Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 02


__ADS_3

Jeffrey kini tengah meringis karena serempetan tadi menyebabkan kaki nya berdarah dan di kesalkan oleh wanita yang malah marah marah kepada nya.


" Apa luka mu cukup parah? " Tanya wanita itu sembari mendekat kearah Jeffrey , Jeffrey segera bangkit dan berdiri sambil menatap wanita itu.


" Tidak apa hanya luka kecil. " Sahut Jeffrey dengan nada sedikit emosi lalu melangkahkan kakinya perlahan guna meninggalkan wanita itu.


" HEY MAU KEMANA? AKU BELUM SELESAI BICARA DASAR TIDAK SOPAN ! " teriak wanita itu kepada Jeffrey yang terus berjalan tanpa menghiraukan ucapan wanita itu.


Adriana Charlotte adalah seorang CEO tercantik di perusahaan yang terkenal di Eropa yang merupakan menyerempet Jeffrey saat ia terburu-buru kekantor nya. Dia merupakan putri tunggal dari keluarga Charlotte. Adriana seorang wanita yang pekerja keras dan juga dermawan serta tidak sombong karena jabatan atau status keluarga nya.


••• Kost Jeffrey


Jeffrey merebahkan dirinya sambil menahan sakit dikaki nya , ia membayangkan wanita yang menyebalkan itu namun ia tersadar dan bergegas membersihkan dirinya.


Malam itu Jeffrey mendapatkan informasi untuk sebuah perusahaan yang membuka lowongan untuk pekerja. Dengan sigap Jeffrey langsung mencari tahu posisi lokasi itu dan menyiapkan beberapa dokumen untuk mendaftar ke perusahaan tersebut.


* Pukul 05.00


Jeffrey terbangun karena alarm nya dan bergegas membersihkan tubuh nya. Dia menggenakan pakaian nya rapih dengan membawa barang-barang untuk interview kerja di perusahaan tersebut.


" Semoga saja lancar , tetapi kenapa aku takut dan gelisah ya ". Gumam Jeffrey sambil menatap dirinya dari cermin. " Oh ayo Jeffrey kau tidak perlu seperti ini , demi rencana aneh mu kau harus bisa! ". Semangat Jeffrey sambil melangkahkan kakinya keluar kamar kost-an nya.


••• Perusahaan Charlotte


Jeffrey mengedarkan pandangannya Setibanya di perusahaan tersebut sambil melangkahkan kakinya memasuki area perusahaan nya.


" Ada perlu apa anda kemari? " Cegah sekuriti yang bertugas.


" Oh saya ada interview disini ". Jawab Jeffrey.


" Ah begitu mari ikut saya " ajak sekuriti itu lalu Jeffrey pun mengikutinya.


Di perjalanan masuk kedalam perusahaan nya ia mengedarkan pandangannya kesekitar melihat pekerja yang tengah melakukan tugas nya. Ia tersenyum singkat dan merasa nyaman karena pekerja yang lumayan ramah bahkan dia adalah seorang yang ingin mendaftar tetapi di sapa ramah oleh mereka.


" Silahkan masuk , anda bisa interview langsung dengan pimpinan nya " kata sekuriti itu sambil menunjuk kearah ruangan tersebut.


" Terimakasih pak. " Jawab Jeffrey lalu mengetuk pintu tersebut.


'TOK TOK TOK'

__ADS_1


"masuk" jawab seseorang dari dalam ruangan.


Jeffrey langsung membuka pintu nya saat mendengar jawaban tersebut. Dia mendekat kearah meja tersebut dan sedikit terkejut melihat orang tersebut.


" Kau? " Jeffrey terkejut melihat wanita itu. Ya wanita itu adalah yang menyerempet nya kemarin.


" Anda pria kemarin kan? " Kata wanita itu sambil memandangi wajah Jeffrey.


" Iya , saya kesini untuk interview" jawab Jeffrey sedikit menekan karena masih kesal dengan wanita yang ada di hadapannya ini.


" Oh baiklah biar saya lihat dulu berkas mu " sahutnya sambil menerima berkas yang ku berikan kepada nya.


Jeffrey terdiam sesaat memperhatikan nya yang tengah memeriksa data diri nya. Saat ini dia berharap agar dimudahkan untuk mencari seseorang dan melancarkan rencana aneh dia, Jeffrey terkejut karena perkataan Adriana yang memecahkan lamunan nya.


" Nama mu Jeffrey? ". Tanya Adriana pada Jeffrey.


" Iya ". Singkat Jeffrey sambil tersenyum sekilas.


" Baiklah kamu bisa bekerja disini mulai hari ini " terang Adriana sambil memanggil sekertaris nya lewat telepon kantor. " Kylie segera keruangan saya ya "


" Tunggu lah sebentar nanti sekertaris saya akan mengantarkan mu pada ruangan nya " lanjut Adriana sembari diam diam mencuri pandangan pada Jeffrey.


" Baiklah" jawab Jeffrey sembari duduk di kursi yang telah disediakan.


" Permisi Miss , maaf saya sedikit lama tadi ada sedikit pekerjaan"


" Tidak apa apa Kylie bawa Sir Jeffrey keruangan nya ya "


" Baik Miss , mari sir... "


Jeffrey pun bangkit dari duduk nya dan mengikuti langkah wanita itu , ia berfikir mengenai kejadian tadi diruangan CEO tentang tatapannya yang sangat aneh kepada nya. Sesampainya di ruangannya dia pun mendengarkan penjelasan dari sekertaris itu sambil menganggukkan kepalanya guna mengerti akan penjelasannya.


" Baiklah sir saya tinggal ya , jika ada sesuatu bisa hubungi lewat telepon kantor"


" Baik , terimakasih "


Kylie pun pergi meninggalkan Jeffrey yang berada di ruangan nya, didudukkan tubuhnya dikursi ruangan sambil menatap design ruangannya yang elegan.


" Cukup bagus aku suka ". Gumam Jeffrey pelan

__ADS_1


Jeffrey pun membuka laptopnya dan mengerjakan tugas tugas nya hingga selesai . Pada saat ini Jeffrey merasa nyaman pada pekerjaan baru ini walaupun hanya sebagai assisten dari CEO tetapi dia merasakan sensasi yang sama seperti menjadi seorang CEO.


••• Jam makan siang


" Ana ayo makan siang " ucap Kylie yang mengajak Adriana.


" Sebentar! " Jawab Adriana sambil menutup laptop nya.


" Ayo Kylie" lanjut nya dan berjalan keluar ruangan bersama Kylie.


" Ana aku perhatikan kamu sedikit berbeda tadi saat memandang orang baru itu "


Adriana terdiam saat mendengar pertanyaan itu lalu menatap kearah Kylie dan tersenyum sekilas. Sejujurnya hanya Kylie dan satu lagi temannya lah yang sangat memahami isi hatinya dan juga sebuah tindakan atau semacamnya dari seorang Adriana.


" Ah tidak apa-apa lupakan saja itu "


••• Di Restauran dekat kantor


" Saya pesan 1 steak dan jus jeruk nya, kamu ingin apa lie? "


" Oh aku 1 spaghetti dan lemonade "


" Lie aku tidak melihat nya "


" Siapa? "


Adriana terdiam dan tersadar langsung memalingkan wajahnya, dia bergumam dalam hati nya sambil menyembunyikan wajahnya karena perkataannya tadi


" Hey ana "


" A-ah itu tidak tidak lupa saja "


" Dasar aneh!


Pesanan mereka pun telah tiba , mereka menyantap makanan nya namun Adriana terus mengedarkan pandangannya seperti mencari orang dan itu di sadari oleh Kylie mengenai sikap Adriana.


Disisi lain Jeffrey tetap berada diruangan karena sejak dia di Inggris menjabat sebagai CEO memang jarang untuk makan siang keluar. Kini dia membayangkan seseorang yang dia nantikan namun terpisah karena keluarganya. Betapa menyesalnya dan kehilangan sosok wanita itu yang menerima pertemanan dengan seorang Jeffrey yang dahulu terlihat seperti lelaki miskin.


* Flashback

__ADS_1


Pada hari itu Jeffrey menduduki kelas 11 dan seringkali di ejek teman teman nya karena yang bersekolah di situ adalah berasal dari kalangan atas yang artinya orang tua atau keluarga nya berasal dari keluarga terpandang. Namun karena Jeffrey tidak ingin sombong atau semacamnya dia menyembunyikan identitas itu dan berkompromi dengan pihak sekolah untuk merahasiakan itu.


Dan suatu ketika sekolah itu kedatangan murid pindahan yang sangat memukau. Carla Van algar namanya. Merupakan putri bungsu keluarga algar yang cukup terkenal. Saat itu dia duduk bersama dengan Jeffrey yang memang bangku satu satunya yang tengah kosong adalah di tempat Jeffrey. Jeffrey sempat mengagumi sosok tersebut hingga perlahan menyimpan rasa kepada nya.


__ADS_2