
Setelah selesai makan malam bersama. Semua orang kembali kekamar mereka masing, begitu pun dengan teman-teman Jeffrey merekapun pulang kerumah masing-masing.
Jeffrey merebahkan tubuhnya ditempat tidur yang telah larna ra tinggalkan. Dia melihat kamarnya yang masih rapih.
Jeffrey membuka jendela kamarnya, ia melihat langit yang indah dihiasi bintang dan rembulan. Jeffrey pun bermonolog; Awalnya aku sangat bahagia bisa memilikimu, namun aku seketika bersedih saat kejadian itu Yang mum buat mu berubah total, entahlah apa salahku hingga sikapmu menjadi dingin. Aku ingin lihat, Setelah aku menghilang nanti apakah kamu masih peduli paling tidak mengirimkan ku pesan.
Jeffrey menutup jendela kamarnya kembali, ia merebahkan tubuhnya diranjang lalu mejamkan matanya hingga terlelap
Pukul 06.00
Jeffrey terbangun Saat ponselnya berdering mengganggu tidurnya, Jeffrey meraih ponselnya lalu mengangkatnya, " Ya, Hallo?" katanya dengan Suara Serak khas orang bangun tidur.
"Rey, datang ke lokasi Syuting pukul 7 a.m" ternyata itu adalah Drew Yang menelpon, "Hmm, Baklah kirimkan lokasinyo" Jawab Jeffrey lalu memutuskan Sambungannya..
Jeffrey beranjak dari bidurnya lalu pergi mandi dan bersiap. Sekitar 20 Menit ia telah selesai bersiap dan kini telah tampil rapih dengan jas Stelan hitam formal. Kemudian ia keluar dari kamar dan menuju meja makan, Keluarganya telah berkumpul dan bersiap untuk Sarapan bersama.
"Selamat pagi semuanya" Sapa Jeffrey lalu duduk di kursinya. "Pagi juga, Nak Sudah rapih berati sekali, kamu pergi syuting sekarang?" Tanya Deep
Jeffrey mengangguk, "Ya Pa,tetapi hanya untuk kali ini, aku tidak ingin publik mengetahuiku" jawab Jeffrey, kemudian melahap roti isinya
Deep mengerutkan dahinya," Sampai kapan kamu merahasiakan identitas mu, Nak?" Deep bertanya. Jeffrey menyeringai, "Sampai kapanpun aku mau" Jawab Jeffrey dengan santai
"Sudahlah Deep, biarkan keinginannya. Jangan dibantah"ucap Maya
"Tapi maya, Sampai kapan? aku baru mengetahui jika selama SMA dan kuliah dia tidak punya tuman Selain Erick, Deon dan Drew" Suara Deep meninggi Karena emosi nya.
Jeffrey menghela nafasnya kemudian membuka Suara," Sudahlah , lagipula aku sudah terbiasa. Dan lupakan saja itu pun sudah masa lalu" tegas nya yang kemudian meninggalkan ruang makan.
Jeffrey menyuruh sopirnya untuk menyiapkan mobil dan mereka pun pergi ke studio.
Setibanya Di Stadio
Cantra mengedarkan pandangannya melihat studio yang telah ramnai, Ia melihat banyak orang studio yang sedang sibuk dengan urusan masing-masing
"Jeffrey" teriak seseorang memanggil namanya.
Jeffrey menoleh, in melihat seseorang yang melambaikan tangannya
__ADS_1
Jeffrey menghampiri nya, ternyata disana ada Drew dan beberapa orang yang tidak ia kenal
"Perkenalkan mereka adalah salah satu peran utama sepertimu. Dia adalah Milani, Dan yang disebelahnya Sonia" Jelas Drew yang memperkenalk mereka Satu persatu kepada Jeffrey, Jeffrey hanya mengangguk," Oke! Salam kenal, mohon kerja Samanya" ujar Jeffrey
Jeffrey pun mendapatkan teks bagiannya diapun mulai menghafal dialog nya.
Setelah setengah jam, Jeffrey bisa menghafal kan dialog miliknya.
"Okey, Kalian Semua Sudah Siap ?" Teriak Sutradara.
Semua Serempak menjawab, mereka telah siap ditempat masing-masing.
Syuting berjalan dengan lancar Selama 2 jam 30 menit. Semua Pemeran berkeringat dan kelelahan termasuk dengan Jeffrey.
"Sungguh, itu akting yang sangat indah bung" Seru Drew sambil mendekati Jeffrey dan menepuk pundaknya.
Jeffrey hanya tersenyum, dia mengambil air mineral dan meneguk nya.
"Samarkan nama asliku di sinopsisnya oke?" Pinta Jeffrey, Drew pun mengangguk, "Beres!" Katanya sambil mengacungkan jempol nya.
Hari mulai sore, para kru dan lain lain nya pun memutuskan untuk pulang, hanya ada Drew dan Jeffrey yang masih di studio.
"Gimana hubungan Lo?" Drew bertanya sambil menyalakan puntung rokok nya.
Jeffrey tersenyum kecut kemudian menjawab, "Begitulah, wanita sulit di tebak" cecer nya.
Saat mereka tengah mengobrol, suara langkah seseorang terdengar menggema. Mereka berdua terdiam menanti sosok yang datang.
"Halo" sapa nya, dia adalah Della adik Drew.
Jeffrey memincingkan matanya kemudian menatap Drew, "Adik mu?" Tanya Jeffrey memastikan. Drew mengangguk, "Iya namanya Della" jawab nya.
"Oh"
Della mendekati mereka dan duduk disamping Drew, "Bang temenin belanja yok" ajak Della namun pandangan nya tak lepas dari Jeffrey.
Drew berdecak, "Ck, malas ah kamu sendiri saja sana" tolak Drew , mendapatkan tolakan dari abangnya Della memasang muka memelas kearah abangnya, "Mau ya bang yayaya..." Ucapnya sambil memohon.
__ADS_1
Drew menghembuskan nafasnya kasar kemudian mengangguk, "Baiklah. Tetapi jangan lama-lama!" Della pun mengangguk dengan semangat.
"Btw gw pulang duluan ya, udah sore nih" kata Jeffrey, kemudian dia pun pergi meninggalkan studio.
1 Minggu Kemudian....
Film yang dibintangi oleh Jeffrey telah rilis seminggu yang lalu, tanpa dugaan film tersebut menjadi trending dalam sekejap. Bahkan di setiap bioskop menayangkan film tersebut yang berjudul "Between love and revenge" yang menceritakan tentang seseorang yang ingin membalaskan dendam atas kematian keluarga namun dilema karena perasaannya sendiri.
Ponsel Jeffrey berdering,
kring... Kring... Kring...
Jeffrey pun mengangkat telpon dari Drew, "Jeffrey kau tahu? Film kita sukses besar!" Seru Drew dengan girang dari ujung telepon.
Jeffrey terkekeh, "baguslah, semoga kedepannya akan tetap seperti itu bahkan lebih" ujar Jeffrey, "Tetapi mereka penasaran dengan pemeran Utama pria nya yaitu kau. Bahkan yang membuat heboh karena tampil nya dirimu" sahut Drew.
Jeffrey tersenyum tipis, lalu berkata,"Biarkan mereka penasaran. Semakin penasaran maka peminat nya akan bertambah banyak" jawab Jeffrey dengan santai.
....
Sementara itu di Eropa, Adriana selalu berkomunikasi dengan Della untuk menanyakan tentang Jeffrey dan lain sebagainya.
Adriana kini sedang di bioskop untuk menonton film yang disarankan oleh Della, dia mengatakan bahwa Jeffrey menjadi pemeran utama nya. Hal itulah yang membuat Adriana tertarik.
Dari awal hingga akhir cerita Adriana tertegun dengan Jeffrey. Selain bisa mengurusi perusahaan, dia juga bisa menjadi aktor. Itu sungguh luar biasa!
Tuhan, cepatlah persatukan kami... Jujur aku cemburu saat melihatnya dekat dengan wanita lain padahal hanya film... Aku harap engkau mendengar doa ku, ; batin Adriana.
Sementara itu disisi lain, Carla yang semakin sibuk dengan urusannya tidak menyadari bahwa Jeffrey sudah tidak ada di Eropa.
"Ehem, apa saya boleh duduk disini?" Kata seorang pria yang mendekati Carla yang sedang duduk sendirian di cafe.
Carla mengangguk, "boleh, silahkan" jawab nya singkat.
Pria itu duduk di hadapan Carla, dia memandangi Carla kemudian memesan minuman kepada pelayan.
"Apa kamu punya pasangan?" Tanya pria tersebut.
__ADS_1
Carla menggelengkan kepalanya, "aku punya pasangan" lagi lagi dia menjawab dengan singkat.
Pria itu diam diam mengulum senyumnya kemudian mengulurkan tangannya, "Perkenalkan Saya Theo"