
Musim semi Tahun ini, curah hujan di Seoul tidaklah sesering tahun-tahun sebelumnya. Cuaca kali ini sangat sejuk. Banyak pepohonan yang bertumbuh rindang, sinar matahari menghangatkan bumi Seoul.
Rafael meminta suster RS untuk menata ruang inap VVIP dengan baik. Dia meletakkan beberapa vas bunga untuk memberikan kesan feminim. Dan sebagai Relaksasi juga.
Youra Wilson masih terbaring di tempat tidurnya. Wajah cantiknya penuh dengan kesedihan.
Nona Youra kenapa anda seperti ini? Bukan kah Lee Hyun Bin mencintai mu? Ada apa sebenarnya. Batin Rafael.
"Mr. Robert apakah anda sudah tiba di Seoul?" WhatsAppnya.
"Excuse me , i want to chek the patient" ujar seorang dokter Residen.
"Sure doc.." Rafael memlangkah sedikit menjauh dari Youra, untuk memudahkan dokter memeriksa nona Youra.
"She still not wake up?"
"No doc..she still same."
"Where's her family?"
"He Will be here soon.."
"Ok...!!"
Dokter membaca Medical Report Youra dan dia memeriksa luka-luka pada lengannya.
"Tell US when she wake up. But if she still like this until tommorow we need do CT-SCAN & MRI."
"Ok doc."
"Drrrrrrttttt.... Drrrrrrttttt." Rafael melirik Handphone tertulis nama Robert dipanggilan masuk.
"Apakah dia sudah sadar?"
"Belum..Kau sudah tiba?"
"Ya sedang dalam perjalanan,25 menit lagi sampai. Temui aku di lobby, katakan pada dokter nya aku akan tiba."
"Baik.." Jawabnya, Rafael melakukan seperti yang di perintahkan oleh Robert. Rafael dan Tim Dokter Youra menunggu kedatangan Robert di Lobby Seoul National University Hospital.
Tak lama kemudian Robert datang.
"Rafael..."sapanya seraya berjabat tangan dengannya.
"Robert this team Doctors who handle our Miss, He is Mr. Kwan a Team leader."
"Hello Dr. Kwan, i'm Robert Miss Youra Famili, Tell me everything."
"Mr. Robert..." Dr. Kwan menyalami Robert. Dan memperkenalkan siapa saja yang ada di tim nya.
"Sir we must do CT-SCAN & MRI we need your Sign. We must do this coz until now she not considered yet."
"Give me the file i Will sign.." Robert segera menandatangani surat persetujuan Tindakan. Mereka menjadwalkan Youra besok pagi untuk melakukannya Setelah itu dia pun menjenguk Youra di Kamar VVIP.
Dilihatnya gadis yang di cintai, Nona besarnya terbaring lemah tak berdaya.
"Mengapa..." Gumamnya lirih.
"Rafael.. kembalilah ke hotel, istirahat lah biar aku yang menjaganya."
"Baiklah..."Rafael meninggalkan mereka.
Di raihnya kursi di sebelah tempat tidur Youra.
"Mengapa seperti ini.. harusnya semua baik-baik saja." Disentuh nya poni Youra.
"Youra...aku disini." Bisiknya
"Bangunlah... maafkan aku, aku tidak dapat menepati janji ku, tapi kini aku sudah disini. Jadi kamu harus bangun." Bisiknya dengan nada gemetar. Robert tidak ingin Youra mengalami hal yang sedih. Dia ingin gadis itu bahagia.
"Harus nya aku tetap disisi mu..." Diraih nya tangan Youra, Robert mencurahkan seluruh perasaannya kepada Youra, dia mencium punggung tangan Youra.
Namun Youra tetap tidak membuka matanya.
"Aku mencintaimu Youra Wilson, sangat mencintaimu. Bangunlah sayang.. Please..."
Keheningan meliputi ruangan itu. Tidak ada Jawaban, hanya bunyi peralatan yang terpasang pada tubuh Youra Wilson. Robert merebahkan kepalanya di atas tempat tidur Youra. Tetap memegang tangan nya.
Pukul 8 pagi Dr. Kwan datang mengecek kondisi Youra. Dia dan timnya membawa Youra Wilson ke bagian Radiologi, untuk melakukan CT-SCAN & MRI.
Butuh waktu hampir 1 jam lebih untuk melakukan pemeriksaan dan hasilnya baru akan keluar sekitar 2 jam lagi.
Rafael datang ke RS untuk menggantikan Robert. Robert butuh istirahat Juga. Dia pun pergi meninggalkan Youra. Saat Rafael menelpon untuk menceritakan hasil Test, dengan segera dia datang ke RS.
"Rafael...apa hasilnya."
"Tidak ada benturan, hasil nya bagus."
"Lalu kenapa dia belum juga bangun.."
"Kemungkinan karena sisi psikologis Nona.. mungkin ada hal yang membuat Nona tidak mau bangun.
"Panggil Dr. Kwan."
"Baik.." ujar Rafael seraya menelpon Dr. Kwan. Tak lama kemudian Dr. Kwan datang.
"I already know about the result..Dr. how important all this equipment?" Tanya Robert seraya menunjuk ke arah peralatan jantung.
"Let's me chek her medical record." Dr. Kwan mengambil medical record dan membaca nya, dan dia memerintahkan perawat yang ada untuk melepaskan peralatan tersebut, karena kondisi nya tidak lagi membahayakan.
"Thanx you Dr. Kwan."ujar Robert ketika melihat mereka melepaskan peralatan.
"Rafael stay for a while just a moment" Robert pergi keluar dia butuh ruang, butuh berpikir apa yang harus dia lakukan. Robert menuju lantai teratas dari RS. Diapun mengambil sebatang rokok dan menghisapnya.
Di raihny telpon genggam nya dan di putar nya 1 nomor.
"Hello Mr. Marco, i'm sorry i'm distrubed you."
"What's up Robert."
"Sir.. i need your apolgize"
"What happened?"tanya Marco heran
"Sir i can't keep my promise you to keep distance from Youra, i already try but it's does not work sir. Not only me being hurt but also she. She mau be hurt & angry when know about a pass but she won't to take a long. So i need your permit to back to her" Jelas nya.
__ADS_1
"Why..."
"Sir i can't explain detail, since i leave Artheton, i'm not with her, i stay distance from her, i thought she will be fine as ussual when i'm not with her, but that did not go according to my expectations. She got sick sir more worst then past."
"Whaaaatttt...tell me the truth Robert."
"She hurt her self. She anger, can't think logical, can't sleep well."
"Ok. I know,i giving permit but if something wrong with her, i Will hunting you.. Remember that.."
"Thanks you Sir." Robert memutuskan sambungan telepon nya & mematikan rokoknya. Dia pun kembali ke kamar Inap.
"Apakah dia sudah sadar?" Tanya pada Rafael.
"Belum..Pak apakah saya boleh tahu apa yang sebenarnya terjadi dengan Nona."
Robert memandang ke Rafael, menyelidiki dan menimbang apakah dia harus menceritakannya tentang masa lalu Youra apa yang Youra alami.
"Dia punya trauma, Waktu usia belasan tahun Nona sempat culik, hingga hari ini kami belum menemukan dalang penculikan tersebut."
"Oh...apakah harus kita selidiki ulang?"
"Nanti...yang harus kita cari tahu adalah apa yang terjadi di Bar itu saat dia menelepon mu. Hubungi staff yang incharge saat itu selidiki Cctv-nya."
"Baiklah..." Rafael pun segera meninggalkan kamar inap.
Robert merebahkan diri nya di atas sofa. Berpikir apa yang terjadi. Apa yang menjadi pemicu nya kali ini. Jika hanya jarak antara mereka itu sangat mustahil bagi Youra untuk melakukan hal ini. Ada pemicu lebih besar.
"Rafael kumpul semua data tentang Lee Hyun Bin. Selidiki apa dia punya sisi gelap."messagenya di WhatsApp.
Dia menutup matanya, semenit kemudian dia pun tertidur di sofa.
"Pak..."seseorang membangunkan Robert.
"Hmmmm...jam berapa ini..?"
"Jam 6:30.." Robert mengganti posisi nya, dia duduk dan mengambil air mineral dihadapannya. Memijat bagian leher belakangnya. Dia tidak dapat tidur dengan nyenyak tadi malam, kekuatirannya karena Youra belum juga sadar membuat dirinya tidak dapat tidur dengan nyenyak. Beberapa kali terbangun untuk memeriksa Youra.
"Ada berita apa?"
"Ini semua data tentang Lee Hyun Bin. Dia bersih, tapi aku sedang menyelidiki managernya Don Woo..."
"Siapa kata mu..?" Potong Robert
"Don Woo...Pria ini" Rafael memberikan foto Don Woo.
"Sial... Rafael kita Ke hotel sekarang, hubungi Manager keamanan hotel." Robert bangkit dan mengambil jaketnya. Dia mendekatkan diri kepada Youra.
"Cepatlah sadar, aku akan selalu menjagamu." Dikecupnya kening Youra dengan lembut. Tindakannya membuat Rafael terkejut namun dia berusaha menahan dirinya untuk bertanya.
Robert memerintahkan keamanan untuk menjaganya Youra dan memberi file tim dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam.
"Don't let anyone enter without permission, only those on the list. Attention they Face" Perintahnya.
Mereka pun meninggalkan RS menuju ke hotel. 35 menit kemudian mereka tiba, Manager keamanan sudah menunggu kedatangan mereka.
Rafael memberikan tanggal dan waktu kepada tim keamanan, mereka menonton rekaman CCTV The Lounge Bar di tanggal itu, memeriksanya dengan seksama. Robert mengamati dengan teliti, dia melihat Youra duduk di Bar stall.
"Stop..."perintah Robert
"Forward back slowly.."Sambungnya. Petugas keamanan itu pun menuruti perintah Robert.
"Damn... Please copy to this..." Ujarnya seraya memberikan USB nya.
"Rafael perintah kan penjagaan maksimal kepada Youra."
"Boleh ku tahu siapa Pria itu?" Rafael penasaran sekali karena dia melihat perubahan di raut wajah Robert. Dia terlihat penuh amarah.
"Nanti akan ku kirim data lengkapnya. Kau cepatlah kembali ke RS, nanti siang aku ke sana"
Sial kenapa orang tersebut ada di sini apakah Mereka bertemu langsung. Gumamnya.
"Pergi.... Jangan ada yang mendekat." Teriaknya. Seseorang dari kamar inap di mana Youra berada.
"What's going on?" Tanya Rafael. Salah satu perawat menjelaskan apa yang terjadi. Rafael langsung menerobos masuk ke dalam kamar.
"Nona ini Rafael tenanglah dulu.."
"Suruh mereka pergi.."teriaknya
"Nona tenanglah... mereka hendak memeriksa mu.hanya sebentar." Bujuk Rafael.
"Keluar... pergi semua... pergi..Praakkkk" Youra melemparkan vas bunga yang ada di sebelah tempat tidur. Diapun mencopot dengan kasar infus yang terpasang di tangan nya. Semua orang yang ada di ruangan pun kaget dan berusaha menenangkannya. Dr. Kwan mempersiapkan obat penenang suntikan untuk menenangkannya, namun tidak dapat berhasil masuk ke dalam kamar.
"Aarrrrgggg.... aarrrrgggg... pergi semua..."
"Drrrrrrttttt.. drrrrrrttttt.."suara panggilan masuk, Siapa lagi..guman Robert.
"Rafael ada apa?..."
"Aarrrrgggg.....aaahhhhhhhhhh keluar semua... keluar." Robert mendengar suara teriakan Youra, segera dia menutup teleponnya dan pergi menuju RS. Di depan lobby hotel dia melihat seorang pemuda menggunakan motor, diapun melakukan penawaran. Pemuda tersebut membonceng Robert dengan kecepatan tinggi menuju RS.
"Rafael..biar kuatasi, Dr. Kwan" ujarnya seraya memberikan isyarat kepada Dr. Kwan.
"Youra.."Robert melangkah masuk dan memeluk Youra erat.
"Ssstttt tenanglah, aku di sini. Tenanglah." Bujuk Robert, seketika itu juga Youra menghentikan amarahnya, terisak lemah dalam pelukan Robert.
Robert meminta Dr. Kwan mendekat. Dr.Kwan menyuntik Youra dengan obat penenang. Setelah Youra tertidur di pasangnya kembali selang infusnya. Perawat datang membantu membersihkan darah di tangan Youra.
Tak lama petugas kebersihan datang merapikan kamar itu.
Dr. Kwan menjelaskan kondisi Youra. Beliau menyarankan untuk konsultasi ke psikiater. Robert pun setuju.
"Rafael pulanglah ke Jakarta, tolong bawakan barang-barang nona dan saya ke sini. Aku akan tinggal di sini. Kamu pulang ke Jakarta urus perusahaan nona. Jangan katakan apa pun kepada Natasya, bilang saja dia pulang ke Artheton. Tolong selidiki juga kedua Pria ini." Robert menyerahkan data kepada Rafael.
"Selidiki apa yang mereka lakukan disini beberapa hari terakhir dan hubungannya dengan Youra.
"Baiklah..."Jawabnya, Rafael Benitez benar-benar patuh kepada nya. Dia melakukan apa yang Robert perintah kan. Diamati Pria keturunan Italia itu.
" Saat acara Award, saya hanya melihat Mr. Don Woo. Namun Pria ini tidak." Lapornya.
"Ok tapi tetap kau cari tahu, karena seingatku mereka berhubungan di masa lalu sekitar 5 tahun lalu. Cari tahu."
"Ok..aku juga akan mengirimkan orang kita untuk terus berjaga di sini."
__ADS_1
"Thanx.."Rafael meninggalkan mereka. Ruangan kembali sepi senyap. Diliriknya Robert dan Youra, Nona hanya tenang ketika ada Robert, sepertinya hubungan mereka special.
Robert menurunkan pegangan tempat tidur. Dia pun merebahkan dirinya di sebelah Youra. Diraihnya kepala Youra membawanya ke dalam pelukannya. Dikecupnya kening Youra dengan lembut, Helaan napas Youra mengantarnya tidur.
Rasa berat dan sakit di tubuh nya di rasakan Youra. Hembusan nafas yang lembut dan wangi tubuh yang khas membuat Dirinya sadar perlahan. Aku aman, rasa itu menyelinap di hatinya. Youra pun membuka matanya perlahan dan melihat seseorang yang dia kenal, seseorang yang dia rindukan. Dengan tangan yang gemetar di sentuhnya alis pria itu.
"Ini bukan mimpi." Gumamnya
Robert merasakan pergerakan lembut pada tubuh yang dipeluknya. Dia pun membuka matanya dan menatap Youra dan tersenyum.
"Hai..."sapanya lembut
"Kau disini? Ini bukan mimpi kan?"
"Tidak ini bukan mimpi, ini aku. Sebelum Dr. Menyuntik mu kau sudah melihat ku kan."
"Benarkah.."Tanyanya ragu
"Ya.. haruskah aku membuktikannya?"
"Mungkin.." kata Youra dengan nada lirih. Dipegangnya dagu Youra, Robert menatap mata Youra dengan penuh arti, menunggu ijin untuk melakukan hal yang sangat pribadi. Youra tidak memberikan jawaban apapun lewat matanya. Robert mendekat kepalanya kepada Youra. Dikecupnya bibir Youra dengan penuh kelembutan. Youra membalas kecupan Robert. Pria itu pun merapatkan pelukan. Bibir Youra bergetar menahan semua kerinduan dan dia pun menjadi lebih greedy dari sebelumnya. Membalas semua ciuman yang di berikan Robert, suara rintihan lembut keluar dari bibir Youra menyadarkan Robert, Dia pun mengakhiri ciumannya dengan berat hati. Dia tersenyum tipis melihat Youra.
"Tidurlah kembali princess"ujarnya seraya mengecup keningnya.
"Kapan kau datang?"
"Kemarin.."
Youra menjauhkan diri dari pelukan Robert, memandang sekeliling nya.
"Ini di mana?" Tanyanya dia pun menyadari selang infus yang terpasang kembali pada tangannya.
"RS Seoul.. tidurlah kembali besok pagi kita bicara."
"Aku lapar.." katanya manja
Robert pun turun dari tempat tidur merapikan bajunya.
"Aku akan panggil dokter." Robert menekan tombol panggilan. Tak lama seorang perawat masuk.
"Call Dr. Kwan, she wake up.."sang perawat segera menelepon Dr. Kwan.
Dr. Kwan masuk bersama timnya. Mereka memeriksa Youra.
"Well..." Tanya Robert dengan tak sabar.
"She fine, but still weak.."
"Can i feeding her?
"Yes you can but first give her water and better giving a poridge."
"Ok..Dr. thanks"
"Take a rest Miss...see ya tommorow morning.." Dokter dan tim nya meninggalkan mereka berdua.
"Ini minumlah perlahan.. aku akan membelikan mu makanan."
"Bisa kah kau menyuruh Rafael yang pergi membeli?"
"Rafael kusuruh kembali ke Jakarta."
"Oh.. jadi bagaimana?"
"Aku akan meminta keamanan menjaga mu. Tenanglah aku sudah disini. Tak ada yang bisa menyakiti mu lagi."
"Baiklah... jangan lama-lama ya...hmmm Robert.."
"Ya apa?"
"Aku tak ingin makan bubur"
"Jadi kau ingin apa?"
"Subway dan corn soup"
"Ok.. tunggu ya." Robert menggunakan jacketnya.
"Rob.."
"Ya.." di pandangi nya Youra ada kegelisahan dimatanya. Dia pun mengerti. Robert mendekat ke Youra, di raihnya dagu Youra, dan dia pun mencium bibir Youra, memaksa Youra untuk membuka bibirnya, mengecup bibir bawahnya, mengulum lidahnya, mencium Youra dengan kehangatan guna menenangkan Youra. Diletakkan nya keningnya pada kening Youra.
"Kalo seperti ini kau akan kelaparan. Biarkan aku pergi sebentar. "
"Hehehe... pergi lah. Aku lapar." Ditatapnya wajah Youra. Dikecupnya bibir Youra sekilas tanda pamit. Dia harus pergi lebih cepat sebelum hasratnya berubah. Bibir Youra seperti candu baginya.
Youra tersenyum senang mengingat ciuman mereka, hatinya gembira, bahwa Robert ada di sisi nya kembali, dia menyentuh bibirnya yang sedikit membengkak. Hatinya tidak seperti ini saat bersama dengan Lee Hyun Bin.
"Astaga Lee Hyun Bin." Gumamnya. Dia pun mencari handphone nya di laci sebelah tempat tidur nya. Namun tidak ketemu. Pasti Robert menyimpannya.
Akhirnya dia memutuskan untuk kembali memejamkan mata. Merenungkan momen yang baru saja terjadi.
"Dia disini. Robert ada disini." Guman Youra. Tak lama kemudian Robert datang membawa makanan pesanannya.
"Makanlah dengan perlahan.." ujar Robert. Dia pun mengelap pinggir bibir Youra dengan jemari tangannya.
"Jangan pernah pergi lagi dari ku." Pintanya.
"Ya..aku janji"
"Jangan menjauh juga"
"Iya.. lanjutkan makan mu."
"Kapan kita pulang?"
"Secepatnya setelah dokter memberikan ijin."
Tiga hari setelah Youra sadar dia menjalani beberapa tes kesehatan fisik dan mental. Robert berdiskusi dengan Dr. Kwan mengenai pengobatan Youra, dia ingin segera membawa pulang Youra ke Jakarta. Dr. Kwan mengijinkan nya karena Youra tidak lagi dalam kondisi berbahaya.
"Stay with her. She need you. I think you are her medicine." Ujar Dr. Kwan.
Robert tersenyum mendengar nasihat dokter itu.
"I Will.." Dia menerima resume medical record milik Youra.
__ADS_1
Dia pun menelepon pilotnya untuk menyiapkan penerbangan ke Jakarta.
"Rafael kami akan pulang." Ketik nya di pesan messager nya.