Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 13


__ADS_3

Jeffrey yang telah selesai menyantap makanan nya langsung bergegas bersiap dan menuju ke kantor, setibanya di kantor dia menyapa para pekerja dengan ramah dan masuk kedalam ruangan nya.


Tak lama Jeffrey masuk kedalam ruangan nya, terdengar seseorang mengetuk pintunya.


TOK TOK TOK 


"Ya, Silahkan masuk!" Katanya dengan suara sedikit berteriak.


Adriana langsung mendorong pintu nya hingga terbuka, saat melihat Adriana yang masuk Jeffrey langsung bangkit dari duduk nya dan memandang kearah Adriana.


"Miss.. ada yang bisa saya bantu?" Tanya Jeffrey dengan sopan.


Adriana hanya tersenyum sekilas,


"Ya, Malam ini akan ada sebuah pesta di keluarga Tyler. Dan perusahaan kita di undang, aku ingin menghadiri nya tetapi tidak punya teman. Apakah kamu bersedia untuk menemani ku?" Ujar Adriana panjang lebar kepada Jeffrey.


Jeffrey sesaat diam membisu, mendengar kata 'Keluaga Tyler' yang berarti saat dia menghadiri nya akan bertemu dengan Ayahnya.


"Jeffrey..? Apa kamu tidak bisa?" Tanya Adriana ragu ragu saat melihat ekspresi Jeffrey yang tiba-tiba berubah.


Jeffrey tersadar dari lamunannya kemudian berkata, "O-oh tidak, Ya saya bersedia Miss"


"Sip! Jangan lupa jam 7 aku akan menjemputmu oke?" Kata Adriana sambil mengedipkan matanya dan beranjak meninggalkan ruangan Jeffrey.


Jeffrey kembali mendudukkan tubuhnya, dia mengeluarkan ponselnya dan menatap foto nya dengan seseorang, "Jika aku muncul di hadapan Keluarga Tyler mungkin mereka akan mengira diriku adalah dirimu. Kenapa kau sangat keras kepala? Aku sudah banyak menasehati mu tetapi kau tidak mau dengar, kepergian ibu kita adalah kecelakaan, tetapi kamu selalu merasa sangat bersalah. aku juga tidak merebut hak mu dan aku menjadikan diriku terbiasa menjadi sederhana seperti saat ini"


Jeffrey menghembuskan nafasnya perlahan kemudian memasukkan ponselnya kedalam sakunya kembali.


....


Hari beranjak sore, saat Jeffrey sedang menunggu taksi pesanan nya, dia dikejutkan dengan klakson mobil seseorang


"Jeffrey!" Teriak seorang wanita


Jeffrey menoleh kearah mobil itu, ternyata itu adalah Adriana.


"Miss? Tenang saya tak melupakan perkataan Miss tadi" Ucap Jeffrey kepada Adriana.


Adriana menepuk keningnya kemudian dia mematikan mesin mobilnya dan keluar, "Astga bodoh. Aku bukan bermaksud mengingatkan itu, tetapi apa kamu butuh tumpangan? Ini sudah semakin sore dan aku lihat kamu sudah lama menunggu disini" Kata Adriana sambil menoleh kesana kemari.

__ADS_1


Sadar akan perkataan Adriana, Jeffrey pun menyetujuinya, "Baiklah, Terimakasih Miss"


"Astaga, aku saja belum mengantarmu sudah mengatakan terimakasih." Pekik Adriana lalu masuk kedalam mobilnya dan disusul oleh Jeffrey.


Jeffrey memberikan alamat apartemen nya kepada Adriana yang sebenarnya Adriana sudah tau karena di beritahu oleh Deep.


Selama di perjalanan hanya ada keheningan di antara mereka yang diisi oleh audio musik di mobil Adriana yang sengaja dia hidupkan untuk mengatasi kecanggungan.


Mobil Adriana terparkir di depan apartemen yang di tinggali oleh Jeffrey.


Jeffrey lalu turun dari mobil, Adriana membuka kaca jendela mobilnya dan tersenyum kepada Jeffrey, "Jangan lupa nanti malam, aku menjemputmu dadah..." katanya sambil melambaikan tangan, Jeffrey yang hendak membalas perkataan Adriana namun dia lebih dulu meninggalkan nya hanya tersenyum singkat dan masuk kedalam apartemen nya.


"Jeffrey" Deep yang sedang duduk memanggil nya yang hendak masuk kedalam kamarnya.


"Ya, Pa?" Tanya Jeffrey.


"Kata teman mu kekasih mu ada disini. Kenapa tidak memperkenankan nya dengan papa?"


Deep melirik putranya yang merubah ekspresi nya saat mendapatkan pertanyaan darinya pun tersenyum tipis, "Katakanlah, apa kamu tidak berniat memperkenalkan pada papa?"


"Ti-tidak begitu... Hanya belum waktu yang tepat untuk itu" Elak Jeffrey kemudian melangkah masuk kedalam kamar nya meninggalkan Deep.


"Mau seperti apapun kamu menutupi nya, tetapi aku adalah ayahmu dan tahu segalanya hanya melihat sorotan matamu" Gumam Deep kemudian mendudukkan kembali tubuhnya di sofa dan membaca koran.


Pukul 6.35 p.m 


Deep memutuskan untuk pergi tanpa mengabari Jeffrey, dia langsung menuju ke acara ulangtahun Damon, Sahabat lamanya.


Disisi lainnya Adriana sudah siap dan terlihat cantik dengan gaun hitamnya.


"Duh anak mama terlihat cantik sekali, apa ingin berkencan Mm?" Ujar Delvina yang tengah duduk di ruang tengah bersama Melvin, Suaminya.


Adriana yang mendapatkan godaan dari Mamanya langsung merona, dia duduk di samping Delvina dan memeluknya, "Apasih Ma, orang Ana cuma menghadiri pesta kok" sangkal Adriana.


"Yasudah, Sana berangkat. Acara nya jam 7 bukan? Ma jangan terus menggodanya seperti itu, lihat saja pipinya sudah seperti kepiting rebus" Kini Melvin, Ayahnya yang ikut menggodanya.


Adriana mengdengus, "Huh! Kalian sama saja ah! Sudahlah Ana berangkat dulu" Katanya dengan nada kesal yang langsung meninggalkan kedua orangtuanya.


Didalam mobil, Adriana sedikit gelisah. Sesekali dia memeriksa riasan wajah nya, "Apa aku sudah terlihat cantik? Huh kenapa jadi gugup sih ah! Padahal aku dengan Jeffrey hanya pergi untuk berpesta bukan berkencan, tetapi rasanya seperti ingin berkencan saja" Gumamnya kemudian melajukanya menuju apartemen Jeffrey.

__ADS_1


Setibanya di apartemen Jeffrey, dia menuruni mobil dan menekan bel beberapa kali.


Sekitar beberapa menit Jeffrey pun keluar dengan Setelan jas Navy yang sangat pas untuk postur tubuhnya. Adriana tertegun, pada saat itu dia hanya melihat lewat vidcall. Tetapi sekarang secara langsung itu sangatlah membuat jantung berdetak 2x lebih cepat.


"Maaf Miss membuat menunggu lama, tadi saya sedikit sakit kepala" Ucapnya yang memandang Adriana dengan lekat, entah ada apa dengan dirinya tetapi melihat Adriana yang sangat berbeda membuat jantung nya berdetak lebih cepat.


"eh, ya tidak masalah lagian tidak terlalu lama kok, yasudah ayo. Tetapi kamu yang membawa mobil, bisakan?" Jeffrey mengangguk, dia menerima kunci mobil yang diberikan oleh Adriana.


....


Setibanya Di Kediaman Keluarga Tyler 


Mobil melesat masuk kedalam halaman keluarga Tyler yang sangat luas, Jeffrey memarkirkan mobilnya dan melihat sekitar banyak orang-orang yang berdatangan yang pasti mereka orang-orang penting untuk Tyler.


Adriana dan Jeffrey masuk kedalam bersama sama, tanpa sadar Jeffrey melihat seorang wanita yang sangat familiar baginya namun sayangnya dia tak bisa langsung melihat wajahnya karena membelakanginya.


Apa hanya perasaan ku saja ya? Karena merindukan nya sampai membayangkan dia ada dimana-mana, Batin Jeffrey.


Jeffrey dapat melihat ayahnya yang tengah duduk di samping Tuan Damon yang sedang mengobrol bersama, Jeffrey sedikit menjauh agar keluarga Tyler tidak ada yang mengenalinya dengan jelas.


Acara dimulai saat MC yang memulai membacakan urutan urutan acara.


"Silahkan untuk Tuan Damon memberikan sambutan dan harapan untuk kedepannya di hari ulang tahun anda yang ke 56" Ucap MC dan memberikan tepuk tangan yang meriah.


Damon meraih mic nya dan memberikan hormat dengan sopan kepada tamu-tamunya, "Baik. Saya ucapkan terimakasih banyak untuk doa, hadiah dan kedatangan para tamu tamu yang saya hormati. Keinginan saya adalah agar saya bisa senantiasa sehat dan lebih maju lagi untuk menjadi negara ini maju dengan pesat dengan menduduki jabatan sebagai presiden yang telah kalian percayai kurang lebih 4 tahun ini"


"Namun, selain itu saya juga ingin berbagi kebahagiaan dengan kalian dengan bertepatan dengan ulang tahun ini saya ingin mengumumkan bahwa putra saya akan menikah dalam waktu kurung 2 Minggu kedepan" Tambah nya sambil melihat Theo yang menggandeng pasangan nya mendekat kearah nya.


DEG 


Melihat hal itu, Jeffrey seolah tak percaya. Dia menepuk pipinya dan memandang di atas podium itu adalah Carla.


"Carla? Dia... Dia..." Ucapnya sambil terus memandangi Carla dari kejauhan.


"Benar, Theo Tyler Putra saya akan menikah dengan Carla Mahardika"


"Wah, sangat mendadak. Ini berita yang sangat penting"


"Oh Theo, Dia sama sekali tidak melirik wanita, sekali melirik langsung diajak nikah. Andai saja aku yang dia lirik"

__ADS_1


"Hey , kau ini mengacalah"


__ADS_2