mendapatkan Jeffrey dan Kebingungan jika dia kegirangan apa reaksi Jeffrey nanti.


Mm sebaiknya aku harus membuat nya tenang, pasti suasana hatinya buruk, Batin Adriana lalu mendekati Jeffrey.


Adriana tanpa sadar memeluk lengan Jeffrey dan berbisik di telinganya, “Aku mengerti perasaan mu, jika tidak tahan melihat mereka kita bisa pulang” Ujar Adriana. Jeffrey yang merasakan pelukan di lengannya pun melepaskan nya perlahan, dia menatap kearah Adriana dengan dingin, “Maaf Miss, saya sedang butuh waktu sendiri... Permisi,”


Jeffrey pun meninggalkan Adriana sendiri di tengah pesta, Adriana sedikit sedih namun dia tak ingin egois dan memberikan waktu kepada Jeffrey.


Jeffrey yang pergi ke toilet lalu mengeluarkan ponsel nya, dia mencari kontak Carla lalu mengirimkan nya sebuah pesan, “Selamat ya, sebentar lagi kamu akan menikah. Aku turut bahagia untukmu, terimakasih juga beberapa bulan ini memberikan ku kebahagiaan walaupun tak sepenuhnya” Jeffrey langsung mengirimkan pesan kepada Carla, dia seketika menghapus kasar air mata yang dengan lancangnya keluar, “Argh! I so disappointed in you,Carla! ”


****


... FLASHBACK ON ... 


Pada saat Theo diacuhkan oleh Carla di cafe, Theo pulang dengan marah dan langsung menghampiri orang tua nya.


“PAPA!” Teriak nya di ruang tengah membuat Damon dan Amorra turun dari lantai atas menuju ruang tengah.


“Ada apa nak? Kenapa teriak teriak” Tanya Damon kepada putra nya, “Apa aku kurang tampan Pa? Sehingga ada seorang wanita yang mengabaikan ku!” Gerutunya dengan kesal.


Damon yang paham akan sifat putra nya hanya menghela nafasnya, “Ada apa? Kamu menyukainya?" Theo mengangguk dengan antusias, dia langsung menghadap kearah Damon dan menatap nya dengan lekat, “Pa, Aku ingin segera menikah dengan nya! Tidak tau bagaimana caranya. Papa bisa berbuat apapun kan demi putra mu ini?"

__ADS_1


Damon menatap Amorra, kemudian berkata, “Baiklah, apapun demi kebahagiaan mu tetapi ini adalah sebuah pernikahan jangan mempermainkan nya!” Nasihat Damon kepada Theo. Theo hanya acuh tak acuh dan menjawab “Ya..ya, aku mengerti Pa”


“Kalau begitu cerita kan tentang wanita itu. Dengan begitu papa akan membuat rencana agar bisa menikahkan kalian”


Theo pun mengangguk dan langsung bercerita tentang Carla, latar belakangnya dan bahkan orang tua nya yang dia ketahui dari berbagai informasi.


Keesokan harinya... 


Keluarga Tyler pun berantusias untuk pergi ke keluarga Mahardika. Mereka telah menyiapkan sebuah rencana agar mereka menyetujui putri mereka menikah dengan putra nya.


Mobil keluarga Tyler pun terparkir di halaman rumah kediaman keluarga Mahardika. Mereka menuruni mobil dan mendapatkan sambutan langsung dari beberapa pelayan di rumah tersebut.


“Selamat datang tuan-tuan dan nyonya, Harap tunggu sebentar ya saya panggil kan majikan saya dulu” Ucap sang pelayan dengan ramah dan mempersilahkan mereka untuk duduk di ruang tengah.


Danendra dan Shinta langsung bergegas menuju ruang tengah setelah pemberitahuan dari pelayan mereka.


“Tuan Mahardika, Bagaimana kabar anda?” Tanya Damon basa basi, “Sangat baik tuan, ah iya silahkan diminum dulu teh nya” Kata Danendra sambil menawarkan nya kepada Damon.


“Terimakasih Tuan Mahardika anda tak perlu repot-repot seperti ini” Ujar Damon merasa tak enak hati. Damon tersenyum dan tertawa pelan,“Tidak masalah, hanya sebuah teh saja. Apa yang membuat anda kemari tuan?? Apa ada sesuatu yang bisa kami bantu?” Tanya Danendra dengan penasaran. Diliriknya Theo yang bersama dengan Damon dan juga Istrinya. Jika sebuah bisnis tak mungkin membawa satu keluarga.


Mendengar pertanyaan itu Damon meletakkan cangkir teh nya, dia menatap serius Danendra dan berkata, “Kami kesini ingin melamar putri mu, putra kami menyukai putri kalian dalam sekali pandangan. Jarang-jarang Theo begitu kepada wanita” Jelas Damon yang membuat Danendra terkejut, sama hal dengan itu Shinta yang sedari tadi hanya menyimak obrolan mereka pun tak kalah terkejutnya.


“Ap-apa saya tak salah dengar?” tanya Danendra memastikan. Damon menggelengkan kepalanya, “Ini sungguhan. Jika hanya candaan tak mungkin saya mengatakan nya, saya bukan tipe orang seperti itu!” Terang nya untuk menyakinkan Danendra.


Bersamaan dengan keterkejutan Danendra dan Shinta, Carla yang sepulang kerja dan tak sengaja mendengar obrolan itupun terkejut, “APA!” Teriaknya membuat Sorot mata beralih kepada nya.

__ADS_1


“Syukulah putri mu sudah pulang, jadi kapan kita bahas lebih lanjut?” Tanya Damon.


“Ah, Tuan Damon kami tak berhak untuk itu. Tetapi tergantung Carla mau atau tidak, keputusannya itu lah yang akan Kami dukung ”


“A-aku setuju Ayah..” Spontan Carla menyetujuinya, dia menghampiri orang tuanya dan duduk di sampingnya.


"Ya.. aku setuju, a-aku pun menyukai Theo!” Sambungnya, Theo menyeringai mendengar itu kemudian menatap sang ayah dengan senyuman yang puas.


“Ok! Kami hanya akan mendukung keputusan akhir putri kami, jadi sekarang kita bisa membahas nya lebih lanjut ” Kata Danendra dengan bahagia, Danendra bahagia setelah sekian lama akhirnya Carla ingin menikah.


Setelah kedua belah pihak menyetujuinya pun mereka merancang semua persiapan untuk wedding dan juga mempublik tentang hubungan putranya yang akan menuju ke jenjang pernikahan.


Carla perlahan memandang sekilas ponselnya, dia menghapus beberapa foto kebersamaan dengan Jeffrey.


Alasan Carla memilih karena jika dia bersanding dengan Theo kehidupannya akan terjamin dengan indah dibandingkan dengan Jeffrey.


... FLASHBACK OFF ... 


'TING! 


Ponsel Carla berbunyi pertanda pesan masuk, dia langsung mengecek notif nya dan mengedarkan pandangannya, dia terkejut ternyata Jeffrey ada disini. Dia kemudian membalas pesan dari Jeffrey, “Maafkan aku... Jujur saja aku lebih memilih Theo daripada dirimu, kemana saja dirimu sslam satu Minggu ini? Memberikan ku kabar saja tidak. Dsn satu hal lagi, aku akan sangat bahagia dengan Theo karena kekayaannya. Dibandingkan dengan mu? Aku bisa sengsara dan mendapatkan cacian" Carla dengan cepat membalas pesannya dan kemudian memblokir nomor Jeffrey, dia muak selama ini berpura-pura dihadapan Jeffrey dan sekarang dia bisa mengakhiri semuanya dengan tenang.


Sementara itu, Jeffrey yang mendapatkan balasan pesan dari Carla langsung membaca pesan nya dengan antusias.


Namun, bagaikan tertusuk duri. Hatinya sangat sakit membaca seutas pesan dari Carla. Dia mematikan ponselnya, dia menatap dirinya di cermin sambil bermonolog; Apakah takdir orang sederhana seperti ini? Selalu dipandang rendah dan bahkan tak dihargai... Haruskah menjadi kaya baru dihargai? 

__ADS_1


Jeffrey mengusap kasar wajahnya, dia berjalan keluar dari toilet dan berjalan keluar dari rumah keluarga Tyler. Sebelum dia meninggal rumah itu, dia mengalihkan pandangannya melihat mantan kekasihnya yang bersenda gurau dengan calon suaminya. Terukir kebahagiaan nya yang sangat jelas.


Perlu kau ketahui, aku rela seperti ini hanyalah demi dirimu. Namun,inikah balasan atau akhirnya? Mungkin jika aku hadir dengan identitas asli kau akan memilih ku, itulah sifat aslimu dan sekarang aku mengetahui nya! 


__ADS_2