
Terdengar suara Adriana yang sesegukan karena menangis, mendengar pertanyaan teman nya dia pun menjawab, "ti-tidak aku hanya..." Ucapan Adriana terpotong dengan jawaban cepat oleh Della.
"Stop! Gw tau Lo pasti habis nangis."Bantah Della, "Beneran gw gak nangis" Adriana masih menyangkal nya. Della semakin kesal kemudian menaikkan intonasi bicaranya.
"LO GAK USAH BOHONG SAMA GW ANA!" Emosi Della meluap, namun segera dia menetralkan perasaan nya, "Maafin gw... Gw cuman gak suka Lo bohong dan gak cerita ke gw" jelas Della yang kini suaranya tidak lagi meninggi.
Adriana hanya terdiam mendengar itu, lalu berkata "Tidak masalah, aku mengerti" singkat nya. "Gw juga kesel sama Lo! Pergi gk blg blg" Tambah nya.
Della tertawa kemudian berkata, "Aelah lebay lu...Ya Maafin gw. Mau ngabarin tapi kelupaan hehe"
Adriana mengdengus pelan, "Cih dasar, lupain saja trus!" Kesal Adriana yang membuat Della kembali tertawa.
"Oh iya gw punya kabar baik buat Lo"
"Kabar apa? Cepet bilang!" Jawab Adriana penasaran, "Yee sabar dong gk sabaran amat" ledek Della.
"Ck..! Buruan ihhh hoby banget bikin penasaran orang" Adriana berkata dengan kesal.
Della tertawa sejenak, lalu dia menceritakan semua yang dia dapatkan dari Abang nya tentang Jeffrey. Setelah mendengarkan cerita itu, entah sejak kapan senyuman Adrian mengembang lalu tanpa sadar dia melamun.
"WOY ADRIANA" Teriak Della dari ujung telepon yang membuat Adriana buyar dari lamunannya.
"Ishh, ganggu aja Lo. Santai aja kek gw gk budek!" Gerutunya kemudian memutuskan sambungan nya sepihak. Della yang melihat kelakuan teman nya hanya bisa tertawa.
"Gw tau Lo sedang gimana sekarang, intinya apapun itu gw gak bakal buat Lo sedih hanya karena Lo gak bisa miliki dia" Gumam Della.
....
Disis lain, Adriana sedang berbunga bunga setelah mengetahui latar belakang Jeffrey.
"Aku tidak salah besar memilih mu, bukan karena aku menyukai mu karena tahu kau orang kaya namun kesederhanaan mu memikat ku.." Sambil bermonolog Adriana tersenyum.
Ketika sedang membayangkan wajah Jeffrey, dia mendapatkan pesan dari Della yang berisi: Perjuangkan dia Adriana! Gw akan selalu dukung Lo. Mungkin di kehidupan ini Lo kalah sama wanita itu, namun seiring berjalannya waktu gw yakin Lo bisa miliki Jeffrey. Intinya jangan menyerah! cheers friend!
__ADS_1
Senyuman nya kembali mengembang, tak salah ia memiliki sahabat seperti Della. Meskipun menyebalkan tetapi cukup perhatian.
.......
Disisi lain Jeffrey semakin termenung memikirkan kejadian yang baru menimpa nya, pertemuan singkat dengan lelaki yang membuat dirinya kembali terhina dan Carla yang tiba tiba membatalkan rencana jalan-jalannya.
"Arghhh...! Sial!" Jeffrey meremas rambut nya kemudian memejamkan matanya. Tak terasa kini dia menangis namun seketika dia menyadari itu dan menghapus air matanya.
KEESOKAN HARINYA.
Hari ini adalah hari Senin, dimana berakhir libur kerja dan semuanya kembali seperti semula. Jeffrey masuk kedalam ruangan nya, dia mengerjakan beberapa dokumentasi yang sudah menjadi tugasnya.
CEKLEK
Suara knop pintu terbuka, Jeffrey mendongakkan kepalanya melihat siapa yang masuk kemudian dia pun beranjak dari duduknya, "Selamat Pagi, Miss" sapa Jeffrey kepada Adriana.
Adriana tertegun kemudian tersenyum, "Pagi juga, Oh iya dokumen itu apa sudah selesai?" Adriana bertanya.
Jeffrey mengangguk dan menyerahkan dokumennya kepada Adriana, "Sudah Miss, ini dokumen nya" Adriana mengecek dokumen namun pandangan nya sesekali menatap wajah Jeffrey.
Saat berada di luar ruangan Jeffrey, Adriana tersenyum dan pipinya semburat merah, "Dia hari ini sangatlah tampan... Oh astga aku harus bisa mengendalikan diri" Ucap Adriana kepada dirinya sendiri lalu masuk kedalam ruangannya.
1 JAM KEMUDIAN....
Semua para rekan bisnis telah menempatkan diri mereka di ruangan rapat, begitupun dengan Adriana, Jeffrey dan juga Carla. Suasana sedikit canggung bagi Carla dan Jeffrey selepas hari itu.
Rapat pun dimulai dan dipimpin oleh Adriana dengan penuh wibawa. Jeffrey tertegun karena presentasi yang dilakukan Adriana, pantaslah dia bisa menjadi CEO jika publik speaking nya sangat luar biasa.
Rapat yang dilangsungkan selama 1 jam 30 menit pun berakhir. Semua rekan bisnis satu persatu meninggalkan ruangan meeting.
"Presentasi anda sangat luar biasa Miss" Jeffrey yang tengah berjalan disamping Adriana pun memuji nya, "Ah kamu bisa saja!" Jawab Adriana dengan malu malu. Mereka terpisah saat Adriana harus bertemu dengan klien dan Jeffrey melihat Carla yang sepertinya tengah terburu buru.
"Carla" Panggil Jeffrey, namun Carla tak sedikit pun menoleh hingga pada akhirnya Jeffrey berlari dan menahan tangan kiri Carla," Hey aku memanggil mu..." Tegur Jeffrey.
__ADS_1
Carla menatap Jeffrey kemudian melepaskan genggaman tangan nya, "Aku sedang sibuk. Tolong jangan ganggu aku!" Pinta Carla yang meninggalkan Jeffrey begitu saja.
Ada rasa sakit yang terlintas di hati Jeffrey, dia menatap sosok yang dia cintai menghilang seketika. Dia berniat kembali keruangannya namun tak sengaja melihat Adriana yang sedang berjalan kearahnya.
"Hey.. are you okey?" Adriana bertanya, Jeffrey membalas nya dengan anggukan, "Sudahlah. Ayo makan bersama" Ajak Adriana, tanpa berfikir panjang iapun menyetujui nya.
RESTORAN A ROMANCE
Mereka berdua duduk saling berhadapan , Adriana memesan makanan nya begitu pun dengan Adriana.
Saat sedang menunggu pesanan, suasana cukup canggung, "Ehem....Kamu punya hubungan dengan Carla?" Adriana bertanya dengan hati-hati.
Jeffrey mengangguk pelan, "Yah.. tetapi belu ada sebulan sifat nya akhir akhir ini berubah,"Curhat nya. Adriana menghela nafasnya kemudian tersenyum, "Itu mungkin biasa didalam hubungan. Apa kalian ada memiliki masalah?"
Jeffrey menggelengkan kepalanya,
"Tidak ada, semuanya baik baik saja sebelum.... Ah lupakanlah aku tidak ingin mengingatkan nya" Ujar Jeffrey. Adriana tidak ingin memaksa Jeffrey untuk bercerita pun hanya mengangguk, tetapi dia memahami perasaan Jeffrey sekarang.
'TINGG
Suara pesan muncul dari ponsel Adriana, dia membuka pesan nya dan betapa kagetnya melihat sebuah foto itu. Jeffrey yang tengah memperhatikannya Adriana pun penasaran.
"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Jeffrey memastikan. Adriana pun menggelengkan kepalanya.
Percakapan mereka terjeda karena pelayan yang tengah meletakkan pesanan mereka di meja. Mereka yang sudah sama sama lapar pun melahap makanan mereka masing-masing. Tak ada percakapan di antara mereka selama makan, hanya ada suara bising dari pengunjung lainnya yang ada.
25 MENIT KEMUDIAN
Adriana yang kekenyangan pun mengusap perutnya dan meminum minuman nya.
"Ahh... Restoran ini tak pernah mengecewakan" puji Adriana sambil bersandar pada kursi nya.
Jeffrey hanya terkekeh melihat kelakuan bos nya ini, "Menggemaskan sekali" Gumam Jeffrey pelan.
__ADS_1
Jeffrey memakan dessert yang ia pesan, entahlah mengapa pandangan nya tak luput dari wajah Adriana. Merasa di pandang in oleh Jeffrey, tanpa sadar pipi Adriana pun bersemu merah.