Cinta Untuk Suci

Cinta Untuk Suci
33. pembangunan masjid


__ADS_3

Mira tanpa kebingungan karena keranjang pakaian tersebut sudah tidak ada di tempat yang seharusnya, Mira yang berniat untuk menyuruh Rendy mengambilkan pakaian ganti miliknya tapi setelah dia berpikir ulang dia tak jadi melakukannya karena di dalam koper tersebut terdapat baju dalam miliknya tapi dia bisa meminjam baju mandi " Rendy apakah kau ada di luar." teriak Mira


"ada apa apakah kau membutuhkan sesuatu."tanya Rendy pura-pura tidak tau, " aku tadi lupa membawa handuk dan baju ganti,apakah kau memiliki baju mandi bolehkah aku meminjamnya." tanya Mira


"oh baju mandi ya tunggu ya aku akan melihatnya ucap Rendy lalu berjalan ke arah lemarinya pura-pura mencari baju mandi miliknya maaf Mirah sepertinya baju mandi milikku sedang dicuci bagaimana jika aku membuka kopermu dan mengambil baju mandi untukmu." ucap Rendy sambil tersenyum penuh arti


jangan kau jangan membuka koper milikku, apa bisakah kau membawa koper itu ke dekat pintu kamar mandi biar aku dapat meraihnya dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi ucap Mira," baiklah aku akan melakukan hal tersebut ucap Rendy lalu berjalan mendekati kamar mandi kemudian menyimpan koper tersebut di depan pintu kamar mandi


"


baiklah Rendy bisakah kau berbalik sebentar aku akan membuka pintu kamar mandi untuk mengambil koper milikku jadi aku mohon jangan melihat ke arahku." ucap Mira


baiklah sekarang aku sudah berbalik ucap Rendy dengan polosnya Mira membuka pintu kamar mandi lalu mengambil koper miliknya tapi tanpa dia sadari ada sebuah kaca yang tepat berhadapan dengan pintu kamar mandi membuat tubuhnya terlihat jelas saat mengambil koper dan membawanya masuk ke dalam kamar mandi tampak Mata Rendy terbelalak bahkan air liurnya hampir saja jatuh menetes melihat tubuh mulus dan kencang Mira

__ADS_1


sudah berpakaian rapi keluar bersama koper di tangannya lalu berjalan hendak menyimpan koper tersebut tapi saat akan menyimpan koper tersebut tanpa sengaja yang sangat besar dan dapat berhadapan dengan pintu kamar mandi, sontak saja Mira berpikiran bahwa Rendy bisa saja melihatnya tadi dari kaca tersebut tapi itu pasti tidak mungkin karena Rendy pasti akan melakukan hal tersebut pikir Mira apalagi Rendy tadi berada di sofa tidak berdiri dekat kaca tersebut


tapak mira langsung berjalan menuju ke arah Rendy yang sedang pura-pura duduk sambil membaca buku padahal jantung yang berdetak kencang keringatnya sudah menetes memikirkan hal yang tadi saat Mira mengambil kopernya


"apakah kau tak ingin mandi cepatlah kita mau ke mana aku ingin segera pulang untuk bertemu suci." ucap Mira , "oh astaga kau benar baiklah aku akan bersiap-siap lalu kita akan pergi." ucap Rendy


kini Rendy dan Mira sudah berada di dalam mobil milik Rendy tampak Rendi langsung melajukan kendaraannya menuju ke sebuah perkampungan sementara Mirna tampak duduk di jok belakang tapi dengan mata yang menggunakan penutup mata


sementara itu Reza yang setelah melihat klub suci lalu bergegas pergi ke kediaman ialah tampak yang baru saja tiba langsung menutup pintu ibu Ella tanpa keluar melihat yang menantu laki-laki yang membuat ibu apakah ada sesuatu tanya ibu Ela


tampak ayah Ella sedang melihat pembangunan mesjid yang ada di hadapannya tidak sia-sia Dia menyuruh keluarganya dari kampung untuk datang membantunya mengerjakan pekerjaan tersebut selain murah dan mereka tak berani membantah , aku harap pembangunan masjid itu bisa segera selesai." ucap ayah ella


"ayah Ella tenang saja masjid ini pasti akan selesai tepat waktu tapi ayah Ella bahan yang kita gunakan kurang baik apalagi ada beberapa bahan yang seharusnya tidak kita gunakan apakah tidak sebaiknya ayah Ella membeli bahan yang baru seperti semen dan pasir dan papan, tapi ayah Ella tolong kali ini beli ini barang yang masih baru karena kita akan mencoba bangunan masjid ini jika yang digunakan barang bekas itu tak akan baik." ucap tukang

__ADS_1


"baiklah besok aku akan membelikan bahan-bahan yang kau inginkan kau tulis aja bahan-bahan apa yang harus aku beli." ucap ayah Ella, setelah berbicara dengan ayah elah tampak tukang tersebut langsung kembali bekerja dengan beberapa orang temannya


"Untung saja aku cepat memanggilnya untuk membangun masjid ini apalagi besok orang yang menyumbang akan datang untuk melihat pembangunan masjid." ucap ayah Ella


sementara itu suci yang berada di perusahaan tampak sedang sibuk mengurus administrasi saat melihat jam di tangannya ternyata sudah waktunya makan siang suci lalu keluar dari ruang administrasi untuk pergi ke kantin kantor untuk makan siang sementara itu saat Suci keluar tanpa sengaja melihat Robert dan Kevin juga keluar dari perusahaan hanya bisa melihat sang suami dari jauh tanpa berani menyapanya


tampak Robert dan Kevin masuk ke dalam mobil setelah kedua orang itu masuk mobil pun melaju keluar dari pekarangan perusahaan sementara itu cuci saat berjalan keluar tampak para gadis membicarakan tentang ketampanan Robert, astaga lihatlah dan Robert semakin hari dia semakin tampan saja betul sekali Nona Pamela mendapatkan Tuan Robert yang sudah tampan kaya dalam hati Suci hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar karena meras para wanita itu sangat berlebihan memuji Robert baginya suaminya itu adalah seorang pria tak punya perasaan


tampak Suci berjalan menuju ke tempat karyawan makan setelah mengambil Suci pun duduk di sebuah kursi yang berada di pojok tampak beberapa orang pria melihat ke arah suci yang terlihat sangat cantik walaupun tak memakai apapun di wajahnya apalagi lesung pipinya saat dia tersenyum membuat banyak pria yang mengaguminya secara diam-diam tapi karena berinteraksi membuat mereka kadang ragu untuk mendekatinya


tampak seorang pria tampan berjalan ke arah Suci dengan gaya parlente, "halo bolehkah aku duduk di sini." tanya pria tersebut, lucu yang baru saja akan menyedot makanannya lalu melihat pria yang ada di hadapannya tampak Suci hanya mengganggu saja tak baca bicara membuat pria tersebut sangat penasaran dengan wanita yang ada di hadapannya ini pasalnya saat seorang wanita melihatnya pasti mereka akan langsung tersenyum


"apakah kau sedang sakit atau kau sedang sariawan." tanya pria tersebut, tapi lagi-lagi ekspresi Suci biasa saja dia hanya menggeleng lalu melanjutkan makannya, sementara pria tersebut semakin penasaran dengan suci karena suci sama sekali tak menggubris dirinya padahal dia adalah pria tertampan setelah Robert banyak wanita yang mengantri untuk bisa makan malam dengannya tapi ini tampak sangat cuek padanya.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2