Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess

Cinta Untuk Youra, Si Ice Princess
Chapter 4 : Kisah Kami - 2


__ADS_3

Kepulangan Youra  ke Artheton bisa membangkitkan memori buruk yang di miliki oleh Youra.


" Tenanglah...Youra tenang..." Robert terus memeluk Youra memberikan kekuatan, menenangkan Youra.


"Aku disini kamu aman sekarang kamu aman amat sangat aman.." melihat kondisi Youra ingin sekali dia memeluknya dengan segenap hati, ingin menciumnya dengan segala kehangatan. Entah sejak kapan Youra menjadi sangat berarti baginya. Ia telah jatuh cinta pada Youra Wilson, namun dia mengerti siapa dirinya, mengerti posisi dirinya. Jika tidak dia sudah lama meminta ijin kepada Mr


Wilson untuk memiliki Youra, Dan hari ini mungkin tidak sampai terjadi.


PING. sebuah pesan masuk ke handphone Youra, Dia melirik dan membaca Tulisan nama yang tertera "Healer"


hmmm... Tiba-tiba hati nya merasa lelah. Jika Youra Wilson mencintai Lee Hyun Bin dan jika Lee Hyun Bin benar-benar mencintai Youra dan dapat menerima masa lalu Youra maka Dia akan melepaskan Youra Wilson. Dia akan mengubur perasaannya.


"Jika dia mencintai mu, aku akan membantu nya untuk memahami mu. Jika kau mencintai Hyun aku akan menolong mu untuk bersama nya.." bisik Robert.


Butuh waktu sejam lebih untuk menenangkan Youra. Dia tertidur di sebelah Youra. Youra merasakan pedih dimatanya dan menyadari keberadaan Robert. Dibukanya matanya perlahan, Gelap tapi ada cahaya samar di dalam ruangan. Dengan sedih dia menatap Robert. Dia tertidur di pelukan Robert. Disentuh nya wajah Robert perlahan dengan jemari nya.


"Maafkan Aku..."bisiknya dia tahu bahwa dia menyakiti Robert. Robert pasti punya perasaan, dia pasti sudah menjadi beban bagi Robert, seluruh hidupnya di berikan untuknya. Dia sadar bahwa dia hanya membuat Robert terluka. Tiba-tiba Robert menangkap tangan Youra dengan mata yang tetap tertutup. Meraih tubuh sintal milik Youra untuk merapat kepadanya. Robert bukan tidak menyadari bahwa Youra sudah tenang sudah bangun dari tidurnya, namun dia ingin waktu berhenti saat ini. Dia tidak ingin kehilangan momen ini.


Dalam hatinya ia ingin menjerit berteriak pada Youra betapa ia mencintai wanita itu. melihatnya rapuh sungguh melukai hatinya.


I love you Youra Wilson, batinnya.


Youra mengerti apa yang Robert rasakan, dia merapatkan dirinya kepada Robert, menenggelamkan wajahnya di dada Robert.


"Maaf..." bisiknya lagi lirih


"Aku melukaimu..." Robert menjauhkan diri nya, menatap Youra dengan seksama.


"apakah kau baik-baik saja?"tanyanya seraya melepaskan pelukannya dan duduk di tepian tempat tidur. Youra tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya, ada rasa kehilangan dalam relung hati nya dalam jiwanya saat Robert melepaskan pelukannya.


"Apa kau lapar? aku bisa membawakan makanan mu. atau kamu mau ke bawah?" tanyanya hati-hati. Robert beranjak dari tempat tidur dan menyalakan lampu kamar Youra, sehingga kamar itu terang.


"Aku lapar... pengen Indomie rebus" katanya manja.


"Disini?"


"Dapur.."


"Mandi lah dahulu aku akan memanggil Juanita untuk membantu mu."


"Nanti saja aku lapar.."


"Baiklah...kita turun. apa bisa jalan?" dia mengangguk pelan. Youra turun dari ranjang nya perlahan.  Mereka menuruni tangga ketika bertemu dengan Marco Wilson. Kakak pertama nya langsung berlari ke arah nya dan memeluknya.


"I'm sorry baby girl..." bisiknya. Marco amat sangat menyayangi adiknya itu. Diciumi wajah adiknya tercinta. Airmata mengalir di pipi Marco. Robert menekan pundak Marco, membuat pria itu berpaling kepada Robert. Dia memberikan isyarat untuk tidak menangis di depan Youra. Marco memahami maksud Robert.


"i'm fine Marc sorry Made all Family worry." seraya menghapus sisa-sisa air mata di pipi Marco.


"I'm hungry" katanya


"Ok feed her Robert and thank you." Marco meninggalkan mereka menuju kamar nya.


Marco paham pasti sangat berat untuk Robert. Ada sepenggal masa lalu Tentang Robert yang menyangkut Youra. Hanya Marco yang memahami masalah tersebut dan dia lah yang membawa Robert masuk dalam keluarga ini, menjadikan Robert penjaga Youra. Bagi Marco saat ini adalah penting mengunci Pria itu dengan Adiknya, dan Dia tidak pernah akan membiarkan Robert pergi dari sisi Youra tapi Dia juga tidak akan merestui hubungan Pria itu dengan Adiknya, Kecuali adiknya yang meminta.


Dapur keluarga Wilson adalah dapur modern bergaya klasik. Robert mengambil panci kecil mengisi air dan menyalakan kompor. Sementara air dimasak dia mencari mie instan, membuka lemari penyimpanan. Sebelum berangkat ke Artheton, dia sudah mengirim email kepada kepala pelayan Walter, apa saja yang di butuhkan saat mereka disini termasuk mie instan. Sementara itu Youra duduk di kursi tinggi di meja dapur.


"Mau cabe iris?"


"Mau... telur jg, sawi hijau jg, daun bawang.." jawabnya

__ADS_1


"Hmmmm..." Robert membuka lemari es besar mencari bahan-bahan yang disebut kan oleh Youra.


"OMG...Mr Robert..!" Jerit Juanita kepala dapur keluarga yang kaget melihat Robert memasak.


"why you didn't calling me air...go seat over there let me cook for you and Miss."


Robert tersenyum melihat tingkah Juanita.


"it's ok...i always cook for her."ujarnya. Juanita berusaha untuk mengambil alih dapurnya.


"let me.."


"you can help but cutting all that vegetables, let me show you." Robert mengajari Juanita mengolah bahan-bahan tadi. sedangkan dirinya tetap berkutat di depan kompor. lengan bajunya tergulung hingga otot bisep nya terlihat. Dia tampan tapi aku banyak menyusahkannya. 10 menit instannya jadi, Juanita menyajikan untuk Youra dan Robert. Youra terlibat senang. Dia lapar karena energi nya menghilang separuh setelah hampir 2 jam di masa kelamnya tadi.


"Makanlah..." ujar Robert seraya mengambil air mineral dari lemari es dan memberikan nya kepada Youra. Youra makan dengan semangat.


"Kau tidak makan" tanya nya ketika melihat Robert hanya berdiri di hadapannya meminum air mineralnya. meja dapur di belakangnya menahan tubuh Robert.


"Aku cuma bikin 1"


"oh kenapa?"


"Gpp cuma gak lapar saja." Ujar Robert.


"Maaf aku menyusahkan mu." kataku tulus, aku sebenarnya juga tidak ingin melakukan hal ini, entah kenapa ketika memori itu muncul otak ku beku tidak dapat berinteraksi dengan baik. Robert hanya berdiri memperhatikan Youra.


"Lee Hyun Bin, dia tadi mengirim mu pesan, lebih baik kamu cek handphone mu."


"Iya...." aku menyingkirkan mangkok mie ku mengambil air mineral dan meminumnya. Robert mengitari meja dapur dan berdiri di samping ku, memutarkan tubuh ku berhadapan dengan dirinya.


"Youra dengarkan lah aku baik-baik, kau adalah Youra Wilson, kau kuat. jauh lebih kuat dari sebelumnya, semuanya akan baik-baik saja. jangan kuatir dan aku akan selalu ada di sini untuk mu." Jelasnya. Aku menatapnya, mencerna semua perkataannya dan menyimpannya di dalam otak ku. Sejak dia menjadi bodyguard ku hingga jadi orang kepercayaan ku maka aku selalu percaya oleh setiap perkataannya. Ingin rasanya aku memeluk pria yang berdiri di hadapan ku ini, sehingga segala kekuatiran, ketakutanku hilang lenyap dari diriku, ku tarik napas ku dalam-dalam.


" Mandilah... bukan kah kau juga ada janji dengan Healer?" ujar Robert.


"Bisa jalan sendiri? aku akan minta Pelayan untuk menemani mu ke atas."


"Tak bisa kah kau yang menemani ku." pintaku


"oh...baiklah. Ayo..." Kami kembali ke kamar Youra.


"Aku akan menyiapkan air mandi mu."


"Iya..." ku raih handphone ku, ku periksa WhatsApp messenger. Tertera pesan dari Lee Hyun Bin.


"Hi honey where are you? why you not online?"


"Hi oh dear i'm sorry i was sick since yesterday after message you." balas ku


"Mandilah..air mu sudah siap"


"oke.. tetap lah di sini Robert."


"Baiklah... aku akan memindahkan pekerjaan ku ke sini, mandilah." Ku langkahkan kaki ke dalam kamar mandi. Robert menelpon butler Rumah memintanya untuk mengambil laptopnya di kamarnya. Ku putuskan untuk tidak berlama-lama merendam diri ku, entah mengapa rasa lelah tiba-tiba ku rasakan. Ku raih handuk dan jubah mandi ku, melangkah keluar dari kamar mandi, ku lihat Robert tertidur di sofa. Dia pasti lelah, terimakasih, batinku. Ku ambil sweater Hoodie warna biru dan celana pendek jeans. Setelah berpakaian ku tinggalkan kamar tanpa membangunkan Robert. Ku cari keluarga ku. Aku harus menenangkan mereka, aku tahu bahwa mereka saat ini pasti sedih dan juga terluka.


Ku dengar suara sayup-sayup dari ruang tengah keluarga.


"Hei...."sapa ku


"oh sweet baby...come in" ujar ibuku, aku menghampirinya dan memeluknya.

__ADS_1


"Are you oke now? you must take a rest."


"i know, i just want say i'm fine.sorry Made you All worries."


" No..no..no.. you are not Made US worry, thats all not your fault baby.." ujar ayahku.


"Yes baby girl your daddy was right, you don't Made US worries. Go back to your room, take more rest. we have Family party tommorow." Rayu ibuku.


"i love you mom, dad..i love you all" ujarku kepada orang tua ku, Marco, Hanna & Jack. Ibu ku memeluk ku mencium pipi dan keningku. aku beranjak pergi meninggalkan mereka, kembali ke kamar ku untuk beristirahat. Besok aku harus lebih kuat dari hari ini. Hari ini harus Hari terakhir aku mengalami masa kelam, tidak boleh ada hal seperti ini lagi.


Ku buka pintu kamar perlahan-lahan. Robert masih tertidur di sofa, sepertinya dia benar-benar lelah. Ku berjalan mendekatinya,  Robert aku akan selalu menyusahkanmu. selama aku ada di masa kelam, hanya dirimu yang ku percayai.


"Terimakasih sudah selalu ada untuk aku, tanpamu aku gak akan seperti sekarang ini." bisikku pelan. Ku rebahkan tubuh ku di tempat tidur ku, orang tua ku benar aku butuh istirahat, apalagi setelah perjalanan kami dari Jakarta ke Artheton membutuhkan waktu yang lama. Ku coba untuk memejamkan mata ku namun tak bisa ada sedikit rasa takut dan kuatir.


"Robert..Rob..." aku membangun kan nya perlahan, namun dia tetap tak bergeming. Ku rebahkan diri ku disebelah nya memaksakan diri ku di sofa bersamanya,, ku rasakan ada gerakan dari nya.


"Geser..."kataku, ku benamkan wajahku didadanya, tangan ku memeluk pinggang nya.


" Youra.." Gumamnya seraya memeluk ku kembali. Aku pun terlelap seketika di dalam pelukannya.


Sepertinya aku tertidur, batin Robert. Dia merasakan ada seseorang di sisinya, dari aroma tubuhnya dia mengenali siapa yg rebahan bersama nya di sofa.


"Youra... bangun lah pindah ke tempat tidur.." bujuknya. Dia tidak bergeming. Pelan-pelan ku lepaskan diriku dari nya. dan bangun dari sofa. Ku lihat youra, dia tertidur dengan sangat lelap dan tenang, ada raut kedamaian terpampang dengan jelas di wajahnya.


"Jangan memberikan ku harapan Youra, aku tak pantas untukmu." batinku. Membiarkan nya tidur di sofa tidak baik untuk pemulihan dirinya. Aku memindahkan Youra dengan perlahan. Kuangkat tubuhnya yang berasa mungil dan ringan dalam rengkuhan ku. Ku rebahkan di atas tempat tidur, dan menyelimuti nya. Lebih baik aku mandi dan makan.


"Jangan pergi.."pinta nya, ku lirik dirinya.


"Tidur lah kembali, ada yang harus ku kerja kan." jelasku di telinga nya.


"Jangan lakukan apapun, temani aku." katanya lagi.


"Ijinkan ku makan dulu dan mandi..aku akan meminta pelayan untuk menemani mu sampai aku kembali. Tidak akan lama." bujukku. Dia mengangguk kan kepala. aku menyelimuti nya hingga bahu nya tertutup. Ku belai lembut anak rambut di kening nya. Tidurlah princess ku. Walaupun berat untuk ku, saat ini aku harus melakukan apa yang dia inginkan.


Ku panggil salah satu pelayan rumah untuk menemani Youra. Ku langkahkan kaki ku ke Dapur, ada Juanita si kepala dapur keluarga.


"Are you hungry sir."tanya nya ketika melihat ku masuk dapur.


" Yes i am, It's there any food that i can eat" tanya ku


"Yes..we had steak salmon, wait "


"Ok.." Juanita menyiapkan makanan untuk ku. dengan sekejap aku melahap semua makanan yang disediakan oleh nya. Setelah makan aku ke kamar ku dan mandi.


"Apa yang harus ku lakukan.. berdekatan dengan mu membuat ku gila, aku bisa lepas kendali" batinku. Guyuran shower membasahi tubuh ku, berharap semua perasaan ku larut lewat air yang mengalir, Namun ternyata rasa itu masih ada.


"Tok..tok... Robert are you there? Can we talk?" suara ketukan di pintu kamar ku.


"Marco Wilson, apa yang ingin dia bicarakan? apakah mengenai hal itu?" Ku buka pintu kamar, ku lihat Marco berdiri dengan tegap, dan segera masuk kamar sebelum aku mempersilahkan untuk masuk.


"we need talk.. it's safe talk here?"


"Yes safe."


"Ok let me talk directly, how you feel to my sister? Don't said you in love with her, i have been watching you? For last year i know you start have feel her." tebak Marco.


Dia mengetahui nya.


"I'm sorry sir but i will stop it, When the time comes i Will went out from her."

__ADS_1


"Yes u should, you know the truth reason. i don't want she get hurt. i come here to warning you. Remember i still have your card." setelah berkata demikian Marco meninggalkan kamar itu. Ku kepalkan tangan ku menahan semua emosi ku.


Ya Tuhan apa yang harus ku lakukan. Aku mencintainya, tapi... Bodoh andai saja hal itu tidak terjadi mungkin Marco akan mengijinkan ku untuk mendekati adik nya. Sialan...


__ADS_2