Cinta Tuan CEO

Cinta Tuan CEO
CHAPTER : 19


__ADS_3

*9 Tahun Yang Lalu 


Jeffrey dan Jeffery adalah saudara kembar yang memiliki sifat yang bertentangan. Ibu mereka meninggal dunia saat Jeffery lahir, hal itu membuat Deep terpukul sehingga seringkali membandingkan dengan Jeffrey.


Jeffery sedari kecil tidak mendapatkan perhatian dan kasih sayang yang seharusnya dia miliki, melainkan Jeffrey yang selalu mendapatkan nya.


Suatu ketika duduk di bangku SMA, Jeffery yang sifatnya layak brandalan seringkali mendapat kasus disekolah nya. Bahkan sampai Deep di panggil berkali-kali hanya karena kelakuannya yang membuat Deep malu.


"Dasar tidak berguna, apa begini kelakuan mu selama ini? Membuat malu saja" bentak Deep kepada Jeffery.


Jeffrey ingin menyela namun dia urungkan karena tidak sopan untuk ikut campur jika ayah nya sudah sangat marah.


Mulai dari hal itu hingga di katain anak pembawa sial, kebencian Jeffery muncul terhadap Deep bahkan Jeffrey yang selalu di banggakan oleh Deep.


"Fery, sudahlah jangan hiraukan perkataan Papa, dia hanya sedang marah" ujar Jeffrey mencoba menenangkan adiknya.


Namun Jeffery semakin marah, "DIAM! BERHENTILAH MENASEHATI KU! AKU MEMBENCI KALIAN SEMUA YANG TAK ADIL DENGAN KU!" Teriak nya marah lalu pergi meninggalkan Jeffrey sendirian.


Jeffrey menghela nafasnya, melihat kemarahan yang tersulut oleh adik nya membuat nya merasa bersalah.


Beberapa saat kemudian...


Jeffery membawa sebuah koper, "Fery! Kau, kau mau kemana?" Pekik nya yang melihat Jeffery yang terus menyeret koper nya.


"Bukan urusan mu! Aku muak tinggal di rumah ini layaknya seperti neraka!" Bentaknya kemudian meninggalkan kediaman Grover.


Jeffrey ingin menghentikan Jeffery tetapi di hentikan oleh Deep, "sudahlah, biarkan anak tidak tau di untung itu pergi!" Tahan Deep kemudian menyuruh pelayan menutup pintu nya setelah Jeffery keluar.


Kemarahan dan kebencian Jeffery semakin kental hingga dia terus melangkah tanpa tau arah tujuannya.


Hingga saat itu Jeffrey dan Jeffery terpisah layaknya seorang yang tak pernah mengenal.


...


Disisi lain Jeffery yang telah meninggal keluarga Grover yang menyimpan banyak dendam akhirnya pergi ke suatu tempat, dia pernah bertemu dengan seseorang mafia bawah tanah yang sangat kejam dan berkuasa.


"Hm.. ada apa kau kemari?" Arenza bertanya sambil menghisap puntung rokok nya.

__ADS_1


"Aku ingin bergabung dengan organisasi mu, apakah ada syarat-syarat tertentu?" Tanya Jeffery.


Arenza menatap kearah Jeffery, meliriknya dari atas hingga bawah. Dia menyeringai kemudian berkata, "Kamu masih muda, kenapa tertarik untuk hal ini?"


"Aku, aku ingin membalaskan dendam kepada seseorang dan aku telah diusir," jelas Jeffery. Arenza dapat melihat api kemarahan didalam pandangan Jeffery.


Arenza bangkit dari duduknya, dia menepuk pundak nya lalu berkata, "Beruntung istriku ingin seorang putra tetapi sedari lama kami tidak memiliki nya, kamu bisa menjadi putra ku"


Mata Jeffery berbinar setelah mendengar perkataan Arenza, "Ya! Aku mau!" Seru nya.


Kemudian Jeffery yang kabur dari keluarga Grover kini menjadi bagian dari keluarga Jhonsmith yang terkenal dengan bisnis dengan memperoleh hasil triliun an dalam sebulan dan banyak beberapa perusahaan yang dimiliki selain memiliki organisasi mafia bawah tanah.


Jeffery berkembang pesat menjadi pemuda berdarah dingin dan pandai dalam perbisnisan berkat bimbingan keras dilakukan oleh sang ayahnya, Arenza.


Jeffery kini menjadi terkenal karena urusan bisnis nya dan beberapa kesepakatan di luar negeri yang dia dapatkan dengan mudah, namun hal itu membuatnya semakin arogan dan keinginan untuk balas dendam semakin kental.


....


Sementara itu, Jeffrey yang mendapatkan kasih sayang tulus dari Deep tumbuh menjadi pemuda yang memiliki pikiran yang sopan santun dan cerdas, Jeffrey tumbuh menjadi pemuda pemikiran sederhana namun dia dilimpahkan oleh banyak kekayaan.


Jeffrey seseorang yang enggan identitas aslinya dipublikasikan selalu merahasiakan identitas nya dan biasa hanya ingin disebut dengan 'Tuan Grover' untuk menutupi nama aslinya.


Jeffrey adalah orang yang cerdik, dia mempunyai banyak saham dan dia bisa mengendalikan sahamnya dengan baik. Dia punya beberapa orang kepercayaan yang tidak berani berkhianat.


Ada kepribadian Jeffrey yang tersembunyi yang tidak bisa dideskripsikan dengan jelas. Namun pada intinya dia tidak suka pamer bahkan dia selalu berkata kepada media massa agar tidak membocorkan informasi mengenai nya.


FLASHBACK OFF. 


...


Kesepakatan antara perusahaan Charlotte dan Jhonsmith pun telah disepakati. Adriana terpaksa menjabat tangan Jeffery, Keira mengetahui keterpaksaan Adriana berburu-buru mengajak Adriana untuk keluar.


Kini menyisakan hanya Jeffery dan Jeffrey.


"Menarik bisa mengalahkan mu begitu mudah, anak kesayangan tuan Deep" Jeffery menatap Jeffrey dengan tatapan menghina.


Jeffrey menyunggingkan senyumnya, "Benarkah? Bagaimana jika dirimu salah?" Tanya Jeffrey santai.

__ADS_1


"Tentu saja tidak. Aku mencari informasi mu dan hasilnya kamu hanyalah seorang pemuda kelas menengah sekarang! Lihatlah diriku, bergelimang harta tidak seperti dirimu jangan kan posisi yang bagus, saham saja pasti kamu tak punya" ucap Jeffery meremehkan.


Jeffrey lagi-lagi hanya tertawa dan tersenyum.


"Bodoh" ucap Jeffrey pelan kemudian meninggalkan Jeffery dan kembali keruangannya.


Adriana dan Keira yang menguping diam-diam langsung bersembunyi saat Jeffrey keluar.


"Aku semakin penasaran dengan mereka" ucap Adriana pelan, Keira pun mengangguk,"Akupun begitu banyak sekali rahasia diantara mereka" Keira menimpali.


Keduanya pun bergegas pergi menuju ruangan mereka masing-masing.


"Brengsek!" Kesal Jeffery sambil menghantam tembok.


"Sialan. Kenapa dia tidak terpengaruh oleh hinaan ku? Argh! Jeffrey, kau membuat ku seperti ini jadi kau harus menerima akibatnya seperti yang kurasakan!" Makinya kesal dan langsung pergi dari ruangan meeting.


Jeffrey mendudukkan tubuh nya, dia meraih ponsel nya dan melihat kebersamaan yang harmonis antara dirinya dan Jeffery, "Akan ku abaikan hinaan mu sampai dirimu lelah Deva!"


Jeffrey melanjutkan pekerjaannya, setelah menyelesaikan pekerjaan nya dia merasa bosan. Jeffrey berinisiatif untuk berjalan-jalan sebentar sambil mengontrol kinerja staffnya.


BRUKK... 


Seseorang menabrak dada bidang Jeffrey.


Jeffrey menahan punggung wanita itu dengan tangan kirinya saat wanita itu kehilangan keseimbangan.


"Kau?" Pekik nya saat melihat wajah wanita tersebut.


Pipi Keira seketika berubah semburat merah, dia segera menjauh dari Jeffrey beberapa langkah.


"Maaf, aku tidak sengaja. Tanganmu..." Keira hendak memeriksa lengan Jeffrey namun dihentikan oleh Jeffrey.


"Tidak Masalah, tidak melukai nya jadi itu tidak apa-apa" ucapnya Lembut.


Keira menundukkan kepalanya kemudian mengangguk, dia meninggalkan Jeffrey tanpa mengatakan sepatah katapun.


Jeffrey menyerengitkan keningnya, "Dasar benar-benar wanita yang aneh" Jeffrey menggeleng-gelengkan kepalanya kemudian meneruskan langkahnya.

__ADS_1


"Jeffrey!" Teriak seseorang yang membuat Jeffrey menghentikan langkahnya, dia menoleh ke arah sumber suara.


"Miss?" Adriana mendekati Jeffrey kemudian berkata, "Aku mencari mu di ruangan mu tetapi tidak ada"


__ADS_2