
Tampak pria tersebut tersenyum menatap ke arah suci dan sang nenek "apakah nenek baik-baik saja maafkan aku nenek aku datang terlambat." ucap pria tersebut
"Nenek baik-baik saja untuk saja ada wanita cantik ini yang menolong nenek jika tidak nenek pasti sudah tersungkur di tanah dan terluka oh iya nona cantik siapa namamu aku benar-benar lupa bertanya tentang namamu." ucap wanita paruh baya tersebut
"Namaku Suci Bu ." ucap suci, "wah nama yang sangat cantik dan indah sesuai dengan orangnya panggil aku nenek saja namaku nenek bunga dan ini cucuku namanya Leo." ucap nenek bunga
Suci hanya mengangguk sambil tersenyum begitupun Leo" bagaimana kalau kau jalan-jalan ke rumah nenek sekalian kita makan malam di sana untuk mengucapkan terima kasih kepadamu." ucap nenek bunga
"Maaf nenek bukannya aku menolak tapi aku tak bisa ke rumah nenek tanpa izin dari kakek aku harus kembali pulang sekarang karena ini sudah malam dan sebentar lagi kendaraan umum mungkin akan jarang." ucap suci mencium tangan Kak nenek sang nenek lalu menunduk hormat kemudian pergi begitu saja dari tempat tersebut langsung naik ke sebuah taksi sementara pria tersebut terus menatap ke arah suci tanpa berkedip
"Kau ini ada wanita cantik di anggurin Kenapa kau tidak menawarkan tumpangan kepadanya Kita kan bisa mengantarnya pulang ke kediamannya kapan lagi aku bisa bertemu dengannya apalagi aku lupa meminta nomor teleponnya." ucap nenek bunga
"Maaf nenek aku juga tadi lupa untuk menawarkan tumpangan pasalnya dia terlalu cantik sehingga aku tak bisa berkata-kata di hadapannya." ucap pria tersebut lalu tersenyum menggandeng tangan neneknya untuk masuk ke dalam mobil tampak langsung sopir langsung melanjutkan kendaraan
__ADS_1
Sementara itu di kediaman orang tua Reza tampak Ella yang tiba-tiba mual dengan cepat elah berlari ke wastafel tampak ibu Reza dan kakaknya melihat adegan tersebut begitupun Reza dan ayahnya tampak sang ibu sudah tersenyum karena berpikir mungkin saja menantunya telah hamil begitupun sang kakak memikirkan hal yang sama sementara Reza tampak menatap Ela dengan tatapan yang sulit diartikan karena selama ini dia belum pernah menyentuh bahkan untuk menciumnya saja tidak, tampak terus memuntahkan makanan yang baru saja dia makan setelah memetakan telur makanannya sampai habis Ella pun langsung berkumur lalu meminum air
"Sayang kau baik-baik saja sebaiknya kau beristirahat besok kita akan periksa ke dokter siapa tahu saja kau sedang hamil saat ini." ucap ibu Reza yang sudah tadi menemani Ella saat muntah, mendengar perkataan mertuanya wajah Ella langsung pucat bagaimana tidak jika sampai dia benar-benar hamil itu berarti dia takkan bisa lagi tinggal di kediaman itu karena Reza pasti akan menceraikannya
"Aku baik-baik saja ibu mungkin saja aku sedang masuk angin." ucap Ella, benarkah tapi ibu rasaku sedang hamil tapi untuk memastikannya sebaiknya kita pergi periksa saja besok masalah hamil dan tidak itu tidak jadi masalah." ucap ibu Reza
Kini Bu Reza dan Ella kembali ke meja makan "Reza kau harus memperhatikan istrimu siapa tahu saja saat ini dia sedang mengandung." ucap ibu Reza, "wah luar biasa hanya bermodalkan tidur di dalam kamar tidak melakukan apapun bisa langsung hamil." ucap Reza membuat semua orang langsung melihat ke arah Reza, nampak wajah Ella pucat setelah mendengar kata yang dilontarkan oleh Reza
"Kau jangan sembarangan berbicara jangan katakan pada ibu bahwa kau tak pernah menyentuh Ella semenjak pernikahanmu sampai saat ini karena kau masih mengingat mantan pacarmu yang bernama Suci itu." ucap ibu Reza
Sabar sayang Reza Memang keras kepala dia pasti tak pernah menyentuh mu karena masih mengingat Suci wanita sialan itu seharusnya dia tak pernah muncul di kehidupan Reza." ucap ibu Reza
"Aku tidak apa-apa ibu aku hanya merasa sesak karena Reza menuduhku sudah hamil padahal aku masih Suci aku bukan wanita seperti itu ibu aku menjaga kehormatan untuk Reza." ucap ella
__ADS_1
"Iya ibu tahu sayang jika memang kau belum pernah berhubungan dengan Reza bisa saja kau masuk angin dan tidak hal tersebut tidak perlu diperiksa ke dokter kau cukup istirahat dan minum obat." ucap ibu Reza
"Baik ibu aku akan menjaga kesehatanku aku masuk angin karena beberapa malam ini aku terus khawatir tentang keadaan ayahku apalagi orang yang memberi investasi kepada masjid tersebut meminta ganti rugi sebesar 5 miliar kepada ayahku padahal jelas-jelas ayahku yang sudah mendapatkan musibah karena pembangunan masjid tersebut, harusnya Ayah ku minta ganti rugi bukan mereka." ucap Ella
"Benarkah bagaimana bisa orang tersebut meminta ganti rugi pada ayahmu jelas-jelas ayahmu sudah membangun sebuah masjid tapi mana dia tahu bahwa masjid itu akan roboh apalagi dia juga terkena imbasnya dengan kakinya diamputasi." ucap ibu Reza
"Itulah itulah ibu yang membuat ayahku dan ibuku sangat bingung apalagi keadaan ayahku yang seperti itu membuat dia tak bisa menjalankan perusahaan dan ayahku terencana untuk menjual perusahaan untuk menggantikan dana tersebut." ucap Ella
"Katakan pada ayah dan ibumu tidak usah menjual perusahaan kami akan memberikan uang tersebut kepada ayahmu, untuk mengganti investasi orang tersebut." ucap ibu Reza
"Terima kasih ibu kau begitu baik kepadaku aku akan menjadi menantu yang terbaik untukmu." ucap Ella sementara itu ayah Reza tampak melihat lelah dengan pandangan yang sulit diartikan sementara Kakak Reza hanya diam saja
Tampak suci yang sudah berada di kediaman kakek Bagas langsung masuk ke dalam rumah saat memasuki rumah terdengar suara sang ibu Mirna bersama suaminya Rendy, "nak kau sudah pulang ibu sudah menunggumu dari tadi ibu membawakan makanan kesukaanmu." ucap Mira
__ADS_1
Suci tersenyum riang lalu memeluk sang ibu kemudian mencium tangan kakek,Ron dan Rendy, "ibu tahu saja aku memang ingin makanan masakan ibu yang sangat lezat." ucap Suci saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba Mira merasa mual Mira tiba-tiba berlari ke wastafel Rendy pun mengikuti merah dari belakang tampak merah membentangkan semua isi perutnya tak berselang lama tiba-tiba mira langsung jatuh pingsan membuat Rendy sangat panik langsung mengangkat tubuh merah ke dalam kamar tamu semua orang tampak kaget karena Mira tiba-tiba muntah dan pingsan kakek Bagas langsung menelepon dokter pribadinya, tampak seorang dokter masuk ke dalam kamar ditemani oleh Ron.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya