Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 16


__ADS_3

Setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit, Jeffrey mulai membaik meskipun tangannya belum bisa di gerakan secara normal namun stamina tubuhnya telah pulih kembali.


Jeffrey hendak melepaskan infus yang di pasangkan ditangannya, namun suara knop pintu terbuka dan terlihat seorang wanita yang tengah membawakan nampan makanan dan berjalan mendekati Jeffrey.


"Kau mencoba untuk pergi sendiri dari sini? Jangan harap! Sembuhkan dirimu terlebih dahulu. Makan lah ini," Wanita itu langsung memberikan nampan makanan kepadanya.


"Aku tidak lapar. Dan satu hal lagi, berhentilah menasehati ku! Aku sama sekali tidak mengenal mu wanita aneh!" Pekik nya dengan nada emosi.


Wanita itu mengerutkan dahinya, terlihat ekspresi nya yang seketika berubah karena perkataan Jeffrey, "NAMAKU KEIRA! BUKAN WANITA ANEH! KETAHUILAH ITU." Tegasnya dengan suara keras sehingga terdengar sampai keluar.


"Santai saja aku tidak tuli!" Ujar Jeffrey sambil memakan makanan nya dengan raut wajah kesal nya.


Keira tak kalah kesal nya karena di katai wanita aneh dengan pria yang baru saja dia temui, "Dasar pria gila" Pekik nya pelan namun terdengar jelas di telinga Jeffrey.


"Aku punya nama dan aku tidak gila" skak nya kemudian menatap netra gadis itu, "Ketahuilah aku tak memerlukan bantuan mu, camkan baik-baik" nada bicara Jeffrey seketika berubah. Dia melepaskan paksa infus nya dan turun dari bed nya.


"Satu hal lagi, aku akan membayar tagihan semuanya jadi kau tidak perlu repot-repot bertanggungjawab atas tabrakan itu" Tambah nya kemudian meninggalkan Keira di ruangan tersebut.


Keira diam membisu, dia melihat punggung Jeffrey yang perlahan menghilang dari pandangannya, "Pria gila, padahal aku sudah berbaik hati merawat nya huh!" Gerutunya sembari keluar dari ruangan dengan menghentak - hentakan kakinya dengan kesal.


Dia meraih ponsel saat tiba di parkiran, dia mendapatkan banyak sekali telepon dari orangtuanya, "Oh ****! Gegara pria gila itu aku sampai lupa tujuan ku kesini untuk berkunjung dengan keluarga besar" Keira segera masuk kedalam mobil nya dan melajukanya nya menuju rumah keluarga besarnya.


Setibanya dirumah keluarganya... 


Keira memarkirkan mobilnya, dia melangkah dengan cepat memasuki rumah keluarga besarnya, dia melihat keluarga nya yang telah berkumpul dan bergabung dengan mereka.


"Dari mana saja kamu nak? Apa tersesat?" Tanya sang ibu yang bernama Emira.


Keira menggelengkan kepalanya, "Tidak ma, hanya saja ada masalah kecil tetapi sudah beres kok!" Ucapnya sambil memelukku Emira.

__ADS_1


"Kamu datang sangat telat sekali, katakan saja ada apa? Bahkan sudah beberapa hari setelah mendarat disini kamu tak langsung menuju kesini?" Kini sang ayah yang bertanya yang bernama William.


Keira menghela nafas, "Astga papa, aku hanya berkunjung kerumah teman ku yang sedang sakit" bohong nya, "Eh Adriana lama tak bertemu" katanya mengalihkan pembicaraan lalu mendekat kearah Adriana.


"Keira, aku sangat menantikan mu. Banyak sekali yang ingin ku ceritakan kepada mu" seru Adriana dengan bersemangat.


Adriana dan Keira merupakan saudara yang sangat akrab dengan selisih umur 1 tahun, lebih tua Adriana. Sedari kecil mereka tak bisa di pisahkan, ibaratkan anak kembar. Namun karena keadaan yaitu orang tua Keira ditugaskan mengurus perusahaan di Turki mau tidak mau Keira beserta keluarganya pun pergi dan otomatis dia berpisah dengan Adriana saat duduk di bangku SMA.


"Kau semakin kurus tak seperti semasa kecil" Gurau Adriana meledak Keira, "Enak saja! Aku sudah diet lihatlah aku sekarang cantikan?" Ucapnya sambil berputar-putar di hadapan Adriana.


Adriana hanya tertawa kecil, mereka masuk kedalam sebuah kamar untuk mengobrol berdua sedangkan orang tua mereka bercakap-cakap di ruang tengah.


"Aku ingin bercerita" Ucap mereka bersamaan.


"Kau dulu" Sekali lagi mereka berdua mengatakan dengan serempak, mereka tertawa kemudian Adriana mengatakan, "Baiklah aku dulu"


"Kau tahu Keira, aku menyukai seorang pemuda" Kata Adriana antusias sambil memamerkan senyumnya. Keira memandang Adriana dengan heran, "SERIUS? KAU TIDAK BOHONGKAN?!" Teriak nya saking kagetnya, Adriana memukul pelan bahu keira.


"Baiklah, baiklah. Dengarkan baik-baik aku tidak suka mengulangi sesuatu perkataan jika kamu tidak mendengarkan perkataan ku dengan baik" Ucapnya memperingati.


"Oh my God! Iya iya cepatlah aku sangat penasaran"


"Oke. Jadi dia itu..." Adriana menghentikan perkataannya, seketika dia sudah membayangkan bahwa wajah Jeffrey yang selalu hadir di benak nya hingga membuatnya tanpa sadar mengulas senyuman manis.


Keira yang sudah penasaran dengan pemuda itu di buat heran dengan sikap Adriana yang sangat aneh,"Bodoh! Apa yang kau pikirkan? Lanjutkan ceritanya" Pekiknya sambil mencubit Adriana.


"Aw.. iya iya sabar dong!" Ketus Adrian, "Dia pemuda yang sangat sederhana, dia sangat istimewa dan tak menyombongkan dirinya. Dia sangat pengertian, sifat nya sangat hangat dan membuat ku sangat nyaman sehingga ingin memilikinya secepat mungkin "


"What?" Keira terkejut, "Sederhana? Dia misk-" Ucapan nya terhenti karena Adriana yang memotong pembicaraannya, "Tidak. Dia tidak miskin tetapi.. arghhh sulit menjelaskan nya intinya dia tidak miskin!" Tegas Adriana.

__ADS_1


"Oke-oke. Apa kalian sudah memiliki status hubungan?" Tanya Keira, Adriana menggelengkan kepalanya kemudian menundukkan kepalanya, "Ti-tidak" jujurnya.


Keira menepuk keningnya, "Stupid! Bagaimana mungkin kamu memendam perasaan itu hah? Ya Tuhan, segeralah untuk jujur tentang perasaan mu kepadanya. Atau kamu tidak akan bisa memiliki nya selama nya" Nasihat Keira yang membuat Adriana merasa sedih.


"Aku tidak bisa mengatakannya karena pada saat itu dia memiliki kekasih"


"What the ****! Astaga, Adriana bagaimana bisa?" Tanya nya tak percaya.


Adriana menatap Keira dan memegang pundaknya, " Aku sedang tidak bercanda, Keira!"


"Lalu? Bagaimana mungkin kamu bisa menyukai nya? Sekarang aku takkan bisa menyakinkan bahwa kamu bisa memiliki nya" ucapnya menimpali.


Adriana menggelengkan kepalanya, "No. Kau salah! Aku ada kesempatan memiliki nya karena dia sudah putus dengan kekasihnya, kekasihnya mengkhianati nya dan malah menikah dengan pemuda kaya" Jelas Adriana.


"Wow.. are you serious?"


"Yes, I serious! Jika tidak mungkin aku tidak akan seantusias ini memiliki nya" tambah Adriana.


"Oh iya sekarang giliran mu" Kata Adriana.


Keira mengangguk, "Kamu tahu kenapa aku sangat terlambat untuk kesini?"


"Kenapa ?" Tanya Adriana penasaran.


"Karena seorang pemuda menyebalkan tak tahu di untung!" Kata Keira yang menaikkan intonasi bicaranya, "Katakan dengan jelas jangan setengah-setengah!" Emosi Adriana yang di buat penasaran.


Keira mengambil nafas dalam-dalam kemudian berkata, "Pemuda itu tak sengaja tertabrak olehku. Karena rem mobil ku yang tiba-tiba tak berfungsi, dia mengalami patas tukang di tangan nya dan saat itu aku merawatnya beberapa hari hingga dia pulih, tetapi kamu tahu? Dia malah bersikap acuh tak acuh dengan ku. Dia bahkan menolak kebaikan ku merawat nya selama ini dan dia malah mengatai ku wanita gila"


Setelah serius mendengarkan cerita dari Keira, Adriana tertawa terpingkal-pingkal karena cerita tersebut, "ha-ha-ha... Astaga, sebentar aku tak tahan dengan sebutan nya dia kepada mu" kata Adriana sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


Keira yang kesal lalu tambah menjadi kesal, dia mencubit keras lengan Adriana, "Kenapa kamu malah seperti dirinya, aku tidak gila!" Katanya dengan nada intonasi yang tinggi.


__ADS_2