
Baru 3 hari menikah sepertinya kami harus menunda honeymoon kami. Ada masalah di company.
"Hubungi Bram Nat... Sekarang!!" Perintahku sambil berlari dari menerobos dapur di mana Natasya, Serta Kakak-kakak ku berada, Yup dapur lagi lengkap dengan mereka karena sedang jam brunch (breakfast-lunch)
Segera ku ambil semua perlengkapan kantor mulai dari laptop, Kabel Roll dan sebagainya, ku bawa ke ruang, untung saja di ruangan itu ada meja kerja. Dengan cepat ruangan itu berubah jadi Kantor.
"Cari tahu...gak mau tahu bagaimana caranya.... Mana Bram...Nat apa kau berhasil menghubunginya?" tanyaku, setelah menghubungi seseorang di Market Place.
"Belom Non, di sana kan malam pasti dia sudah tidur."
Ku lihat grafik saham yang terus menerus menurun, ku coba telpon Bram, tidak di angkat. Entah mengapa tadi pagi tiba-tiba saja ia ingin memantau perusahaan.
Feeling-nya tepat ada masalah kebocoran data di perusahaan yang menyebabkan turunnya nilai jual saham, sebenarnya bukan masalah besar, namun Youra adalah Miss perfect dia tidak mau performa perusahaan turun walaupun itu hanya 0,01%.
"Shit... braaakkk..!!" Di lemparnya note box kecil berisi notepad. Dia kesal sekali, berjalan mondar-mandir di ruangan.
"Telepon terus Nat...."
"Ada apa ini, aku mendengar suara ribut-ribut..." Tanya Samantha. Youra dalam mode CEO pemarah level tertinggi, jadi dia tidak menjawab ibunya.
"Apakah sudah tersambung..." Dia malah bertanya ke Natasya.
Samantha kebingungan dengan tingkah putrinya. Dia duduk di sebelah Kevin.
"Ada apa dengannya?"
"Tidak ada apa-apa mom, jangan kuatir, dia hanya tidak ingin kalah dalam bisnis..."
"Benarkah...Bukan masalah besar kan..."
"Bukan..."
"Gimana udah bisa belum..." teriak Youra lagi.
"Belum non..." Jawab Natasya, Kevin yang menemani Natasya sedikit terharu dengan Natasya, dia ingin memarahi Adiknya karena telah marah-marah gak jelas ke Natasya, tapi Natasya malah melototi nya.
"Jangan memperkeruh keadaan, lihat aja" saran Natasya.
"Nat... panggil Marco..."
"Okay..." Natasya pergi meninggalkan ruangan memanggil Marco. Sementara itu ku putar sebuah Nomor telepon.
"Halo..." Jawab suara diseberang.
"Dalam waktu 5 menit kau harus bisa mendapatkan Bramantyo dan hubungi aku."
"Ya..." Ketika dalam bekerja, Youra tidak bodoh. Dia menempatkan orang suruhan dari Fire bird nya di sekitar team kerja pilihan nya.
"Youra ada apa? Kau memanggilku?" Tanya Marco.
"Cek monitor disana..." pintaku, Marco pun melakukannya.
"Haaiisshh ini masalah kecil Youra..."
"Waduuuhhh gawat bisa meledak ini"guman Natasya.
"Apa katamu... masalah kecil?"
"Ayolah Youra, penurunan segitu apalah artinya..."
"Begitukah menurut mu Marco? Apa kau benar-benar CEO Empire's Company?"
"Hahaha iyalah Non..."
"Dan tanggapan mu tentang hal ini adalah seperti itu."
"Karena menurut ku kita masih survive,penurunannya signifikan dan itu tidak akan menjadi bangkrut. Kalau pun ada yang hilang, itu tak akan banyak." Jelas Marco dengan suara tenang. Youra terdiam mencerna kata-kata Marco.
"Ada apa..."Robert dan ayahnya baru saja masuk, mereka baru dari wine cellar. Natasya menceritakannya kepada Robert apa yang terjadi.
"Sial....kenapa kau tidak menelepon ku..."
"Maaf Boss ku lupa... karena sibuk nelpon Bram"
"Apa dia bisa dihubungi.."
"Belum..."
"Hubungi dia lagi...ini tidak akan baik Nat bersiaplah...aku tak tahu apa yang Marco sampai kan tapi melihat wajah istri ku ini tidak akan baik"
"Ya..."
Ku lihat Robert masuk dan berjalan menuju meja, melihat monitor laptop. Dia pun mulai menelpon. Mengikuti arus Youra, dalam diam dia bekerja. Pria itu benar-benar mengenal dirinya, suaminya akan selalu ada di pihaknya.
Youra mengambil napas panjang dalam-dalam dan menghembusnya perlahan.
"Natasya... dengar kan aku baik." Ujar ku dengan nada tegas dan suara lantang.
"Ya Non... katakan." Natasya sudah bersiap mencatat apa yang akan diperintahkan Youra Bos nya itu.
"Buat surat pernyataan bahwa Dreams Company tidak akan menjalin hubungan kerjasama dengan pihak Empire's Company. Segala bentuk kerugian akan di tanggung oleh Dreams.. ini Official. Sampai kan kepada para pemegang saham kita. Rapat akan diadakan dalam jam 8 pagi waktu Indonesia secara online."
"Whaaatt... tunggu dulu Youra, hanya seperti itu kau memutuskan hubungan kerjasama? Apa kau gila?"
__ADS_1
"Tidak aku normal kok...kau tidak kompeten untuk jadi rekan kerja kami."
"Hanya karena pendapat tadi..."
"Marco... penurunan 0,01% apa bila tidak diatasi segera akan bisa mencapai 1%. Kemudian akan jadi 1,5% dan terus meningkat hingga menjadi 100%. Aku tidak ingin itu terjadi."
"Lagipula tanpa Empire's kami bisa bertahan dan berkembang menjadi lebih baik."
"Oh Tuhan....Rob apa selama ini dia bekerja seperti itu?" Tanya Marco
"Ya...."
"Jadi istilah CEO dreams itu tangan besi dan ice princess itu benar ya?"
"Ddrrrttt... ddrrrttt...."handphone Natasya berdering sebelum Youra menjawab Marco.
"Non...ini Bram..."
"Rob....cari tahu tentang gosip itu. Ya Bram...Dimana lw..."
"Malam non, maaf aku ngantuk berat dan telpon dalam mode silent. Ada apa?"
"Cek monitor...ada kebocoran data lagi"
"Jriit lagi... OMG...ini udah ke 2 kali non...hmmm Revisi Team kalo gitu dan kali ini aku gak usah pakai tim...ini merugikan hak cipta ku dong..."
"Gila lw apa...emang lw bisa kerja sendiri..."
"Habis kalo per 3 bulan hasilnya kayak gini terus apes lah gw... kerugian otak namanya non.."
"Hmmmm jadi mau lw apa."
"Kita fix dulu yang sekarang. Beri gw waktu untuk refresh diri...gw jamin dah sebelum matahari terbit masalah turun saham bakal selesai."
"Bisakah lw naikin sampai 120%?"
"Anjriit gila itu mah double to double dong..."
"Wkwkwkw...Gpp gw percaya lw bisa..." Ujarku sambil menutup telepon.
"Selesai masalah nya..." tanya Robert.
"Rob minta Fabio cari tahu siapa penghianat di Dreams."
"Fabio the Fire bird?"
"Ya..."
"Youra... "
"Ya...."
"Ya...ada apa...? apa dia yang membocorkan nya?"
"Belum jelas juga sih...."
"Selidiki dengan cepat..."
"Okay...hmmmm kau sudah makan?"
" Nanti saja..."
"Youra mengapa kau dan Robert bekerja nak bukankah kalian baru saja menikah." Tanya Samantha.
"Mom...ku beritahu soal Youra 1 hal... Kalau dia sudah penasaran dengan apa yang terjadi di kantor nya...maka ini lah yang terjadi. Mau lagi sakit pun dia tak peduli." Jelas Robert.
"Begitu kah...kau tidak keberatan.."
"Sorry mommy ini jadi kebiasaan. Dulu karena suara-suara Aurora sering hadir jadi aku harus mengubur diri.kalau sekarang karena kebiasaan."
"Berhentilah bekerja sayang nikmati bulan madu mu"
"Nanti ya mom...beri aku waktu."
"Dan apa kau serius memutuskan kontrak kerjasama dengan Empire's?" tanya Anthonius Wilson.
"Yes dad... tenanglah kalian tidak akan mendapatkan kerugian apapun."
"Ciihh menyebalkan..."ujar Marco dia masih kesal adiknya bisa mengalahkannya.
Dreams memang tidak pernah butuh topangan siapapun, bahkan secara internasional Dreams merupakan investor terkuat di market place. Semua karena kedisiplinan dan kegigihan Youra sebagai pemimpin.
"Merajuk tidak akan menjadikan mu pintar Marc.."
"Sana bikin anak aja... kalian baru menikahkan..."
"Haaiisshh calon ayah ngambek, lagi ngidam ya kak... hahahaha" ledek Youra.
Semua anggota keluarga Wilson belum pernah melihat Youra bekerja, hari ini mereka melihat sepak terjangnya. Samantha berdecak kagum. Anthonius pun terpana dibuatnya.
Hanya Marco dan Kevin yang terus memasang wajah cemberut. Marco karena putusnya kerjasama sedangkan Kevin karena Youra menindas kekasihnya, hihihi kekanakan sekali kakak-kakaknya ini.
"Youra..."panggil Adam yang baru saja tiba.
__ADS_1
"Ya...."
"Kau membeli butik yang di Boulevard?"
"Ya...kenapa? Bisnis kalian bagus dan menarik.."
"Haaah gila...kau mulai merambah ke Rendezvous?" tanya Marco dan Kevin berbarengan. Mereka saling melempar pandang. Sementara itu Youra hanya tersenyum sedikit picik.
Melihat senyum Youra itu Kevin langsung berdiri dan menelpon seseorang.
"Cek pembelian saham Hell Kitchen, dan semua program kerjasama, cek para investor..."perintahnya.
"Hahahahaha... tak perlu sepanik itu Kev...aku kan hanya membantu kalian keluar dari krisis, itu pun kalo kalian menghadapi krisis...
Aura kepemimpinan terlihat sangat jelas di tubuh Youra. Persis seperti Joan of arc... Dia sanggup merebut apapun.
Sebenarnya Youra tidak berminat untuk perusahaan anggota keluarganya dia hanya membantu disaat mereka memohon kerja sama.. hehehe.
"Hahahaha..."tiba-tiba ayahnya tertawa.
"Nona kecil sudah menjadi hebat..."
"Sayang tidakkah kau ingat putri kita mirip siapa?"
"Ya...benar sekali dia mirip ayahku..."
"Mirip kakek? Aku? Dari mananya..."
"Propaganda mu sayang, cara berpikirmu. Kamu memang seorang Wilson..."
"Jadi Kami bukan..." Protes kakak-kakak nya.
"Hahahaha ya ya ya... kalian juga bagian dari Wilson."
"Huhuk huhuk...maaf namanya sekarang adalah Hubart" protes Robert.
"Hahaha iya...."
"Hello semua sudah berhenti bekerjanya...ini Edith dan aku membuat Fruit Cocktail, cuaca sejuk seperti ini bagaimana jika kita nikmati." Hannah dan Edith masuk ke ruangan lengkap dengan trolly isi Fruit Cocktail dan beberapa cemilan. Dua orang pelayan membantu mereka membagikan cemilan itu.
"Youra...semua akan aku pindah kan ke ruang study. Nanti kita pimpin rapat dari sana." Ujar Robert.
"Okay...kau tadi ke mana?"
"Wine cellar dengan Dad..."
"Lokal wine...hhmmm" tanyanya dengan wajah sedikit termenung, ah bukan wajah mempertimbangkan sesuatu
"Okay Stop Youra...." Perintah Robert tegas. Aku pun memasang wajah cemberut.
"Hei...ada apa..." tanya Anthonius. Ah iya kan ada Daddy.
"Hmmm dad..."
"Mrs. Hubart...apa kau mencoba kesabaran ku."
"Aarrrggg ini gak adil aku kan hanya bertanya..."
"Iya...tapi setelah bertanya apa yang terjadi..."
"Hehehe itu...hmmm hihihi..." Youra memainkan jemarinya. Sepertinya rencananya terbongkar sebelum terlaksana.
"Robert... memang gak boleh ya..." rajukku manja.
"Tidak...."
"Ciiihhh gak asyik...."
"Youra... apakah kalian sudah selesai bekerja?" tanya Kevin.
"Hmmm..."
"Sudah..."potong Robert cepat, di sambut dengan wajah cemberut Youra.
"Okay thanks...ayo Nat ikut aku..."
"Eh...tapi...tapi..."
"Ooohhhh mo bawa kakak ipar pergi toh, kirain ada apa..." Godaku
"Iya Youra sayang...adikku yang manis, aku culik kakak ipar mu dulu ya..."
"Hmmm Kevin...."
"Ya Youra...."
"Kau gak takut..."
"Takut apa? Tenang lah aku akan bertanggung jawab penuh kok"
"Haaiisshh bukan itu... maksud ku...kau gak takut dia kujadikan mata-mata..."
"Haaaaahhh astaga...."ujar Kevin sambil menepuk jidatnya.
__ADS_1
"Bhuaahahahhhahahah... benar-benar mirip kakekmu." meledaklah tawa ayahku.
Semua tertawa melihat ulah Youra yang terkadang polos, kadang keras kepala. Kevin pun meninggalkan ruangan bersama Natasya.