Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 03


__ADS_3

Sejak saat itu kedekatan antara keduannya cukup terlihat dari sifat Jeffrey yang seolah olah jatuh cinta kepada Carla namun dia enggan menyatakan nya karena dia ingin pertemanannya berjalan baik tanpa ada suatu kecanggungan nanti dikala ia menyatakan perasaannya tersebut. Di hari hari Jeffrey selalu bersama dengannya dan kedua orang sahabatnya yang mengetahui asal usul Jeffrey yang sebenarnya .


Carla saat itu tidak menyadari akan sifat Jeffrey yang begitu , dan dia juga terlihat sangat bahagia bersama dengan Jeffrey setiap saat menghabiskan waktu. Hingga suatu ketika saat lulus kelas 12 Carla terpaksa meninggalkan Jeffrey karena ia menjalankan kuliah nya di Eropa dengan begitu pula interaksi antara mereka terputus cukup lama setelah itu dan menyebabkan Jeffrey seakan kehilangan sosok wanita yang menjadi penyemangat nya.


*Flashback off 


Kini Jeffrey kembali mengerjakan tugas nya karena beberapa dokumen dan file yang dia terima. Jeffrey cukup giat dan tidak merasa kesulitan toh dia sudah berpengalaman.


'TOK TOK TOK TOK'


" Ya silahkan masuk " ucap Jeffrey sembari terus berkutik dengan laptopnya.


" Sir Jeffrey, anda di panggil oleh Miss Adriana keruangan nya ". Ucap Kylie kepada Jeffrey seraya memandangi nya. Kylie cukup terkesima akan Jeffrey entah mengapa dia terkesan juga pada Jeffrey karena tampanan nya  dan postur tubuhnya yang terlihat gagah.


" Baiklah saya akan segera kesana " jawab Jeffrey sambil menutup laptop nya dan berlalu melewati Kylie.


* Di Ruangan Adriana


'TOK TOK TOK '


"Permisi Miss , bolehkah saya masuk ? '" ucap Jeffrey sambil menunggu jawabannya


" Silahkan". Singkat Adriana yang tengah sibuk dengan ponselnya


Jeffrey pun segera melangkah masuk kedalam ruangan nya dan berdiri di hadapannya sambil memandangi Adriana yang masih sibuk dengan ponselnya.


" Ada apa Miss memanggil saya ? " Ucap Jeffrey memulai pembicaraan.


Adriana pun meletakkan ponsel di atas meja dan berdiri lalu mendekat kearah Jeffrey


" Maaf atas kemarin " jawab Adriana sembari menatap dalam kearah Jeffrey


" Oh itu tidak masalah lupakan saja anggap itu tidak terjadi" sahut Jeffrey yang memalingkan wajahnya karena tatapan dari Adriana


" Namaku Adriana" ucap Adriana sambil mengulurkan tangannya


" Jeffrey , namaku Jeffrey. Dan sebelumnya anda sudah mengetahui nya dari data diri saya " jawab Jeffrey sambil mengabaikan uluran tangan dari Adriana


" Oh iya , sudah tidak usah formal aku ingin menjadi teman mu saja " kata Adriana yang menurunkan tangannya.


Ada rasa sedikit sakit karena diabaikan oleh nya tetapi dia harus tetap tegar


" Menjadi teman ku? " Tanya Jeffrey sedikit bingung dengan perkataan dari Adriana.


" Iya teman apa kau tidak mau?


" Ya tentu saja "


Adriana sedikit bahagia karena jawaban dari Jeffrey tercatat jelas di wajahnya akan kebahagiaan nya karena perlahan bisa dekat dengan Jeffrey.


" Duduk lah "


" Baiklah Miss , " Jeffrey pun duduk dan melihat Adriana yang duduk di kursi nya


" Ana panggil ana saja " pinta Adriana karena sedikit tidak nyaman dengan sebutan itu


" Oke ana, ada apa? "


" Tidak apa , apa kamu baru di negara ini ? "


" Iya saya baru saja kesini kemarin "

__ADS_1


" Ah begitu, aku mau mengajak mu untuk menemani ku berjalan jalan dengan ku , apa kamu mau?? "


" Aku? "


" Ya! Kamu dong siapa lagi "


" Okelah saya pun mau mengenal negara ini lebih lagi seperti akan ada banyak hal menarik "  ucap Jeffrey dan dengan harapan dapat mendapatkan informasi atau tempat lainnya untuk mencari Carla.


" Sepulang ini kita akan pergi "


Jeffrey pun mengangguk mendengar perkataannya dan kembali keruangan nya.


" Semoga aku bisa mendapatkan mu " seru Adriana sembari tersenyum simpul mengingat waktu berduaan dengan Jeffrey.


* Waktu pulang


Jeffrey merapihkan dokumen dokumen yang ada di mejanya diapun keluar dari ruangan nya dan dikejutkan oleh Adriana yang akan masuk kedalam ruangan nya. Karena itu menyebabkan Adriana kehilangan keseimbangan nya dan dengan sigap Jeffrey langsung melingkarkan tangannya menahan tubuh Adriana yang akan jatuh.


" Miss kau tidak papa? " Tanya Jeffrey sambil menatap netra Adriana.


Adriana kini sedang melayang karena kedekatan ini dengan Jeffrey hingga ia menetralisir hatinya dan jantungnya yang berdegup kencang.


" I-iya aku tidak apa apa " jawab Adriana terbata bata


Jeffrey segera membenahi posisi mereka lalu tersenyum sekilas kearah Adriana , keduanya kini bertatapan dan Keadaan hening sesaat.


" Miss ... "


" Ah ya? "


" Mari katanya mau mengajak saya jalan jalan "


Mereka berdua melangkahkan kakinya bersamaan keluar dari kantor , Jeffrey memasuki mobil nya dan mendudukkan tubuh nya di samping Adriana


" Kau bisa menyetir?


" Bisa Miss "


" Isss sudah kukatakan Panggil ana saja! " Ucap Adriana kesal


" Eh iya iya maaf "


" Yasudah kamu yang menyetir ya "


" Saya? , Tetapi untuk tempat nya nanti saya tidak tahu apa apa mengenai itu "


" Ck! Nanti aku yang mengarahkan nya "


" Oh baiklah baiklah "


Mereka pun bertukar posisi, Jeffrey segera menjalankan mobilnya mengikuti arahan dari Adriana. Sepanjang perjalanan Adriana menatap Jeffrey yang tengah fokus menyetir.


Mereka tiba di tempat yang cukup indah pemandangannya, banyak pohon pohon lebar dan rumput hijau yang menghiasi


Mereka saling bertatapan dan sejenak terdiam


Adriana merasakan sensasi nyaman saat berada di dekat Jeffrey


" Apa yang kau lihat? " Ucap Jeffrey memecahkan keheningan.


" E-eh tidak tidak , bagaimana kau Suka tempat nya ? " Jawab Adriana sedikit terbata bata dan tersipu.

__ADS_1


" Mmm ya aku suka udaranya sejuk dan nyaman"


" Syukurlah, ini merupakan tempat favorit ku jika aku sedang banyak masalah "


Jeffrey mendengarkan cerita Adriana , dia menatap Adriana dengan tatapan yang tak bisa di artikan hingga membuat Adriana salah tingkah


" Ana , pipi mu merah "


Adriana langsung segera merapihkan rambutnya dan menutupi pipi nya yang memerah seperti buah tomat masak.


" T-tidak kok kau ini mengada Ngada saja! " Jawab Adriana sembari mengalihkan pandangan nya lalu ia menatap Jeffrey lagi


" Tidak perlu mengelak "


" Huh menyebalkan! " Sahut Adriana yang membuat Jeffrey terkekeh.


Setelah bercanda mereka akhirnya terdiam di pikiran masing-masing.


Adriana masih terlarut dalam halusinasi nya bermesraan dan mendapatkan perhatian dari Jeffrey hingga membuatnya senyum senyum sendiri yang tanpa sengaja di lihat oleh Jeffrey.


" Kau memikirkan sesuatu? " Tanya Jeffrey yang membuat Adriana tiba tiba kaget.


" Iya, kau jgn mengagetkan ku begitu " kesal Adriana sembari membuang muka


" Ha..ha..Ha.. maafkan aku tetapi sangat lucu melihat mu seperti itu"


'deg


Perkataan itu malah membuat perasaan Adriana semakin tidak karuan. Mungkin terlihat lebay karena perkataan begitu saja membuat nya salting tetapi itu lah kenyataan nya.


Kini keduanya saling bercanda dan tertawa bersama hingga tak terasa hari mulai gelap. Adriana dan Jeffrey pun pulang dengan mobil Adriana dia mengantarkan Jeffrey ketempat tinggal nya.


Disepanjang perjalanan saat telah mengantarkan Jeffrey ia selalu terbayang akan sosok Jeffrey


" Aku akan mendapatkan mu apapun yang terjadi " gumam Adriana seraya mengulum senyumnya.


* Pukul 05.00


Seperti biasanya Jeffrey bergegas untuk bersiap siap kekantor, pada kali ini dia datang sedikit awal karena ada sebuah meeting yang harus di persiapkan olehnya


••• Sesampainya di kantor


" Pagi Miss " sapa Jeffrey dengan senyuman saat tak sengaja berpapasan dengan Adriana


" Pagi sir , jangan lupa untuk meeting nanti ya! Aku akan memperkenalkan kamu juga ke beberapa rekan dan teman " jawab Adriana sambil melangkah masuk kedalam ruangan nya


Saat ini Adriana sama seperti semalam masih memikirkan Jeffrey tiada hentinya, ia melamun dan tersenyum mengingat kejadian kemarin sore yang begitu indah.


" Permisi Miss , yang lain sudah menunggu di ruangan meeting"


" Baiklah saya segera kesana "


Dengan langkah pelan ia beranjak dari duduknya dengan mengajak sekertaris beserta asisten nya. Pada saat memasuki ruangan meeting banyak sekali petinggi dari perusahaan lain.


Jeffrey sedikit canggung. Ya! Bagiamana tidak ini adalah wilayah yang asing begitu pula orang-orang berbeda dengan tempat nya.


Saat Jeffrey mendudukkan tubuh nya disalah satu kursi dia menatap sosok wanita yang familiar untuk nya. Dia terkejut dan berusaha mengingat-ingat orang itu


*DEG!


Wajahnya terpampang jelas dan saat melihat wajah wanita itu membuatnya teringat akan sesuatu....

__ADS_1


__ADS_2