Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess

Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess
Chapter 9: Keputusan


__ADS_3

Thomassen Bourduin, ada di Korea, apa hubungannya dengan Lee Hyun Bin. Aku harus melindungi Youra. Dia layak mendapatkan yang terbaik.


"Rafael temui aku di Glove Club"


"Sekarang?"


"Iya. Kirim orang kemari untuk menjaga Nona."


"Ok baiklah"


Ku pandangi wajah Youra yang tertidur pulas. Ada kerutan halus di dahi nya, ku harap dia tidak lagi bermimpi buruk.


Ku dekatkan wajahku, ku kecup keningnya.


"Tidur yang nyenyak.." bisikku.


Ku pastikan para bodyguard Handalan ada di apartemen kami. Setelah mereka datang, aku baru pergi ke Glove Club, untuk menemui Rafael.


"Kau dimana?"


"Room VVIP 309"


"Dimana Room VVIP 309?"tanyaku pada petugas Club.


"Aku akan mengantarkan Anda ke sana" ujar petugas tersebut, berjalan mendahului Robert menuju Ruang VVIP.


"Ini Tuan.. apakah anda ingin memesan sesuatu? Minuman atau makanan?"


"Nanti...Ini.." kata Robert seraya menyisipkan uang Tip.


"Terimakasih Tuan.." petugas tersebut pergi meninggalkan Robert.


"Rafael... bagaimana apa hasilnya tentang hubungan antara Thomassen?"


"Jika hubungan langsung tidak ada. Tapi Manager dari Lee Hyun Bin ada hubungannya. Mereka pernah bekerja sama. Dan sepertinya Thomassen Bourduin sedang menaruh investasi di Rumah agensi tempat Lee Hyun Bin bekerja."


"Apaaa? Hmmmm Youra belum pernah bertemu dengan Thomassen langsung kan?"


"Belum.."


"Ok kirim orang untuk mengawasi gerak-gerik mereka."


"Drrrrrrttttt... Drrrrrrttttt." Handphone miliknya bergetar.


"Ya...."


"Pak, ini nona Youra mengamuk Tiba-tiba.."


"Apa...? Ok aku segera pulang. Youra mengamuk lagi..." Ujar Robert seraya berlari meninggalkan Rafael.


Robert mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Hanya 1 di pikiran nya, Youra. Butuh waktu 45 menit untuk tiba di Apartemen.


Dengan cepat Robert menerobos masuk ke apartemen, di dengarnya suara tangisan Youra dari luar kamar, dengan segera dihampirinya Youra yang terisak-isak di balik selimutnya.


"Youra.. tenanglah, ini aku..."


" Rob..." Ujar nya seraya memeluk Robert.


"Kau tidak ada. Mereka kembali.."


"Ssssstttt tenang...ayo tidur kembali." Robert merebahkan Youra kembali dan dia pun ikut merebahkan diri di samping nya.


"Tidur lah aku sudah disini, jangan kuatir." Isakan Youra pun terhenti perlahan. Belaian lembut Robert membuat dirinya tenang. Ku benamkan wajahku didadanya. Memeluk pinggang nya.


"Jangan pergi dariku"


"Ya..."dikecupnya kening Youra. Tangan kirinya menjadi bantal Youra. Robert merapatkan pelukannya. Diapun terlelap di samping Youra.


"Drrrrrrttttt... drrrrrrttttt.." sebuah pesan masuk. Robert raih handphone diatas laci samping tempat tidur.


"Hhhmmm ini bukan hpku." Gumamnya.


"Youra...." Robert tersentak dan Langsung berlari keluar kamar ketika melihat Youra tidak lagi di sampingnya. Dia menemukan Youra di dapur. Berkutat dengan masakan. Di pandangi Youra, dia memasak sambil menari kecil, di iringi lagu Love me like you do milik Ellie Goulding. Ya pas sekali lagu ini dengan keadaan kami. Perlahan Robert mendekati Youra, di pelukannya Youra dari belakang.


"I do Youra, as long you allowed me to" bisiknya. Youra menoleh ke belakangnya, wajahnya memerah mendengar perkataan Robert.


"Kau sudah bangun." Ujarnya seraya membalikkan badan berhadapan dengan Robert.


"Aahhh apa yang kau lakukan"Protes Youra ketika Robert mengangkatnya dan mendudukkannya di atas meja dapur.


"Kita harus bicara.."kata Robert


"Sarapan dulu."


"Kau bikin apa?"


"Nasi goreng tuna...ada kopi dan orange Juice. Duduklah terlebih dahulu di meja makan" ujarku seraya berusaha menjauhkan diri dari pelukannya.


"Nanti saja..kita bicara dulu."


"Aku lapar.."kelakku


"Baiklah.. "Robert menurunkan Youra dan dia duduk di meja makan. Youra menyajikan Kopi dan orange Juice juga dua piring nasi goreng tuna.


"Jam berapa tadi kau bangun?"


"Jam 5:30"


"Dan kau tidak membangunkan aku"


"Kau terlihat letih jadi tidak ku bangunkan, maaf"


"Ok..eh mana koran hari ini?"


"Tuh di sofa" Walaupun jaman sudah canggih namun Robert masih menyukai koran biasa.


"Nanti saja makan dulu."


"Hmmmm kenapa semuanya nanti"


"Iiisshhh suka-suka aku dong"cibirku..


Robert menatap Youra, Youra pun tersipu di tatap seperti itu wajahnya memerah.


"Kayaknya aku tahu apa yang bisa di lakukan sekarang." Ujar Robert seraya melangkah mendekati Youra. Sebelum Youra menyadari apa yang terjadi Robert sudah merengkuhnya dan mencium bibir Youra dengan lembut dan mesra. Youra tersentak dengan apa yang dilakukan Robert, namun dia tidak berusaha untuk menolaknya. Youra malah membalas ciuman Robert. Yang menyebabkan Robert menuntut lebih. Di raihnya tubuh Youra lebih mendekat ke tubuhnya. Robert merasa ingin lebih lagi.


"Shit kau manis sekali." ujarnya seraya mencium Youra dengan mesra, Youra memahami apa yang terjadi di antara mereka. Dia pun menginginkan pria itu, Robert memperdalam ciumannya dan mulai berjalan menuju kamar Youra. Dengan perlahan Robert merebahkan Youra diatas tempat tidur.


Dia masih memberikan ciuman mesra kepadanya. Youra membalas setiap kecupan. Sentuhan lembut itu membuat Youra mengerang tanpa dia sadari, dirinya pun menutut lebih. Robert melepaskan ciumannya meletakkan dahinya dibahu Youra. Mereka mengatur pernapasan mereka. Jemari lembutnya memainkan rambut milik Robert.


" Youra..."


"Iya..."

__ADS_1


"Dengarkan aku.."


"Apa.." Robert mengangkat kepalanya menatap mata Youra.


"Aku ingin lebih...tapi tanpa ijin mu aku tidak akan melakukan.." ujar Robert seraya menatap ku, Jemarinya menyentuh bibir Youra yang sedikit membengkak karena ciumannya. Belum sempat Youra menjawab pertanyaan Robert, Robert menegakkan tubuhnya, duduk di tempat tidur. Youra pun menegakan dirinya, wajahnya memerah dipandanginya pria di hadapannya. Youra memberanikan diri mendekati Robert, dia menyandarkan kepalanya di lengan kekar Robert. Dengan lembut Robert membelai pipi Youra.


"Kita memang harus bicara..." Katanya memecahkan keheningan.


"Ya..."


"Jujur lah dengan ku, apa yang kau rasakan terhadap Lee Hyun Bin ?"


"Ciiih pria yang gak peka... nyebelin banget." Batin Youra. Dia enggan sekali menjawab pertanyaan tersebut, dasar gak peka.. Youra pun bangkit dari tempat tidur dan meninggalkan kamar menuju dapur, namun sebelum dirinya sampai ke pintu, Robert menarik tangannya, membalikkan badannya menghadap dirinya. Saat Youra menatap mata Robert, ada pancaran amarah.


"Ku bilang kita harus bicara.." ujarnya seraya mencengkeram lengan Youra


"Aku malas bicara dengan pria yang gak peka.."


"Apa maksudmu.."


"Ciiihh benar-benar deh kamu Robert... Pantesan aja Lucy bisa ambil kesempatan dengan sebut kamu tunangannya, dan kamu pun gak berbuat apa-apa.. sudah sana minggir...aku lapar mo makan." Ujar Youra seraya mendorong tubuh Robert


"Youra..." Bentak Robert


"Apa..." Bentak nya lagi


"Berapa kali harus ku bilang aku tak ada hubungan apa-apa dengan Lucy."


"Bomaat...EGP... terserah..." Di langkah kan kakinya keluar dari kamar itu. Robert kali ini benar-benar marah, dia tidak ingin kehilangan Youra. Dengan kasar di tarik nya tubuh mungil Youra.


"Kyaaaaaaakkkk... turun kan aku.. Robert apa yang kau lakukan.."


Robert tidak menjawab pertanyaannya, Dia menghempaskan tubuh Youra keatas tempat tidur.


"Kalau tidak bisa di ajak bicara dengan baik mungkin dengan melakukan nya kau akan mengerti.."


Tanpa menunggu jawaban dari Youra, Robert mencium Youra dengan kasar, Youra berusaha menolak Robert. Robert mencium bibir Youra dengan kasar, memaksa Youra membuka mulutnya,tangannya bergerilya di sekujur tubuh Youra. Membelai, menuntut. Dengan kasar Robert membuka T-shirt Youra melemparkan nya ke lantai, tangan nya terus membelai Youra. Youra berusaha untuk menolak namun otaknya boleh berkata tidak namun segenap tubuh dan hatinya di penuhi oleh pria itu. Youra menikmati apa yang Robert lakukan, Robert mengetahui respon tubuh Youra, akhirnya dia melembutkan ciumannya. Kekasaran nya berubah, Youra membalas ciuman Robert, menarik pria itu mendekat.


Jemari lembutnya bermain di rambut Robert. Dia menginginkan lebih dari pada ini.


"Shit..kau manis sekali.." bisik Robert di telinga seraya menggigit kecil di sana.


"Youra...sayang buka mata mu lihat aku" perintah Robert. Youra membuka matanya menatap Mata milik Robert.


"Dengar kan aku, mulai saat ini kau adalah milik ku, mengerti!"


"Ya.."


"Youra.... Tinggal kan Lee Hyun Bin, aku tidak ingin kau bersamanya, kau adalah milik ku..i love you baby girl... You are mine.."pinta Robert


Youra tidak menjawabnya, yang dilakukannya hanya menarik pria itu mendekat kepadanya dan Youra mencium bibir Robert dengan mesra.


Robert membalas ciumannya. Dan dia ingin menyelesaikan apa yang sudah dia mulai tadi. Dia pun mulai membuka semua pakaiannya. Youra menahan napasnya begitu melihat tubuh kekar Robert. Dia menjulurkan tangannya membelai dari dada hingga pinggang nya. Robert begitu sempurna.



"Puas melihat nya.." ujarnya seraya melepaskan sisa pakaian Youra.


Robert merendahkan dirinya, mencium bibir Youra, menciumnya mesra, Youra membalas apa yang Robert lakukan.


"Rob..."


"Hmmm..."


Robert perlahan menyatukan dirinya dengan Youra, Mereka saling melengkapi, memberi dan mengambil.


"Diam sebentar..." Pintanya ketika merasakan pergerakan lembut dibawah tubuh nya. Jemari nya bermain di rambut belakang Robert.


"Istirahat lah..aku harus ke kantor.." ujarnya sambil melepaskan diri dari Youra.


"Aku ikut...,"


"Kau tidak lelah..."


"Tidak..."


"Ok...ayo mandi bersama..." Tanpa menunggu jawaban dari Youra, Robert menggendong Youra dan membawanya ke kamar mandi.


Butuh waktu 1 jam lebih untuk menyelesaikan acara mandi. Dan mereka menuju dapur.


"Tuh kan jdi dingin...kamu sih.."ujar Youra sewot ketika dia menyentuh masakannya


"Ya maaf, bawa aja nanti panaskan di mikrowave kantor.. cepatlah aku tunggu di lift"


"Ya sudah.." Youra pun mengepak smua masakannya dan menyusul Robert.


Setibanya di kantor Youra meminta OB untuk memanaskan makanannya dan membuatkannya kopi.


Natasya membuka pintu untuk membantu OB yang mengantarkan makanan.


"Lw belum sarapan non...?"


"Gak sempat..."


"Kok bisa? Datang aja udah telat tadi, berdua Robert lagi.. Tumben juga tuh Totem datang telat." Tanya Natasya heran, tanpa di sadari bahwa Robert ada di belakangnya. Melihat senyum Youra yang aneh diapun berasumsi bahwa Robert di belakangnya.


"Dia di belakang ku ya.."tanya pelan, Youra mengangguk kan kepala nya


"sial..."


"Kami telat karena berolahraga di ranjang.."bisik Robert di telinga Natasya.


"Kyaaaaaaakkkk..."jerit Natasya


"Jangan dengarkan dia...aku makan dulu lapar..."ujarnya seraya menyantap


Nasi goreng tuna yang di buatnya tadi pagi.


"Oh ya Nat bawa laporan bulanan..& jadwal training karyawan."


"Ok..."


"Punya ku mana?" Tanyanya ketika dia melihat tidak ada sarapan untuknya.


"Gak ada jatah...tuh kopi aja" jawab Youra asal.


"Hmmm kayaknya aku tahu disimpan di mana.." Robert mendekat ke arah Youra dan meraih Tengku lehernya dan mencium Youra yang mulutnya sedang terisi penuh dengan nasi goreng.


"Hhhhmmmmpppp..."Youra mendorong tubuh Robert. File yang di bawa Natasya terjatuh kelantai, terlepas dari tangan Natasya yang kaget dengan adegan mesra di hadapan nya.


"Ooopppsss maaf.."


"Hmmm ya ini lebih enak.."

__ADS_1


"Robert..."teriaknya


"Apaaaa? Mau lagi? Nanti aja aku harus pimpin rapat. kamu mau ikut?"


Wajah Youra semu memerah. Dia tidak pernah menyangka bahwa Robert bisa bersikap mesra dan lembut juga vulgar. Natasya lebih kaget lagi melihat kemesraan mereka berdua, Si Patung Totem tanpa ekspresi bisa seperti itu dan si Ice Princess pun bisa bersemu merah wajahnya


"Non...apa dunia mo kiamat ya..."


"Bomat ah...mana file yang ku minta.."


"Habis kan dulu makanan mu.." perintah Robert.


"Ya...ini sembari.."


"Nih..." Natasya menyerahkan beberapa berkas yang di minta Youra.


"Sebagian ku email.."


Alunan lagu Capital Letters menggema di ruangan.


"Ganti nada dering Non.."


"Yup..." Jawabnya seraya mengambil handphone.


"Halo..."


"Hi baby girl, how are you.."


"Hyun.." jawabnya sambil melirik ke arah Robert.


"What you doing? Are you bussy? I was message you, chek your phone."


"Ah...sorry Hyun..yes i'm a bit bussy"


Kayaknya aku gak menemukan pesan dari nya. Batinku mengernyit dahiku.


"Hmmm ok. Well didn't you already ask to your boss to remove here."


"Listen Hyun i can't talk now. I'm gonna have a staff meeting, so i Will call later."


"Oh ok... please contact me i do Miss you baby girl."


"I know..bye for now" ku pandangi sekeliling ruangan, hanya ada aku yang berdiri di dekat jendela. Robert... Hubungan kami sudah berbeda dan aku berjanji untuk melepaskan Lee Hyun Bin, namun aku malah membuat nya kecewa dengan menerima telepon dari Lee Hyun Bin.


Ku ambil kopiku dan menyesapnya, ku pandangi pemandangan di luar kantor. Aku harus mengambil keputusan. Ku terdiam terpaku pada wajah ibukota negara ini yang sibuk.


Tak menyadari kehadiran Robert di belakangku. Dia memeluk ku dari belakang, melingkar kan tangan kekarnya di pinggangku.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Apa yang kau lakukan, kita di kantor"


"Pintu ku kunci..jdi mikir apa?"


"Tak ada..."


"Apa Rapatnya sudah selesai?"


"Ya hanya briefing pagi aja kok. Belum ada tugas baru buat karyawan."


"Youra...Apa kau ingin ke Korea?"


"Apakah kau mengijinkan?"


"Tidak...!!"


"Kenapa...?"


"Jangan memprovokasi ku Youra, sudah ku bilang kau adalah milik ku."


Youra memutar tubuhnya berhadapan dengan Robert, matanya menatap Robert...


"Ya aku paham..."


"Trus kalo paham kenapa masih ingin ke Korea..?"


"Lah bisnis kita kan ada disana juga.."


"Hmmm.." Robert melepaskan pelukannya duduk di meja kerja, mulai asyik dengan laptop nya.


"Rob coba cek laporan bulanan ini deh, kayaknya ada masalah dengan akumulatif datanya. Padahal kan Formula bisnis yang kita pakai adalah yang Bram kasih kan seharusnya berjalan sesuai. Perhatikan ini... Sebelumnya berhasil namun bulan berikutnya liat..." Youra menjelaskan temuannya.


"Ok nanti aku akan selidiki..." Ujarnya seraya menarik tubuh Youra dan mendudukkannya di pangkuan nya.


"Kyaaaaa...apaan lagi sih..."


"Sssttt tenang dan diamlah... Youra, aku harus melakukan perjalanan bisnis."


"Berapa lama kau pergi?"


"Ada kemungkinan sebulan.."


"Lama sekali..." Ujarku seraya memeluknya. Ku letakkan kepalaku di pundak Robert.


"Siapa yang suruh perluas Company?"


"Hmmmm..."


"Kau mau ikut? Atau aku ajak Lucy aja ya.."


"Sana ajak aja..." Ujar Youra sewot seraya berdiri dan melangkah keluar.


"Hahahaha.."


Dasar Totem idiot... batinku kesal, walau pun ku tahu bahwa itu hanya candaan namun aku tak mampu menahan emosi ku. Aku ingin memiliki Robert sendiri.


"Jangan marah, aku cuma bercanda, satu-satunya yang aku inginkan dan aku cintai adalah dirimu, seandaipun seluruh dunia menentang aku tetap mencintaimu.. I love you my sweet Ice Princess." ujar Robert melalui WhatsApp messenger.


"i know... i do love you too. i Made decision to leave Lee Hyun Bin."


"Thanx.. you are mine Youra."


Mereka mengambil keputusan untuk bersama, karena mereka saling mencintai.


*********


Note Author: Lampiran photo adalah Gambaran Robert Hubert..


Thanx untuk para Readers yang sudah setia mengikuti dan membaca, Terus baca dan dukung ya....


untuk yang ingin lebih kenal, atau mo kasih saran dan kritik, bisa chat di chat room ku...thnx all...


__ADS_1


__ADS_2