
Tampak suci melihat kartu nama tersebut dengan seksama Tuan Bagas Adi Sutomo ucap suci, seorang pengusaha ternama yang memiliki perusahaan besar membuat suci menelan Silvanya mendengar nama tersebut apakah dia pantas bertemu pengusaha sekelas tuan bagas, dia hanya butiran pasir, "benar nona Tuan Bagas yang membeli klub ini dengan harga 2 kali lipat dan jika memang Nona berniat untuk kembali membeli klub ini silakan berbicara berbicara dengan Tuan Bagas, aku yakin Tuan Bagas adalah orang pengertian sebaiknya Nona berbicara saja dengannya dia pasti akan mengerti ucap asisten Ron
"Maaf Tuan boleh aku boleh ke aku tahu di mana aku bisa menemui Tuan Bagas karena setahuku Tuan Bagas adalah orang yang sangat sulit untuk ditemui." ucap suci, tampak senyuman tipis terlihat di wajah sang asisten "baiklah karena Nona terlihat sangat tulus dan baik aku akan membantu nona Tuan Bagas akan makan malam di sebuah restoran sebentar malam kalau tidak salah nama restoran itu adalah Moris Tuan Bagas akan malam makan malam di sana Nona bisa bertemu Tuan bakat di sana jika mau." ucap asisten Ron
Nampak suci tersenyum melihat ke arah sang asisten "benarkah Tuan akan menolongku untuk mempertemukan aku dengan tuhan Bagas aku sangat berterima kasih Tuan aku akan datang ke restoran tersebut sebelum jam makan malam untuk menunggu Tuan Bagas." ucap suci antusias karena berpikir pria yang ada di hadapannya adalah orang baik yang akan menolongnya
"Tentu saja Nona aku juga sebenarnya tak ingin membeli klub ini sejarah orang-orang di dalamnya yang sepertinya sangat terikat dengan klub ini tapi aku juga hanya seorang bawahan, jadi aku pasti akan membantu nyonya untuk meluluhkan hati Tuan nona jangan khawatir Tuan itu orang yang sangat baik asalkan kita menuruti apa yang dia inginkan maka semuanya akan berjalan baik." ucap asisten Ron
"Benarkah Tuan baiklah aku harap semua berjalan lancar disaat aku bertemu dengan Tuhan Bagas." ucap suci yang sambil terus memeluk kartu nama yang diberikan oleh asisten Ron
"Baiklah kami akan undur diri karena semua sudah selesai sertifikat dan juga akte jual beli sudah kami miliki jadi kami pamit dulu." ucap asisten ruangan lalu keluar dari ruangan kerja mami
__ADS_1
Sementara di dalam ruangan tampak tinggal mami dan suci "nak apa kau yakin ingin menemui Tuan Bagas tapi di mana kau akan mengambil uang jika memang Tuan Bagas setuju." tanya mami
"Aku yakin mami, mami jangan khawatir aku akan segera mendapatkan pekerjaan yang baik dan aku juga masih mempunyai sedikit tabungan saat bekerja paruh waktu saat kuliah dan kita juga bisa bersama-sama untuk bergotong-royong mengumpulkan uang siapa tahu saja kita bisa menyicil beberapa kali kepada Tuan Bagas." ucap suci
Mami menghembuskan nafasnya kasar dia sebenarnya tidak yakin dengan apa yang dilakukan oleh suci tapi dia suka dengan semangat suci yang pantang menyerah sebelum bertempur "baiklah nak semoga kau sukses sebentar malam untuk bertemu Tuan Bagas dan membicarakan masalah klub ini dengan baik semoga klub ini bisa menjadi kembali menjadi milik kita." ucap mami
Tampak suci keluar dari ruangan mami dan langsung pergi ke dalam rumah miliknya tampak mira yang duduk menunggunya, begitu melihat suci yang baru masuk dalam rumah Mira langsung bangkit "bagaimana sayang apa yang terjadi apakah kau bertemu dengan orang yang membeli klub mami." tanya Mira
"Tuan Bagas bukanya dia seorang pengusaha kaya raya yang sangat terkenal astaga aku tak menyangka Tuan Bagas tertarik dengan klub malam ini tapi ini memang adalah tempat strategis untuk membangun sebuah hotel baiklah sayang semoga Tuan bagas bisa memberikan kita kelonggaran aku dengar dia orang yang baik dan dermawan." ucap Mira
"Ibu benar dan perusahaan yang memanggilku wawancara kebetulan adalah perusahaan tuan Bagas." ucap suci
__ADS_1
Sementara itu di dalam mobil yang ditumpangi asisten Ron dan sang pengacara tampak mereka berdua tertawa terbahak-bahak "wah aku tak menyangka ternyata Tuan besar bisa mengetahui situasi yang ada dan memprediksi apa yang akan terjadi kedepannya benar saja wanita muda itu terpancing dan bersedia bertemu dengan tuan ucap pengacara tersebut
"Ya mungkin itu namanya takdir atau jodoh tapi saat tuan merencanakan semua ini seolah-olah Tuhan juga ikut merestui semuanya sehingga membuat tuan Robert yang selalu berhati-hati dan selalu melakukan segala-galanya dengan teliti tiba-tiba menjadi orang yang sangat ceroboh dengan menandatangani sebuah perjanjian yang akan merugikannya sendiri sementara Pamela wanita ambisius yang lebih mencintai karinya dan dirinya sendiri akan tau bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang mencintainya." ucap Ron
Kini Ron dan pengacara sudah berada di dalam ruangan kakek Robert tampak Tuan Bagas tertawa terbahak-bahak mendengar cerita kedua orang kepercayaannya tersebut "bagaimana di perusahaan apakah kau sudah mengaturnya." tanya tuan Bagas
"Sudah Tuan sesuai dengan instruksi anda lusa dia akan tes wawancara dan setelah itu beberapa hari kemudian pengumuman dan kemudian kita akan mengajukan kontrak kerja untuknya tapi kontrak itu akan beda dengan karyawan yang lain." ucap Ron
"Bagus malam ini aku harus bisa membuat dia di atas awan dulu sebelum akhirnya aku mematahkan sayap-sayapnya dan membuatnya tinggal di sisi cucuku aku sangat antusias untuk bertemu dengannya sebentar malam saat makan malam ucap tuan Bagas
Sementara itu Pamela yang sedang beristirahat di hotel tampak mulai mengirim pesan kepada Robert mengenai dirinya yang sudah mendatangkan kontrak di sebuah agensi yang akan mengontraknya selama 4 tahun tapi Pamela tak mengatakan bahwa isi perjanjian tersebut dia tak boleh menikah, sementara Robert sangat antusias karena dia pikir itu kontrak biasa dan kalaupun kontrak tak sesuai dengan apa yang ada dia bisa membayar pinalti kontrak tersebut yang pasti dia akan pergi untuk memberikan kejutan kepada Pamela karena Robert yakin Pamela sudah mematikan dirinya untuk melamarnya di depan umum seperti impian semua wanita.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya