Cinta Untuk Suci

Cinta Untuk Suci
64.sarapan pagi


__ADS_3

Sang ibu yang merasa khawatir atas laporan pelayannya langsung bergegas bangkit dan berlari menuju kamar Reza tapak sak ibu mengetuk pintu kamar berulang-ulang kali tapi Reza tak bergeming sama sekali Dia hanya menghancurkan semua barang milik Ella


Tampak ibu Reza sangat panik karena tidak berhasil saat pintunya sedikit bersuara "apa yang terjadi di dalam ayo buka pintunya nak, bicarakan semuanya pada ibu jangan sampai kau melukai dirimu sendiri." ucap ibu Reza


"Sebaiknya ibu jangan mempedulikan ku ibu juga tak akan percayai apapun yang aku katakan jadi biarkan saja aku melakukan apa yang aku inginkan." ucap Reza, nak bukalah pintumu dan berbicara pada ibu jangan seperti ini ibu akan mendengar semua apa yang kau katakan tapi buka dulu pintunya dan bicarakan baik-baik dengan ibu agar ibu mengerti apa yang terjadi." ucap ibu Reza kegaduhan tersebut terdengar sampai ke kamar membuat ayah Reza dan juga kakaknya langsung keluar dari kamar dan berlari menuju kamar Reza


"Sda apa ibu apa yang terjadi pada Reza." tanya sang ayah, "ibu juga tidak tahu ayah tadi dia pulang saat bibit mengajaknya untuk makan malam tiba-tiba pelayan mendengarkan barang pecah di dalam kamar." ucap ibu Reza, Reza ini ayah cepat buka pintunya atau ayah akan mengambil kunci serep dan membukanya sendiri." ucap Ayah Reza


"Ayah biarkan dulu Malam ini aku sendiri memikirkan semua ini besok aku akan berbicara di depan kalian semua tentang apa yang terjadi." ucap Reza, ayah Reza menghembuskan nafasnya kasar dia tidak mungkin memaksa Reza untuk mengatakan sesuatu dengan terpaksa, "baiklah tapi perlihatkan dulu wajahmu pada ibumu agar dia tidak cemas memikirkan mu." ayah Reza, mendengar perkataan ayahnya tampak muka pintunya sedikit memperlihatkan wajahnya setelah itu dia kembali menutup pintu kamarnya, ayo ibu kita pergi makan malam dulu biarkan reza tenang dia pasti sedang memiliki masalah yang tidak kita ketahui." ucap ayah Reza selalu membawa sang istri ke ruang makan sementara Kakak Reza melihat kelakuan sang adiknya

__ADS_1


Sementara di rumah sakit tampaklah sudah lebih baik apalagi infus yang sudah dilepas dan tubuhnya sudah kembali pulih seperti sedia kala "jadi besok kau akan langsung kembali ke kediaman mertuamu." tanya kekasih Ella, tentu saja apalagi Sudah beberapa hari aku tidak mengaktifkan nomor ponselku aku takut mereka curiga dan mencari oh iya di mana ponselku aku sampai lupa untuk mengaktifkannya kembali." ucap Ella


Aku juga tidak tahu di mana ponselmu mungkin saja di tasmu coba saja kau cari ucap kekasih Ella lalu mengambilkan tas milik Ella tampak Ela membuka tas dan memeriksa tas tersebut benar saja ponselnya ada di dalam tas tersebut tapi sayangnya ponsel itu mati total karena selama ini tidak dicas tampak elang menirukan kekasih untuk mencharge ponselnya


"Oh iya sebaiknya setelah aku pulang kau jangan dulu menghubungiku takutnya Reza curiga walaupun selama ini kami tidak pernah tidur bersama tapi kami berada di kamar yang sama." ucap Ella, "kau jangan khawatir sayang aku akan menunggu panggilan telepon jika kau sudah memanggilku aku akan datang kepadamu." ucap kekasih Ella


"Terima kasih sayang kau memang pria yang baik, sebenarnya aku sangat mencintaimu seandainya kau memiliki harta seperti Reza aku pasti akan menikah denganmu tapi sayang kau bekerja hanya sebagai seorang karyawan yang hanya bisa memberikan aku makan tapi tidak bisa membawa aku berbelanja barang-barang mewah." ucap Ella


Sementara itu kedua orang tua Ella tampak sangat khawatir tentang keberadaan Ela dan juga mereka merasa Reza pasti sudah mengetahui sesuatu karena Reza hanya datang bertanya lalu pergi begitu saja tidak seperti biasanya tapi saat ibu Ella menghubungi Ella nomor ponselnya tidak aktif sama sekali di mana anak itu membuat aku khawatir saja bagaimana jika Reza mengetahui perselingkuhannya dan dia menceraikannya aku dan ayahnya akan hidup bagaimana begitupun dirinya." ucap ibu Ella

__ADS_1


Waktu berlalu dengan cepat pagi telah menyapa di rumah sakit tampak Ela yang sudah keluar bersama dengan sang kekasih era tanpa langsung masuk ke dalam mobil untuk pergi ke kediaman sang mertua


Sementara itu di kediaman kakek Robert tampak semua orang bingung saat sarapan suci tak juga keluar dari kamar, membuat kakek Robert sedikit khawatir kakek Robert tampak melihat sang cucu, "ada apa sebenarnya Kenapa Suci masih belum keluar untuk sarapan bersama kita bukannya semalam kau bilang dia sedang kurang enak badan apa sebaiknya kita bawa saja ke rumah sakit kalau dia memang belum sehat." ucap kakek Robert


"Kakek tak usah khawatir padanya dia akan baik-baik saja lusa akan kami akan segera pindah ke apartemen milikku ucap Robert lalu bangkit membawakan sarapan untuk Suci sementara itu di dalam kamar tampak suci yang terus melihat ke arah jendela kamar tak bergeming sama sekali Robert yang masuk membawa sarapan tampak melihat ke arah suci yang terus menatap jendela di luar ada "apa denganmu kenapa kau terus menatap keluar jendela apakah kau menginginkan sesuatu ini makanlah sarapanmu terlebih dahulu lalu minum susu aku akan pergi ke perusahaan kau tidak perlu bekerja hari ini kau bisa datang bekerja kapanpun yang kau inginkan." ucap Robert lalu mengecup jidat dan kedua pipi Suci serta bibirnya kemudian keluar dari kamar


Suci masih tak bergeming setelah Robert keluar dari kamar Dia hanya bisa menangis mengingat apa yang terjadi apalagi semalam Robert melakukannya lagi walaupun kali ini tidak sesakit yang pertama tapi tetap saja tak pernah meminta izin untuk melakukan hal tersebut padanya


Sementara Kevin yang berada di ruang makan tampak melihat ponselnya kemudian memeriksa ada panggilan tidak terjawab Dan itu dari Pamela tampak Kevin mengabaikan panggilan telepon tersebut karena dia merasa Pamela tak berguna dan tak memiliki pun apapun lagi dengan bosnya sementara itu Pamela yang sejak semalam tak bisa tidur karena memikirkan cara untuk kembali lagi bersama Robert tampak sedang tertidur pulas di dalam kamar

__ADS_1


Emmanuel yang akan berangkat ke perusahaan tanpa meminta izin pada istri dan anaknya kini Emanuel sudah berada di perusahaannya bekerja seperti biasanya dia bahkan tidak mengingat tentang Pamela atau meminta maaf padanya karena baginya semua wanita sama saja dia hanya mempermainkan semua wanita tersebut karena sebenarnya itu wanita tersebut hanya selingan saja ketika dia bosan dan saat istrinya tidak berada di dekatnya.


Jangan lupa like, komen, vote dan hadiahnya


__ADS_2