Cinta Untuk Suci

Cinta Untuk Suci
9. penjualan klub


__ADS_3

Sementara itu di dalam ruangan pemilik klub tampak merah dan teman-teman yang lain sudah berkumpul pemilik klub melihat satu persatu wanita yang ada di hadapannya yang sudah menemaninya sejak pembukaan klub hingga saat ini ada rasa sesak di dadanya saat melihat mereka dan akan mengatakan apa yang harusnya mereka ketahui


"Ada apa mami memanggil kami kemari." tanya Mira yang saat ini sudah duduk bersama dengan seseorang yang dia panggil mami, wanita yang di panggil mami tampak menghembuskan nafasnya kasar lalu tertunduk


"Aku memanggil kalian kemari karena ada yang ingin aku sampaikan pada kalian, kalian pasti sudah tau bahwa klub ini mami jadikan jaminan di bank saat pandemi terjadi karena saat itu semua usaha tutup dan tak ada penghasilan sama sekali." ucap mami


"Tentu saja kami tau mami karena kami semua terdampak tapi kan selama ini mami selalu membayar dan tinggal satu tahun lagi semua lunas, tapi bukannya kemarin mami akan membayar semua pinjaman itu dari uang yang sudah terkumpul saat acar penutupan arisan bersama yang kita semua ikuti." ucap Mira


"Inilah yang aku ingin aku bicarakan tentang uang tersebut dan tentang klub ini maafkan aku beberapa hari yang lalu sepertinya putriku membawa uang tersebut ke luar negeri secara diam-diam dan saat aku menghubunginya dia tak merespon bahkan ponselnya mati." ucap mami, sungguh mami sangat malu harus mengatakan apa yang terjadi apalagi dana tersebut yang akan dipakai untuk membayar utang di bank dikumpulkan secara bersama-sama oleh semua penghuni klub dengan kisaran yang berbeda-beda tapi apa yang terjadi oleh putrinya dan sekarang Dia terpaksa harus menjual club karena sudah menunggak beberapa bulan dan pihak bank sudah mengirimkan surat peringatan untuk kesekian kalinya jika sampai tak melunasi maka klub akan disita


Semua orang saling menatap mereka merasa kasihan dengan apa yang terjadi pada mami putrinya yang tidak tahu diri itu selalu hanya datang menyusahkan mami lalu pergi begitu saja tanpa mempedulikan mami yang sudah tua, "jadi apa yang harus kami lakukan mami agar bisa membantu membayar cicilan klub ini kami tahu mami juga pasti resah dengan apa yang terjadi kami tak ingin menyalahkan mami biar bagaimanapun kami ikhlas saat membantu untuk membayar klub ini." ucap Mirna


Mami lalu meraup wajahnya dengan kasar "tak ada yang bisa kita lakukan saat ini klub ini sudah memilih jual kepada seseorang dan dalam satu minggu kita harus mengosongkan tempat ini." ucap mami

__ADS_1


Semua orang nampak panik dan saling memandang "kenapa mami langsung menjualnya seharusnya mami mendiskusikan dahulu pada kami terlebih dahulu siapa tahu kami bisa menutupi uang untuk pembayaran klub ini di bank." ucap Mirna


"Karena aku yakin walaupun kita mengumpulkan dana tapi tak akan bisa membayar pinjaman di bank tersebut apalagi mami sudah tak pernah membayar selama 3 bulan ini sehingga membuat pembayaran semakin kebetulan ada yang menawarkan harga dua kali lipat untuk membeli klub ini jadi mami menjualnya." ucap mami


mendengar perkataan mami semua orang tampak tertunduk lesu bagaimana tidak tempat yang mereka tinggali selama puluhan tahun akan segera diambil oleh orang lain dan mereka harus keluar dari tempat tersebut padahal mereka sudah hidup dengan nyaman di sana


"Apa tak ada cara lain lagi mami agar klub ini bisa bertahan." tanya Mirna, entahlah mami juga tidak tahu tapi mungkin saja jika penjualnya mau membiarkan kita menyicil padanya untuk klub ini, tapi itu tidak mungkin kata orang yang membelinya dia akan membangun hotel di tempat ini dan beberapa jam lagi yang membeli klub ini akan datang untuk melakukan transaksi aku harap kalian bisa menerima keputusanku dan maafkan aku tak bisa mempertahankan klub ini." ucap mami


Setelah pembahasan yang cukup alot di dalam ruangan mami kini semua orang sudah keluar dan kembali ke tempat mereka masing-masing kampak Mirna yang duduk di depan TV dengan raut wajah yang sulit diartikan membuat suci yang baru saja keluar dari kamarnya bingung melihat sang ibu yang tampaknya sedang memikirkan sesuatu, "ada apa ibu kenapa ibu murung seperti itu apakah ada sesuatu yang terjadi." tanya suci


"Sayang sepertinya kita harus mempercepat untuk mencari rumah karena sebentar lagi klub ini akan dibeli oleh seseorang dan dalam satu minggu ini kita harus keluar dari sini." ucap Mira


"Apa menjual club apa yang terjadi ibu bagaimana bisa bukannya mami tak pernah ingin menjual klub ini bahkan dia melihat untuk mewakafkan Tanah ini tapi kenapa tiba-tiba Tanah ini dijual." tanya suci bingung

__ADS_1


"Ini karena uang sumbangan yang untuk pembayaran di bank telah dibawa kabur oleh anak mami ke luar negeri sehingga mami sudah tidak ke bulan menunggak pembayaran di bank membuat tagihan membengkak dan meminta mampu lagi membayarnya jadi dia menjual klub ini pada seseorang yang sebentar lagi akan datang untuk menyelesaikan pembelian." ucap Mirna


"Seharusnya mami tak menjualnya kita bisa bergotong-royong kembali untuk membayar klub ini apakah ada cara lain agar klub ini tetap dibeli." tanya suci


"Aku juga tidak tahu nak kata mami mungkin saja penjualnya bisa berbaik hati jika kita berbicara dengannya tentang sejarah klub ini dan bersedia untuk membayar sedikit demi sedikit asalkan klub ini jangan diambil." ucap Mira


Beberapa jam kemudian tampak asisten kakek Robert datang menemui mami di ruang kerjanya tampak asisten kakek Robert bersama pengacaranya sedang melakukan transaksi jual beli dengan mami suci yang tiba-tiba masuk membuat semua orang terkejut "ada apa nak kenapa kemarin." tanya mami


"Apa mami yakin menjual club ini bukankah di sini banyak orang yang hidup." ucap suci sambil melihat ke arah mami, "mami sudah menjual club ini pada Tuan ini." ucap mami


"Tuan aku mohon klub ini sangat penting bagi kami di sini banyak yang bergantung hidup pada tempat ini Tuhan bisakah anda memberikan kami keringanan untuk beberapa bulan ke depan siapa tahu saja kami bisa membayar untuk klub ini." ucap suci


"Maaf Nona tuan ku sudah membeli klub ini tapi jika memang Anda ingin klub ini kembali Anda bisa menemui Tuan kami Dia mungkin bisa membantu nona." ucap asisten Ron menyerahkan sebuah kartu nama kepada suci dengan cepat suci mengambil kartu nama tersebut.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya


__ADS_2