Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess

Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess
Chapter 24: Killing Me Softly


__ADS_3

Pernikahan kami tinggal H-2, lusa kami akan menikah, Robert sudah menyelesaikan Vow nya (Ikrar pernikahan) kami, hanya aku yang belum. Kalo soal VOW nyerah deh.


"Aduuuhh... Mending bikin MOU daaahhh" teriakku pelan. Spontan aja aku menarik-narik rambutku. Hiks...hiks...susah banget sih.


"Hhmmpppp... hihihi... Hahahaha" meledaklah tawa si bodoh Adam, kakak yang jahat menyuruhku membuat VOM.


"Plaaaaakkk...."mendaratkan slipperku dengan mulus di wajah Adam.


"Hhmmpppp....." Adam menahan tawanya.


"Jahat....kenapa malah ngetawain aku sih, bantu dong... kepala ku udah sakit nih...!"


"Aduuuhh baby kenapa gak minta bantuan Robert aja dia kan jago..."


"Jago apaan, aku pintar tahu...aku kan ngambil dari google kalee... hehehe" ujar Robert.


"Jiaaahhh itu sama saja curang dong...." protesku.


"Gak juga ada beberapa kalimat memang aku yang buat."


"Hadeeeehhh....sama aja kalee... Btw Natasya kok gak keliatan batang hidungnya seh..."


"Haaiisshh kamu keasyikan sama Robert sih sampe Natasya pergi pagi-pagi dengan Kevin kamu aja gak tau" goda Adam.


"Haaah sama Kevin?"


"Iya...biarlah... udah selesai kan dengan cepat, ntar kan mau ada sesi foto dengan Edith." Ujar Adam mengingatkan ku.


"Ahhh iya....Rob, cayank bantu aku dong...."


"Cup gak usah bilang juga pasti aku bantu... mmmuuaaahhh"


Aku tersenyum melihat ulahnya sementara Adam hanya menggelengkan kepalanya.


"Eh Rob, kamu sudah bilang ke Youra soal liputan yang di maksud Edith"


"Ah iya... sayang, aku dan keluarga mu sudah memberikan ijin untuk Edith meliput dan mempublikasikan pernikahan kita..."


"Seluruh pernikahan maksudnya..." potong Matthew Scada.


"Hadeeeehhh.... dia lagi." gerutu Robert.


"Tanya Edith aja Matt..."jawab Robert, jujur aja dia males banget berhadapan dengan mahluk buaya ini. Youra melihat mimik cemburu Robert. Maka terjadilah kode-kode an antara Youra dan Matthew.


"Yolanda cantik nanti boleh temani aku ya..."


"Iya zeyeng... boleh saja...siapa yang gak mau dekat dengan pria tampan."dengan nada manis di buat-buat.


"Braaakkk..."sebuah buku terjatuh dari tangan Robert.


"Haaiisshh ada yang cemburu...gak jadilah kalau begitu. Biarkan aku pergi sendiri aja ya Yolanda, ku masih ingin hidup... hihihi"


"Hahaha..." Youra tertawa lepas.


"Relax Rob... yang ku cinta hanya kamu...i love you"


"Awas aja kalo berani macam-macam..."


" Gak sayang kami hanya bercanda kok... maaf ya... Yuuukkksss ke dapur..aku lapar, pengen Ramen buatan mu.." rayu sambil menarik tangan Robert membawa pria itu ke dapur.


Sementara itu di sebuah Restoran di kota Glasgow, 2 pasang muda-mudi sedang menyantap makanan mereka.


Karena Natasya tidak suka makanan yang aneh-aneh maka Kevin menggunakan kekuasaan dan keahliannya untuk menyajikan sarapan pagi yang sempurna.


Siapa yang bisa menolak permintaan Chef sekaliber dengan Chef Gordon Ramsay, dan super power kayak Donald Trump. Kalau Restorannya gak mau tutup tikar sih silakan aja tolak deh permintaan Kevin Wilson.


"Makanlah..." Kevin menyajikan sepiring Macaroni cheese yang di siram dengan Brown Sauce spesialnya Kevin, hash meat, mixed grilled vegetable. Kevin juga menyajikan Cranachan sebagai makanan penutup mulut.


Cranachan adalah jenis dessert atau pencuci mulut tradisional yang terdapat di Skotlandia. Bahan dasar pembuatannya adalah outmeal. Bahan dasar tersebut dipanggang lalu kemudian dicampur dengan whipped cream, madu dan buah raspberi.


"OMG.... ini enak banget kev... ini aku paling suka, amat sangat suka..." Natasya menyendok Cranachan di hadapan nya dan memakannya.


Dia membuat mimik wajah yang lucu saat memakannya membuat Kevin terpanah.


"Kau suka makanan manis?"


"Ya..."


"Kalau pedas..."


"Hmmm gak begitu. Tapi aku bisa makan pedas kok. Oh ya Sauce macaroni tadi enak sekali."


"Ini coba... " Kevin menyodorkan sebuah minuman hangat, hot chocolate hazelnut milk.


"Hhhmmmm chocolate..." Di bibirnya tersisa foam minumannya. Kevin mendekatkan wajahnya dan menghapus sisa minuman dibibir Natasya dengan lidahnya.


"Ya...ini manis" katanya sambil menjilat bibirnya sendiri dan Natasya pun membeku di tempat. Kevin tersenyum puas.


Natasya menundukkan kepalanya menyembunyikan wajahnya yang merah kaya kepiting rebus. Dia malu sekali.


"Imut sekali..." Celetuk Kevin.


"Kev..."


"Ya...."


"Jangan berlebihan dan jangan bikin aku PHP"


"PHP tuh apaan?"


"Memberi ku harapan..."

__ADS_1


"Apa kalian pacaran?"


"Maksudnya...."


"Kamu dan Rafael apa kalian pacaran? Jawab jujur Natasya..."


"Pacaran atau tidak apa hubungannya denganmu?"


"Nat...'"


"Apa...."


"Sudahlah, habis kan makanan mu..." Ujar Kevin, dia pun pergi meninggalkan Natasya.


"Ciiihhh ngomong setengah-setengah aarrrggg jiwaku meronta-ronta penasaran... hadeeeehhh..." Gerutu Natasya. Dia bingung dengan sikap Kevin. Apa mau nya dia gak tau.


Tak lama mereka pun meninggalkan restoran dan menuju pusat kota Glasgow. Natasya tak berhenti takjub memandang kota ini. Kastil-kastilnya sangat indah.


"Kevin, bisakah kita berhenti disini..." Usir Natasya ketika dia melihat alun-alun kota Glasgow yang menakjubkan.


"Okay...." Kevin pun memarkirkan Mobilnya. Natasya turun perlahan. Matanya menangkap semua pemandangan sekitarnya.


"Aarrrggg ini cantik sekali..." Pekiknya kecil. Dia pun menghampiri Kevin dan menarik tangannya, mengajak Kevin berjalan di sekeliling George Square.


Natasya menarik lengan Kevin sehingga Kevin membungkukkan tubuhnya dan...


"Cup...thanx ya" Dia pun memberikan kecupan manis di pipi Kevin.


Natasya merasa ini liburan yang menyenangkan. Kevin terpukau oleh sikap Natasya, Gadis ini gak peduli dia pergi dengan siapa. Dia seperti tidak ada beban.


Kevin mengusap pipinya yang di kecup oleh bibir sexy Natasya. Kevin menyusul Natasya yang asyik menikmati pemandangan George Square. Ditariknya tubuh Natasya, sebelum Natasya menyadari apa yang terjadi Kevin mencium bibirnya dengan mesra.


Dia memperdalam ciumannya. Lidahnya menjelajahi dengan rakus. Memberikan gigitan kecil di sekitar bibir bawahnya. Natasya di buat hampir kehabisan napas. Dia pun larut dalam ciuman panas Kevin. Tangannya mengalung di leher Kevin, jemarinya menari di rambutnya.


"Nat...oh Natasya you are sweet..." Kevin menghentikan ciumannya, meletakkan keningnya di kening Natasya. Dia mengecup ringan bibir dan hidung Natasya. Dia melepaskan pelukannya, namun mengaitkan jemari mereka.


"Ayo ku tunjukkan sesuatu..." ujarnya. Kevin membawa Natasya ke sebuah menara. Mereka naik hingga ke atas.


"Hati-hati dengan langkah mu serta kepalamu...diatas sana ada bell." Ujar Kevin.


"Ya..."


Mereka melangkah dengan hati-hati dan akhirnya tiba di puncak menara.


"Looks...." Kevin menyuguhkan kota Glasgow, Skotlandia di hadapan Natasya.


"OMG.... Kevin ini luar biasa..."


"Kau suka..."


"Ya...kOta ini, negara ini sangat indah dan menakjubkan.


"Kau lebih menakjubkan..." bisik Kevin. Lengannya melingkar memeluk Natasya dari belakang. Nyaman itulah yang di rasakan Natasya.


"Nat..."


"Ya..."


"Lepaskan Rafael..."


"Ooppsss.. hihihi." Natasya tersenyum geli sendiri. Apa yang bakal Kevin lakukan ya kalo dia tahu bahwa dia sudah di isengi olehnya. Natasya memutarkan badannya menghadap Kevin.


"Kev... berjanjilah padaku jangan marah ya please." rayu Natasya sambil menangkupkan kedua tangannya dan memohon kepada pria itu.


"Apa....katakan..."


"Janji dulu..." pintanya manja.


"Okay aku janji...aku tak akan marah" dalam hatinya ia berkata janji scott boys.. hehehe.


"Sebenarnya aku dan Rafael tidak ada hubungan apapun...." Ucapnya perlahan, nyaris tak ada suara.


"Apaaaaa...?" Kevin mengerutkan keningnya heran.


"Tak ada hubungan apapun antara aku dan Rafael.."


"Jadi kau bohong..."


"Aku hanya mengerjainmu..."


"Haaah...." Kevin tidak mengatakan apa-apa hanya menatap Natasya tak percaya. Jadi kesopanan ku dan rasa tersaingi tidak ada artinya, batin Kevin.


"Jangan marah...kau sudah janji tadi.." ujar Natasya. Gadis itu bingung oleh sikap diamnya Kevin.


"Keviiiinn...." panggilnya dengan nada manja, Kevin menatapnya dan menghela nafasnya.


"Ayo kita Turun..." Ujarnya seraya berjalan lebih dahulu di depan Natasya. Dia tidak melepaskan genggaman tangannya.


Setibanya di bawah, Kevin melangkah dengan sedikit cepat ke arah parkir mobil. Seperti biasanya dia membukakan pintu mobil untuk Natasya dan memasang seat beltnya. Dan sepanjang perjalanan pria itu tidak bicara 1 kata pun. Natasya pun tidak bicara dia sangat takut Kevin marah meledak.


"Aahhh sial...." Gerutu Kevin. Mereka hampir tiba di kastil, tiba-tiba saja Kevin menghentikan mobilnya di jalan yang sedikit sepi. Melepaskan seat beltnya, mengatur kursi joknya dan melepaskan seat belt Natasya, menarik gadis itu ke pangkuannya.


"Kyaaaakkk Kevin apa yang kau lakukan."


"Menghukum nona yang nakal..." ujarnya sambil mengedipkan matanya, tubuh Natasya berhadapan dengan Kevin tangannya diletakkan di atas dada pria itu.


Kevin menarik wajah Natasya mendekat dan mencium bibirnya. Ciumannya lembut menuntut. Lidahnya menari dalam mulutnya membelai dan membujuk. Menyesap apa yang Kevin inginkan. Dia menggigit kecil bibir bawahnya.


"OMG Nat...kau manis sekali.." bibinya turun menciumi leher jenjang Natasya terus ke bawah ke atas bukitnya. Pekikan ringan muncul dari bibir Natasya.


Kevin mengangkat rok yang di kenakan Natasya. Jemarinya menyentuh inti tubuhnya, menggoda Gadis itu, membuatnya mabuk kepayang dan memanggil namanya berulang-ulang. Suaranya sangat sexy membuat Kevin ingin membenamkan dirinya.

__ADS_1


"Kau sangat cantik dan sexy, aku suka, manis sekali." Ujarnya sambil mencium Natasya.


"Kev..oh...kev.." jemari Kevin sangat lihai di inti dirinya. Kevin menyadari bahwa Natasya sudah sangat siap untuknya.


"Angkat tubuh mu sedikit sayang dan turunlah perlahan..." perintahnya di telinga Natasya. Natasya menuruti keinginan Kevin dan dipeluknya erat tubuh pria itu saat dirinya menyatu dengan Kevin.


"Oh my Gosh...Kevin..."


"Hmmm ya... sayang"


"Kev..aku.." Natasya menatap Kevin tak percaya. Tugu pria itu amat sangat penuh di dalam dirinya. Kevin mempererat pelukannya.


"Hukumannya kau yang harus bergerak sayang..."


"Oh...."


"Ya...." Kevin mencium telinga Natasya dan menggigitnya.


"Bergeraklah Nat..."


"Kau sangat penuh aku perlu beradaptasi Kev..."


"Sayang liat aku... lakukan sekarang jangan takut.." Natasya mengikuti perintah Kevin. Tubuhnya bergerak seirama dengan napas dan ciuman pria itu. Dia terus bergerak naik-turun di atas Kevin. Tubuhnya terasa terbakar dan terbelah.


Kevin tahu Natasya menginginkan lebih dari ini, maka dia menyusupkan jemarinya, dan menyentuh serta memainkan instrumen dalam tubuh Natasya. Gadis itu membelalakkan matanya menatap Kevin.


"OMG Kev...ini oh shit..." Ini terlalu intens, batin Natasya.


Ketika dirasakan bahwa Natasya akan mencapai tujuannya maka Kevin melepaskan jemarinya mencium bibir Natasya dan ********** habis. Kevin mempercepat temponya mengangkat tubuh Natasya sehingga Bergerak seirama hingga mencapai oktaf tertinggi.


"Kevin... OMG Kev..." Natasya memeluk Kevin dengan kuat.perlahan tubuhnya melemah. Semua inti sarinya mengalir alami.


Mereka menenangkan diri mereka masing-masing. Kevin memeluk gadisnya.


"Natasya...sayang lihat aku.." gadis itu melihat Kevin. Kevin memberikan kecupan manis dan mesra di bibirnya.


"Kau milikku... jangan dekat-dekat dengan Pria manapun. Apa kau paham"


"Aduuuhh Kevin... dengan begini apa aku bisa jalan dengan pria lain.."


"Hehehe..." Kevin terkekeh geli melihat ekspresi Natasya.


"Hmm sayang apa kau mau kita pulang dalam kondisi seperti ini." ujar Kevin.


"Haaah maksudmu?"


"Kau ingin dia terus berada di dalam mu? Kalo itu mau mu kita tidak akan bisa pulang sayang..." Natasya mencerna kata-kata Kevin.


"Kyaaaakkk Kevin..." Dia memukuli dada Kevin, Kevin semakin gemas. Perlahan mengangkat Natasya dan menempatkannya kembali ke kursi penumpang.


"Nat..."


"Ya...."


"Malam ini kau pindah kamar...."


"Ke mana?" Tanyanya pura-pura polos.


"Kantor polisi aja mau...."


"Iiissshhh ngapain..."


"Jelas-jelas pindah ke kamar ku, pake nanya ke mana..."


"Hahaha jangan marah ah... Iya aku pindah."


Setelah merapikan pakaiannya, memasang kembali seat beltnya, Kevin kembali melanjutkan perjalanan kembali ke rumah.


"Nat..."


"Apalagi chef Kevin..."godanya.


"I love you...."


Natasya tidak dapat berkata apa-apa mendengar pernyataan Kevin. Dia hanya menutup mulutnya.


"Turunlah dan ingat perintah ku..."


"Ya..." Natasya turun dari mobil dan berjalan duluan menuju kamar nya.


"Hmmm Kev..."


"Ya..."


"I love you too..."


Mereka tiba tepat waktu, Natasya terlihat sangat cantik dan seksi, semua karena percintaannya dengan Kevin. Mengingat kejadian tadi wajahnya memerah.


Dia jatuh cinta pada Chef Kevin Wilson.


Note Author:


Hello Gaeeesss thnx sdh mampir baca...


Sorry agak lama postingannya, Krn author lg sedikit sibuk dengan menjaga orang sakit...😁 Sabar-sabar ya...🤗


Author tetap semangat kok....💪💪


Thanks atas perhatiannya...


Your Author With love:🤗😍💗

__ADS_1


🌸 adrinna 💗


__ADS_2