
Jeffrey lalu meninggalkan kediaman Keluarga Tyler, dia berjalan di tepi jalan sembari merenungkan kembali siluet-siluet mantan kekasihnya yang sudah memiliki calon itu.
Jeffrey melamun di sepanjang perjalanan, tanpa dia sadar haluan langkah nya menjadi di tengah jalan, pikiran Jeffrey melayang entah kemana sehingga dia tak menyadari sebuah mobil kecepatan tinggi sedang mendekat kearahnya.
Pengemudi yang kehilangan kendali melihat Jeffrey tak menepi pun berteriak histeris kearahnya, "HEY BODOH...! MENYINGKIR LAH..."
CIITTT... BRUKK...
Mobil mewah tersebut menyerempet Jeffrey hingga terpental beberapa meter dan mobil tersebut menabrak pembatas jalan.
Jeffrey yang tersentak saat mobil menabraknya dan hingga membuat dirinya terpental sampai mengeluarkan darah segar di dahinya. Perlahan Jeffrey menutup matanya saat kepalanya terasa berat.
Pengemudi mobil itu keluar dari mobilnya, dia menghampiri Jeffrey dengan cemas, "Hey.. hello... Bangunlah jangan mati disini" Pekik nya ketakutan. Wanita itu mengeluarkan ponselnya dan menghubungi ambulans.
Selang beberapa menit ambulans pun datang, mereka membawa Jeffrey beserta wanita yang menolong.
**DI RUMAH SAKIT
Jeffrey langsung dimasukkan kedalam ruangan dan segera dirawat, sedangkan wanita itu hanya menjalani perawatan kecil karena luka ringan yang di alaminya.
1 Jam Kemudian...
Dokter telah keluar dari ruangan, sementara sang wanita yang tengah duduk di kursi penunggu langsung bangkit dan menghampiri sang dokter.
"Bagaimana Dok keadaan pria itu?" Tanya sang wanita yang masih saja gelisah, dokter tersenyum kemudian berkata, "Dia baik-baik saja, hanya saja benturan yang membuat tangan kanannya rentak dan beberapa waktu tak bisa di gerakan dan butuh perawatan yang baik" Jelas sang dokter dan wanita itu hanya manggut-manggut.
Sang wanita itupun masuk kedalam ruangan, dilihatnya sang pria yang tak dikenalnya sudah siuman, "Dasar bodoh" makinya dalam hati, "Hello? Apa kamu bodoh sampai membahayakan nyawa mu begitu?" Sambung sang wanita dengan nada sedikit tinggi.
Jeffrey yang masih pusing samar-samar menatap wanita itu, "Ka-kau siapa? Dan dimana aku?" Tanya Jeffrey sembari berusaha untuk menyandarkan tubuh nya.
"Ah!"
Jeffrey meringis, karena tidak bisa menggerakkan tangan kirinya dan malah sangat nyeri apabila di paksa gerak.
"Bodoh!" Pekik nya, dia mendekat kearah Jeffrey dan menumpuk Bantal dan membantu nya untuk bersandar, "Tangan mu cedera dan tulang mu retak. Jangan di gerakan atau rasanya akan sakit!" Ujar wanita yang tidak dikenalnya.
__ADS_1
Jeffrey memandang sekilas wajah wanita yang terlihat sangat mengkhawatirkannya, dia sekilas membayangkan bahwa itu Carla namun secepat mungkin dia menepis bayangan tersebut.
"Terimakasih, maaf merepotkan mu. Tetapi kamu boleh pergi, ini kesalahanku jadiku jadi kamu tidak perlu merasa bersalah untuk semua ini"
Wanita itu menatap tajam kearah Jeffrey, dia menarik kursi dan duduk di samping bed Jeffrey, "Apa kamu gila? Aku akan bertanggungjawab penuh dengan semua ini. Beristirahatlah! Jangan membuat ku kesal pria gila." Pekik nya kemudian meninggalkan Jeffrey sendirian di ruangan.
Jeffrey menggelengkan kepalanya pelan, dia menatap punggung wanita itu yang perlahan menghilang, "Pria gila? Apa dia memanggil ku seperti itu? Haha sangat aneh, wanita sensian" Ujar Jeffrey, karena merasa letih dia kembali untuk berbaring dan beristirahat mengisi stamina tubuhnya.
...
Pukul 8.50 a.m
Jeffrey membuka matanya karena seseorang mengganggu tidurnya. saat dia terbangun, Jeffrey terkejut melihat wanita itu kembali hingga membawakan nya sarapan.
"Kamu? Aku bilang kamu bisa pergi, aku tak memerlukan bantuan mu"
"Apa kau pahlawan? Apa kau superhero? Berhentilah berbicara dan habiskan sarapan mu!" Ketus wanita itu sambil menyuapi paksa Jeffrey memakan bubur nya, Jeffrey sesekali mencuri pandangan kearah wanita itu. Tanpa sadar netra mereka saling bertatapan beberapa detik lalu teralihkan karena kesadaran masing-masing.
"Hey, sudah aku su-" Ucap Jeffrey terpotong karena suapan demi suapan yang diberikan wanita itu yang tak memberikan kesempatan Jeffrey untuk berbicara.
Jeffrey pasrah, mau tak mau dia menghabiskan Sarapan paginya.
"Baiklah" Jeffrey meraih gelas dan mengambil pil obat nya, dia langsung meminumnya sekaligus dan meletakkan gelas di atas meja di samping bed tidurnya.
"Bagaimana keadaan mu? Apa sudah membaik?" Wanita itu memastikan, Jeffrey mengangguk, "Aku baik-baik saja. Bukankah ini hanyalah luka kecil" jawab nya enteng.
'PLAKK...
Tepukan keras mendarat dibahu Jeffrey dan membuat Jeffrey meringis dan kesakitan.
"Aahh..Kau! Kau gila ya, tangan ku akan semakin retak tulangnya jika kau memukul ku sekeras itu" Pekiknya sambil mengusap tangan nya, Wanita itu seketika merubah ekspresi nya menjadi sangat khawatir.
"Ma-maafkan aku, aku... Tidak sengaja tadi hanya refleks..." Ujarnya meminta maaf.
Jeffrey mengabaikan perkataan wanita itu, dia membaringkan tubuhnya seraya memejamkan matanya untuk mencoba beristirahat.
__ADS_1
Merasa di abaikan wanita itu semakin cemas, "Kamu marah kepada ku?.. aku minta maaf, sungguh aku tidak sengaja" Ucapnya merasa bersalah.
Dilihat nya wanita tersebut yang tulus meminta maaf, Jeffrey pun menatap kearah nya dan tersenyum singkat.
"Aku ingin beristirahat, Kepalaku sangat pusing" Ujar Jeffrey yang membuat wanita itu kembali khawatir, dia pun mengangguk namun tak kunjung meninggalkan Jeffrey sendirian melainkan menunggu nya.
...
Disisi lain, Adriana yang khawatir mulai menghubungi Jeffrey terus menerus dan juga mencari nya karena sudah satu hari setelah acara itu dia menghilang.
"Jeffrey... Kemana kau, astga" pekiknya sembari mencoba menghubungi Jeffrey.
...
Sementara itu Jeffrey yang masih terbaring di Ruang rumah sakit. Dia masih menatap wanita yang betah tak kunjung meninggalkan nya.
"Apa kau tidak lelah menunggu seperti ini?" Tanya Jeffrey, dengan sigap diapun menggelengkan kepalanya, 'Tidak. Sudahlah jangan banyak bertanya, segeralah istirahat" Ketus nya sambil memainkan ponsel nya.
Jeffrey mengdengus, Jeffrey memejamkan matanya dan berusaha untuk tertidur.
Jeffrey membuka matanya kembali, dia mengedarkan pandangannya mencari wanita tersebut, "Kemana wanita aneh itu? Apa dia sudah pulang.." Netra nya terus bergerak mencari keberadaan wanita itu.
"Apa kamu butuh sesuatu?" Suara lembut seseorang yang tengah mendekat membuat Jeffrey langsung menoleh kearahnya, ternyata itu wanita aneh yang tak dia kenal tadi.
"Tidak, aku kira kamu sudah pergi jadi aku hanya memastikan"
"Oh"
Kecanggungan seketika hadir diantara mereka, namun Jeffrey menyadari hal tersebut kemudian berkata," Aku ingin segera pulang. Apa bisa? Aku tidak betah disini" ujar Jeffrey
Wanita itu terlihat menghela nafasnya kemudian tersenyum dan berkata, "Tidak. Besok jika kamu ingin pulang baru bisa, sekarang kamu harus menjalani perawatan di rumah sakit" jawab nya yang membuat Jeffrey kesal.
"Apa kamu tahu dimana ponsel ku? Aku merasa sangat bosan"
"Tidak tau!"
__ADS_1
"Ck! Baiklah"
Tak ingin berdebat dengan wanita asing itu, Jeffrey memutuskan untuk kembali beristirahat dan memaksakan diri nya untuk tidur.