Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 07


__ADS_3

Adriana Terlarut dalam ilusi nya yang terus membayangkan Jeffrey hingga tak sadar pelayan tengah menyajikan makanan yang dipesan nya.


"Woy! Ana" teriak Della membangunkan Adriana dari lamunannya.


Adriana yang tersadar langsung memalingkan wajahnya dan menatap kearah makanan yang telah disajikan. Tanpa menjawab sepatah katapun dari Della ia menyantap makanan nya hingga habis.


"Lo laper banget ya?" Tanya Della sambil mengelap bibirnya dengan tisu. "Iya nih , seharian kita Ngobrol sampai lupa waktu" kekeh Adriana pelan.


"Btw, Besok kan libur gimana kalo belanja bareng?" Ajak Della.


Adriana sempat berfikir kemudian menganggukkan kepalanya "Sure! Bosen juga sih gw lama lama pengen refreshing" canda nya.


"Aelah Lo mah , ya kan Lo sibuk Mulu semenjak jadi CEO" sindir Della kepada Adriana.


Adriana terkekeh kemudian menjawab "Ya Lo tau kan ayah gw cuman punya anak satu cewek pula"


"Bener sih , jadi ya harapan keluarga di Lo"


"Hem! Kadang gw kepingin punya kakak gitu tapi mustahil sih"


"Ya iyalah bego" kesalnya Della dengan pemikiran Adriana yang sembrono.


"Hehehe....." Adriana menyeringai kemudian memanggil pelayan.


" Berapa totalnya? " Tanya Adriana kepada pelayan.


"Totalnya 350 Ribu nyonya " jelas sang pelayan.


Adriana hendak mengeluarkan ATM nya namun sudah di dahului oleh Della.


"Ini ya , pakai punya saya saja" ucap Della dengan memberikan atm-nya kepada pelayan , lalu pelayan menggesekkan kartu ATM tersebut dan mengembalikannya.


"Kok jadi Lo yang bayar? Kan gw yang ngajak!" Protes Adriana.


Della tertawa kemudian mengambil tas kecilnya dan berdiri "Udahlah gitu doang Lo protes"


"What? Ta-tapikan-...." Ucapan terputus karena Della membungkam mulutnya.

__ADS_1


"Ssttt.... Berisik bat Lo" acuh Della kepada Adriana kemudian melepaskan bekapan mulutnya "gw balik dulu ya udah malem" pamit Della kepada Adriana. Adriana mengangguk dan melihat sahabatnya telah pergi naik dengan mobilnya.


Setelah nya ia pun pulang kerumahnya dan masuk kedalam kamar nya. Dia merebahkan tubuhnya di kasur sambil memandang foto Jeffrey "Aku sungguh mencintaimu... Andai aku lebih cepat bertemu dengan mu aku pasti sudah memiliki mu, namun tenanglah aku akan menjadi bayangan mu sekarang!" Tutur nya sambil memeluk erat foto Jeffrey.


Dipagi harinya di akhir pekan. Tidak seperti biasanya Adriana bangun pagi pagi sekali. Dia teringat akan janji dengan Della kemudian dia bergegas untuk mandi.


Selesai mandi, Adriana mengenakan pakaian yang panjangnya selutut berwarna hitam. Kemudian sedikit memoles wajah nya dengan makeup, sederhana namun terlihat sangat mempesona.


Saat Adriana masih memoles wajah nya dengan makeup, terdengar seseorang yang memencet bel pintu kemudian dibuka oleh pelayan nya. Dari kamar Adriana ia dapat mendengar siapa yang datang. Ya yang datang tidak lain adalah Della.


"Woy lama bener Lo," protes Della sambil melangkah masuk kedalam kamar Adriana.


Adriana segera menyelesaikan memoles wajah nya kemudian memakai parfum favorit nya "Sabar sebentar bisakan! Lo selalu terburu-buru" jawab nya yang tengah sibuk memasukkan ponsel dan dompet nya kedalam tas.


"Udah nih, ayok" ajak nya lalu mereka pun keluar dari kamar dan menuju mobil Della yang terparkir. Della yang menyetir saat itu , setelah beberapa saat berkemudi mobil Della berhenti dan di parkir disebuah mall.


Mereka menghabiskan waktu berbelanja setengah hari, di perjalanan pulang mereka tanpa sengaja bertemu dengan Jeffrey dan Carla. Hati Adriana getir kemudian menetralisir hatinya dan mengulas senyuman nya.


"Apapun itu, kebahagiaan mu adalah kebahagiaan ku. Aku akan terus menunggu mu" gumam Adriana pelan, dia melajukan mobilnya menuju rumah nya.


...


Jeffrey sangat gemas melihat tingkah Carla, dia kemudian mencubit kedua pipi Carla "Maafkan aku ya? Aku kesiangan tadi. Kamu tahukan ini Minggu jadi aku sangat letih bekerja seharian kemarin," Bujuk Jeffrey kepada Carla.


"Tidak mau! Kamu menyebalkan" Carla mempercepat langkahnya meninggalkan Jeffrey, tanpa sadar dia menabrak seseorang.


BRUKK


"Aduh..!"


Carla meringis, melihat hal itu Jeffrey berlari mendekati Carla dan bertanya "kamu tidak apa apa?" Tanya nya cemas. Carla menggelengkan kepalanya lalu tersenyum. Dia mendongakkan kepalanya menatap pria yang di tabrakannya dan meminta maaf "Maafkan aku karena tidak memperhatikan jalan ku"


Pria itu memandang Carla dari ujung kaki hingga ujung rambut, dia tersenyum sekilas lalu berkata "Tidak apa apa, lain kali hati hati" ucap nya dengan lembut yang entah mengapa menyentuh hati Carla.


Saat hendak pergi, pemuda itu sedikit bergumam saat berpapasan dengan Jeffrey "Pria nya seperti orang miskin, tak cocok dengan wanita nya"


Jeffrey mendengar hal itu hanya berusaha untuk menahan diri dan mengalihkan pandangannya kepada Carla.

__ADS_1


"Carla, kamu masih marah kepada ku?" Tanya Jeffrey memastikan. Carla menggelengkan kepalanya kemudian menatap Jeffrey dari bawah hingga atas.


Jeffrey mengerutkan dahinya saat Carla memandang nya seperti itu, dia terheran namun enggan bertanya. Sementara itu Carla diam diam mengumpat "Pria itu benar. Jeffrey terlihat sangat sederhana" dia berfikir seperti itu karena mendengar gumaman pria yang di tabrakan nya.


"Ah ya Jeffrey, aku punya urusan maaf aku harus segera pergi," dengan terburu buru dia meninggalkan Jeffrey yang belum sempat mengatakan sepatah kata.


Jeffrey mendesah pasrah kemudian dia berbalik arah kembali ke kostan nya. Diperjalanan perkataan pria itu menggema dan sempat pula berfikir bahwa itu ada hubungannya dengan Carla yang tiba tiba meninggalkan nya sendiri di tepi jalan.


"Apa benar , semua orang harus kaya dulu jika ingin dihormati?"


Jeffrey mengacak-acak rambut nya, dia mengambil ponsel dan menghubungi temannya.


"Hey Jeffrey apa kabar?"


"Buruk. Hari ini ada rencana ku jalan jalan dengan tetapi dibatalkan" ucap Jeffrey dengan nada sedih.


"Aelah lebay, gegara cinta kamu begitu "


Jeffrey merasa sangat kesal karena ledekanya temannya itu, dia langsung memutuskan sambungan secara sepihak. Saat ponselnya kembali berdering dia mengabaikan nya dan mematikan ponsel nya.


...


Disisi lain , Della yang mendengar percakapan itu pun tertawa "Haha.. teman mu itu sangat membuat ku tertawa bang" ucap Della sambil memegangi perutnya.


"Husttt.. jangan bgtu , dia sedang bucin karena bertemu cinta lamanya. Namun tiba-tiba cinta lamanya tidak jadi untuk berjalan jalan bersama"


"Kurasa dia sengaja, bang kamu setuju dia bersama Carla atau Adriana?"


"Tentu saja Adriana. Toh Abang sedikit curiga dengan Carla"


"Curiga gimana bang?"


Della semakin penasaran dan terus bertanya kepada Abang nya, "Ya aneh aja gitu,kayak gimana ya Abang bingung jelasin nya.


Della mengdengus, tetapi cukup senang ada berita tambahan untuk menyenangkan hati Adriana.


Della mencari kontak Adriana dan menghubungi nya, "Halo mu prend!" Della tertawa sejenak tetapi Adriana merespon dengan lemah dan suaranya terdengar seperti habis menangis.

__ADS_1


"Lo nangis karena Jeffrey?"


__ADS_2