
Maret 2017 awal musim semi yang berbeda dari musim-musim sebelumnya, itulah yang di rasakan oleh Lee Hyun Bin.
Ada kontrak Drama Action dengan rumah produksi Hope. Manager nya yang mengaturnya.
Namun hal yang menarik adalah hubungan nya dengan Youra Wilson. Lee Hyun Bin tidak mengetahui siapa Youra Wilson sebenarnya. Dia berpikir bahwa Youra adalah wanita biasa yang bekerja sebagai karyawan Hotel.
Lee Hyun Bin tidak pernah tahu kekuatan & kekuasaan yang Youra Wilson miliki.
"Hi sweetie"
Youra membaca pesan WhatsApp yang masuk di handphone nya.
"Hi..Hyun, how your day? Might be fine." Balasku
"Always fine sweetie..how about you? Miss me ? Coz i'm Miss you all the time."tanya Hyun Bin
"I'm too Hyun..."
"Can i call you if you not bussy?"
"Yes you can call me"
Alunan lagu soundtrack film Goblin bergema di ruangan ku, itu nada dering handphone ku. Ku baca nama yang tertera di layar.. Healer
"Halo..."
"My baby girl, happy heard your voice. It's glad know you that not bussy today"
"My bullshit Hyun Bin, stop talking cheesy"
"Hahahaha..oh honey i'm really happy.."
Sekejap kami larut dalam percakapan yang sebenarnya membosankan. Hyun bercerita tentang drama nya yang hampir tamat, dan tentang film baru yang akan dia mainkan. Kali ini sedikit berbeda, ada adegan Action nya. Bulan depan ada acara meet and great, Hyun mengundang ku untuk hadir.
"Please baby come to Seoul. I want you here."
"I can't promise to you. I try ok, i Will contact you soon to confirm."
"Okay baby..i hope you can come. I should go now. I Will call you when i'm not bussy. But i do always message you at WhatsApp ok."
"Ok.."
"Bye sweet baby... Love you."
Hubungan kami sangat baik, namun kami masih merahasiakan hubungan kami dari Publik. Aku sebenarnya tidak resah dengan kondisi seperti ini, aku pun tidak tahu ke mana hubungan ini berjalan. Kalau anak jaman now menamakan Pacar Rasa Teman hehehehe mungkin benar, Hati ku tidak tergerak, setiap jawaban manis yang Ku berikan padanya hanya respon sopan ku kepadanya tanpa ada emosi cinta yang dalam.
*****
Hampir setahun sejak hari Robert pergi dari sisi Youra Wilson, keduanya mengalami masa kelam yang berkepanjangan. Terbelenggu oleh ritme kehidupan yang membosankan.
Namun Robert Hubert tetap ada didalam Dreams Company Ltd. Dia menerima berita dari Rafael Benitez tentang Nona kesayangannya.
Perancis, dengan segala kemegahan yang di tawarkan merupakan base kedua dari Dreams Company Ltd. Sebenarnya Robert Hubert tak perlu ada di kota ini untuk mengawasi kinerja karyawan yang ada Lutfi Hasan merupakan Pria yang dapat di handalkan. Tidak ada yang tahu bahwa ini semua adalah pelariannya.
Jalan yang dia pikir mendatang kan kedamaian bagi nya dan Youra ternyata tidak sesuai dengan harapan nya. Dua-duanya menjalani kehidupan palsu.
"Mr. Robert...do you Will come to company party?" Tanya sekretarisnya
"Yes Anna... Please prepare my Suit and contact any Mr. Lutfi Hasan also."
"Okay Sir.."
Pesta Tahunan Perusahaan Lincoln sebenarnya membosankan tetapi dia harus menghadirinya demi kepentingan Dreams Company Ltd.
Banyak pihak yang menguntungkan akan hadir di Pesta tersebut.
Bagi kaum Pria pesta itu sebagai perjanjian bisnis namun bagi kaum hawa pesta tersebut menjadi ajang pencarian pasangan.
"It's He here." Tanya nya kepada sekretaris Lutfi Hasan.
"Yes He is.."
Robert memasuki ruang kerja Lutfi, orang yang di cari sedang menelepon. Melihat siapa yang datang dengan segera dia mengakhiri pembicaraan di telpon nya.
"Ada apa?"
"Tentang pesta nanti malam, kau datang bersama ku, bawa Megan Hartati sebagai pasangan mu. Dan nanti kenalkan aku sebagai asisten mu."
"Hmmm bukan nya aku menolak tapi bukan kah ada Beberapa orang yang sudah mengetahui siapa diri mu"
"Akan banyak belalang pelahap nanti malam.. lakukan saja.."jawabnya asal seraya meninggalkan Ruangan Lutfi.
Pesta Perusahaan kali berbeda dari biasanya. Hari ini banyak sekali keluarga Pengusaha yang membawa Putri mereka. Ada selentingan bahwa Marie Lancaster, Putri dari keluarga Lancaster ingin menarik perhatiannya dan menjadikan dirinya bagian dari keluarga Lancaster. Andai saja Youra Wilson ada disini, dia bisa membantu ku mengusir para hama yang tidak penting.
"Good Evening Sir...are you Mr. Robert Hubert?" Tanya seorang Pria.
Ku pandangi Pria tersebut, jika dilihat dari caranya berpakaian sepertinya Pria ini bukanlah seorang peserta undangan, bukan pula pelayan Banquet.
"Yes i am, who are you?"
"Can you follow me Sir, someone want to meet you."
"Who..and why?"
Pria itu mengeluarkan koin warna emas ada simbol kata Ankh
Ku ambil koin tersebut, ini asli, ku pandang pria tersebut.
"Show me..."
"Follow me Sir, Please.!!"
Hanya aku dan majikan dari Pria ini yang mengerti simbol dan arti kata Ankh.
****
Flashback: Masa lalu Robert Hubert
" What is Your Name?" Tanya seorang Pria, Dia terlihat seperti bangsawan. Tingginya sekitar 185cm, Rambut coklatnya tertata dengan Rapi. Namun senyuman nya terlihat misterius.
"Robert Hubert sir." Jawab seorang pemuda berusia 15 tahun, berhadapan dengan Pria tersebut tidak lah pantas baginya, Dirinya Kumal, dia belum mandi 2 hari, ada bekas tanah dan oli di wajah, Namun itu semua tidak dapat menutupi ketampanannya.
"How old you are?"
"15 years Sir.." Ujarnya seraya menatap Pria itu.
"Plaaakk..." Sebuah cambuk mendarat di kaki Maximus seketika.
"Aaahhhh...." Teriaknya sambil memegang kakinya yang di cambuk.
"You don't have right to look my eyes. Understand..!"
Sekejap ruangan berubah nuasanya, aura dominant terasa di sekeliling ruangan tersebut.
"Answer me..do you understand?"
"Yes Sir..." Jawab Robert gemetar, walaupun dia Pria namun pria di hadapannya ini adalah pria yang berbahaya Dirinya masih muda dan banyak yang ingin di raih oleh nya.
"Where do you from Robert?"
"Catalina, Sisilia Sir..."
"Do you have Family?"
"No sir i am orphan.."
"Hmmmm you have been school before?"
" Yes sir but i'm not student anymore."
"Do you know Sparta Company?"
"Yes sir i know and i way apply a work on there Sir."
"Really...?" Di liriknya Assisten pribadinya, pria itu mengerti maksud majikan nya, di keluarkan berkas Robert Hubert, dan di berikan kepada majikannya itu. Pria itu mengambilnya membaca berkas tentang Robert Hubert. Dia pun terkagum.
"I have offered for you Robert. If you still interested work at my company."
" Yes sir i want...tell me want i must do."
"Are you sure?"
"Yes Sir i am.."
"Great...one key for you. Hold on your self." Pria itu berdiri.
"Knee down Robert and hold on" Perintahnya lagi, Pria itu mengambil sebuah cambuk dari bahan kulit dan memukul ke udara. Suara yang di keluarkan dari cambuk itu menggema di seluruh ruangan itu.
Sekejap Robert menyesali keputusannya, kini yang bisa dilakukannya adalah bertahan seperti yang dikatakan Pria itu.
"Ahhhhmmmmppp...."tangannya hanya bisa menggenggam lutut nya, rasa sakit menjalar di punggung nya. Sebuah cambukan mendarat di punggungnya..
"Breathe Robert... breathe.." ujar pria itu seraya mendaratkan cambukan nya lagi. Malam ini akan menjadi malam yang panjang baginya. Seluruh tubuhnya, harga dirinya terasa sakit. Pria itu mencambuknya hingga 10 kali.
"Breathe.. Robert... Enough for today. Lucien bring him to Cheko.."
__ADS_1
"Yes sir.."
"Listen me Robert, follow Lucien, do what he said. What you need is obedience, and breathe."
"Yes Sir..."
"Wait..."Pria itu mengeluarkan sebuah koin emas dan memberikan nya kepada Robert.
"You must return me back this coin"
"Bring him Lucien."
Malam itu Lucien membawa Robert Hubert ke Cekoslowakia. Dia tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi, tapi dia harus bertahan.
Dan dia bertahan, di Cekoslowakia dia belajar tentang Sparta Company, tentang tuannya, tentang dirinya. 6 bulan berlalu dan Lucien memberi tahu bahwa mereka harus kembali karena Tuan mereka memanggil mereka.
Mereka tiba di Paris pada waktu siang hari. Dan langsung menuju ke salah satu Restoran di Paris, Cordon Blue Restauran. Dilihat Pria yang selama ini menjadi Tuannya, dia baru menyadari bahwa Pria itu terlihat lelah dan tidak seprima saat mereka berjumpa dengan nya. Mereka tiba di hadapannya.
"Sir..we back"sapa Lucien.
"Sit..."
Lucien mempersilahkan Robert untuk duduk.
"So you got your training?"tanyanya
"Yes sir.."
"That he hold on well, Lucien?"
"Yes Sir.."
"This Sir.." Robert menyerahkan kembali Koin emas itu. Pria itu memandangnya.
"Excellent...You can keep it.... Waiters..."Teriaknya memanggil pelayan restoran tersebut. seorang pelayan datang dan bertanya apa yang akan mereka pesan. Pria itu memesan beberapa makanan.
"Now listen me Robert... I am Thomassen Bourduin. I accept you as my employee, Lucien Will be given detail you do and i send you to London. Study and work. Remember obedience. Each 8 month you must back here report me. Now you can go prepare all you need."
Thomassen Bourduin tidak hanya di kenal di para pengusaha, namun lama nya lebih terkenal di jalan gelap. Bisa di bilang Thomassen Bourduin merupakan seorang mafia Italia yang tinggal di Perancis.
*****
Belasan tahun berlalu dirinya sudah meninggalkan Sparta Company. Thomassen Bourduin juga bukan lagi Tuannya. Namun dirinya adalah seorang Pria dewasa, dan bijaksana, oleh karena itu dia mau menemui Thomassen Bourduin.
Malam ini dia bersyukur Youra Wilson tidak ada sisi nya. Hal yang dia syukuri saat ini. Akan terjadi kekacauan apabila Youra Wilson ada di tempat ini.
"Sir...Mr Robert Hubert here."
Thomassen Bourduin tidak lagi berdiri tegap, dia duduk di sebuah Kursi Roda, namun karismanya sebagai seorang Master amat sangat terasa.
"Sir Thomassen..." Sapa nya seraya mengulurkan tangannya. Pria itu menyambut tangannya.
"Sit Robert...how are you?"
"Like you see sir i am fine."
"Pour Cognac for him.. Double on ice.." Perintah Thomassen Bourduin.
Mereka berbincang-bincang mengenai banyak hal, tentang masa lalu, pekerjaan dan tentang Rumor Putri Lancaster.
"Married Her Robert and Your company Will be more bigest and Will be beat Empire's Company and may be you can take revenge for me.." ujarnya seraya tersenyum sambil menyesap minumannya.
Robert memandang Pria ini takjub. Jadi dia juga sudah mendengar rumor tentang Putri Lancaster itu. Robert hanya tersenyum tipis tidak menjawab mantan Tuannya itu, ada hal yang tidak diketahui oleh Tuannya tentang perusahaannya sekarang dan tentang Empire's Company dan Dia pun tidak ingin memberikan petunjuk apapun, karena dia harus menjaga Youra Wilson dan keluarga nya, Dia harus menepati janji kepada Marco Wilson.
Dia kembali ke pesta mencari Lutfi Hasan dan Megan Hartati. Dan dia menemukan mereka yang sedang berbincang-bincang dengan keluarga Lancaster.. Sial.
"Lutfi..." Sapanya
"Ahh... Robert...Kenalkan ini..."
"Monsiur Lancaster...Comment allez vous? (Apa kabar nya?)" Sela Robert seraya menyalami Mr. Lancaster.
"Trez Bien, Merci beacoupe Monsiur Robert."
"je suis désolé de ne pouvoir vous accompagner dans cette soirée ce soir, il y a quelque chose d'important que je dois (Maafkan saya, saya tidak dapat menemani Anda di pesta ini, karena ada hal penting yang harus saya kerjakan.)"ujarnya seraya mengundurkan diri.
"Apakah kau ingin di antar?"
"Tidak usah, kau bisa menikmati Pestanya dan jadi perwakilan perusahaan dengan baik, tapi ingat jangan dealing apapun dengan keluarga ini...ok"
"Ok..."
"Hmmm gw pegang omongan lw...awas kalo macam-macam." Ancamnya. Lutfi Hasan hanya tertawa terkekeh-kekeh. Robert meninggalkan pesta itu. Hatinya mulai tidak tenang.
Dia harus menutup segala celah. Keamanan Youra Wilson lebih utama dari pada dirinya.
*****
Panas terik terjadi di ibukota, harus nya masih di musim hujan, namun tahun ini tidak lagi seperti tahun-tahun lalu, pemanasan global katanya, yang menyebabkan iklim beberapa negara tidak stabil termasuk Indonesia.
Weekend ini aku dan Natasya memutuskan untuk beristirahat di Puncak, Bogor, Aku memiliki sebuah Villa di daerah Puncak. Saat ini kami beristirahat setelah melakukan beberapa kali putaran berenang. Dan bersantai di kursi kolam di tepian.
"Panas banget...." Ujarku
"Bingiiiitttsss..."sambung Natalia
"Lw jadi berangkat Non..."tanyanya lagi
"Beeehhh pake nanya...Lw tau gw kan.."jawabku seraya menyesap Juice Lime kesukaan ku.
"Ada kabar dari Robert..?" Tanyanya hati-hati, dia tidak ingin membuatku terluka dengan pertanyaannya. Natasya tahu apa yang terjadi, Robert hanya menghubungi dirinya dan Rafael, bertanya tentang kondisi ku. Namun Robert hanya mengetahui sekilas tentang kondisi ku. Apa yang terjadi hanya diriku yang tahu. Semua kepedihan, semua luka ku sembunyikan dari Natasya dan Rafael.
"Nat..lw mau gue berkata jujur?"
"Ya gw harap lw cerita jujur apa yang lw rasakan. Maaf Non, terkadang gw ngerasa ada kesedihan di diri lw...ada apa sebenarnya.."
"Nat..lw suka sama Robert?"
"Laaahhh knp gw yg ditanya?"
"Ciiih tinggal jawab aja susah amat....gmn? Suka gak?"
"Suka iya... Krn dia pintar, gentleman banget, cermat, ganteng... Tpi tenang non gw gak punya hati buat dia, alias gw gak jatuh cinta ma dia" jelas nya ketika dia melihat perubahan di wajah Youra.
"Truss yang buat lw jatuh cinta siapaaa..?"
"Beeehhh kepo...ada dehhh..."
" Ciiihh curang..."
"Lah kok curang...."
"Lw kan tau gw lagi jalin hubungan sama siapa... Masa gw gak boleh tau lw suka sama siapa...eh tunggu-tunggu jangan-jangan...." Seuntai senyum licik menghiasi wajah Youra.
"Rafael yaaa..." Teriaknya gembira..
"Beeehhh salah weeee...."
"Siapa dong Nat, kasih tau lah..."
"Ogah..."
"Ciiih...gak asyik lw.. woiii Rafael...sini lw...Faaaeeeellll"
"Wkwkkkkkwkwkkkkkk...cari pendukung dia."
Rafael yang menemani kami di vila, dia sungguh melakukan tugas nya sebagai Assisten dan bodyguard.
"Ada apa?" Tanyanya.
"Siapa cowok Nat?"
"Syeet daaahh...." Natasya melarikan diri dengan berenang
"Hahahaha..."
"Hmmm Natasya dekat dengan Lutfi Hasan sih Non.."
"Haaah Lutfi? Bkn dirimu?"
"Rafael udah punya pacar Non..."teriak Natasya.
"Benarkah...siapa?" Ku lihat Rafael seketika wajah nya merah padam menahan malu.
"Hmmm lebih baik ku cek keadaan di depan ya non.." ujarnya seraya meninggalkan kami. Kami tertawa lepas melihat kerisihan Rafael.
Kira-kira siapa ya... Gumanku
Sekejap aku melupakan rasa sedih dan kesendirian ku. Menghabiskan akhir pekan di puncak adalah keputusan tepat. Ku Cemplungkan diriku ke dalam kolam renang dan melakukan beberapa putaran.
*****
"Hyun..i will come.." WhatsApp ku kepada Lee Hyun Bin. Kalau dirinya yang terbaik buat ku mengapa tidak aku memulai dengan serius. Ku hubungi Rafael dan Natasya, mengatur schedule ku selama aku pergi. Anggap saja refreshing.
"Mmmuuuaaaccchh...thnx so much baby girl, and listen baby girl i'm gonna bussy prepare for this weekend show. I hope you understand if i'm message you."
__ADS_1
"Relax Hyun i'm not ordinary person..I Will message you when i'm arrived there ok.."
" Ok then see ya sweetie, i'm glad heard that you Will be come...love girl... mmmuuuaaaccchh."
Ketika menerima kabar dari ku Hyun sangat senang.
Hampir setiap malam Lee Hyun Bin mengirimkan pesan kepada Youra, terkadang menelponnya.
Lee Hyun Bin pun memberitahukan kepada Don Woo managernya mengenai Youra.
"mwolago haess-eoyo, Hyun (apa yang kau katakan,Hyun)?"
"naneun gwangyeeissda..(ku sedang membangun hubungan.)"
"With who? Hmmm Park Yi Jin? the new model? I hope you with her, she beautiful."
"No no no... it's not Park Yi Jin, She Just someone i love."
"Ok... By the way Boss called US. We must go to office, He said He gonna interduce US to new investor."
"Oh really.."
"Yes.."
"Okay..let me change my dress." Lee Hyun Bin agak sedikit heran dengan keinginan boss nya yang ingin mengenalkan diri nya dengan investor terbaru, biasanya dia datang ke kantor agensi ketika ada kerjaan yang baru. Dia hampir tidak pernah menemui investor.
"Why we must meet him.." tanya nya ketika mereka dalam perjalanan ke kantor agensi.
" Hmmm he was my big boss before, he want meet me but i'm also want interduce you."
"Oh ok..." Star's Agency merupakan tempat Lee Hyun Bin bernaung sebagai Aktor. Karirnya di mulai dari model miniclip, lanjut ke pemeran pembantu di sebuah drama Korea, dan sekarang dia merupakan salah satu Aktor yang patut di perhitungkan di dunia selebritis Korea. Mereka tiba di agensi Star.
"Hi.. Annyeong haseyo everyone... i'm here with Lee Hyun Bin." Ujar Don Woo.
"Hmmmm come in.. Don Woo , He is our investor, He waiting for you. He said You know him.."
"Yes Sir i know him, hello Mr. Thomassen Bourduin, How are you?
This a person i tell you...Lee Hyun Bin."
"Hi sir i'm Lee Hyun Bin." Ujarnya memperkenalkan diri. Lee Hyun Bin tidak mengetahui siapa sebenarnya Thomassen Bourduin. Dia hanya menganggapnya sebagai seorang Investor saja. Mereka pun larut dalam perbincangan tentang proyek investasi.
*****
Seoul... akhirnya tiba kembali disini, walaupun cuaca cerah namun udara dingin menyentuh kulitnya. Esok dia akan datang melihat acara yang disebut oleh Hyun Bin.
Rafael Benitez ikut mendampingi nya sebagai Assisten dan bodyguard nya.
Ultimatum yang mulia Robert, begitu kata Rafael.
Rafael menghubungi Driver yang menjemput mereka. Mereka kembali menginap di Grand Seoul Hotel.
"Hyun.. i stay at Grand Seoul Hotel." WhatsAppnya.
"Note... Dinner with me at 7" balas Hyun.
"Ok..."
Mereka kembali menempati kamar President Suite.
"Rafael, ku akan istirahat sebentar, bangunkan pada pukul 6."
"Ya non..."
"Info keberadaan kita ke Robert. Aarrrrgggg letih sekali..." Rafael hanya menggeleng kan kepala nya melihat Youra.
Sekejap saja ruangan tersebut terasa sepi tidak bersuara.
Karena status Lee Hyun Bin sebagai seorang aktor maka makan malam di lakukan di rumah Hyun.
"You looks beautiful baby girl. Tell me how your trip?"
"Well...my trip always wonderful. Thanx for your Ticket"
Mereka berbincang lepas seusai malam. Duduk di sofa seraya menyesap Wine.
Lee Hyun Bin membuatnya nyaman namun ada sesuatu dihatinya yang menggelisahkan dirinya. Entah apa, dia tidak mengerti, saat Hyun mengeluarkan cerita humor dia tertawa bersama Hyun tapi tetap dirinya merasa kosong.
Waktu menunjukkan pukul 11 malam saat dia tiba kembali di hotel. Esok adalah acara terpenting buat Lee Hyun Bin dan dia ingin memberikan dukungan, sekalipun dia melakukan itu sebagai aksi sosialitanya, namun jika itu mampu membuat dirinya melupakan rasa sakit dan kesendirian nya maka apapun itu akan dia lakukan.
Acara K-Pop Award itu diselenggarakan di Gocheok Sky Dome, Seoul. Yang merupakan stadion bisbol berkubah yang berlokasi di Gocheok-dong , Seoul , Korea Selatan. Ini adalah stadion baseball rumah bagi Kiwoom Heroes. Stadion ini terutama digunakan untuk baseball dan memiliki kapasitas untuk 16.813 penonton untuk pertandingan baseball. Stadion ini juga berfungsi sebagai tempat konser, dengan kapasitas sekitar 25.000 penonton. Panitia Penyelenggaraan menyulap stadion tersebut menjadi Ajang Award yang luar biasa dan memiliki ruang VVIP. Sebenarnya tanpa bantuan dari Lee Hyun Bin, dia bisa mendapatkan Golden Tiket untuk tamu VVIP dengan mudah, namun Youra menghargai usaha yang dilakukan oleh Lee Hyun Bin. Dia pun mendapat Kartu akses bertemu dengan Lee Hyun Bin di back Area.
Sebelum acara dimulai Lee Hyun Bin memintanya untuk bertemu di back Area. Dia memberikan tiket kepada penjaga ruangan Hyun, dia pun memperlihatkan tiket VVIP nya dan ketika kakinya melangkah memasuki ruangan tersebut semua mata memandangnya. Karena jarang sekali Mereka didatangi oleh seorang fans yang memiliki aura seperti Youra belum lagi di jaga oleh beberapa Bodyguard. Rafael Benitez memaksa Youra untuk tetap berada di dalam penjagaan. Tidak hanya bodyguard nya yang menjadi perhatian namun dirinya sendiri pun amat mampu membuat orang tertarik untuk memandangi nya. Youra Wilson, sangat cantik, tubuhnya yang langsing berbalut pakaian casual sweeter biru dan celana pendek hitam, mengenakan Higheels 7cm.
Dilangkahkan kakinya yang jenjang ke arah Lee Hyun Bin. Semua orang yang melihat nya berbisik-bisik, mencari tahu siapa dirinya.
"Hyun.."Sapa nya
"OMG..." Teriak Don Woo sang Manager Lee Hyun Bin.
"Who are you?and OMG you looks beautiful."cerocos nya seraya mengitari Youra, Youra terbiasa di perlakukan seperti itu, Rafael Benitez menyilang kan tangan nya di depan Don Woo, melarang Don Woo mendekati Youra.
"She is my baby girl..."jawab Hyun memecahkan keheningan dan keinginantahuan orang-orang di dalam ruangan itu. Dia memeluk Youra memberikan kecupan ringan di bibirnya, diiringi suara ledekan dari teman-teman artis nya. Suasana berubah menjadi riuh. Semua orang penasaran. Dan Hyun mengusir setiap pria yang ingin berkenalan dengan Youra. Youra hanya tersenyum dengan ulah mereka.
"Thanx baby girl for coming, by the way, this is my manager Mr. Don Woo." Lee Hyun Bin memperkenalkan mereka.
"OMG you looks beautiful... before i don't want giving permit for your both relationship. Now...hmm oh girl i think you pass it."
Sekali lagi dirinya hanya tersenyum tipis. Lee Hyun Bin pun memanggil salah satu bodyguardnya. Menyuruh untuk mengantarkan Youra Wilson ke area VVIP. Malam itu dia menikmati aksi sosialitanya. Ini hanya sementara. Yakinnya dalam hati. Youra Wilson benar-benar tidak merasakan perasaan yang mendalam terhadap Lee Hyun Bin. Hari in dia kuatir akan melukai hati pria itu. Acara Award sudah selesai, Lee Hyun Bin tidak memperkenalkan Youra Wilson ke publik, karena itu lah yang menjadi keinginan Youra.
Hari terakhir di Korea dia manfaat kan untuk mengunjungi Resort nya di Jeju island. Malam terakhir di Korea dia mengunjungi beberapa tempat termasuk Namsan tower. Pukul 12.30 malam dia tiba kembali di hotel tempat menginap.
Entah mengapa dia merasa sepi, sendiri. Tiba-tiba airmata mengalir di pipinya. Diraih handphone nya dan di pilih nya 1 nama yang selama ini tidak pernah dia hubungi, kalo pun ada perlu dengan orang tersebut, dia menghubungi hanya lewat Rafael Benitez.
"Tuuuuut... tuuuuut..." Nada panggil menggema di dalam ruangan.
Youra berdiri di jendela kamar hotel nya memandang keindahan kota Seoul dimalam hari.
"Ya..." Jawab seorang diseberang sana.
"Tak bisa kah kau ada di sisiku? Harus kah kau menjauh." Tanya Youra pada lawan bicaranya, hatinya terasa pedih, terluka, mengapa pria itu tidak menjawab pertanyaannya.
"Aku....ah sudahlah lupakan." Ujarnya sambil menutup telepon tanpa menunggu jawaban dari lawan bicaranya. Airmatanya mengalir, dalam gelap dia menangis. Apakah mencintai itu salah.
Robert menatap handphonenya ketika mendengar suara Youra Wilson hatinya bergetar, ingin dia membawa gadis itu dalam pelukannya, mencurahkan seluruh isi hatinya. Ketika dia mendengar isakan Youra, kesedihan melanda dirinya.
"Praaaakkk... Sialan..." Dilemparkannya vas kaca yang ada di meja kerja nya, membuat sekretaris terkejut dan segera masuk ke dalam ruangan.
"Sir...are you ok?"tanya si sekretaris
"I'm fine just stay out, cancel all my meeting." Perintah nya
"Yes sir."
Apa yang harus ku lakukan Youra, bukannya aku tak ingin ada disisi mu tapi aku tidak bisa. Ini salah kau yang akan menderita. Maafkan aku...
Menangis tidak membuat beban di hati nya hilang, Youra turun dari tempat tidur nya, membasuh wajahnya. Di tatap pantulan diri nya di kaca wastafel kamar mandi.
"Kau harus kuat..." Gumamnya. Dia pun merapikan dirinya, dan berjalan keluar, diraih nya dompet dan handphone nya.
The Lounge Bar masih buka walaupun hanya sedikit pengunjung. Di langkah kan kakinya menuju meja Bar.
"Margarita please" pesan nya ke Bartender. Sang bartender meracik minuman pesannya. Dengan keahliannya sekejap saja Minuman nya tersaji.
Di sesapnya Minuman tersebut seraya memandang sekeliling ruangan Lounge. Tiba-tiba matanya terpaku pada seorang tamu yang baru memasuki Te Lounge Bar tersebut. Seketika tubuhnya bergetar. Rasa takut mencuat di sekujur tubuh nya. Napas nya terasa sesak. Di putarnya nomor telepon Rafael.
"Rafael help me.. i'm in Lounge Bar"
"Miss are you ok." Bartender itu bertanya kepada ku ketika dilihatnya wajah Youra amat pucat.
"I'm okay i already call my guard".
Pria itu tidak melihat nya dan tidak menyadari keberadaan nya namun Youra melihat nya. Sekejap saja memory buruk itu muncul kembali.
"Mr. Robert, lebih baik Anda datang ke Seoul." Message masuk di WhatsApp dari Rafael
"Ada apa lagi? Apa dia masih menangis?"
"Tidak.."
"Lalu apa..?"
"Dia di Seoul National University Hospital, dokter menyimpulkan ini tindakan percobaan bunuh diri.?"
Apa...apa yang terjadi, diputarnya nomor telepon Rafael Benitez.
"Katakan apa yang terjadi?" Tanyanya pada Rafael, ada nada kuatir dan amarah.
"Tadi malam dia menelepon ku dari lounge bar hotel, aku menemukan dirinya di bar dalam ketakutan, Miss Youra tidak mengatakan apapun. Dan tadi ketika aku mengecek kamarnya, ku menemukannya tergeletak di kamar mandi, dengan tangannya yang terluka. Sir.. banyak sekali luka dalam tubuhnya, lebih banyak dari sebelumnya."
"Apaaa kata mu...okay tetap di Sisinya jangan biarkan siapa pun tahu dan masuk ke dalam ruang inapnya. Sembunyikan identitas nya. Cari tahu pimpinan Rumah Sakit. Minta kerjasamanya. Aku segera datang."
Sial mengapa jadi begini. Harusnya kau menjalani hidup mu lebih baik. Laporan perusahaan sangat baik. Rafael, Natasya juga mengatakan kau baik-baik saja, hubungan mu dengan Lee Hyun Bin juga baik.
Rafael juga bercerita tentang Acara Award tersebut dan Kau terlihat anggun, serta bahagia. Youra Wilson ada apa dengan mu.
__ADS_1