
Tampak Pamela sedang berada di dalam kamar hotel mengingat tadi kartu yang diberikan Robert sudah terblokir Pamela langsung menghubungi Robert tapi ternyata panggilannya sudah diblokir oleh Robert sehingga Pamela semakin kesal sehingga Pamela langsung membanting ponselnya di ranjang, "dasar Robert sialan bagaimana bisa dia memblokir panggilan teleponku kau pasti akan membuat dia menyesal telah melakukan ini padaku." ucapan Pamela tak tahu diri
Waktu berlalu dengan cepat kini sudah 5 bulan berlalu, tapak Suci yang sedang berada di perusahaan sedang memeriksa beberapa berkas sementara itu Robert yang sedang berada di ruang kerjanya tampak sedang menunggu rekan bisnisnya yang akan datang ke perusahaan, "bagaimana kapan tuan Leo akan datang." tanya Robert
"Sekitar 30 menit lagi Tuan Leo akan datang untuk rapat aku sudah menghubungi sekretarisnya Dia sedang dalam perjalanan menuju kemari." ucap Kevin
"Baiklah apa ruang rapat sudah kau persiapkan bagaimana dengan berkas-berkas yang kita butuhkan." tanya Robert
"Semua sudah aku siapkan Tuan tapi Tuan kenapa kita tidak rapat di restoran atau di tempat makan saja apalagi sebentar lagi jam makan siang." tanya Kevin
"Entahlah aku juga tidak tahu mungkin saja Tuan Leo ada janjian yang lain saat makan siang." ucap Robert
__ADS_1
"Tuan bagaimana kalau kita mengajak Tuan leo untuk makan di kantin perusahaan agar dia dapat mencoba beberapa menu yang menggunakan bahan-bahan yang kita buat sendiri mungkin saja itu akan lebih membuat dia berminat dan tertarik untuk membeli beberapa bahan yang kita produksi sendiri dan saat ini sudah digunakan di beberapa hotel dan warung makan." ucap Kevin
"Ide mu boleh juga baiklah setelah rapat aku akan mengundang Tuan Leon untuk makan siang bersama kita di kantin perusahaan kau cepat turun orang kantin untuk mempersiapkan bahan-bahan yang selama ini kita gunakan dan berbagai macam masakan yang terkenal di kantin beritahukan pada koki dan petugas kantin agar menyiapkan tempat makan khusus." ucap Robert
"Baik Tuan aku akan mempersiapkan segalanya seperti yang anda perintahkan." ucap Kevin, sebuah mobil mewah tampak terparkir tepat di depan pintu perusahaan terparkir sempurna di depan pintu perusahaan tempat tampak seorang pria keluar dari mobil tersebut diikuti oleh seorang pria tampan yang sangat berkarisma dengan setelan jas mahal tampak pria tersebut langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan sementara Kevin dan Robert yang sudah menunggu saya dari tadi nampak langsung menyambut kedatangan pria tersebut masuk ke dalam lift menuju ke ruang rapat
"Wah perusahaan Robert sangat mewah dan juga sangat nyaman ucap pria tersebut, "Tuan Leo sangat pandai memuji bukankah perusahaan Tuan Leo juga sangat besar dan sangat nyaman." ucap Robert
"sudahlah tuan Robert aku tahu seberapa besar perusahaan ini baiklah bagaimana dengan rencana kerjasama yang akan kita lakukan apakah Tuan Robert sudah bisa memperlihatkan produk-produk yang digunakan dalam kebutuhan sehari-hari karena aku dengan ada beberapa produk Tuan Robert sangat laris di pasaran terutama sering di gunakan oleh beberapa hotel dan juga restoran." ucap Leo
"Tentu saja tuan Robert karena kita akan bekerja sama untuk mengekspor barang-barang tersebut ke negara-negara lainnya yang jumlahnya sangat banyak dengan omset 100 triliun per ekspor." ucap tuan Leo
__ADS_1
"Baiklah setelah prestasi ini aku akan mengajak anda untuk makan beberapa hidangan yang menggunakan bahan-bahan yang kami produksi ." ucap Robert, tampak semua orang sedang melihat ke arah layar di mana seorang pria tentang tidak mempersatukan bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan produksi tersebut dan beberapa produksi yang saat ini sedang dikembangkan setelah melihat presentasi tersebut tampak langsung mengajak Tuan Leo ke kantin saat memasuki kantin tampak pada karyawan wanita tak berkedip melihat pesona Tuan Leo yang sangat tampan dan selalu tersenyum sangat berbeda dengan Tuan Robert walaupun tampak tapi dia jarang tersenyum, bahkan beberapa wanita mencoba untuk menarik perhatian Tuhan Leo tapi sayangnya Tuan Leo tampak melihat seorang wanita yang sepertinya dia kenal sedang duduk di pojok sambil memakan makanannya tak ada reaksi apapun dari dirinya walaupun semua orang tampak heboh
"Tuan Robert bolehkah aku mengajak seseorang untuk makan dengan kita." tanya Tuan Leo, "jelas saja boleh Tuan Leo memangnya siapa yang Tuhan ingin aja apakah kita harus menunggunya sampai dia datang." tanya tuan Robert
"oh itu tidak perlu sepertinya dia adalah salah seorang karyawanmu di perusahaan ini jadi aku ingin mengundangnya untuk makan bersama kita kebetulan aku sempat bertemu dengannya beberapa bulan yang lalu tapi sayangnya aku tak sempat bertanya tentang identitasnya." ucap tuan Leo
"oh benarkah hal itu aku tak menyangka ada karyawanku yang menarik perhatian anda apakah dia seorang pria atau seorang wanita." tanya Robert, kebetulan dia seorang wanita yang sangat cantik dan menawan." ucap leo
"sepertinya anda tertarik dengan salah satu karyawanku sungguh karyawan itu sangat beruntung bisa dilirik oleh tuan muda seperti anda." ucap Robert, " Tuan bisa saja aku hanyalah pria biasa bagaimana jika kita sama-sama mengajaknya untuk makan bersama kita aku takut jika aku sendiri yang mengajaknya dia akan menolaknya dengan alasan pekerjaan tapi jika Tuhan yang mengajaknya untuk makan malam aku yakin dia akan menerimanya." ucap Leo
"Baiklah silahkan anda jalan terlebih dahulu agar aku tahu di mana wanita tersebut." ucap Robert, setelah mendapat lampu hijau dari Robert tampak Tuan Leon melangkah menuju sudut yang agak sepi hanya beberapa orang yang sedang makan di sana tampak Kevin terbelalak saat Tuan Leo terus berjalan melewati karyawan yang lain dan melangkah menuju meja Suci yaitu istri tuannya sementara Robert tampak santai kemudian matanya tertuju pada seorang wanita yang sedang makan dengan santai sendiri di sudut kantin yang sepi tampak robek melihat seakan-akan ada sesuatu yang familiar tapi sepertinya dia tidak terlalu memperhatikan hal tersebut, "halo Nona Suci apa kabar." ucap Leo, tampak suci yang sedang makan sontak langsung melihat ke arah Leon tapi saat melihat ke arah samping Suci langsung terbelalak karena Robert tepat di samping
__ADS_1
"Halo Tuan Leo aku baik." ucap Suci merasa tidak enak apalagi di hadapannya ada suaminya sementara Robert Tampak santai sepertinya dia tak mengetahui bahwa wanita yang ada di hadapannya saat ini adalah istrinya sementara Kevin tampak hanya bisa geleng-geleng kepala melihat apa yang terjadi entah apa yang akan dikatakan Robert jika dia mengetahui bahwa wanita di hadapannya adalah istrinya dan sepertinya rekan bisnisnya menyukai istrinya.
Jangan lupa, like, komen vote dan hadiahnya