
Carla terkejut mendengar perkataannya, dia langsung menatap Theo dan membalas uluran tangan nya, "A-aku Carla" jawab nya tergugup.
Setelah berjabatan tangan cukup lama akhirnya terlepas karena pelayan yang datang membawakan pesanan dari Theo.
Suasana sempat hening, namun Theo berinisiatif untuk membuyarkan keheningan, "Kenapa jadi canggung begini?" Tanya Theo lembut.
Carla menggelengkan kepalanya, "Tidak tahu.. Ah iya aku punya banyak pekerjaan, permisi" Carla meninggalkan Theo sendirian.
Theo hanya tersenyum. Belum pernah ia merasa tertarik pada wanita tersebut.
Banyak wanita yang mengejarnya, mereka sangat cantik namun saat bertemu sekali dengan nya waktu itu Theo langsung terpana. Ia berfikir bisa dengan mudah merebut nya dari kekasih miskinnya itu.
...........
Theo adalah putra tertua dari presiden Damon Tyler, keluarga Tyler yang sangat dihormati di negara tersebut.
Ia berusia 29 tahun dan bekerja sebagai seorang CEO dan juga musisi. Dengan ketampanannya ia memiliki banyak penggemar namun tak satupun dari mereka yang bisa mencuri hati Theo.
Theo memiliki sifat yang arogan, egois dan juga sombong, dia selalu memamerkan sesuatu milik nya. Apapun yang dia inginkan harus menjadi milik nya. Apapun caranya.
Kamu sungguh menarik, akan senang jika bermain-main dengan mu baby ; Batin Theo yang sedang memandang gadis yang perlahan menghilang dari pandangannya.
Pukul 9 a.m
Carla yang terkejut karena bertemu dengan Theo langsung pulang kerumahnya. Dia meraih ponsel nya dsn tak ada satu pun pesan dari Jeffrey dia fikir, apa aku terlalu keterlaluan hingga mendiamkannya terus menerus? , Batin Carla.
Carla mencari kontak kekasih dan mengirimkan pesan, "Sayang kamu dimana? Kenapa tidak ada menghubungi ku seminggu ini? Kita ketemuan ya?" Carla langsung mengirimkan pesan kepada Jeffrey, setelah mengirimkan pesan nya terlihat hanya centang satu menandakan bahwa Jeffrey tidak aktif. Dia mencoba menghubungi Jeffrey beberapa kali alhasil nomor nya sama sekali tidak aktif.
...
Merasa cutinya telah terlalu lama, Jeffrey meraih ponsel nya dan menyalakan nya. Dia ingin mengabari Adriana jika beberapa hari lagi dia akan kembali dan meminta maaf karena waktu cuti lebih lama daripada yang di berikan.
Saat dia hendak mencari kontak Adriana, Jeffrey tersenyum karena mendapatkan pesan dari Carla dan dia menghubungi nya. Jeffrey tak berinisiatif untuk membalas melainkan hanya mendiamkan nya.
__ADS_1
Jeffrey menekan kontak Adriana dan langsung mengirimkan pesan, "Selamat siang Miss, saya minta beberapa hari lagi untuk cuti Miss.. lusa saya akan kembali. Maaf jika saya melebihi batas cuti yang Miss berikan, apapun hukuman nya nanti saya terima"
Setelah mengirimkan pesan dia memasukkan ponsel nya kembali ke sakunya.
"Jeffrey" teriakan seseorang dari ruang tamu, Jeffrey langsung keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka, "Ada apa Pa?" Tanya Jeffrey.
"Apa kamu akan ke Eropa lagi?" Tanya Deep, Jeffrey mengangguk. "Papa ikut bersama mu" tambah Deep.
Jeffrey menautkan kedua alisnya, "Kenapa pa? Apa papa ada urusan disana?" Tanya Jeffrey lalu Deep mengangguk pelan, "Teman papa mengundang untuk merayakan ulang tahunnya jadi tidak enak jika menolak" ujar Deep, Jeffrey hanya mengangguk setuju kemudian dia meninggalkan keluarga nya yang tengah berkumpul bersama. Namun ada salah satu wanita asing yang tak dikenalnya sedari tadi memperhatikannya.
Jeffrey kembali kekamar dan mengemasi barang-barang nya, setelah selesai mengenas dia ingin mandi namun ponselnya berdering. Dia mengecek ternyata itu Adriana.
Jeffrey langsung mengangkat nya, "Ya halo Miss" suara lembut Jeffrey menembus gendang telinga Adriana, sesaat Adriana diam membisu. "E-eh iya halo, an-anu saya" Adriana seketika tergagap, Jeffrey mengerutkan dahinya dan kembali bertanya, "Miss butuh sesuatu?"
"Oh itu,, tidak tidak. Saya hanya ingin salinan file dokumen nya yang dimana katanya dikirimkan pada email mu" Jawabnya.
Jeffrey mengecek email nya dan benar saja ada file dokumen yang dikirimkan kepada nya, tanpa berlama lama dia langsung mengirimkan kepada Adriana melalui pesan.
"Ti-tidak, sudah itu saja terimakasih" Ucapnya yang masih tergugup. Jeffrey menyadarinya namun tak terlalu memikirkannya.
Jeffrey memutuskan panggilan nya kemudian dia pergi untuk membersihkan diri, setelah selesai mandi dia langsung merebahkan tubuhnya di kasur.
Saat ingin menutup mata , seseorang mengetuk pintunya. Dengan malas ia berangkat dari kasur nya dan membuka pintu kamar nya.
"Maaf tuan, anda di panggil sama tuan Deep ke ruang tengah," kata sang pelayan. Jeffrey mengangguk kemudian langsung menuju ruang tengah. Disana ada beberapa orang asing yang tak di kenali nya.
Di Ruang Tengah....
Jeffrey mendudukkan tubuhnya di samping Ayahnya, dia menatap bingung ayah nya, "Ada apa, pa?" Tanya Jeffrey kepada Deep.
"Perkenalkan mereka adalah rekan bisnis papa, dan di sebelahnya adalah anak nya" jelas Deep yang memperkenalkan mereka.
"Oh, lalu kenapa memanggil ku?" Tanya Jeffrey lagi.
__ADS_1
"Mereka ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan mu, katanya dia tertarik akan perusahaan itu dan..." Ucap Deep sambil menghentikan perkataannya hingga membuat Jeffrey penasaran.
"Dan apa?"
"Anak nya adalah penggemar mu" ujar Deep, Jeffrey terkekeh lalu mengangguk mengerti alasan kenapa mereka tertarik menjalin kerjasama.
"Baiklah, aku mengerti. Hey adik manis siapa nama mu?" Tanya Jeffrey kepada anak kecil di samping pria itu.
"Melissa" jawab nya malu malu, Jeffrey tertawa pelan lalu mendudukkan tubuh nya di samping anak kecil itu.
"Bagaimana kamu bisa mengenal ku dan menjadi penggemar ku adik kecil?" Dengan gemas tanpa sadar Jeffrey mencubit pipi nya.
"Aku mengetahui saat menonton bersama mama, dia menonton film dan aku tertarik dan seketika aku menyukai mu" ucapnya dengan polos.
"Haha, lucu sekali... Tetapi anak seusia mu seharusnya tidak menonton film seperti itu" nasihat Jeffrey
Dengan polos nya gadis itu kembali bertanya, "kenapa aku tidak boleh menonton nya? Mama saja boleh menonton nya huh!"
"Karena kamu masih kecil, jadi kamu seharusnya menonton film yang untuk seusia mu"
"Ah, walaupun usianya segitu tetapi dia sulit di bilangin. Dia malah tidak suka film anak anak ataupun kartun yang untuk seusia nya" Kata Aska, ayah dari gadis kecil yang bernama Melissa.
"Begitu ya, tetapi tidak baik jika seusianya sudah menonton film dewasa" ujar Jeffrey.
"Apa aku boleh meminta tanda tangan mu? Aku ingin pamer kepada mama, bahwa aku bisa mendapatkan tanda tangan dari pemeran Utama di film yang kami tonton" ucap Melissa.
Jeffrey mengangguk, dia menerima kertas dan pulpen yang di berikan oleh Melissa, dia menanda tangani nya dan mengembalikan kepada Melissa.
Saat melihat tanda tangan Jeffrey, Melissa pun berseru bahagia,"Wahh terimakasih kaka Jeffrey.. aku sangat senang. Papa lihat aku mendapatkan tanda tangan nya" ucap nya yang memperlihatkan kepada Aska.
"Terimakasih Nak, kamu membuat putri ku senang"
"Sama-sama tuan, itu bukanlah hal besar"
__ADS_1