Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess

Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess
Chapter 22: Datang Lagi.....


__ADS_3

Note Author:


Hai... Mulai bab ini, percakapan dalam bahasa asing author langsung terjemahan ke dalam bahasa Indonesia ya.


Namun para pembaca harus ingat keluarga Wilson, koleganya adalah orang - orang berkomunikasi dengan bahasa asing.


Thnx ya... Met membaca.!!!.


******


Natasya dan Rafael tiba di bandara udara internasional Glasgow, Skotlandia. Bandar Udara Internasional Glasgow terletak 8 mil barat pusat kota Glasgow, dekat kota Paisley dan Renfrew di Renfrewshire, Skotlandia, Britania Raya. 


Dari Glasgow ke Dumbarton hanya memakan waktu sekitar 20 menit. Aku, Robert dan Kevin (Dia minta ikut katanya sih ada urusan di Glasgow) menunggu kedatangan Natasya dan Rafael di ruang tunggu VVIP. Walaupun menggunakan pesawat pribadi tetap saja prosedur bandara harus di jalankan.


Di negara ini kami belum memiliki hangar sendiri jadi harus sewa. Robert sudah memesannya di hari pertama kedatangan kami di Skotlandia.


"Iishh... katanya ada perlu di Glasgow. Ini malah ngikutin gak jelas." Gerutuku ketika ku lihat Kevin tetap bersama dengan kami.


"Duaaarrr....."tiba-tiba Natasya datang dan mengagetkanku.


"Kyaaa....ya ampyuunn Nat...iseng lw kok gak ilang-ilang seh.." ujarku. Sementara Natasya hanya tertawa mendaratkan pantatnya di sofa. Sementara Itu Rafael menghampiri Robert dan Kevin.


"Hahaha... gurunya kan lw non."


"Dasar gila...."


"Eh om Totem apa kabar..." Sapa Natasya. Tangannya mengulur ke arah Robert, namun matanya memandang ke arah Kevin.


"Lw bosan kerja ya Nat ciiihhh tangan ke mana, mata ke mana..." sindir Robert.


"Lw mo mecat gw? Silahkan aja... paling proyek berantakan semua...lagi pula ya Bert itu mahluk halus, kece bingits gak boleh dilewatkan untuk dipandangi...tul gak non"


"Yup setuju..."


"Gila...awas ngelirik-lirik gw sumpahin bintitan...Nat lw kalo ngelirik cogan sendiri aja, jangan aja cewe gw..."


"Wkkkkkk..."


"Ini cewek mahluk halus dari mana ya, tampang berantakan, bicara kasar, acak-acakan begitu, tapi suaranya, bibir nya sexy...shit what i am doing." Batin Kevin. Dari tadi dia hanya diam dan memperhatikan Natasya.


Sebenarnya dia gak ada urusan penting di Glasgow, dia hanya penasaran dengan tamu dari Jakarta sehingga Youra sampai ngotot ingin jemput. Ternyata yang di jemput mahluk manis. Tiba-tiba Youra menarik tangan Kevin.


"Nat kenalin nih kakak gw... Kevin dan kev, dia adalah sekretaris dan sahabatku." Youra memperkenalkan mereka. Natasya mengulurkan tangannya namun cogan di depannya hanya diam menatapnya, Ku senggol tubuh Kevin, Kevin melihat ke arahku.


Dengan gerakan kepalaku, aku mengisyaratkan dia untuk menyambut uluran tangan Natasya. Natasya udah keburu jengah, maka begitu Kevin mengulurkan tangannya, dia menarik tangan dengan cepat dan merangkul pundak ku.


"Maaf ya non kenapa cogan yang gak ada sopannya bisa jadi kakak lw sih?"


"Ntuh dia Nat gw juga bingung...yuks ah kita pulang, atau mo makan dulu..." tanyaku sambil melirik ke arah Robert.


"Makan dulu yukkss gw laper..."


"Eh buset dah Nat, kan tadi ngemil melulu dipesawat...pada ke mana tuh makanan." Celetuk Rafael memutar-mutarkan tubuh Natasya, tanda mengecek sesuatu.


"Siapa pria itu, apa pacarnya?" batin Kevin. Dia mulai terusik. Lah kenapa aku jadi gak suka lihat mereka. Wah gawat... batinnya.


"Zet gila ada suara juga lw Raf.....gw pikir sama kayak patung Totem sebelah gw ini" seruku.


"Woiii Raf jangan gila dong main putar sembarangan, emang gw baby putar..."


"Wkkkkkk mirip... hahaha" ujarku, kamipun tertawa lepas.


"Cute..." guman Kevin pelan.


kami pun berjalan meninggalkan ruang tunggu VVIP menuju pintu keluar. Untung saja tadi bawa 2 mobil, 1 sedan dan 1 wagon.


"Baby girl, kita langsung pulang atau bagaimana?" tanya Kevin.


"No...kita makan dulu ya..."


"Where..."


"I don't know, hmmm ku ingin makan sejenis burger gitu, Nat lw gimana..?"


"Yeah burger boleh lah..."


"Hmmm kalau begitu German doner...Rob you can follow me."


"Kamu gak punya cabang di sini?" tanyaku pada Kevin, Kevin kan chef dan pemilik hell kitchen.


"Nope but German doner great taste also..."


"Ok..." jawab ku sambil membantu Natasya dengan bagasinya.


Ketika Natasya hendak masuk ke dalam mobil wagon kami, sebuah tangan kekar menarik tangannya kuat, membimbing ke mobil sedan milik Kevin. Kemudian di tempat kannya Natasya di kursi penumpang depan. Kevin memasangkan seat beltnya. Dengan cepat dia memutar didepan mobil dan duduk di belakang kemudi, memasang seat belt


"Calm down..."perintahnya, suara Kevin ngebass, sangat sexy, wajahnya yang tampan berdekatan dengan wajah Natasya hanya berjarak 1 inchi saja. Natasya tidak berani bernapas. Dia mengangguk pelan.


Dari tempatku berdiri aku hanya menatap kakakku bingung. Robert hanya menggeleng kan kepalanya.


"Ayo naik..kita harus segera mengikuti mereka..." perkataan Robert memecahkan kebingungan Youra. Robert memacu mobilnya mengikuti Kevin.


"Pria yang bersama Youra & Robert. Apa dia pacarmu? " tanya Kevin tiba-tiba. Yang di tanya malah menghadap jendela asyik memandangi kota Glasgow.


"Natasya...."panggil Kevin dengan suara bassnya. Natasya pun memutar badannya, menatap Kevin. Deg....


"Gila Abang nya si nona ganteng banget..."batinnya.


"Apa pria itu pacar mu...?" Ulangnya sekali lagi.


Natasya mengerutkan keningnya heran, kenapa dia tanya soal Rafael. Dasar Natasya isengnya selalu ada. Dia pun mulai ngerjain abangnya Youra.


"Kami dekat....hmmm in flirt..?"


"In love with him....?"


"I like him a lot..." Ujar nya dengan mata berbinar-binar. Jawabnya membuat Kevin menekukkan wajahnya. Kevin menghentikan mobilnya di sebuah Restoran yang bernama Germany Doner Kebab.


"Get....." Kata-katanya terputus di udara karena orang yang diperintahkan untuk turun udah turun duluan. Shit... Baru kali ini Kevin merasa frustasi.


Natasya melompat turun dari mobil Kevin dan menghampiri Rafael. Ditariknya tangan Rafael.


"Ada apa Nat..."


"Berkerjasamalah...."


"Haaah...."


"Udah diam ikut aja..." Natasya menggandeng tangan Rafael, Kevin mendengus kesal melihat mereka, dia langsung masuk ke dalam restoran.


"Kode tuh Raf...kode..." Celetuk Robert.


"Kode apaan....lah gw mah udah ada cewe..."


"Haaah serius lw...wah Nat berarti yang lw bilang bener ya..." ujarku


"Jiaaahhh non baru nyadar... Udah lw bantu gw. Gw mo ngerjain dia noh...ijin iseng ya non" ujar Natasya sambil tersenyum manis dibuat-buat.


"Okay beb...gw bantu..."


"Ciihh pake bebeb...yuk ah masuk masak berdiri di luar aja..yuk sayang.." Robert pun merangkul pinggangku.


Kakakku Kevin sudah mengambil tempat duduk di dekat jendela menghadap taman. Ditangannya sebuah buku menu.


"Cepat aja...kakak sudah pesan?"tanyaku


"Sudah... duduk dan pesanlah." Ujarnya tak acuh. Kevin masih kesal melihat Natasya dan Rafael. Kami duduk dan memesan makanan kami.


Alunan lagu Torn milik Natalie Imbruglia berteriak dari handphone ku.


"Mom..." Ujarku ketika membaca nama di layar telepon.


"Honey...apa sudah bertemu dengan teman mu?"

__ADS_1


"Ya... sudah...mom kami mampir makan dulu, dia sudah lapar."


"Oh baiklah...hmmm apa Kevin ada bersama mu?"


"Ya ada...mom mo bicara dengannya.?"


"Gak usah, bilang aja jangan lupa nanti malam. Dia yang urus makan malam nanti."


"Oh okay mom..."


"Sayang bilang Robert berhati-hatilah bawa kendaraannya."


"Iya mom..."


"Okay nikmati hari kalian...bye baby girl"


"Bye mom....kev makan malam nanti malam kata mom kamu yang atur?"


"Ya...tak percaya pada masakan ku..."


"Jiaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhh narsis..."


"Hahahaha..." Tawa lepas milik Kevin membuat Natasya merasa panas dingin. Natasya pun menelan ludahnya.


Tak lama Rafael langsung akrab dengan Kevin. Mereka tidak tahu bahwa Kevin sedang menyelidiki saingannya. Ampun deh baru juga kenal sudah dianggap saingan.


Author menggelengkan kepalanya.. hadeeeehhh..🙄🙄🙄


"Kau ikut di mobil ku" ujar Kevin pada Natasya. Natasya tidak menjawab Kevin.


"Ayo..." Diapun langsung menarik tangan Natasya membawa gadis itu ke mobilnya.


"Kayaknya Kevin suka dengan Natasya nih..." Kataku, sedikit curiga dengan kelakuan Kevin. Dia jarang dekat cewek.


"Kayaknya sih...awas aja jangan sampai nikah..."


"Massal..." Ucapku dan Rafael berbarengan.


"Hahahaha...." Spontan aja kami bertiga tertawa.


"Kamu beneran suka cowok itu?" tanya Kevin.


"Iya...why You ask?"


"Apa yang kamu suka dari dia?"


"Semuanya..."


"Sudah pasti ya..."


"Apa...."


"Perasaan mu ke cowok itu?"


"Emangnya kenapa sih kev.. kamu aneh, kita baru aja kenal, belum juga ada 1 hari."


"Iiishhh..." Entah mengapa ada perasaan kesal menyusup di hati Kevin saat melihat mereka berdua akrab.


Tak lama mereka tiba di kastil, tempat Keluarga Wilson menginap. Natasya turun dari mobil Kevin.


"Woooowww ini keren banget Non.." ujar Natasya ketika akhirnya mereka tiba di castle. Matanya membesar menatap keindahan yang terpampang di depannya.


"Tuh... Robert yang milih."


"Wuiidiihhhh keren habis..."


"Yukkss masuk..." Ujar ku sambil menggandeng tangan Natasya.


"Mom...ku pulang..." teriakku


"Haaiisshh non suara menggelegar kayak geledek"


"Bomat...ayo mungkin mom ada di ruang tengah."


Kami berjalan meninggalkan para Pria di belakang kami yang sedang sibuk mengeluarkan koper Natasya. Benar saja orang tua ku ada di ruang tengah dan


"Youra...apa kabar?" Matthew datang mendekat dan memelukku. Duh kenapa banyak cowok mesum sih...


"Ooppsss..." Celetuk Natasya.


"Tanya kabar sih boleh aja. Tapi gak usah pakai pelukan juga kali..."ujar ku sambil melepaskan pelukan dari Matthew.


Robert melihat dari jauh, tubuhnya langsung membeku.


"Ini cowok ya...apa kudu di beri pelajaran kali ya." guman Robert dengan kesal. Dengan langkah seribu Robert menghampiri Youra.


"Hai..." sapanya pada Matthew Scada, Robert merangkul pinggangku.


"Hai... Kita bertemu lagi. Hmmm kata Tn. Wilson kalian akan menikah?"


"Ya benar.."jawab Robert.


"Eh ayo duduk..."potongku, aku menarik tangan Robert dan kami pun duduk seorang pelayan bertanya aku dan Robert ingin minum apa. ku saran kan untuk menawarkan pada Natasya.


"Dia siapa?" tanya Matthew, yang di Maksud adalah Natasya.


"Temanku, calon kakak ipar..." Jawab ku.


"Haaah....kakak ipar apaan" protes Natasya.


"Hihihi...oh ya kapan kau datang?"


"Kemarin... Hmmm Robert bisakah kita bicara empat mata?"


"Boleh ayo ke ruang study...eh sayang, bisa kah nanti kau perkenalkan Rafael kepada Jack?"pintanya, hmmm paling masalah keamanan. Rafael kan bodyguardku, pengganti Robert di saat dia tidak ada.


"Ya..."


"Thanks....cup" Robert mencium ku ringan sebelum meninggalkan ruangan.


"Well Natasya pasti lelah ajaklah dia beristirahat." Saran mom.


"Yes mom...yuk Nat ku tunjukkan kamarmu..."


"Kastil ini indah sekali Ra..."


kami tiba di sayap kanan bangunan, kamar Natasya di deretan kanan paling ujung sebrang kamar ku.


"Peninggalan sejarah nih Nat, heritage....nah ini kamar lw...dan itu kamarku dan Robert, sebelahnya kamar mom & dad, sebelah kamarmu Marco dan Hanna, sebelahnya kamar Adam dan Edith, depannya kamar temannya mom, Jack, Rafael dan yang lainnya di sayap kiri sana, Kevin juga di sana." Jelasku sambil mengerlingkan mataku saat menyebut nama Kevin.


"Iiisshh apaan sih..." Wajahnya memerah, Natasya menarik tangan ku masuk ke dalam kamar.


"Woooowww Ra boleh gak kamarnya ku bawa pulang ke Jakarta... keren banget, waa serasa jadi princess." Natasya terkagum dengan kamarnya, dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


"Bawa Kevin aja...ntar pasti dapat kamar kayak gini" godaku


"Iiissshhh apaan sih..."


"Eh Nat cerita dong tadi ada apa?" pintaku, ku kepo nih... hehehe


"Tentang apa..." Natasya pura-pura gak tau.


"Kevin....Abang gw tercinta.... jiaaahhh belum cerita muka lw udah merah aja..." ledekku.


"Iiishhh lw ya Ra...eh Kevin belum punya pacar?"


"Cieee.....nanyain nih. Iparan dong kita, kalo lw jadi ceweknya dia Gpp sih, eh kalo lw ketemu ma Abang gw yang namanya Jack menjauhlah darinya, gw gak setuju.."


"Kenapa...siapa tau kami cocok..."


"Gaakkk boleh Natasya, gw gak rela, Jack itu playboy, gw gak mau lw tersakiti. Paham..."


"Jiaaaaahh kirain apa, biarlah Ra siapa tau gw bisa menaklukkan hati si Playboy... wkwkwkw"

__ADS_1


"Dasar gila...eh ayo cerita" aku menagih Natasya.


"Hmmm gak apa-apa sih Ra...dia hanya bertanya soal Rafael, dia pacar gw apa bukan."


"Trus lw jawab apa..."


"Gw bilang gw suka...kita lagi nge-flirt.."


"Syet gila lw Nat, trus trus Abang gw gimana reaksinya..."


"Gw gak merhatiin yang pasti diam sepanjang perjalanan tadi..."


"Waaahhh wkwkwk...gila banget lw ngerjain Abang gw."


"Lw gak marah gw isengin dia?"


"Gaklah...kan masih batas wajar."


"Tok..tok..tok.." tiba-tiba pintu kamar diketuk.


"Eh siapa ya...."


"Tau deh... Abang gw kali... hihihi"


"Haaiisshh..." Natasya membukakan pintu kamar, berdiri lah mahluk manis, nan sexy.


"Kau Natasya?" Tanyanya.


"Eh... Edith masuklah, Nat dia kakak ipar ku, tunangan Adam."


"Oh...ayo masuk. Ya aku Natasya, salam kenal, dalam bahasa ku, salken."


"Oh...so kalian sedang apa? Youra apa kau sudah menunjukkan gaunnya.."


"OMG ku lupa...eh Nat Edith adalah Editor Majalah O'LEARY."


"Whaaatt, O'LEARY majalah fashion itu... OMG gw dikelilingi orang-orang hebat rupanya.."


"Hahahaha jangan gitu kau juga hebat Natasya, bisa beradaptasi dengan kami... hihihi ini Nat gaun lw..."ujarku sambil menunjukkan gaun Bridesmaids warna peach.


"Waaahhh ini cantik..."


"Pakailah aku mau lihat... Besok kita adakan sesi foto ya... Hmmm Youra bolehkan aku meliput pernikahan mu."


"Hmmm apakah aman?"


"Aku akan mendiskusikannya dengan Robert dan ayah, serta kuasa hukum keluarga, bagaimana?"


"Baiklah..."


"Okay lanjut deh...met bersenang-senang" Edith meninggalkan aku dan Natasya, Natasya masih terlihat kagum oleh Edith.


"Woiii jangan bengong, tenanglah Nat lw masih ada kesempatan untuk jadi anggota keluarga gw... hehehe"


"Iiishhh.... keluarga lw orang hebat"


"Lw juga hebat...dah jangan ngerendahin diri gitu... Lw istirahatlah... Ku mo cari mom"


"Okay... thanks ya Non, Udah ngundang gw."


"Lw sahabat gw Nat... istirahatlah" ujar ku seraya meninggalkan kamar Natasya, di lorong aku bertemu dengan Kevin.


"Kev... biarkan dia istirahat.."


"Eh...iya paham. Aku hanya ingin melihat nya sebentar..."


"Kangen ceritanya... hahaha"godaku, Kevin hanya melambaikan tangannya.


"Kev..apa kau liat mom...?"


"Mom di taman..."


"Okay..." Aku pun berjalan menuju taman. Btw apakah Robert dan Matthew sudah selesai bicara ya...


"Hai...kenapa bengong" sapa Matthew.


"Kau sudah usai bicara dengan Robert?"


"Ya sudah...kau mau kemana?"


"Cari ibuku..."


"Ku temani sekalian mau ada yang ku omongin dengan mu" kami berjalan beriringan, ke mana si Robert ya.


Robert berjalan mondar-mandir di dalam ruang study, dia kesal dengan setiap perkataan Matthew Scada.


"Ciih udah tunangan masih ada saingan aja.." gumamnya. Robert mengingat pembicaraan mereka.


Beberapa menit yang lalu di Ruang Studi.


"Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Robert tanpa basa-basi.


"Kalian sungguh sudah bertunangan?"


"Ya...ada apa rupanya"


"Bersainglah dengan ku secara adil"


"Maksud mu apa Matt?"


"Jujur aku suka pada Yolanda, dan menurutku dia memilih mu karena dia tidak diberi kesempatan untuk berkenalan dengan pria lain. Beri dia kesempatan, bersainglah secara adil dengan ku"


"Apa...kau gak tau masa lalu dia kan, apa yang sudah dia lewati..." Robert menahan amarahnya, dia mengepalkan tangannya.


"Aku tahu, ayahku bercerita tentang penculikan."


"Apa kau tahu apa yang dia alami disaat penculikan itu. Apa yang pria-pria lakukan?"


"Tidak, kalo pun itu hal buruk maka ijin kan dia mengenal pria yang baik. Ayolah beri aku kesempatan. Bersaing dengan adil ok... Kalau kau yakin dengan perasaannya terhadapmu maka kau tak perlu kuatir kan..." Ujar nya sambil tersenyum licik. Pria ini dia tidak mau mengalah. Matthew pun melangkah keluar meninggalkan Robert.


"Yolanda..."


"Youra, panggil aku Youra"


"Hmmm aku lebih suka memanggilmu Yolanda, princess"


"Ciiihhh terserahlah.." duh kenapa sih mesti ketemu mahkluk ini, batinku.


"Yolanda...kau serius menikah dengan Robert?"


"Ehh...kenapa memangnya?" Apalagi sih nih mahluk...


"Yolanda sejak malam itu, aku menyukai mu, jujur saja aku jatuh cinta padamu. Selama ini kau hanya berada di sekitar Robert. Ijinkan aku berdekatan dengan mu menunjukkan cinta ku padamu, beri aku kesempatan."


"Matthew, aku hanya mencintai Robert dari dulu hingga saat ini."


"Kau hanya takut hati mu perpaling... kencanlah denganku 1 kali dan baru lah kau memilih."


"Matt...tolong hargai keputusan ku"


"Apa sih susahnya memberikan ku kesempatan... ku rasa kau hanya takut hati mu tergerak untuk ku"


"Mana mungkin..."


"Kalau begitu beri aku kesempatan bersaing dengan adil."


Duuuhh males banget ngadepin yang kayak gini.. batinku.


"Okay... batasnya hanya 1 hari."ujarku.


"Upacara pernikahan masih 3 hari ke depan jadi beri aku kesempatan sampai saat itu."


"Hmmm deal..."

__ADS_1


"Thanks ya princess..." Dia meraih tanganku dan mengecup punggung tangan ku. Lalu pergi meninggalkan ku.


Duuuhh masalah baru datang lagi... Aku Yolanda Aurora Wilson bukan gadis sembarangan yang bisa pindah hati begitu saja...lihat saja nanti.


__ADS_2