Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess

Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess
Chapter 21: Aku Bahagia


__ADS_3

Kedatangan keluarga Ku dan pertunangan kami membuat aku bahagia.


"Aurora...aku bahagia." Bisikku pada Aurora walaupun aku tahu dia sudah pergi tak akan kembali lagi.


Hari ini mom mengajakku jalan-jalan di kota kecil Dumbarton, kami duduk di bangku taman Levengrove park, menikmati hari cuaca sejuk sambil memandang sungai Leven.


Kami bercerita tentang banyak hal. Mom menceritakan tentang perasaannya selama aku hilang. Bagi beliau aku hilang tidak hanya 2 tahun namun bertahun-tahun hingga hari ini kami berjalan bersama menelusuri jalan disisi sungai Leven.


"I'm happy sweetheart..."ujar Samantha sambil memainkan rambut ikalku.


"Me too mom... i'm sorry mom"


"No..baby it's all not your fault, it's our misunderstanding, we don't know how to made conversation with you."


"All the past, we start again mom..." Ujar ku sambil memeluk lengannya. Ku sandarkan kepalaku di lengannya.


"Tell me about Robert."


"He awesome mom...Maybe he not perfect, a bit arogan but he understand me mom, never force me. I love him so much."


"Baby how's about do your wedding here."


"What? Did you mean in this city."


"Yes... don't postpone to long. while we're still here, what if you just get married."


"OMG mom... I don't know, Robert Will like your idea." Wajah ku memerah seketika membayangkan pernikahan ku dengan Robert.


"Let's back home baby... I want to ask him."


"Oh..mom please don't."


"Why not baby...you both in love and perfect match. And the place we stay, the castle is a great place baby, it's gonna be a perfect wedding.." ujar Samantha dengan ceria.


"Oh mom..." Aku tidak ingin membuyarkan impiannya. Lagi pula aku juga ingin menjadi istri Robert, karena aku mencintai pria itu.


"Let's go back baby..." Samantha berdiri dan kami pun berjalan menelusuri jalan menuju ke mobil kembali ke Kastil.


Anthonius Wilson mengambil keputusan untuk membuka kembali kasus penculikan anak gadisnya Yolanda Aurora Wilson. Dia pun memanggil kuasa hukum keluarga.


Mereka mulai menyelidiki dari pesta ulang tahun Gailles.


"Who is Gailles Jack." tanya Robert.


"He was our cousin, to be honest, we were also suspicious of him, we think he was involved in the kidnapping, because a few weeks later he disappeared."


"He family?"


"Well the last we know they moving next year after Youra missing, i'm not sure they was involved, coz they with us searching Youra, he same school with Youra. Youra is aware now, I think we can ask about that day. What happened at the party." Jelas Jack.


"Yes, let's Made a team investigation..."


"Yup we should..btw since when you in love with my sister..."


"Well at the first time meet.."


"Oh really...at that bastard house?"


"Yes. She looks so innocent, pure..."


"Okay... maybe thats why Youra feel comfortable with you."


"Yes..."


"Robert..." panggil Anthonius Wilson.


"Yes sir...."


"Called me dad..." Ujarnya sambil menepuk-nepuk pundak Robert.


"Yea...You can called dad also and called big brother..."


"Haahh silly Jack... btw i just talk with your mom Jack, she brougth a great idea..."


"Oh...what is?"


"Wedding...." Teriak Samantha yang tiba-tiba datang dan memotong pembicaraan mereka, Youra berjalan menghampiri Robert.


"Hai... sayang, gimana jalan-jalannya?" Tanya Robert setelah dia mendaratkan sebuah ciuman mesra pada Youra.


"Levengrove park benar-benar bagus... Kota ini juga bagus."


"Apa kau senang?"


"Ya sangat.... cup." Ujar Youra sambil mengecup pipi Robert.


"Kenapa sih selalu saja salah tempat...." Protes Robert seraya menangkup wajah Youra dan mencium gadis itu dengan lembut dan mesra.


"I love you..." Robert pun tersenyum dan merangkul Youra.


"So...what news..." tanya Robert pada Samantha.


"Wedding...how about you both get married in here..."


"Woooowww thats good idea mom..." Potong Adam yang baru saja masuk bersama Edith Cowan tunangannya.


"Yes mom, this Will be a perfect wedding. The castle, the bride and Groom...all perfect. Right Youra..."


"Hmmm whatever..."jawabku malas.


"Eh...kok jawabnya githu, waaahhh kadar cinta menurun setelah dengar dering wedding bell atau menurun karena belum di charge....?" Ujarnya sambil mengedipkan matanya.

__ADS_1


"Iiissshhh apaan sih...mesum."


"Hahahaha....cup" Robert meraih dan mengecup kening ku.


"What happened?" Tanya Samantha.


"Nothing, don't worry, she agree to marry here...me too mam.. well Adam i giving a permit to manage our wedding..." Robert menjelaskan kepada keluarga ku bahwa kami tidak berkeberatan menikah saat ini.


"Perfect...well come with me Youra..." Edith meraih tanganku dan menggiringku ke kamarku.


Begitu aku dan Robert setuju untuk menikah, seluruh keluarga Wilson sibuk menyiapkan segalanya. Samantha, ibuku tercinta dan Edith tunangan Adam pun sibuk dengan segala macam persiapan.


"Mom....no bridal shower...okay please, and i can't used this gown mom."


"Why baby... This perfect, so match with your body." tanya Samantha bingung.


Aku tidak pernah menunjukkan tubuhku pada anggota keluargaku termasuk ibuku. Hanya Robert yang mengetahuinya karena sebagian karena dia yang melakukannya berdasarkan perintah dari Tn. Thomassen.


Kutarik nafasku dalam-dalam dan menghembusnya perlahan. Ku buka T-shirt dan celana pendek yang ku kena kan.


"Mom...this the reason..." Ujar ku seraya memperlihatkan seluruh tubuh ku. Aku memutar badan ku di hadapan mereka.


Mom menutup mulutnya tanda terkejut dan dia pun terduduk di sofa, demikian juga dengan Edith. Aku membiarkan mereka melihat semua guratan di sisi kanan-kiri tubuh ku. Goresan luka di bagian payudara ku, sayatan di setiap lenganku, garis panjang dipunggung ku dan paha atas ku.


"Kyaaaakkk...." teriak salah seorang pelayan yang datang membawakan kami teh, dan semuanya tumpah seketika itu juga.


Keributan di kamar mengundang anggota keluarga yang lain terkejut, Mereka pun segera menuju kamar ku. Robert tiba terlebih dahulu terkejut melihat ketelanjangan ku.


Dan dengan cepat diambilnya selimut di atas tempat tidur, Robert membungkus diriku serta menarik ku ke dalam pelukannya. Samantha menangis karena apa yang dilihatnya.


"I'm sorry baby girl i don't know...."ucapnya perlahan.


"It's okay mom you don't know, coz you never Saw it." Kataku menenangkannya. Tiba-tiba Robert merosot kan tubuhnya di hadapan ku.


Dia menangis tanpa suara dan tanpa berkata apapun.


"Robert.... Rob jangan... please aku baik-baik saja... tolong jangan seperti ini" bujukku.


"Sayang ini semua karena aku...kau kau bisa menuntut ku..."


"Tidak... Jangan please...." Aku pun ikut berjongkok, membawa Robert ke dalam pelukan ku.


"Can you all leave us alone please..." Pinta ku. Mereka pun menuruti keinginan ku.


Aku harus menenangkan Robert. Aku tahu dia akan menyalahkan dirinya. Aku pun tidak ingin Robert berada di ujung keputus-asaan sehingga dia tidak bisa mengambil keputusan yang benar.


"Rob sayang... lihat aku.."


Perlahan dia mengangkat wajahnya. Ku lihat ke dalam matanya.


"Aku sayang kamu. Sangat sayang.. dan aku bahagia bisa bertemu denganmu walaupun awal pertemuan kita amat sangat tidak menyenangkan."


"Maafkan aku Youra...maaf."


"Oh... sayang...aku akan selalu menjagamu. Mencintaimu seumur hidup ku. "


" I know..." Ku tangkap wajah tampan nya dan ku kecup bibirnya. Robert membalas ciuman ku. Lidahnya menari dalam mulutku, membelai dan membujuk. Menyesap apa yang dia inginkan.


Diangkatnya tubuhku, di rebahkannya di atas tempat tidur. Robert terus menciumi bibir ku dan dia pun menjelajahi seluruh leher dan pundak turun ke bukit kembar ku. Meniup puncaknya dan menciumnya perlahan, lidahnya terus menari di sana .


Tangannya perlahan membelai setiap inchi tubuh ku, perut ku hingga ke pintu surga ku. Membelai disana memberikan kenikmatan. Refleks tubuh ku membuka untuk memudahkan jemarinya menari dengan indah disana.


Bibirnya menari perlahan menelusuri jejak jemarinya hingga ke mencapai tujuannya. Di turunkan wajahnya hingga setara dengan surgawi ku. Lidahnya mulai menggantikan tarian jemarinya.


Aku mengerang memanggil namanya perlahan. Dia tidak berhenti menari di sana. Terus memberikan siksaan yang manis padaku. Tiba-tiba kurasakan diri ku sangat rakus, ingin lebih dan lebih lagi.


Dengan napas yang tak beraturan dan suara yang parau aku memohon, meminta agar Robert melakukan hal yang lebih dari yang sekarang dia lakukan.


Robert menjauhkan wajahnya, duduk tegak di hadapan ku. Dia melepaskan semua baju yang dikenakannya. Dan kembali mencium bibirku. Membuka diriku dengan tangannya.


"I love you baby girl..." Katanya sambil dia menurunkan tubuhnya, menyatukan tubuh kami.


Kami menari bersama dengan irama yang teratur dan intens. Dari bibir ku teralunkan nada manis memanggil namanya berulang-ulang, tubuhku bergerak bersama.


Tubuh kami mengeluarkan nada yang sama, irama yang sama.


Robert melakukan tariannya yang terakhir, menenggelamkannya kuat-kuat, membuat diriku bergetar hebat, dan aku memeluknya erat. Dia mengecup bibir ku. Memindahkan tubuhnya ke samping ku. Aku membalikkan badan ku menghadapnya, ku kecup bibirnya. Tak ada kata-kata yang kami ucapkan, hanya saling memandang.


"I love you Rob..."


"Love you more sayang..."


"Terima kasih sudah hadir di hidupku..." Ujar ku.


"Terima kasih sudah menerima ku.... dan maaf kan aku sayang..."


"Haaiisshh minta maaf lagi..." gerutu ku.


"Hahaha... dengar dulu. Maaf kalo mengganggu acara mu dengan mom tadi..."


"Iiissshhh..." Ku pukul dada Robert ringan.


"Ayo mandi, kita harus menemui mereka, menjelaskan tentang luka-luka itu." tanpa menunggu jawaban ku dia langsung membopong ku ke kamar mandi menyalakan shower air hangat. Dan kami mengulang kembali tarian kami.


Samantha sudah berhenti menangis karena melihat kondisi tubuh Youra.


"Anthonius...i never know about that scar...OMG i can't imagine and I never knew what she had been through..."


"Me too Samantha...our prince so smart hide all. And Robert also did tell... We can't blame Robert. Coz at least he took Responsibilities."


"Yes...."

__ADS_1


"He can be a witness dad..." Celetuk Kevin.


"Ah ya....that perfect."


"Our lawyer team in this city dad. We can do agreement before wedding."


"Oh ok... You can Settle all?"


"Yes i do..."


"Okay i giving to you... Don't cry honey. We are Suprise also but we just accept that. If Youra see you like this, she more sad." Bujuk Anthonius Wilson pada istrinya. Buku-buku jemari tangannya menghapus air mata istrinya.


Samantha pun terisak lemah menyenderkan kepalanya di bahu Anthonius. Ku hampiri ibuku, berlutut di hadapannya.


"Mom... i'm okay. Stop cry, i Wil tell oneday about all scar... Now let's prepare my wedding. We still didn't have a wedding dress..." Ujar ku sambil menghapus air mata nya. Mom mengangguk perlahan dan memelukku.


Ku berikan teh yang sudah tersedia di meja. Secangkir teh hangat dalam membuat diri kita menjadi tenang. Benar saja, beberapa menit kemudian mom sudah sibuk aja lagi.


Samantha memilih warna dasar peach dan baby blue untuk dekorasi castle. Beliau menyarankan ceremony di lakukan di halaman belakang rumah, tepatnya di taman.


Mom menelepon semua keluarga besar dan teman-teman sosialitanya. Mengundang mereka. Semua akomodasi di tanggung oleh keluargaku.


"Ddrrrrrrttttttt... Ddrrrrrrttttttt..."


"Adooh siapa sih malam-malam telepon..." Natasya bangun dari tidurnya melihat screen handphone nya, dia mengerutkan keningnya.


"Nomor LN ini..." Gumamnya.


"Woiii lama banget ngangkat telponnya..."


"Siapa nih...."


"Eh gila, baru juga di tinggal bentar Nat lw udah lupa ma gw... huhuhu tega nya sungguh teganya teganya..." Ujar Youra sambil berdendang lagu dangdut.


"Haaiisshh kalo mo gila jangan ditelpon non gak ngaruh...btw lw dimana? Kode negara gak gw kenal nih..."


"Scotland gw Nat...."


"Whaaatt gak ada yang lebih jauh githu non..."


"Eh gila majikan lw usir jauh - jauh...udah ah candanya..."


"Ada apa?"


"Nat vicall dong yukkss"


"Iihhh jijay...gw masih normal non..."


"Eh buset Natasya gilaaa.... bukan vicall untuk gituan kali.... udah ganti ke video... angkat ya.." ujar ku sedikit memaksa.


"Naaahh udah nih...eh buset lw berubah non..."


"Jadi cakep yaa...."


"Iiddiihhh narsis..."


"Biarin dari pada gak.... udah ah stop becanda..." Ujar ku, Robert yang memperlihatkan kami mulai timbul deh iseng nya. Belum juga aku memberikan kejutan manis pada Natasya, Robert datang menghampiri ku.


Dia menyapa Natasya dari belakang ku. Dan dengan cepat dia meraih ku, mencium ku mesra sambil jarinya yang dimana melingkar sebuah cincin pertunangan ditunjukkan kepada Natasya. Aku tidak menyadari apa yang terjadi, sedetik kemudian...


"Kyaaaakkk... OMG... OMG..... Hei berhenti kissing dan perlihatkan pada ku." Bentak Natasya.


"Aahhh Robert kamu ini...iiiihhhhh...."dengan kesal ku cubit pinggang pria itu.


"Hahaha....maaf maaf ok lanjut deh...aku mo ketemu Jack."


"Jadi kau menikah dengannya? Coba liat cincinnya..."


"Kami baru bertunangan..."


"Oh... selamat ya non..be happy ya.. jangan nangis terus non. Jangan hiraukan lalat-lalat pengganggu ya.."


"Iya...Nat lw datang ya... nanti gw kirim pesawat...lw berangkat saat ini juga"


"Eh buset dah..."


"Ayolah Nat please...gw butuh Bridesmaids..."


"OMG... what..."


"Gw butuh pengiring pengantin dan lw yang jadi pengiring nya...mau ya.."


"Hmmm okay itung-itung liburan..."


"Okay lw kontak Rafael biar dia urus..."


"Sip...hmmm Non..."


"Ya..."


"Apa kamu bahagia?"


"Ya aku bahagia..." Ujar ku sambil menutup


telepon.


"Aku pun bahagia Youra..." Ujar Aurora yang suaranya semakin lama semakin hilang.


******


Note Author:

__ADS_1


Hai...para pembaca yang setia maaf lama updatenya... terus dukung ya... thanks...


your Author With love: Adrinna.


__ADS_2