Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 09


__ADS_3

Adriana berusaha menutupi pipinya yang bersemu, dia mengalihkan pandangan nya.


"Jeffrey" Panggil Adriana, Jeffrey tersenyum kemudian menjawab, "Ya, Miss Ada Apa?" Tanya nya.


"Bagaimana kamu bisa mengenal Carla?" Adriana bertanya sambil menatap manik mata nya. Jeffrey kemudian menjawab, "Dahulu disaat kuliah, dia temen ku satu-satunya" jawab nya santai.


"Oh, jadi kalian teman lama?"


"Benar, Tetapi..." Jeffrey menghentikan perkataannya, "Tetapi Apa?" Adriana penasaran.


"Ah tidak, Miss" Jeffrey beranjak dari duduk nya kemudian menatap Adriana, "Miss, bisakah saya mengambil cuti beberapa hari?" Jeffrey bertanya.


Adriana sejenak terdiam. Lalu iapun mengangguk, "Baiklah, sepertinya kamu banyak masalah. Ambil beberapa hari cuti mu"


"Terimakasih, Miss"


Setelah makan bersama itu telah selesai, Jeffrey dan Adriana pun berpisah dengan Jeffrey kembali ke kostan nya namun Adriana mengikuti nya. Dia penasaran ingin kemana sebenarnya Jeffrey.


Jeffrey merogoh saku nya dan mengeluarkan ponselnya, ada beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari sang ayah nya.


Deep : Nak, pulanglah kamu lupa hari ini adalah hari ulangtahun mu, papa sudah mempersiapkan semuanya. Dan juga ada pertemuan antara pebisnis lainnya mereka ingin putra papa hadir, jadi Segeralah pulang. 


Jeffrey membuang nafas kasar, dia mengemasi barang-barangnya dan melihat di depan kost-an nya sudah ada beberapa bodyguard yang menunggu nya.


"Permisi, Tuan muda kamu di urus Ayah anda untuk menjemput Anda" kata salah seorang bodyguard.


Jeffrey mengangguk dan memerintah, "Baiklah. Bawakan barang² saya ke mobil" titahnya kemudian Jeffrey lebih dulu masuk kedalam mobil mewahnya.


....


INGGRIS, PUKUL 8 P.M 


Dengan diiringi beberapa bodyguard, Jeffrey berjalan keluar dari bandara. Dia sedikit terkejut karena seseorang yang meneriaki nya.


"Jeffrey..." Saat Jeffrey menoleh kebelakang ternyata itu teman teman nya, Drew, Erick Dan Deon.


"Kok kalian tahu aku kembali?" Tanya Jeffrey keheranan, sahabat nya hanya tertawa kemudian menepuk pundak nya, "Rahasia dong... Emang kenapa sih? Kan kita juga kangen" Ucap Drew.


Jeffrey menepis tangan Drew dan nenjitak nya, "Geli anjir kangen kangenan" ketus Jeffrey.


"Dih, geli geli kan sahabatan njir, ya udah yuk balik" Ajak Drew. Mereka berempat akhirnya masuk kedalam satu mobil yang sama.

__ADS_1


Disaat di mobil mereka bertiga bertanya tanpa henti kepada Jeffrey, bagaimana saat disana, bagaimana sekarang tampang Carla dan masih banyak lagi hingga Jeffrey kesal dengan pertanyaan itu.


"Eh tenang,Rey jangan sensi" ucap Erick menengahi. Jeffrey hanya menghela nafas kemudian mengedarkan pandangannya keluar.


SETIBANYA DIRUMAH 


Jeffrey disambut dengan hangat oleh keluarganya yang ternyata ada Tante, om dan juga keponakan lainnya.


"Om Jeffrey..." Teriak seorang anak kecil yang berlari kearah Jeffrey, dia langsung memeluk Jeffrey kemudian Jeffrey menggendongnya.


"Steven, sudah besar ya kamu" Kata Jeffrey. "Ya iya iss, umur Steven sudah 7 tahun huh!" Jawab Steven yang membuat Jeffrey gemas hingga mencubit pipinya.


"Ihhh..! Mama om nakal" adu Steven kepada Maya, "Haduh kalian ini ya" Maya hanya menggelengkan kepalanya kemudian mendekati Jeffrey.


"Nak, sudah lama tidak bertemu.. bagaimana kabarmu?" Tanya Maya, "Baik Tante, kalau Tante sendiri?"


"Sama kok. Kamu tumbuh menjadi sangat tampan, pasti sudah punya pacar" Goda Maya yang membuat Jeffrey terdiam dan seisi rumah tertawa karena pipi Jeffrey yang bersemu.


Saat menyadari itu Jeffrey cepat cepat menggelengkan kepalanya, "Tidak Tante. Jeffrey single," ucap nya berbohong setelah mengingat tentang Carla yang bahkan menjauhi nya.


"Haha, Maya dia anak nya tidak memperdulikan tentang pasangan" Suara Deep terdengar jelas membuat Jeffrey menoleh kearahnya. "jika lama lama begitu jodohkan saja, umurnya sudah matang untuk menikah" Maya memberi saran


"Aku tidak ingin itu Pa, Tante. Aku hanya ingin fokus pada karir ku saja" jelas Jeffrey.


Disisi lain di Eropa 


Adriana yang mengetahui Jeffrey tidak ada di Eropa termenung, dia menatap langit langit malam yang penuh dengan bintang kemudian bermonolog : Aku tidak tahu kamu pergi kemana, tetapi aku akan menunggumu kembali. Aku yakin kamu hanya sementara... Segeralah kembali aku benar-benar merindukan mu Jeffrey! 


Setelah beberapa saat, telepon nya berdering lalu ia mengangkat nya.


"Halo?"


"Ana, Lagi apa lu?" Terdengar jelas itu adalah suara Della sahabat nya


"Oh, Gk lagi ngapa-ngapain" singkatnya, "btw ada apa lu malem malem telpon gw?" Tanya Adriana


'TING.... 


Sebuah pesan dari Della yang masuk kedalam ponselnya, Della mengirimkan foto seseorang dengan caption : Nih orang yang lagi Lo rinduin,cakep kan? Haha... 


__ADS_1


Saat melihat foto Jeffrey yang mengenakan stelan jas hitam formal, Adriana tertegun dan tersenyum bahagia.


"Heh! Ini telpon masih nyala woy jangan dilupain" Ketus Della yang merasa di kacangi saat dia mengirimkan pesan itu.


Sadar dari itu, Adriana cepat cepat bertanya, "Lo dapet foto dia dari mana?" Adriana semakin penasaran.


Della tertawa, dia mengubah panggilan suara ke vidcall. Setelah itu Adriana mengangkat nya.


Della langsung mengarahkan kamera ke Jeffrey yang terlihat sedang makan.


"Gimana, percaya gk?" Ucap Della mengejek.


Adriana terkejut, namun dia bahagia melihat pria yang dirindukan nya padahal baru sehari pergi, "Kamu sangat tampan.." Gumamnya.


"Udah ah, kesenangan Lo nya" goda Della kemudian mengalihkan kamera nya kepadanya, "Ishhh gw masih mau liat! Muka Lo butek bosen gw lihat nya"


TUT TUT TUT 


Sambungan tiba tiba terputus, Adriana kecewa karena belum puas melihat Jeffrey yang sungguh mengagumkan. Namun dia masih memiliki fotonya dan dia menjadikan foto itu sebagai wallpaper ponselnya.


...


"Kok, Ish bang ntar dia marah" Kesal Della saat sambungan nya di putuskan.


"Ini lagi makan bersama, gk lihat? Jamu masih aja main ponsel itu gk sopan" Drew menasehati Della adiknya.


Mereka semua makan dengan tenang, ada sedikit percakapan dan gurauan di sela-selanya.


"Jeff, Lo besok temenin gw ya"


"Kemana? Gw mager kenapa gk bareng Erick atau Deon" tolak Jeffrey


Drew menghela nafasnya kemudian berkata, "Temenin lah yok... Lo tau ? Gw sekarang mendirikan sebuah studio dan sekarang akan memproduksi sebuah film, gw butuh pemeran utama pria" ujar Drew mencoba membujuk Jeffrey.


Jeffrey mengerutkan dahinya, "Trus? Gw ngapain?" Tanya nya


"Jadi pemeran Utama nya, gw tau dulu lu pernah pengen jadi aktor" Jawab Drew.


"Gw? Gak bisa! Ya Tuhan males gw Beneran" Jeffrey kembali menolak, namun Deep tiba-tiba berbicara, "Pergilah nak. Ayah mengetahui jika kamu sebenarnya tidak ingin jadi CEO atau mengurusi perusahaan, karena papa yang memaksa kamu jadi melupakan cita-cita awalmu. Kamu bisa jadi aktor dan sambil mengurusi perusahaan"


Jeffrey tertegun, dia sebenarnya senang dengan ini namun dia memicingkan matanya menatap sahabatnya. Dia berfikir setelah dia pergi beberapa bulan ini banyak rahasia yang telah di bocorkan oleh mereka.

__ADS_1


"Baiklah, aku akan ikut. Beritahu saja jam berapa nanti aku akan bersiap siap"


__ADS_2