
Tuan Bagas tersenyum tipis melihat ke arah suci "baiklah jika kau memang setuju dengan persyaratan ku maka kau bisa menandatangani kontrak denganku, di mana aku bersedia kau membayar cicil kepadaku atas bangunan klub sesuai dengan harga yang yang aku beli dan kau setuju untuk memberiku 3 permintaan yang harus kau setujui apapun yang terjadi lebih lengkapnya kau bisa membaca kontak itu sendiri Ron tolong berikan kontraknya." ucap tuan Bagas
Mengambil surat kontrak yang memang sudah mereka sediakan dari tadi lalu membawanya ke hadapan suci tampak suci melihat ke arah Ron lalu melihat ke arah surat kontrak yang ada di hadapannya run langsung mengganggu memberi suci tanda untuk setuju saja suci dengan ragu membaca isi konsep tersebut tak ada yang aneh dalam kontrak itu membuat suci percaya apalagi akan mungkin menipunya suci pun akhirnya mereka menandatangani kontrak tersebut setelah membacanya sementara Ron dan tanpa saling melihat sambil tersenyum tipis
"Baiklah karena kau sudah menandatangani kontrak tersebut sekarang kita adalah rekan bisnis ayo mari kita makan bersama." ucap tuan Bagas, tampak suci benar dengan makanan enak dan lezat di hadapannya apalagi ada es krim dan kue coklat kesukaannya membuat suci tak berhenti mengalihkan pandangannya pada kedua makanan penutup tersebut
Tapi suci tau diri dia tidak mungkin makan malam bersama Tuan Bagas "terima kasih Tuan tapi aku kurang pantas untuk makan bersama Tuan." ucap suci
"Apanya yang tidak enak jika kau pergi tanpa makan itu tidak menghormatiku ayo sekarang makanlah pelayan sudah menyiapkan semua ini berlebihan Ron ikut duduk makan mungkin suci tidak enak karena tidak mempunyai teman karena aku pikir sepertinya kalian sudah berteman." ucap Tuan Bagas menyindir Ron
Ron langsung duduk tak jauh dari suci melihat ruang duduk suci langsung melihat ke arah Ron Ron mengangguk sekali lagi ikut makan akhirnya suci pun ikut bahkan bersama kedua pria paruh baya tersebut setelah makan tampak Tuan Bagas menyuruh pelayan untuk membungkus makanan untuk dibawa pulang oleh suci suci merasa tidak enak tapi dia bersyukur ternyata Tuan Bagas sangat baik dan dermawan seperti kata ibunya
Sementara itu setelah kepergian suci yang diantar oleh sopir tembaga tampak Tuan Bagas dan Ron berbincang-bincang "aku tak menyangka anak itu dekat denganmu dia bahkan mengganggap mu sebagai sahabatnya dan orang yang bisa dipercaya." ucap Tuan Bagas
__ADS_1
"Aku juga tak mengerti Tuan sepertinya suci memang orang yang baik yang mudah percaya pada siapapun dia terlihat sangat lugu padahal aku sebenarnya memberinya ide untuk masuk ke dalam perangkap Tuan." ucap Ron
"Akhirnya aku sangat lega karena Robert sudah di tanganku begitupun suci mereka takkan bisa lari menghindar dari pernikahan ini tapi kita akan mengetahui hal tersebut setelah Robert melakukan rencananya untuk melamar Pamela di depan umum aku ingin lihat bagaimana Pamela mempermalukan Robert tepat di saat yang tepat." ucap Tuan Bagas sambil tertawa terbahak-bahak bersama Ron seolah-olah hal yang akan terjadi pada sesuatu yang membahagiakan baginya
Suci yang kembali pulang dengan mobil mewah tampak keluar dengan berbagai bungkusan makanan di tangannya suci membagikan makanan tersebut kepada yang lain dan kemudian membawa pulang makanan kesukaan sang ibu tampak ibu suci melihat putrinya yang baru saja datang lalu menyambutnya dengan senyuman pulang "bagaimana sayang apakah kau bertemu Tuan Bagas." tanya Mira
"Aku nanti akan menceritakan apa yang terjadi di restoran pada ibu tapi sekarang ayo ibu makan dulu setelah makan kita duduk bersama aku akan menceritakan apa yang terjadi di restoran." ucap Suci lalu menyiapkan makanan untuk sang ibu memindahkan makanan dari restoran ke piring dan di bawah di hadapan sang ibu yang sedang duduk, tampak merah makan dengan lahap setelah makan Mira sudah tidak sabar untuk menunggu suci bercerita tentang apa yang terjadi di restoran
"Aku berhasil ibu Tuan Bagas setuju jika aku mengecil klub yang dibelinya, Dengan begitu kita tak perlu pindah dan klub ini akan ditutup dan hanya dijadikan tempat tinggal untuk kita semua." ucap suci
"Benarkah aku sangat bersyukur karena tempat ini adalah tempat yang sangat bersejarah untuk ibu dan juga teman-teman ibu yang lain walaupun bagi orang luar tempat ini adalah tempat kotor tapi bagi kami tempat ini adalah di mana kami bisa makan dan tertawa." ucap Mira
"Karena ini sudah malam aku berencana untuk berbicara dengan pemilik klub tentang masalah ini jadi kita bisa sama-sama membeli klub ini agar klub ini menjadi milik kita semua bukan milik seorang saja." ucap suci
__ADS_1
"Sebenarnya ada satu hal yang mengganggu pikiran ibu bagaimana jika yang lain tidak setuju dan tetap pergi bagaimana dengan pembayaran setiap bulan dan berapa cicilannya setiap bulan." tanya ibu Mira
Suci menepuk jidatnya dengan keras dia lupa bertanya pada Tuhan Bagas berapa yang harus dia setor per bulan untuk pembayaran uang klub tersebut, "astaga ibu aku lupa bertanya tentang berapa biayanya per bulan yang harus aku bayar tapi aku yakin Tuhan Bagas tahu aku tak punya uang yang begitu banyak dia pasti akan mengerti jika aku hanya membayar sedikit perbulan lihatlah dia bukankah sangat baik memberi aku makanan dan menyuruh aku membawa pulang makanan untuk kita semua kalau yang lain tidak setuju aku akan berusaha mencari uang lebih ibu ." ucap Suci semangat
Sementara itu Tuan Bagas yang sudah berada di ruang kerjanya bersama dengan Ron dan seorang pengacara tampak sedang duduk bersama "jadi tuan ingin sertifikat klub tersebut atas nama Suci." tanya pengacara tersebut
"Ya aku ingin Suci menjadi pemilik tanah tersebut karena tanah itu memang aku rencanakan untuk suci yang telah menyelamatkan nyawaku aku bukan pria yang tak tahu berterima kasih hanya saja aku menggunakan tanah tersebut untuk melakukan sesuatu yang bisa membuat Suci menjadi bagian dari keluargaku." ucap tuan Bagas
"Baiklah aku hanya ingin meminta beberapa identitas pribadi Suci mungkin Ron bisa menyiapkannya besok sehingga aku bisa mengurus akte tanah tersebut secepatnya bertukar nama menjadi milik suci." ucap pengacara tersebut
"Itu tidak masalah bestinya Suci ada di sini siapa lagi kalau bukan Ron karena di saat di restoran tadi Suci selalu melihat ke arah Ron semua keputusannya sepertinya didasari pada anggukan Ron." ucap Tuan Bagas sambil melihat ke arah Ron dengan tatapan yang sulit diartikan.
Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya
__ADS_1