
Seketika Jeffrey terdiam dan membeku, tubuhnya kaku sesaat mendengar lontaran perkataan dari Carla.
Dia hampir tak percaya bahwa ini sungguhan?
"Oh tuhan kenapa aku lebay sampai deg deg begini" batin Jeffrey.
Kini dihadapan nya seorang wanita yang menembak dia secara tiba-tiba. Aneh bukan? Ya karena wanita duluan yang menembak pria itu terbalik!
"A-apa yang kau katakan?" Jawab Jeffrey terbata bata sembari sedikit memalingkan wajahnya.
"Jeffrey! Aku ingin kau menjadi kekasih ku!"
"T-tapi aku...."
"Sttt....kau juga mencintai ku kan?" Skak dari Carla sukses membuat pria itu terdiam sesaat.
"Ya , a-aku memang mencintai mu sejak lama"
*Deg
Hati Adriana tiba tiba hancur mendengar pengakuan Jeffrey. Pemuda yang entah darimana itu membuatnya tertarik hanya sekali pandang.
Jeffrey baginya sekarang seperti penyemangat, karena sifat pria yang dimiliki Jeffrey itu sangat langka.
"Sial! Sudah kuduga pasti akan didahului" gumam Adriana lemas saat mendengar percakapan Jeffrey dan Carla.
Adriana sudah tahu pasti Jeffrey akan menerima Carla dan dengan itu dia bergegas pergi dari cafe tersebut menghindari sesuatu yang lebih menyakitkan hati nya lagi.
"Jeffrey, kau mencintaiku dan begitupun aku juga jadi .." Carla menghela nafas perlahan dan melanjutkan perkataannya. " Jadi. Bisakan kita menjadi kekasih?"
Jeffrey berfikir sesaat, dia antara bingung dan senang menjadi satu.
Senang karena akan menjadi pasangan Carla dan bingung dengan sifat Carla yang tiba tiba aneh begini.
Dengan menghela nafas dalam dalam Jeffrey pun membalas genggaman tangan Carla dan menatap netra nya sambil menyunggingkan senyumnya.
"Ya! Aku akan menjadi kekasih mu seperti yang kau inginkan."
Carla yang mendengar jawabannya tersebut langsung menghamburkan tubuhnya untuk memeluk Jeffrey dengan erat
"Aku sangat mencintaimu Jeffrey..."
"Akupun mencintaimu."
Mereka melepaskan pelukannya karena tersadar sorot mata orang orang di cafe tertuju kearah mereka.
Jeffrey kini telah membayar semuanya dan kini mereka berada di taman kota yang cukup indah. Cocok lah untuk orang-orang yang sedang berpacaran
Mereka duduk di kursi kosong dan menatap indahnya langit langit dimalam hari itu yang dihiasi oleh bintang bintang dan bulan sabit. Mereka sesekali saling bertatapan dan tatapan itu penuh arti untuk keduanya.
__ADS_1
Carla menyandarkan kepala nya di bahu Jeffrey lalu Jeffrey mengelus lembut kepala Carla sembari tersenyum tipis. Dapat di simpulkan sebahagia itu Jeffrey memiliki kekasih setelah selama ini jomblo..
"Jeffrey..."
"Ya , ada apa?"
"Aku selalu ingin berduaan dengan mu"
"Aku akan selalu menyempatkan waktu untuk berduaan dengan mu sayang!"
'deg
Sayang? : Batin Carla yang membuat jantung nya berdegup kencang sesaat
"Janji?" Ucap Carla sambil menatap lekat kearah Jeffrey dan mengacungkan jari kelingking nya.
Jeffrey tertawa melihat tingkah laku Carla itu dan menyambut jari kelingking nya
"Ya Carla aku berjanji!"
Kini keduanya saling bertatapan, perlahan Jeffrey menangkup kedua pipi Carla dan mendekatkan wajahnya ke wajah Carla. Perlahan bibirnya saling menempel dan merasakan kenyal nya bibir seksi milik Carla itu. Jeffrey ******* nya pelan sambil menikmati usapan di tengkuknya oleh Carla.
"Eummhhh..." Lenguhan Carla pelan disela sela ciuman pertama mereka.
Jeffrey sesaat terbawa hanyut dalam hasrat nya sendiri dan kini dia tersadar langsung menjauhkan wajahnya dan melepaskan ******* dibibir Carla
"M-maafkan aku, aku..." Ucapan Jeffrey terputus saat Carla mengecup bibir nya dan tersenyum kearahnya.
"Benarkah??"
"Iya sayang, bagaimana tidak suka ? Bibir mu sangat lembut.."
"Ck! sudahlah ngelantur lama lama kau ini"
Mereka pun menikmati malam itu dengan perasaan bahagia karena dapat melampiaskan kerinduan satu sama lainnya.
Hari pun mulai larut , mereka memutuskan untuk pulang karena besok ada suatu pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.
"Sayang , sudah malam ayo pulang!" Ajak Jeffrey pada Carla yang masih menempel pada tubuhnya.
Ya Carla memeluk erat tubuh Jeffrey karena masih sangat merindukan pria itu, bagaimana tidak bertahun-tahun lama tidak berjumpa dan sekarang takdir mempertemukan kembali.
"Aku masih ingin bersama mu..." Rengek Carla sambil bergelayut manja
"Besok kan masih bisa Mm? Sekarang sudah larut harus beristirahat"
"Baiklah janji besok kita akan bertemu kembali?!"
"Iya aku janji sudah ayo, aku bisa pulang menggunakan taxi"
__ADS_1
Carla mengerutkan keningnya mendengar perkataan Jeffrey, kini dia menangkup kedua pipi pria dihadapannya dan mengecup singkat bibir nya.
"Aku akan mengantarmu sayang! Jangan menolak ku!"
"Oke. Galak sekali kau ini"
Jeffrey terkekeh karena eskpresi menggemaskan dari Carla yang memaksa nya untuk menerima bantuan nya itu.
Saat ini keduanya telah meninggalkan taman kota dan menuju mobil Carla yang terparkir itu. Jeffrey mengendarai nya dan menjalankan nya menuju kost nya.
Setibanya, dia menghentikan mobilnya dan menatap kearah Carla yang sedari tadi memandangi nya. Dia menggenggam tangan Carla lalu berkata
"Aku mencintaimu, sampai jumpa besok"
Carla tersenyum karena perkataan Jeffrey. Dia menganggukkan kepalanya guna me iyakan perkataan dari Jeffrey. Saat Jeffrey menuruni mobil nya dia melambaikan tangannya kearah Jeffrey sambil terus tersenyum.
Kini, Jeffrey sudah masuk kedalam kost nya dan Carla masih belum menjalankan mobilnya untuk pulang.
Sungguh Jeffrey kau memiliki pesona yang sangat kuat dan menarik ; batin Carla
Carla langsung pulang ke apartemen nya dengan mobilnya.
*KEESOKAN HARINYA
Jeffrey dengan pakaian yang sudah rapih langsung mencari taxi menuju kekantor tempat nya bekerja. Dia mengedarkan pandangannya Setibanya disana saat banyak karyawan yang menyapa nya.
'BRUKKK
Karena Jeffrey tidak memperhatikan jalannya dia menabrak seseorang hingga berkas berkas nya berhamburan. Jeffrey berjongkok dan membantu memunguti berkas yang berserakan.
"Maaf , karena saya jadi berantakan begini" ucap Jeffrey sembari merapihkan berkasnya.
Dia berdiri kembali saat telah selesai membereskan berkas berkas yang berserakan. Dia menatap sosok yang dia tabrak dan sedikit terkejut melihat nya
"Miss? Maaf..."
Adriana terdiam, dibenaknya jika melihat Jeffrey yaitu kejadian di cafe semalam. Yang membuatnya menangis tanpa sebab yang jelas.
"Miss?" Tanya Jeffrey memecahkan lamunan nya
"E-eh iya tidak apa-apa"
"Maaf sekali lagi Miss , ini berkasnya!"
Jeffrey memberikan berkasnya kepada Adriana. Tanpa sengaja tangan mereka bersentuhan dan Adriana menikmati sentuhan itu lalu ia segera meninggalkan Jeffrey menuju keruangan meeting nya.
Didalam sana Adriana menetralisir jantung nya yang berdegup kencang karena kejadian singkat tersebut.
"****! memandangi nya begitu membuat ku tambah mencintai nya saja.
__ADS_1
Adriana duduk di kursi meeting sembari menunggu rekan rekan nya, namun dia tersenyum teringat kejadian pada malam menghabiskan waktunya bersama Jeffrey tetapi dipatahkan dengan kejadian semalam yang membuat nya patah semangat.
10 menit berlalu, para rekan rekan kemudian memasuki ruangan meeting termasuk Carla yang ada diruangan tersebut. Pandangan Adriana kepada Carla menjadi sinis mengingat kejadian itu namun berusaha untuk dia tutupi.