
Tampak dokter memeriksa mira yang tergeletak tak berdaya di ranjang dokter tersebut sempat menautkan alisnya saat menyadari bahwa saat ini Mira sedang mengandung, sementara itu Tuan Bagas yang melihat ekspresi sang dokter tiba-tiba tersenyum karena ekspresi itu sama persis saat dokter tersebut memeriksa istrinya dan juga menantunya saat mengandung
Sepertinya wanita ini butuh dokter kandungan dokter tersebut membuat semua orang terbelalak mendengarkan mendengarnya bahkan Rendy sampai tak bisa berbicara apa-apa karena sangat syok dengan apa yang terjadi mengingat bahwa umurnya dan umur Mira sudah tidak muda lagi itulah mengapa saat mereka berhubungan baik Mira dan rendy tak pernah mengunakan pengaman karena mengira Mira tak akan hamil
Suci langsung memeluk ibunya yang tampak baru sadar dari pingsannya "ibu selamat aku akan memiliki adik." ucap suci, membuat Mira langsung menautkan kedua alisnya karena bingung dengan ucapan suci, tiba-tiba Rendy langsung berteriak seperti orang gila lalu memeluk dokter yang berdiri di dekat ranjang "oh astaga aku aku akan menjadi ayah terimakasih tuhan atas rezeki mu ." ucap Rendy membuat dokter hanya bisa geleng-geleng kepala
"Harap anda tenang tuan sebaiknya Anda memeriksakan istri anda ke dokter kandungan secepatnya mengingat usia kandungan yang masih sangat muda dan usia istri anda yang sudah tidak muda lagi." ucap dokter tersebut
Rendy terdiam benar juga apa yang dikatakan dokter apalagi istrinya sudah tidak muda lagi dan harus mengandung di usia seperti itu pasti butuh tenaga ekstra Rendy langsung melepaskan pelukannya pada dokter lalu melihat ke arah sang istri yang masih mematung tak percaya bahwa dia sedang mengandung saat ini Suci lantas bangkit dari tempat tidur untuk mengambilkan air sang ibu sementara Rendy langsung memeluk istrinya "sayang terima kasih aku sangat mencintaimu aku akan melakukan apapun untuk kau dan bayi kita." ucap Rendy
"Ayah sebaiknya biarkan ibu minum terlebih dahulu ibu pasti sangat terkejut." ucap suci sambil menyerahkan gelas kepada Rendy, "kau benar ibumu pasti sangat terkejut." ucap Rendy lalu mendekatkan gelas ke mulut Mira, sedikit demi sedikit Mira meneguk air tersebut
__ADS_1
setelah meneguk air tersebut tampak mira melihat ke arah Rendy "apakah benar aku sedang hamil." tanya Mira, "menurut dokter kau memang sedang hamil tapi kita akan memeriksa kembali kandunganmu di dokter kandungan untuk memperjelas hasilnya." ucap Rendy
Suci panggil Mira, "iya ibu ada apa apakah ibu menginginkan sesuatu." tanya suci, "hanya kau yang paling jujur katakan pada ibu apa benar ibu sedang hamil." tanya Mira seakan-akan tak percaya bahwa dia sedang mengandung saat ini mengingat usianya sudah tidak muda lagi Dia pernah mengalami keguguran
"Iya ibu, ibu sedang hamil tapi sebaiknya ibu memeriksakan kandungan ibu ke dokter kandungan." ucap suci, setelah beberapa menit di kamar tiba-tiba mira sepertinya sedikit lelah membuatnya ingin tidur setelah Mira tidur tampak semua orang keluar dari kamar
Di ruangan keluarga tampan Rendy dan Ron saling berpelukan tak bertulang lama Tuan Bagas dan Rendy juga saling berpelukan, "selamat Rendi di usiamu yang sekarang ini kau akan menjadi ayah kami tak menyangka bahwa ternyata senjatamu masih berguna dan bahkan sangat efektif buktinya baru satu bulan lebih kau menikah kau sudah bisa menghasilkan." ucap tuan Bagas
Beberapa hari berlalu tampak Suci bingung saat seorang pelayan memberikan sebuah amplop kepadanya suci lalu membuka amplop tersebut terdapat kartu dan sebuah surat ternyata surat tersebut dari Robert yang memberikan kartu tersebut sebagai uang bulanan untuk suci sebagai nafkah suami untuk istrinya
Suci hanya menyimpan kartu tersebut di dalam dompetnya lalu keluar hendak ke perusahaan sementara itu jauh di sana tampak Pamela yang sedang berbelanja tapi pada saat Pamela ingin membayar tiba-tiba kartu yang biasa digunakan ditolak karena kartu tersebut sudah diblokir membuat Pamela sangat kesal padahal beberapa hari yang lalu kartu itu masih berfungsi dengan baik dia bingung kalau memang Robert ingin menonaktifkan kartu itu dari awal dia menolaknya tapi mengapa baru sekarang pikir Pamela, sebenarnya Emanuel juga memberikan kartu kepadanya tapi karena Pamela terlalu boros sehingga Pamela harus menggunakan dua kartu yaitu dari Robert dan dari Emanuel tapi karena Pamela sangat boros sehingga kadang dia harus memakai dua kartu sekaligus, "maaf Nona kartu ini sudah mencapai batas pemakaian apakah Nona memiliki kartu yang lain atau nona bisa menambahkannya dengan uang cash ucap kasir tersebut
__ADS_1
Pamela langsung mengeluarkan kartu miliknya setelah Pamela menyelesaikan pembayaran, kamera langsung keluar dari butik tersebut dengan wajah kesal bagaimana bisa kartu yang diberikan Immanuel mempunyai batas padahal kartu itu baru beberapa kali dia pakai selama 1 bulan ini walaupun memang dia memakai kartu tersebut untuk membayar perhiasan pakaian dan salon kecantikan padahal dulu Robert tak pernah membatasi kartunya berapapun yang dia gunakan tak masalah bagi Robert
Pamela langsung menghubungi Emanuel kan pakai Manuel yang sedang berada di perusahaannya langsung menerima panggilan telepon tersebut "sayang kartumu limitnya sudah habis padahal aku hanya berbelanja sedikit pakaian." ucap Pamela
"iya sayang aku hanya mengisi kartu itu sebesar 5 miliar saja untuk belanjamu setiap bulan agar kau bisa belajar menjadi seorang istri yang baik jika nanti kita menikah dan uang bulanan itu akan aku tambah jika memang kita sudah menikah nanti kau pakailah dulu uangmu nanti bulan depan aku akan menggantinya dan mengisi kembali uang di kartumu." ucap Emanuel
"Kenapa hanya 5 miliar sayang seharusnya kau memberikan aku 10 miliar sebagai limit untuk kartu yang aku gunakan aku kan malu kalau sampai aku kekurangan uang untuk membayar belanjaanku." ucap Pamela, "nanti sayang aku akan menambahkannya sekarang kau di mana." tanya Emanuel
"Aku baru keluar dari pusat perbelanjaan aku ingin pulang ke apartemen ada apa apakah kau ingin ke apartemen." tanya Pamela, "bagaimana kalau kita bertemu di hotel sekitar pusat perbelanjaan tersebut kau pergilah memesan kamar aku akan menyusul mu ke sana." ucap Emanuel, tampak Pamela melihat daerah sekitar benar saja di dekat situ ada sebuah hotel mewah, "kebetulan sekali sayang di dekat pusat perbelanjaan ini ada sebuah hotel mewah aku akan ke sana untuk memesan kamar setelah itu aku akan mengirim nomor kamarnya." ucap Pamela.
Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya
__ADS_1