
malam telah menyapa suci sudah bersiap-siap akan menuju restoran di mana Tuan Bagas akan makan malam di sana, sementara Tuan Bagas tampak sudah bersiap hendak berangkat ke restoran bersama dengan Ron kini mereka berdua sudah berada di dalam mobil hendak menuju ke restoran tersebut sengaja disiapkan oleh Ron agar tak ada orang yang mengganggu saat tuhan Bagas dan suci berbicara
tampak mobil tersebut sudah memasuki restoran restoran tampak sepi hanya ada beberapa orang saja di dalam restoran tersebut itupun hanya pegawai restoran karena Ron memang sengaja menyewa restoran tersebut khusus untuk malam ini kini Tuhan Bagas tampak sudah duduk di sebuah meja dengan berbagai macam menu hidangan di hadapannya tak berselang lama tiba-tiba suci datang tuan Bagas pura-pura tak memperdulikan keberadaan suci yang tampak berada di depan pintu restoran melihat keadaan di dalam yang melihat suci pura-pura keluar dari restoran
"Nona suci kau sudah datang." tanya Ron pura-pura tidak tahu padahal saya dari tadi dia sudah melihat suci berdiri di depan pintu restoran, "iya tuan jadi tuan bagaimana apa yang harus aku lakukan aku sangat takut dan tak percaya diri untuk bertemu dengan Tuan Bagas." ucap suci
"baiklah karena kau sudah datang tunggu aku akan mengatakan kepada Tuan Bagas bahwa kau ingin menemuinya." ucap Ron bersandiwara seperti artis
"baik Tuan terima kasih Tuan karena sudah membantuku aku takkan pernah melupakan Budi baik anda padaku." ucap suci andai saja suci tahu bahwa saat ini dia sedang berada di sebuah adegan yang telah diatur oleh Tuan Bagas dan asistennya Ron pasti suci akan sangat kesal
Ron tersenyum penuh arti ke arah suci, "iya Nona suci itu tidak masalah aku pasti akan selalu membantu nona suci." ucap ucap lalu masuk ke dalam meninggalkan suci yang menunggu di depan pintu restoran tanpa crown yang sudah berdiri di hadapan Tuan Bagas
__ADS_1
"bagaimana apakah penampilanku bagus katakan pada orang di dapur untuk menyiapkan es krim dan makanan ringan lainnya yang berbau coklat dan keju, sekarang panggil dia masuk aku sudah tak sabar ingin bertemu dengannya dan aku yakin pasti dia tidak akan menyadari bahwa akulah pria tua yang dia tolong saat itu." ucap tuan Bagas
"baik Tuan aku akan segera menyuruh orang nggak perlu menyiapkan hal tersebut dan menyuruh suci untuk masuk ke dalam." ucap Ron lalu berbicara kepada seorang pria pelayan restoran tentang pesanan Tuan Bagas kemudian keluar untuk bertemu suci
sementara di luar suci harap-harap cemas menanti kedatangan takutnya Tuan Bagas tak mau menemuinya apalagi dia hanya seorang wanita yang ibunya adalah wanita panggilan dia tahu dia siapa tapi dia hanya bisa berharap Tuan Ron dapat membantunya untuk bertemu dengan Tuan Bagas, tampak Ron yang sudah terlihat berjalan ke arah suci
"ayo masuk Tuan Bagas bersedia menemui mu ingat kau harus menuruti apa yang dikatakan oleh Tuan Bagas karena Tuan bagas orang yang baik tapi dia tidak suka dibantah dan hati-hatilah berbicara dengan tuan Bagas." ucap ron berusaha menjatuhkan mental suci
"duduklah bukannya kau ingin berbicara denganku." ucap tuan Bagas, tampak suci melihat ke arah Ron setelah Ron memberi kode untuk duduk suci pun dengan hati-hati duduk di meja tepat di hadapan Tuan Bagas
suci kini sudah duduk di hadapan Tuan Bagas tampak suci yang masih tertunduk tak berani menatap Tuan Bagas, "sekarang angkat wajahmu dan katakan apa tujuanmu sehingga kau datang kemari dan mengganggu makan malamku." ucap tuan Bagas
__ADS_1
suci mengangkat wajahnya sedikit demi sedikit lalu menelan sifatnya dengan kasar maaf tuan aku sudah mengganggu makan malam aku datang ke sini sebenarnya ingin membicarakan club yang Anda beli tadi siang aku sangat mencintai club tersebut karena klub itu adalah rumah bagiku dari lahir hingga aku dewasa aku tinggal di sana begitupun wanita dan anak-anak yang juga tinggal tinggal di tempat tersebut sebagai rumah mereka aku hanya ingin meminta Tuan memberiku keringanan agar aku bisa membayar uang klub kepada Tuan sedikit demi sedikit agar klub tersebut bisa tetap menjadi milik kami." ucap suci
"apa kau pikir aku ini bank perkreditan rakyat kecil yang menyicilkan uangnya untuk orang tidak mampu memangnya apa yang kau bisa tawarkan padaku jika aku bersedia mengembalikan klab tersebut dengan cara mencicil." ucap tuan bagas
tampak suci berpikir keras pasalnya dia tak memiliki apa pun saat ini tabungannya pun pas-pasan, maaf tuan aku hanya memiliki tabungan sebesar 3 juta bolehkah sebagai uang muka pasalnya hanya itu yang kumiliki ucap suci, mendengar perkataan suci membuat roh ingin tertawa terbahak-bahak tapi dia berusaha menawan tawanya takut suci tersinggung sementara Tuan Bagas sungguh tak bisa menahan tawanya langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan suci "oh astaga kenapa kau lugu sekali apa kau pikir tanah yang seharga 5 miliar bisa diberi uang muka hanya 3 juta saja." ucap tuan Bagas masih dengan tertawa terbahak-bahak
tampak suci menggaruk kepalanya yang tidak gatal benar apa yang dikatakan Tuan Bagas tapi dia kan tadi ditanya oleh tuan Bagas apa yang dia miliki saat ini yang dia miliki hanya uang tabungan 3 juta itu saja selebihnya Dia tidak memiliki apapun, "jadi Tuan apa yang harus aku lakukan aku tak memiliki apapun selain uang tabungan 3 juta itu yang menjadi hartaku untuk bertahan hidup bersama ibuku." ucap jujur suci
"begini saja aku ingin kau ingin club itu kan baiklah aku ingin kau memenuhi tiga permintaanku tapi aku belum akan mengatakan permintaanku kali ini cukup kau menyetujui saja kau akan melakukan apapun yang aku minta dengan menggunakan permintaan tersebut." ucap tuan Bagas
tapak suci melihat ke arah Ron, "sebaiknya nona suci setuju saja permintaan ketua tidak akan merugikan nona karena ketua kami sangat baik hati." ucap Ron meyakinkan, mendengar perkataan Ron yang begitu yakin membuat suci juga akhirnya yakin "baiklah tuan Bagas aku setuju dengan syarat yang kau ajukan." ucap suci dalam hati Tuan Bagas bersorak gembira akhirnya kini suci berada di dalam genggamannya.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya