Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess

Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess
chapter 19 : KenangaN


__ADS_3

Banyak tempat wisata yang menyajikan pemandangan yang indah di Skotlandia, yang terkenal adalah Edinburgh, namun Robert membawa Youra ke Dumbarton. Dumbarton adalah sebuah kota di Dunbartonshire Barat, Skotlandia, di tepi utara Sungai Clyde di mana Sungai Leven mengalir ke muara Clyde.


Dumbarton adalah ibu kota Kerajaan Alclud kuno, dan kemudian kota county Dunbartonshire.  Kota ini cocok untuk pemulihan Jiwa Youra yang saat ini sedang tergoncang. Robert telah mendiskusikan masalah Youra ke Psikiater yang selama ini menangani Youra.  Dan beliau memberikan rekomendasi Dr. Psikiater di Skotlandia, agar selama di Skotland dia bisa dipulihkan.


Robert juga telah mengontak orang yang bernama Fabio itu, Robert mengandalkan Patrick untuk mengambil alih The Fire Birds, dan membersihkan bahkan memutuskan hubungan antara Youra dan The Fire Birds. Segala usaha untuk membuat Youra lebih baik akan dia lakukan.


Robert membiarkan Youra tidur lebih lama. Dia butuh istirahat, mereka tinggal di Overtoun House. Overtoun House adalah rumah pedesaan dan perkebunan abad ke-19 di Dunbartonshire Barat, Skotlandia. Terletak di sebuah bukit yang menghadap ke Sungai Clyde, itu adalah dua kilometer di sebelah utara desa Milton dan tiga kilometer di sebelah timur kota Dumbarton.


Robert berbaring di sebelah youra, kerutan di dahi gadis itu sudah tidak ada lagi. Dia tertidur lebih tenang. Robert menyentuh rambut Youra menyelipkan di belakang telingganya setiap anak rambut yang menutupi pipinya. Dan ia pun terlelap. Sentuhan lembut dipipi Robert membangunkan dirinya dari tidur.


“Hai…tidurmu nyenyak.” Tanya Robert


“Iya…”


“I love you…” ujar Robert,Youra merapatkan tubuhnya ke arah Robert, pria itu memeluknya erat.


“Maaf…”


Youra mengangkat wajahnya melihat Robert, dia melihat ketulusan di mata Robert. Youra merapatkan tubuhnya kembali. Dia sudah kembali, tidak akan pernah pergi lagi dariku.


“Aurora…”guman youra.


“Ada apa dengannya? Apa kau ingat sesuatu?” tanya Robert


“Aku melihatnya dalam diriku… dia mengatakan hal yang tidak baik, dia melakukan hal yang buruk.”


“Kau melihatnya?”


“Ya…dia tidak mengijinkanku untuk melihat apa yang dia lakukan. Apakah dia melukaimu?”


“Tidak… youra apakah aku bisa bicara dengannya?”


“Kenapa ?”


“Ada yang ingin ku tanyakan padanya.”


“Oh… dia nanti malam.”


“Youra…apa kau takut padanya?”


“Tidak…”


“Aku ingin bertemu dengannya sekarang apa bisa?”


“Hmmmm baiklah…Aurora…Ra” youra pun memejamkan matanya memanggil alter ego nya. Robert memperhatikan gadis itu.  Dia pun melihat bagaimana perubahan itu terjadi. Tiba-tiba saja rambut youra yang tadi dia selipkan dibelakang telinganya berubah warna menjadi biru terang. Sebenarnya yang Robert lakukan dengan memanggil Aurora sangat beresiko, karena Robert tidak di dampingi Psikiater, namun Robert yakin dia bisa lakukan ini sama seperti dia menenangka youra dimasa-masa gelapnya.


“Pengganggu…”ujar Aurora.


“Aurora…”panggil Robert. Gadis itu tidak menjawab Robert, dia langsung duduk diatas tempat tidur, membuka laci di samping tempat tidur, dan mengambil ikatan rambut dan memakainya. Ciri khas gadis itu, Aurora selalu menguncir rambutnya.


“kau memanggilku kenapa?”


“Apakah semua perkataanmu dapat dipercaya?”


“Kau ragu?”


“Apa kau kan menyakiti Youra?”


“Tidak…aku ada karena dia sudah muak dengan kalian, kalian menyakitinya. Dia hanya bisa menangis dan menangis… tapi kalian tidak berhenti menyakitinya.” Nada suara Aurora penuh dengan kebencian.


“Kau sering muncul dihadapannya?”


“Ya… dihadapanmu juga.”


“Aurora apakah ini asli?” tanya Robert sambil menyentuh rambut birunya.


“Iya…apakah kau menyukainya?”


“Ya…”


“Benarkah…? berarti kau menyukaiku.”


“Aku hanya berkata aku menyukai rambut itu karena itu bagian dari dirinya…”


“Hahahahaha… kau pembohong besar Robert… kau menyukaiku, kau bahkan menikmatiku?”

__ADS_1


“Apaaa katamu…tidak. Kita tidak pernah melakukannya…”


“Mansion Wilson setelah pesta amal malam itu…”


“Tidak…itu tidak mungkin. Aku bersama Youra…”


“Ciiihhh..... Robert, Youra tidak pernah bisa seliar itu. Tanyakan saja padanya, dia tidak pernah mau berada diatas seorang pria…” ujarnya sambil tersenyum mengejek. Robert terpaku mendengar penjelasan Aurora.


“Tapi aku menikmatinya… kau sangat hebat, sungguh hebat. Aku suka… sangat suka. Berada diatasmu sungguh sangat menyenangkan, apakah kita bisa melakukannya sekarang?” gadis itu mengeliatkan tubuhnya diatas tempat tidur, dan dengan cepat dia melepaskan kaos yang dipakainya, melemparkannya ke lantai. Dan dia mendekati Robert, pandangan matanya sungguh liar menggoda Robert. Robert tertegun melihat keberanian Aurora.


“Apa yang kau lakukan…”


“ku bilang aku menginginkanmu…” ujarnya, dia merangkak lambat mendekati robert menyentuh kakinya, terus merangkak ke atas tubuhnya. Tubuh Robert menegang, entah mengapa dia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari gadis itu. Aurora menyelipkan tangannya ke dalam kaos Robert menyentuh dada dan perutnya, hanya mengagumi betapa kencang dan sempurna dia. Robert mengerang dan dia tersentak kaget mendengar suaranya sendiri, dengan segera dia menepiskan tangan Aurora.


“Stop…Stop… Aurora…” bentak Robert segera melompat dari tempat tidur. Dia harus mengendalikan dirinya. Walaupun yang dihadapannya adalah Youra namun saat ini Alter Ego nya lah yang sedang bersamanya.


“Kenapa…bukankah kau menyukai kami?”


“Aurora…aku bukan pria seperti itu. Yang ku cintai hanya Youra. Dengarkan aku… kalian berdua dengarkan aku baik. Pertama aku minta maaf, maaf kalo aku menyakitimu. Saat di kastil aku juga bagian dari kastil. Semua peraturan Thomassen harus di ikuti, yang melanggar harus di hukum. Aku pun pernah mengalaminya. Lucien adalah mentor ku.”


“Nonsen… aku gak percaya, kau sama seperti mereka. Karena kami lemah? Dengarkan aku, aku tidak lemah. Kami bukan barang yang kalian bisa rusak seenak kalian. Youra menderita karena kalian. Lihat apa yang kalian lakukan. Lihat ini…” ujar Aurora dengan penuh amarah dia pun menunjukan guratan yang panjang disisi kirinya. Robert diam, selama ini dia memang tidak pernah tahu bagaimana Youra mendapatkan luka itu. Yang dia tahu sejak Youra di bawa masuk oleh Lucien ke Kastil untuk pertama kali, luka itu sudah ada.


“Apakah kau tahu bagaimana kami mendapatkan luka ini?”


“Tidak… aku hanya tahu itu sudah ada. Aku tidak pernah tahu bagaimana kalian dapatkan itu.”


“Pria Tua Jelek itu setelah membeli Youra.”


“Membeli…?”


“Ya… kami dari pelelangan submissive.. tubuh kami tidak seperti ini saat itu. Kami sempurna Robert sangat sempurna. Namun Lucien dan Thomassen, mereka merusak segalanya…” tiba-tiba pipinya mengalir airmata.


“Berhentilah menangis Youra…aku gak suka…” bentak Aurora. Robert terkejut melihat apa yang terjadi. Dua pribadi itu bisa muncul sekaligus. Dia belum pernah melihat hal seperti ini, dia ingin meraih Youra dalam pelukannya namun Youra tertutup oleh pribadi Aurora.


“Jangan menangis baby girl… jangan pernah menunjukan kau lemah baby girl.” Bentaknya lagi.


“Apa kau tak pernah menangis Aurora?” tanya Robert hati-hati.


“Tidak…karena aku tidak ingin dimanfaatkan, ketika kita lemah, mereka akan menguasai kita. Aku butuh jadi kuat.”


“Agar aku bisa melindungi Youra…”


“Youra apa kau bisa mendengarkan ku?”


“Dasar bodoh… tentu saja dia bisa.”


“Maka dengarlah aku… jangan menangis. Jangan takut…ijinkan Aurora bercerita, jika kau tidak mau menceritakannya. Bukan untuk menghakimi mu, atau mengingatkan mu tentang hal itu, namun untuk meringankan bebanmu. Ceritakanlah sayang…aku tak akan menghakimi.” Ujar Robert, dia ingin tahu apa yang Youra rasakan. Selama ini psikiater Youra selalu menyarankan Robert untuk menggali masa lalu Youra dan mengajak gadis itu untuk berdamai dengan masa lalunya.


“Baby girl… bisakah aku bercerita?” tanya Aurora, yang tak lama di jawab oleh anggukan kepalanya.


“Akan ku ceritakan, dia sudah memberikan ku ijin, namun Youra, kamu jangan menangis, jika kau menangis aku akan berhenti bercerita…”


“Ceritalah…” ujar Robert.


“Robert aku hanya tahu saat di kastil Thomassen, sebelum ke sana aku tidak tahu namun youra menceritakannya padaku. Hari itu dia sedang ada di pesta ultah Gailles. Kata youra dia hanya minum 1 gelas Juice, tapi entah bagaimana ketika dia bangun dia sudah ada di dalam gudang. Mereka bilang mereka akan menghubungi keluarganya, tapi ternyata tidak.”


“Apakah Youra bercerita berapa usianya saat itu?”


“13 tahun…Gailles ulang tahun yang ke 17th. Gailles adalah sepupu Youra. Apa kau tidak pernah berjumpa dengannya?” pertanyaan Aurora membuat Robert bepikir, seingat dia tidak ada sepupu yang bernama Gailles. Robert menyimpan cerita Aurora sebagai informasi, dia akan mencari kebenarannya dan akan membantu keluarga Wilson untuk mengungkap kebenarannya.


“Lanjutkan ceritamu…” ujar Robert. Aurora menceritakan bahwa orang –orang tak di kenal itu membawa Youra ke suatu tempat, disana dia diperlakukan baik, tapi ternyata hal itu hanya untuk menjual dirinya. Sebelum jatuh ke tangan Thomassen, Youra menjadi submissive seorang Jaksa, tinggal di basement, tidak pernah keluar basement atau pun rumah. Dia tidak sendiri ada 2 submissive yang tinggal disitu. Jaksa tersebutlah yang mengambil keperawanannya, yang dilakukan di depan para Dom. Tubuh Aurora menegang menahan amarah. Youra tidak pernah tahu wajah si Jaksa. Luka di tubuh Youra adalah ulah si jaksa. Si jaksa hampir saja kalah dalam persidangan lalu dia menawarkan Youra sebagai dealing. Youra hancur perlahan-lahan, Thomassen adalah lawan si jaksa.


“Maaf aku tak dapat menceritakan secara terperinci..kami di perlakukan seperti binatang olehnya. Waktu Thomassen datang kami pikir dia berbeda karena dia menawarkan kelembutan, namun ternyata tidak. Karena kami submissive yang sudah rusak, maka Thomassen tidak berhenti menyiksa kami, terjadilah peristiwa naas itu. Saat kau mencambuk kami, kadang kami tidak merasakan sakit, namun kami sangat membencimu. Youra sebenarnya membencimu. Tapi malam itu, malam dimana pria tua itu menghadiahkan kami untuk mu, dia bilang kau merawatnya. Sejak hari itu kau tidak pernah lagi mencambuknya, bahkan kau melindunginya..”


“Ya…karena aku jatuh cinta pada nya. Aku mencintaimu Youra, sejak di kastil. Ketika di jepang kau bertemu dengan kakakmu jack. Apakah kau ingat hari itu? Apakah kau tahu itu Aurora?”


“Iya…aku ingat. Kami tidak mengenalnya, youra tidak ingat, namun ketika Jack menyapanya hati kami hangat, kami sepertinya mengenalnya. Suaranya tidak asing. Tapi pendekatan Jack sempat membawa sial pada kami, sepulang dari acara itu, tak henti-hentinya Lucien menyiksa kami. Kalau aku tidak keluar hari itu, kami pasti mati. Lucien itu bodoh. Aku lebih kuat dari Youra jadi aku melawan Lucien. Saat itu lah aku bertemu dengan lulu yang sedang bermain, aku benci lihat Lulu. Dia hidup di mansion dan bahagia. Aku mengajaknya bermain.”


“Apa yang kau lakukan dengan Lulu? Di mana dia sekarang?”


“Dia sudah mati… bukan Youra yang membunuhnya. Tapi Lucien…”


“Lucien bilang dia tidak membunuhnya. Mana yang benar..?”


“Lucien yang membunuhnya, aku hanya menaruh sedikit obat diminuman Lucien…?” ujar Aurora, dia tersenyum saat menceritakan bagian tentang Lucien.

__ADS_1


“Kau menjebaknya?”


“Ya…”


“Hmmmm…minuman yang kau berikan itu ya…!”


“Iya…”


“Apa yang kau berikan?”


“Obat perangsang yang biasa dia kasih untuk kami, aku menggandakan dosisnya dengan cara mencampurnya dengan wine…”


“Lalu…”


“Aku hanya mengantarkan Lulu ke kamar Lucien….”


“Ya Tuhan….” Robert menatap gadis itu tak percaya. Dia yakin Lucien termakan umpan yang diberikan Aurora. Ketika sadar dia segera menghabisi Lulu. Dan ketika hendak menghabisi Aurora, Lucien dengan mudah di kalahkan.


“Kau menyiksanya lebih kejam…”


“Kau tidak pernah tahu apa yang dia lakukan pada kami kan…ketika kau dan master tidak ada, kami lebih menderita. Lucien itu iblis Robert, dia pantas di hukum seperti itu. Juga master. Tapi si bodoh youra malah menyelamatkan dia.”


“Aurora…bisa kah kau membuang semua kebencianmu pada mereka? Bisakah kau memaafkan kesalahan mereka?”


“Untuk apa aku lakukan hal itu?”


“Untuk ketenangan Youra… apakah kau tak ingin dia bahagia?” ujar Robert. Aurora berdiri dari tempat duduknya, berjalan mondar-mandir di dalam kamar Youra. Gadis itu sedang berpikir. Aurora bukan gadis biasa, dia pintar sangat pintar dan licik. Robert pun berwaspada.


“Apa untungnya bagi kami Robert…”


“Banyak hal yang akan kalian dapat, salah satunya adalah keadilan. Kau mungkin tidak ingat atau mengenal mereka yang menyakiti Youra. Tapi youra mengenalnya. Youra keluarga mu tidak menutup kasus penculikkan mu sampai hari ini. Kami menyelidikinya perlahan-lahan. Kami mencari bukti terlibatnya beberapa orang. Dan berdasaarkan ceritamu, kami akan menemukannya. Dan kami akan menuntut keadilan atas apa yang mereka perbuat.”


“Maksudmu mereka semua dapat di hukum?”


“Ya….”


“Termasuk kau?” mereka terdiam saling menatap satu sama lain, saling menerka mana yang akan dijawab. Dengan nada sedih dan kecewa Robert akhirnya menjawab.


“Ya… termasuk aku.” Ujar Robert. Aurora terpaku mendengar jawaban Robert Tiba-tiba hatinya terasa sakit. Robert adalah cahaya bagi youra. Jika Robert pergi darinya youra pasti menderita. Masa gelap itu akan datang kembali. Aurora berlari mendatangi Robert, melemparkan dirinya kepada Robert. Dia mengalungkan tangannya, Robert meraih gadis itu, memeluknya erat.


“Kau tidak boleh pergi… berjanjilah padaku kau tidak boleh menjauh dari youra… ku mohon berjanjilah padaku.” Aurora menjauhkan diri dari Robert.


“Ini gila…apa yang kau mau Robert, Kau sama saja dengan mereka, kau ingin meninggalkan dia dalam gelap.”Aurora tiba-tiba menjerit histeris.


“Ohhh Tuhan ini gilaaaaa….” Jeritnya.


“Aurora tunggu tenanglah terlebih dahulu…”


“Tidak…tidak..tidak… jangan pergi, jangan tinggalkan dirinya. Robert aku tidak dapat menjaganya. Tidak pernah dapat. Ada waktunya aku kan pergi tidak akan kembali. Dan jika aku pergi Youra sendiri….”


Robert akhirnya mengerti, Aurora hadir untuk menemani Youra. Itulah sebabnya Aurora tidak pernah muncul ketika dia ada bersama Youra.


“Tenanglah…aku akan mendiskusikannya dengan Marco dan Kevin.”


“Kumohon demi youra jangan pernah kau pergi darinya. Aku tidak ingin kami menderita. Tahun lalu ketika kau pergi meninggal kami, tak paham kah kau betapa menderitanya dia. Youra tak pernah jauh darimu kan apakah kau ingat.. kau bersama kami sejak kami berusia 14th. Kau hadir kembali disaat ultah kami yang ke 18th. Dan kita sudah bersama selama 6th. Apa kau ingat?” seusai berkata demikian dia langsung terduduk di lantai yang dingin. Airmata nya mengalir tanpa henti. Aurora tidak suka menangis tapi ketakutan kehilangan Robert menguasai dirinya. Robert mendekati gadis itu, meraih dagunya melihat ke dalam matanya.


“Youra…” panggilnya, youra mengangguk pelan. Dia tidak bisa menahan airmatanya yang terus mengalir.


“Kau akan pergi meninggalkanku?”


“Ya Tuhan bukan itu maksudku sayang…” Robert berjongkok dan dia menggendong youra membawanya ke atas tempat tidur. Dia tidak meletakkan youra, namun dia memangku gadis itu. Menyandarkan kepala Youra di dadanya yang bidang. Menenangkan hati youra.


“Aku tak pernah meninggalkanmu.. youra semua keputusan ada di tanganmu sayang, hukuman untukku pun ada di tanganmu… hanya kau yang bisa menghukumku atau membebaskan ku. Jika kau ingin membebaskan ku, kau harus menyerahkan kasusmu ini. Aku, Marco, Adam, Kevin dan jack serta kedua orangtuamu, kami menginginkan hal yang terbaik untukmu.”


“Kau tak akan pergi?”


“Tidak…”


“Mereka tak akan memisahkan kita?”


“Ya…” youra menangis terisak, dia terus memeluk robert. Karena emosi dia kelelahan. Dan youra tertidur kembali.


“Tidurlah princess…” ujar Robert, dikecupnya kening youra, diselimutinya gadis itu dan dia pun melangkah keluar kamar. Dihubunginya Kevin dan Jack, orangtua Youra dan Psikiater Youra. Robert menceritakan apa yang terjadi, dia berjanji untuk menyelesaikan kasus Youra. Mereka akan menemukan Orang yang menculik dan menjual Youra. Semua orang yang melakukan hal yang jahat padanya. Dengan mengadilin orang-orang itu maka beban hati Youra akan terbebaskan.


“Yolanda Aurora Wilson, aku akan selalu ada disisimu, mendampingimu dan mencintaimu sampai akhir hayat hidupku.” Bisik Robert di telinga Youra. Gadis itupun tersenyum tulus dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2