
Aku sungguh tak menyangka bertemu Dengan Nona di sini apa nona tau nenekku terus bertanya apakah aku pernah bertemu lagi setelah bertemu di taman beberapa bulan yang Lalu, kau tau nona aku sangat bahagia semoga nona juga bahagia bertemu dengan ku oh iya aku kemari untuk mengundang nona makan siang bersama kami apakah nona bersedia." tanya Leo
"Maafkan aku Tuan aku hanya karyawan biasa di sini tidak sepantasnya makan bersama Tuan." ucap suci, benarkan apa yang aku katakan Tuan Robert dia pasti tak akan mau aku ajak untuk makan bersama itulah mengapa aku mengajakmu untuk ikut denganku agar bisa mengundangnya untuk makan siang bersama kita ucap Leo
"Kau ikut makan bersama kami ini adalah permintaan Tuan Leo dan kau harus menghargai Tuhan Leo seperti kau menghargai aku." ucap Robert
"Baiklah Tuan karena anda yang mengatakannya aku akan ikut untuk makan siang bersama." ucap suci yang merasa itu perintah sang suami
Tampak mereka semua sudah berada di ruangan di mana meja makan sudah disiapkan oleh beberapa pegawai kantin tampak Kevin menarik kursi untuk Robert kemudian menarik kursi untuk Suci silakan Nyonya." ucap Kevin dan kata-kata itu terdengar di telinga Robert begitupun Leo
Tuan Kevin Anda sangat tidak sopan memanggil seorang gadis dengan sebutan nyonya, maaf ya suci mungkin Kevin terbiasa mengatakan hal tersebut kita makan." ucap Leo
Sementara Robert tampak menatap Kevin dengan bingung karena melihatnya sangat sopan kepada suci seolah-olah Suci bukan karyawan melainkan istri seorang yang berkuasa, tampak Kevin memberikan piring tuan Robert kepada suci agar suci mengisikan lauk yang di sukai tuan Robert biasanya itu adalah tugasnya tapi Karen saat ini ada sang nyonya sudah seharusnya tugas itu di berikan pada sang nyonya
__ADS_1
Sementara Suci menghembuskan nafasnya kasar lalu mengambil piring tersebut dari tangan Kevin "maaf tuan Robert apakah anda ingin makan sesuatu." tanya Suci Robert menatap Kevin kemudian menatap ke arah suci ambilkan saja aku daging, sayur tumis, udang saus dan nasi serta sambal." ucap Robert
lihat hal tersebut berpikir mungkin saja karena Suci adalah karyawan sehingga dia yang harus menyiapkan hal tersebut saat asisten ingin mengambilkan makanan tiba-tiba Leo juga memberikan piringnya kepada Suci setelah makanan milik Robert telah selesai Suci tampak bingung melihat Leo memberikan piring kepadanya sementara Kevin tampak menggaruk pelipisnya karena merasa tidak enak, Suci pun terpaksa mengambil piring tersebut maaf tuan Leo anda ingin makan apa ." tanya suci, samakan saja dengan tuan Robert." ucap Leo lalu tersenyum
Kini semua orang sedang melahap makanan mereka masing-masing tapi dalam hati Robert dia masih bertanya-tanya tentang tingkah laku Kevin tidak sepertinya dia seperti itu saat Pamela masih bersamanya saja lihat tak pernah memperlakukan Pamela seperti itu bahkan membiarkan Pamela melayaninya apalagi memanggil Pamela dengan sebutan nyonya
"Wah masakan ini luar biasa bumbunya sangat terasa tapi tidak menghilangkan rasa dari makanannya aku sungguh sangat menyukai makanan ini." ucap Leo
"Syukurlah jika anda menyukainya aku sangat senang karena Anda puas dengan apa yang kami sajikan dan bisa merasakan produk yang selama ini kami jual di luar sana." ucap Robert
"Tuan Leo ini aku memang hanya tidak ingin tersenyum bukan berarti aku sakit gigi atau sariawan." ucap suci, "senyumanmu mengalihkan duniaku aku sangat senang melihatmu tersenyum wajahmu terlihat sangat cantik jika kau tersenyum." ucap Leo terus terang
Sementara Robert tampak menatap Suci dekat pandangan yang sulit diartikan entah apa maksud pandangan itu hanya dia dan Tuhan yang tahu, " maafkan aku Tuan aku harus kembali bekerja karena jam istirahat sudah berakhir beberapa menit yang lalu." ucap suci
__ADS_1
Leo melihat jam tangannya benar saja dia makan siang untuk karyawan sudah lewat beberapa menit "cepat sekali ya waktu berlalu padahal aku masih ingin bercerita lama denganmu aku juga tak bisa lama-lama karena aku sudah ada janji temu dengan orang lain setelah dari sini baiklah suci bisakah aku meminta nomor ponselmu maksudku nenekku ingin meminta nomor ponselmu jika kau tak keberatan." ucap Leo
"Jika memang nenek Anda meminta nomor ponselku aku nggak merasa keberatan silakan dicatat ini nomor ponselku." ucap suci tampak Leo mengetik nomor tersebut ke handphonenya, setelah memberikan nomor ponselnya kepada pamitan untuk kembali ke ruang untuk bekerja tampak suci yang sudah bangkit dan keluar dari ruangan menuju ke ruang kerjanya
Sementara itu Robert dan Leo nampak kembali ke ruangan Robert untuk menandatangani perjanjian yang mereka sepakati bersama, setelah mendatangkan perjanjian tersebut keduanya langsung bersalaman kemudian berpisah tampak Leo langsung keluar meninggalkan gedung perusahaan dengan mobil miliknya sementara Robert masih di perusahaan bersama Kevin
Robert yang sangat penasaran dengan kelakuan Kevin tadi saat makan siang lalu melihat Kevin yang sedang memeriksa berkas-berkas perjanjian antara Robert dan Leo "Kevin bolehkah aku bertanya kepadamu tentang kejadian yang tadi aku sangat merasa bingung kenapa kau memanggil gadis itu nyonya apakah kau mengenal gadis itu kau jangan sembarangan sepertinya Tuan Leo menyimpan perasaan kepada gadis tersebut walaupun memang gadis itu terlihat manis dan imut dengan senyuman yang indah." ucap Robert
Kevin menghembuskan nafasnya kasar dia ingin sekali mencekik atasannya yang ada di depannya saat ini entah kenapa atasan yang tidak bisa berpikir dengan jernih tidak mungkin dia memanggil seseorang nyonya jika dia tidak mengetahui bahwa wanita itu sudah menikah, "apakah Tuan tahu siapa wanita yang bernama Suci tadi." tanya Kevin
"Kau ini aku yang bertanya kepadamu malah kau balik bertanya yang aku tahu perempuan itu adalah pegawai di perusahaan kita kalau urusan pribadinya Mana aku tahu itu kan urusannya bukan urusanku." ucap Robert
"Tuan apa tuan ingat wanita yang Tuhan menikahi 5 bulan yang lalu apakah Tuhan ingat siapa namanya saat ijab kabul." tanya Kevin yang sudah sangat kesal.
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya