
Matthew Scada benar-benar membuktikan perkataannya. Dia mengajakku berkencan, saat ini aku sedang bersamanya di sebuah Restoran Khas Scotland di Glasgow.
"Ciiihhh padahal mo liat apa yang terjadi dengan Natasya dan Kevin" gumanku. Duuuhh hati ini penasaran dengan mereka.
Aku memandang keluar jendela restoran, Scotland indah, sangat indah. Malam hari pun demikian. Orang-orang Eropa memang berbeda. Mereka ramah dan tidak berjalan bergerombol seperti di LA ataupun Jakarta.
Aku memperhatikan sepasang manula yang hendak menyeberangi jalan. Scraf sang istri terjatuh, si suami mengambilnya dan mengalungkannya di leher sang istri dan pria itu mencium bibir istrinya sekilas.
"Bisakah aku dan Robert seperti mereka, sampai tua bersama..." Gumanku.
"Yolanda...." panggil Matthew lembut.
Mendengar namaku disebut aku tersadar bahwa ku gak sendirian, aku pun mengalihkan pandangan, menatap pria yang mengajakku makan malam.
"Ahhh iya kok gw bisa lupa sama dia ya..." Gumanku sambil tersenyum.
Aku menyedot smoothies strawberry. Gila gw ngedate ma cogan makan steak dan smoothies OMG... wkwkwkkk
"Kenapa tersenyum?"
"Gak apa hanya ingat hal lucu tentang Robert.." kilahku.
"Haaah dari tadi hanya mikirin dia..."
"Iya, memang kamu pikir apa? Mikir dirimu?"
"Ya seharusnya, kamu nikmati makan malam sambil memperhatikan dan menimbang diriku kan"
"Sorry Matt otakku rada sedikit korslet, aku gak bisa mikir cowok lain selain Robert."
"Kan sudah ku bilang beri aku kesempatan"
"Ini sudah, makan malam dengan mu"
"Pikirkan aku"
"Apa yang harus ku pikirkan tentang mu"
"Ayolah... berpikirlah tentang ku"
"Baiklah dengan 1 syarat..."
"Apa...?"
"Kau lihat gadis cantik di sana yang duduk sendirian di pojok itu?"
"Ya aku lihat...lalu"
"Aku akan memikirkan mu asal kau memikirkan dia..."
"Eehhh mana bisa..."
"Kenapa?"
"Karena aku suka padamu..."
"Tepat... itulah yang kurasakan saat ini. Apa kau paham"
Matthew terdiam, Youra benar.
"Ciiihhh kena deh" batin ku.
"Kau benar-benar suka pada Robert."
"Tidak aku bukan suka tapi aku mencintainya, sangat mencintainya."
"Berarti benar-benar tidak ada celah untukku"
"Tidak...."
"Hmmmm ok, aku akan mundur..."
"Haaah benarkah, serius..."
"Ya... Yolanda walaupun aku menyukai mu namun aku bukan pria urakan yang tidak tahu diri. Dan sebenarnya ayahmu sudah cerita tentang kejadian kau diculik dan kami sedang mengumpulkan informasi."
"Maksudmu..."
"Aku mendekati mu saat ini untuk membangun kepercayaanmu. Aku ingin kau percaya padaku dan mau menceritakan tentang hari di mana kau di culik. Dan keterlibatan Robert."
"Serius..."
"Bukan karena kamu mengejar ku kayak orang gila..."
"Gak bukan..."ujarnya sambil tersenyum.
"Jiaaaaahh...."
"Hahaha kau sepertinya lega..."
"Kamu gila... bikin aku pusing. Seribu pikiran dan ide di otak ku untuk menyingkirkan mu termasuk menenggelamkan mu di sungai Leven"
"Hahahaha... segitunya. Oh ya menurut ku kau harus menjadikan Robert saksi mata."
"Btw kenapa kau ingin terlibat dalam kasus ini?"
"Kamu gak tahu?"
"Apa....?"
"Aku kuasa hukum keluarga mu..."
"Haaah ya ampyuunn deh"
"Hehehe maaf ya kalo aku ngerjain kalian berdua..."
"Beehhh bisa-bisanya."
__ADS_1
"Marco menelpon ku beberapa hari lalu dan menceritakan bahwa kalian akan membuka kasus ini lagi. Jadi aku sudah ajukan Kasasi atau yang lebih dikenal dengan istilah Peninjauan kembali."
"Oh..."
"Ya...dan jika kalian ingin Robert menjadi saksi, menurut ku dia harus bercerita semua yang dia tahu padaku sebelum kalian menikah."
"Kenapa?"
"Menghindari istilah manipulasi pikiran. Ketika ini di sidangkan jangan sampai jaksa berpikir Robert sengaja menikahi sebagai tanda tutup mulut... apa kau paham?"
"Ya...hmmm kau gak becanda kan."
"Soal apa?"
"Mundur menyukai ku..."
"Well nona aku memang menyukaimu dan gak bisa mundur, hmmm yang aku gak bisa adalah memiliki mu..." Ujarnya sambil menopang dagunya.
"Pusing ah... kata-kata mu berputar-putar... Hmm dasar lawyer...parah.."
"Hahahaha... sudah malam yukss pulang."
"Thanks ya... Udah jujur sama aku, dan kurasa kita bisa berteman..."
"Ya...harus karena aku pengacara mu, kamu harus percaya dan cerita detail semuanya."
"Ya...."
Kamipun segera pulang menuju kastil di Dumbarton. Hatiku lega, ternyata Matthew Scada bukan ingin mendapatkan ku tapi hanya ingin membantu.
Hmmm dia sudah berubah, batinku
"Eh big Boss Youra ke mana kok lama sekali...." Natasya bertanya pada Robert sambil mengambil 1 buah skewer. Robert kehilangan selera makannya.
"Entahlah...eh Nat, tuh di pinggir bibir lw" Robert memberitahukan Natasya tentang sauce yang menempel di sudut bibir Natasya.
"Hadeeeehhh kalo makan yang benar dong beb..." tiba-tiba jemari Rafael sudah mendarat di bibir Natasya.
"Eh... hehehe makasih ayank beb."
"Hadeeeehhh kalian ini... bikin gw gerah...udah tau cewek gw lagi gak ada pake pamer kemesraan..." Robert tambah jengkel.
"Braaakkk...." Kevin meletakkan piring isi barbeque yang baru dengan kasar, ada amarah di matanya menatap Natasya dan Rafael. Rafael hanya tersenyum geli melihat tingkah Kevin.
"Kevin...."bentak Samantha, dia kaget soalnya.
"Sorry mom, tanganku licin" ujar cuek sambil kesal dia lanjut memanggang.
"Hai guys sorry aku telat nih..." Sapa Jack yang baru saja datang..
"Eh ada nona cantik...hai cantik aku jack, siapa namamu" sambungnya lagi.
Hmm ini toh kakak playboy yang di bilang nona... Wuiidiihhhh ganteng juga...
"Hapus tuh iler..." Celetuk Rafael.
"Iiissshhh lw...aku Natasya, teman Youra, sekretarisnya dia" ujarnya sambil menunjuk Robert.
"Jack...kamu mau makan malam atau mau ganggu anak orang.." Kevin mendekat diantara Natasya dan Jack.
"Она моя (Ona moya)" bisiknya pada Jack dalam bahasa Rusia yang artinya, Dia adalah Milikku. Ada ketegasan dalam nada suaranya.
"Okay okay bro, Relax...mana Youra..."
"Haaaiissshhh...."Robert menghela napas bete. Diletakkan keningnya diatas meja. Hatinya kesal sekali.
"Sudah ku duga..."
"Apa...."
"Tuh lihat, pangeran ku jadi seperti itu, semua karena kamu Matt..."
"Laah kenapa aku."
"Hadeeeehhh...kan kamu bawa aku dinner di luar. Noh reaksi dia kayak gitu. Patah semangat."
"Hihihi...dah sana charge dia dulu tapi jangan cerita dulu tentang percakapan kita tadi."
"Hmmm okay..." aku pun berjalan mendekati Robert.
Ku kecup pipinya, diapun langsung menegakkan badannya dan aku pun mendaratkan bokong ku dengan sempurna di pangkuannya.
"Hai beb... Miss me"
"A lot.." dia menarik wajahku dan mencium ku mesra, hingga aku tak bisa bernapas.
"OMG...rusak sudah mata perawanku...."celetuk Natasya.
"Mata lw mana perawan Nat kan udah sering ngeliat mereka kissing...atau lw pengen juga beb..."ujar Rafael.
"Plaaaaakkk..." tiba-tiba Robert memukul kepala Rafael dengan napkin.
"Adaawww...yaela Boss canda doang gak boleh..."
"Sana patroli...."
"Kan gw laper boss..."
"Ra..."
"Ya Nat kenapa?"
"Kayaknya dunia mo kiamat dah..."
"Laah...."
"Mereka bisa bercanda..."
__ADS_1
"Wkkkkkk hahaha kirain apaan, eh Totem ku sayang kamu gak makan..."
"Nunggu kamu..."
"Iiissshhh manja..."
"Gpp dong kan dengan tunangan ku sendiri atau kau mau aku manja sama Marie atau Rosa.?"
"Ooohh masih ingat sama orang-orangan sawah dan ondel-ondel itu?"
"Hahahaha..."
Keluarga Wilson berkumpul menikmati makan malam di taman. Hari ini Chef Kevin Wilson menyajikan hidangan barbeque, sebenarnya atas permintaan Youra, eh anak itu malah pergi dengan Matthew.
Tapi akhirnya Youra datang kembali sebelum acara Barbeque selesai. Semua bahan sudah di panggang oleh Kevin.
"Ting..Ting..Ting..." Anthonius mengangkat gelas wine mengajak yang hadir untuk bersulang.
"Aku ingin bersulang... untuk Robert, terimakasih atas semua nya, Untuk Youra be happy baby girl dan untuk para tamu selamat datang..." Ujar ayah ku panjang lebar.
"Let's cheers..."
Cheersss... Suara dentingan gelas bergema di halaman belakang kastil tanda hari yang baik.
Ayah dan ibu ku pamit terlebih dahulu. Tak lama disusul oleh kawan mereka David dan Elisabeth. Marco dan Hannah pun menyusul.
Robert mengajak ku berdansa di bawah rembulan.
"Ra...ku pamit ya ngantuk nih..."
"Okay...kev antar Natasya ke kamarnya" pintaku
"Iiisshh nona ku bisa sendiri kali...."
"Biar gak nyasar... hehehe"
"Yang ada kalo di antar malah nyasar ntar... hahaha, udah ah...sampe besok ya."
"Nite..."
"Ayo...ku antar." Kevin menawarkan diri pada Natasya. Natasya pun bangkit berdiri dan berjalan meninggalkan Youra dan Robert yang masih berdansa.
Mereka berjalan beriringan tidak ada percakapan apapun. Karena Kevin pun bingung mo ngomong apa.
"Okay... thanks udah antar aku."
Kevin menatap Natasya, tepatnya dia menatap bibir Natasya, ingatannya melayang pada tindakan Rafael yang menyentuh bibir gadis itu.
"Ini cowok gak bersuara sama sekali apa bisu mendadak kali ya..." batin Natasya. Dengan cueknya Natasya memutar badannya membuka pintu kamarnya.
Tak disangka Kevin ikut masuk ke dalam, dengan cepat dia menutup pintu di belakang nya dan memutar tubuh Natasya.
"Yang mana yang tadi disentuh oleh Rafael...?"
"Haaah apa..." Belum sempat Natasya berpikir apa yang terjadi, Kevin sudah memegang tengkuk gadis itu dan dia ********** dengan cepat.
Ciuman Kevin sedikit kasar dan panas, lidahnya menari memaksa Natasya membuka bibirnya sehingga dia bisa menyentuh ke dalaman rongga mulutnya.
Kevin menarik tubuh Natasya dekat padanya. Natasya tidak berdaya di bawah ciuman Kevin yang memabukkan.
Ketika mendengar suara gadis itu, Kevin tersadar, perlahan dia melepaskan ciumannya.
"Usir aku sekarang sayang, jika tidak aku...shit... Nat." Kevin menjauhkan wajahnya sedikit dari Natasya, namun tangannya masih merangkul tubuh mungil Natasya.
Dilihatnya wajah Natasya, dia menyentuh bibir Natasya yang sedikit basah dan membengkak sedikit.
"Nat...kau membuat ku gila..."
"Ohh....Kevin." kau pikir hanya dirimu saja, batin Natasya.
"Ssstttt...jangan...aku bisa goyah mendengar suara mu itu."
"Aku harus bagaimana kev....kau membuat ku bingung." Natasya memandang Kevin dengan penuh kerinduan, dia mulai merindukan Pria dihadapannya, padahal Pria itu belum pergi darinya.
Kevin menarik napas panjang, sebelum melakukan lebih lagi dia harus tahu hubungan gadis ini dengan Rafael Benitez.
"Istirahatlah kau pasti lelah..." Ujar Kevin, perlahan dia melepaskan pelukannya dari Natasya. Disentuhnya bibir Natasya yang basah dengan jemarinya.
Natasya tidak berkata apapun, hanya menatap pria itu. Apa sih maunya... Dia pun berjalan menuju tempat tidur, duduk di tepiannya dan membuka high heels nya, menggantikannya dengan slipper.
"Nat..."
"Ya..."
"Luangkan waktu dengan ku besok, temani ku ke Glasgow"
"Okay..."
"Selamat malam Natasya..."
"Malam Kevin..."
Kevin pun melangkah keluar kamar dan dia bertekad untuk merebut Natasya dari Rafael Benitez. Apa yang terjadi jika dia tahu kalau Natasya ngerjain dia ya... hehehe.
"Apa Matthew melakukan hal yang kurang ajar?"
"Tidak... Jangan kuatir kami hanya makan malam..."
"Bukan kuatir sayang, aku cemburu okay"
"Hihihi...bagus itu asal jangan kelewat cemburu ya...cup" ku darat kan kecupan di bibirnya.
"I love you Youra..."
"I know..."
Youra merapatkan tubuhnya di dalam pelukan Robert. Dia pun mulai memejamkan matanya. Mereka sudah berada di kamar nya tepatnya di atas tempat tidur...
__ADS_1
"Tidurlah sayang... besok kau butuh tenaga untuk sesi pemotretan."
"Hmmmm...."seutas senyum manis menghiasi wajah Youra. Semua akan menjadi sempurna.