
Sriwijaya Room, dalam Kantor Dreams Company Ltd. Terdapat Rapat Direktur yang di pimpin oleh Youra Wilson.
"Berapa persen dari target kita yang sudah tercapai" Tanya ku di sebuah pertemuan di Dreams Company Ltd.
"Apakah ada kendala lain sehingga tidak sesuai dengan harapan kita? sebenarnya kalian ngapain saja sih? Bisa kerja gak.." bentakku.
"Kalo hal seperti ini saja kalian tidak bisa atasi bagaimana dengan yang lainnya. Dengar ya kalian semua yang duduk di sini itu otak nya pada encer semua, kalian bukan orang biasa yang kupilih untuk perusahaan ini. kenapa masalah ini tidak dapat kalian atasi."
semua yang hadir di pertemuan direktur terdiam. tidak ada yang mengeluarkan komentar. semua berpikir dan mengutak-atik laptop mereka mencari jawaban atas pertanyaan ku.
"Sial...Praaaakkk..." umpatku seraya melempar gelasku ke tembok, melampiaskan kekesalan ku.
"Masih belum ketemu?" Bentak ku
"Braaakkk..." tiba-tiba pintu ruangan Rapat terbuka. Ku lihat Robert & Natasya masuk ke ruangan.
"Youra..tenang lah." ujar Robert
"Shit gimana bisa tenang, kita bisa rugi tau.."
"Youra dari laporan yang ku terima, Kita sudah mendapatkan setengah dari Target." ujar Natasya
"Nat.. setengah Nat setengah.." teriakku. Natasya terdiam.
"Bingo..." teriak Bram yang merupakan salah satu direktur kreatif Dreams. Otomatis semua mata melihatnya
"Gila loe ya Bram cari mati.."bisik Heru
Ku lihat Bram yang masih asyik dengan laptopnya gak menggubris kata-kata Heru.
Melihatnya aku yakin Bram menemukan Jawabannya. Bram itu salah satu direktur favorit ku. otaknya bisa bekerja ketika ada tekanan. Dasar edan. Ku mendengar suara bisik-bisik dari peserta rapat, mereka berupaya untuk menyadarkan Bram. Hal yang sia-sia yang mereka lakukan. Bram sudah terhanyut dengan pekerjaannya, ku berikan kode pada Robert. Robert mengintip dari belakang Bram, untuk melihat apa yang dikerjakannya. Anggukan kecil dari Robert menandakan bahwa yang di lakukan oleh Bram sangat baik. Bramantyo Lukman, Direktur Tim kreatif bukan sembarang orang. Dia pintar namun unik, otak nya bekerja dengan cepat ketika dalam kondisi tertekan. Menurut dokter andrenalin di dalam tubuhnya lah yang berfungsi sebagai tombol berpikir. Unik amat sangat unik dan aku bangga perusahaan ku memilikinya.
"Ok mati kan Lampu, Nyalakan LCD nya, akan ku jelaskan apa yang harus kita lakukan untuk mencapai 100%. Target kita." perintah Bram tiba-tiba. Aku tersenyum mendengarnya, Bram benar-benar pintar. Lampu di padamkan dan Dia pun mulai menjelaskan apa yang dia kerjakan beberapa menit lalu. Semua orang terkagum-kagum akan penjelasannya.
"Jadi bagaimana menurut mu Nona Youra?"
"Robert bawa dy ke ruang operasi, bedah otak nya, ku penasaran apa isinya tuh otak, kenapa bisa bekerja saat di bawah tekanan." Gurauku
"Hahahaha... Habit non sorry banget, ku juga gak ngerti kenapa gak bisa di pakai nih otak kalo dalam kondisi normal.."ujarnya membalas gurauan ku.
"Dodol... sudah2.. lanjut kan saja sesuai rencana dy. kalo yang lain dapat ide untuk menjadi kan nya sempurna, email ke aku dan Robert. Tunggu instruksi selanjutnya untuk Rapat berikutnya." ujar ku seraya meninggalkan Ruangan.
"Oh iya jangan lupa panggil OB untuk bersihkan Gelas Tadi." teriakku.
"Ya Tuhan bisa Gila gw di dalam Bram, Lw penyelamat banget tadi." Ujar Heru salah satu karyawan Dreams
"Tapi Gw setuju dengan Miss Youra, otak lw kenapa Bro? awal Rapat lw buntu habis, gak ada ide, Giliran Miss Youra meledak emosi, meledak pula Otak mu jadi encer."
"Aah sial loe mana gw tau. Gw jg heran.. knp nih otak tombol on nya saat orang lagi ngomel2 ya.." Timpalnya.
"Maksi dulu lapar bro gw" ajak Bram pd Heru, mereka berdua memang akrab, sedang kan direktur yang lain tidak ada yang begitu akrab.
*****
Ku hempaskan tubuh ku ke sofa yang ada di dalam ruangan ku.
"Ambilkan Ocha hangat untuk Nona" Perintah Robert ke Natasya.
"Apakah Nona ingin di bawakan Snack juga"
Ku pandang Natasya dari atas ke bawah.
"Beeeeh formal bgt sih loe? oh karena dy ya.." tunjukku ke Robert.
"Jiaaaahhhh gimana gak, loe liat aja dy kaku githu, gw masih blm bosan hidup, masih pengen menikmati hari.." ceplos Natasya.
"Hahahaha...." yang di bicarakan malah tetap tak bergeming dari meja kerja ku, tetap fokus utak-atik komputer, entah itu benaran atau mengalihkan perhatian.
"Mau Snack gak?" tawar Natasya lagi.
"Gak lah Ocha aja...thnx ya Nat."
"Ok..." ujarnya seraya meninggalkan Ruangan.
"Kau pura-pura gak dengar atau memang tidak mendengarkan kami." tanyaku kepada Robert.
"Menurut mu?" ujarnya tak acuh tetap bekerja.
"Hmmm.." Robert hanya bersikap profesional di kantor. Terhadap Natasya dia juga jaga jarak. Robert tahu perasaan Natasya terhadap dirinya. Ku pikir Natasya cocok dengannya.
"Duh Nona ku tahu niat mu, ingin mendekatkan diri ku dengan Natasya, Natasya memang cantik tapi hatiku ini tidak tergerak oleh nya, andai saja kau tahu" batin Robert.
PING nada message masuk ke handphone ku. ku lirik nama yang tertera Healer. ah Lee Hyun Bin, sejak pertemuan beberapa bulan lalu kami telah menjalin hubungan dengan baik, walaupun aku gak yakin akan kah berjalan dengan mulus. Lee Hyun Bin, pria baik, tidak memiliki scandal. Hanya pelariannya dari dunia selebritis yang dia lakukan ketika kami bertemu untuk pertama kalinya. Setiap pertemuan kami hanya makan dan ngobrol2 saja, tidak ada kontak fisik sama sekali karena aku masih tidak bisa di sentuh olehnya.
"Hi.. how are you? are you busy?"
"I'm just fine, a bit busy of course. How's you?"
"I'm not busy just Miss u"
"Oh really?"
"Yes i am sweetie, i do Miss you so much my lovely sweet baby."
"Beeeeh gombal" batinku
"Youra watch me tommorow night baby"
"why? where?"
"I'm reading announcement at K-pop Award tommorow night.. please baby watch me."
"Ok.."
"Thanx baby.. hmm i Will vicall you Tommorow night so you can see me a live"
"ciiihhh gak perlu Kale, gw kan bisa nonton dengan datang langsung." batinku
"Ok thats good idea Hyun"
"Great see you tomorrow night, dress nicely ok..love you sweetie baby..."
"Serius amat..siapa yang kamu chat" suara bass Robert menggema di ruangan.
ya ampyuun ku lupa aku masih di kantor... hihihi.
"Healer.."
"Kenapa lagi dia?" tanyanya selidik.
ku pandangi Robert dengan seksama.
"Serius nanya gitu?"
"Ya.."
"Buat apa? tanpa aku beritahu pun kamu sudah tau isinya kan. basa-basi?"
"Hehehe..."
"Ciiihhh di tanya malah cenggesan.. gak perlu dijawab, baca saja di hp mu, ku tahu kok hp ku kau kloning.. apa sih yang gak bisa kau lakukan." ujar ku kesal. kenapa jadi emosi begini ya kan memang tugas dia jaga aku. Robert mengkloning hp ku kan memang ada tujuannya. Dy berjalan mendekat ke arah ku.
Berlutut di hadapan ku. Matanya menatap ku tajam.
"Youra...kau tahu alasan nya kan kenapa." tanya nya lembut
"Sial..kalo dy seperti ini..aku.." batinku.
"Ya...paham"Jawabku seraya menghindari tatapan matanya.
"ini sudah siang kamu mau makan siang apa?" ujarnya sambil berdiri dan mengambil Jasnya.
"Ayo makan siang. habiskan Ocha mu."
__ADS_1
ku raih gelas Ocha ku dan mengosongkan nya.
"Ajak Nat ya.." kata ku sambil melangkah keluar. Tak ada jawaban dari dirinya.
"Natasya, kita makan siang sekarang, kau ikut" ujarnya datar.
"Dasar Gunung es.." Celetuk ku. ooopppsss pasti dy dengar..
"Ayo Nat.. cacing ku pada lapar nih"
"Ok.."
Kami Berjalan bersama untuk makan siang. Ini jarang kami lakukan. Karena aku hari ini menghadiri Rapat maka kami bisa makan bersama.
"Kalian mo makan apa?" tanyaku kepada 2 orang di hadapan ku, aku sengaja menempatkan tas ku di kursi sebelah ku sehingga Natasya bisa duduk di sebelah Robert. Robert duduk di sebelah Natasya dengan muka masam.
"Hihihi rasakan siapa suruh tadi menggoda ku.."
"Ku mau Soto Lamongan, hmmm minum nya Ice Tea. Kau apa Non." Ujar Natasya kepada pelayan Restoran tersebut.
"Nasi Goreng Sechuan, Wouton, Ice Lime Juice" aku menyebutkan Pesanan ku.
"Anda pesan apa Tuan." Tanya si pelayan pada Robert.
"Fish & Chips, Fried French, Mineral Water." ujarnya.
"Baiklah.." ujar si Pelayan dan pergi meninggalkan kami.
"Kau curaaanngggg..." teriak ku tiba-tiba pada Robert, Robert hanya tersenyum picik.
"Ada apa..?"tanya Natasya.
"Ciiihhh berani-beraninya kau Robert.." ujarku kesal.
"Hahahaha..."
"iisshh malah ketawa..." ku tendang kaki nya di bawa meja, sambil meringis dia tetap tertawa.
"bhuaaahhahahhhaaa.." tawa nya lepas sekali hingga membuat Natasya menatap ku bingung.
"Ada apa sih Non aku gak paham."
"Dy kesal karena aku pesan makanan kesukaannya, larangan meja makan, jangan pesan makanan kesukaan Nona di saat dia sudah memesan makanan favoritnya no 2.." jelas Robert. Dasar pengganggu. untung Robert yang lakukan ini, dan dia sengaja melakukannya.
"sudah lah nanti ku bagi.."
Nada dering handphone ku memecahkan pembicaraan kami.
"Mom.." ujar ku
"Hi mom.."
"My baby girl, how are you?"
"I'm Good.."
"Where are you now baby?"
"in Restauran gonna lunch mom."
"Baby can you go home today?"
"Should i?"
"Yes we have special Family dinner baby girl."
"Ok mom"
"Did Robert with you?"
"Yes.."
"Give your phone to him."
"Yes madam I'm listen... hmmm Yes...i Will.. Tonight? oh ok no problem. i Will madam..ok Bye." Telepon terputus dan dy Memberikan handphone ku kembali.
" Apa katanya?" Selidik ku
"Kau harus pulang."
"Cuma itu?" selidik ku lagi gak mungkin lah cuma itu.
"Ya.." nada tegasnya membuat ku tak mampu menanyakan lagi.
Makanan kami datang dan kami makan tanpa banyak bicara. Robert makan dengan sebentar-sebentar memberikan instruksi kepada beberapa orang. Dy benar-benar menepati janji nya. dy Memberikan separuh makanan.
Waktu menunjukkan pukul 2 siang ketika kami meninggalkan Restauran. Kami berpisah, Aku kembali ke rumah ku.
Robert & Natasya ke Kantor.
Hhmmm Rumah, pulang. kalo orang tua ku memanggil ku pulang ini artinya aku pulang ke negara ku USA. sudah lama aku gak ke sana. Tiba-tiba rasa kangen kepada mereka yang di rumah mulai muncul.
Walaupun aku di sebut Ice Princess tapi kepada keluargaku, hatiku tidak sebeku es.
"ngantuk.. lebih baik ku istirahat dulu aja.." Gumanku
"Youra...hei... bangun sudah sore, harus siap-siap, kita sudah harus berangkat malam ini. Youra..." Robert membangun kan ku lembut.
"Hmmmm sana nanti aja, ku msh ngantuk." renggekku.
" Gak bisa harus sekarang, ayolah.."
Duh kalo tidur begini dengan imut bisa gawat ini. kami harus segera pergi Mrs. Samantha Wilson akan ngamuk berat kalo aku membawa putrinya dengan terlambat.
"ciih terpaksa deh harus dengan cara ini.." gerutu Robert seraya mengambil posisi untuk menggendong Youra.
" Nona Youra ku sudah membangunkan mu dengan baik-baik ya tapi kamu yang minta dengan cara lain.." bisik nya di telinga Youra.
Dengan hati-hati Robert menggendong Youra membawa nya ke dalam kamar mandi dan dengan segera membuka kran shower membuat diri nya dan Youra basah.
"Kyaaaaaaakkkk...." Teriakku
"Sudah bangun rupanya.."
" Robert berengsek... Turun kan aku dan mati kan showernya" Teriakku, dengan segera dy menurunkan ku. smua bajuku basah dan lekukan tubuh ku tercetak jelas.
" Jangan liat... keluar sana.. keluar..."
" Hadeeehhh nona keras kepala, lupa ya aku sudah pernah liat. Mandi sana cepat.." ujar nya seraya meninggalkan kamar mandi ku.
"Mandi Cepat jangan lama-lama."
"Siapkan Bajuku..Dan aku lapar.." teriakku.
ku bersihkan tubuh di bawah shower, dasar bodyguard gila.. bangunin orang gak perlu di bawa ke kamar mandi kan. 10 menit kemudian aku sudah duduk di Kitchen Bar.
Melihat isi piring di hadapan ku.
"Batagor..." Gumanku.
"Sudah selesai makan nya"
"Ini punya ku?"
"Lah yang tadi teriak minta makan siapa?" tanya Robert.
"konfirmasi aja" ujar ku ketus
"Marah ya..."
"Iya... emang gak ada cara lain untuk kasih bangun aku." tanya ku ketus, ku masih marah dengan tindakannya.
"Enak..."tanya nya tanpa menghiraukan protes ku.
__ADS_1
"Gak.." Kata ku. Tiba-tiba Robert mengambil piring ku.
"Robert.."Teriakku
"Apa... katanya tadi gak enak ya udah gak usah di makan." ujarnya cuek dan dia mulai makan batagor milik ku. Ku tarik kembali piring ku
"Beli sendiri sana ini punya ku..."
"Hahahaha dasar...makan cepat jangan ada yang tersisa..bentar lagi kita ke bandara."
"Natasya & Rafael ?" Tanyaku
"Di kantor, mereka harus ganti kan kita. Lutfi Hasan & Megan ku utus ke London & Perancis." Jelasnya.
Kalo orang lain yang melihat kami mereka akan berpikir bahwa kami adalah sepasang kekasih, Robert bukan kekasih ku namun dia orang terpenting bagi ku. Jika bukan karena dirinya, aku pasti masih ada di kamar gelap itu. Aku berhutang satu kehidupan padanya. Selama aku dekatnya aku tidak paham dengan perasaan ku sendiri. Aku hanya merasa bahwa dia penting bagiku dan aku butuh dia, Aku tidak mau di sentuh oleh siapapun hanya dia yang bisa menyentuhku baik itu secara fisik maupun verbal.
1 jam kemudian kami sudah tiba di bandara. kalo pergi dengan Robert jarak tempuh yang memerlukan waktu 2 jam bisa di jangkau 1 jam dengan mobil, kalo naik motor bisa lebih cepat lagi. Robert sedang berbicara dengan orang-orang bandara.
"I'm on the way back home." WhatsApp ku ke Ibu ku.
"Ok baby girl i Will prepare your favorit food."
"Mom i want Beef Wellington and Green salad Please..." membayangkan beef Wellington buatan mama ku membuat ku lapar.
"Ok baby see you next few hours. Love you"
"Love you too mom"
"Ayo kita naik.. pesawatnya sudah siap, kita sudah dapat ijin terbang dan rute."
Aku putri satu-satunya keluarga Wilson. Rumah Kami di Atherton, California. Atherton adalah kota berbadan hukum di San Mateo County , California , Amerika Serikat.
Artheton merupakan salah satu wilayah terpenting di Amerika Serikat, Khususnya di musim-musim pemilihan kepemimpinan.
Struktur Kehidupan teratur dan patuh hukum. Tidak mudah bagi orang luar untuk memperoleh tempat tinggal di Atherton. Yang di butuhkan bukan hanya kaya tapi latar belakang keluarga yang baik. Keluarga ku termasuk keluarga yang beruntung bisa tinggal di kawasan ini. Kerja keras Kakek moyang ku dalam membangun relasi di masyarakat lah yang membuat kami dapat tinggal. Siapa yang menjadi teman atau relasi kerja mu, mereka yang menentukan masa depan mu jua.
Akhirnya setelah memakan waktu hampir 20 jam pesawat kami tiba di bandara Dan Fransisco, California. Dari bandara menuju Mansion Wilson hanya memakan waktu 20 menit. Dari kejauhan ku lihat sosok yang ku kenal, Hannah Balmo kakak ipar ku yang menjemput, wah tak terbayangkan. Dia melambaikan tangannya.
"Jangan lari nanti kau jatuh, kamu belum tidur dengan benar.." tegur Robert. Aku menoleh kearah nya dan menghela napas ku.
ya dia benar. Aku gak akan mempermalukan diri sendiri di hadapan publik. ku hanya berjalan sedikit cepat dan tersenyum kepada nya.
"Hanna..." panggil ku seraya memeluknya
"Hihihi my little sister Youra...how your trip?"
"Well great but Made me Tired, hungry and Miss You all"
"Let's back home baby girl..." ujarnya seraya mengiring kami ke mobil. Dari bandara ke rumah hanyalah makan waktu 20 menit jika tidak ada hambatan.
"So where is my brother Marco."
"in italy do work, but he Will be here soon"
"Tommorow is our Family gathering."
"ah yea..."
"well who your BF now.."
"Non.."
"don't like coz i smell a fresh fish from Korea.. hehehe."
"haaah...u know this too."
"of course"
"hmmmm" duh padahal sudah berusaha ku sembunyikan.
"Jack... right?" tebak ku pasti ulah nya yang menaruh mata-mata di sekitar ku atau dy meng-hack sesuatu dari ku. Hanya dia yang mampu. Atau Robert yang membocorkan nya. karena sistem keamanan disekitar ku Robert yang menguasai, hmm kalo Jack bisa menerobos sistem Robert berarti perusahaan Jack 1 level di atas Robert atau ada masalah di sistem kami.
"Ok we here..."suara lembut Hanna memecahkan keheningan kami.
Aku turun melompat dari mobil, berlari menaiki anak tangga menuju pintu utama rumah diiringi teriakan Robert.
"Kau cerewet kayak nenek tua..." Teriakku.
"Berhenti disitu Youra jangan lari" ku tak menghiraukan kata-kata nya tetap berlari.
"Mooooommmm Youra Here. i'm back.." teriakku, tapi ruang depan kosong gak ada orang. ku cari ke ruang tamu dan tengah serta kolam renang juga gak ada.
iiissshh ke mana mama ku ini ya..
"Mooooooomm where r u?"
"why u yelling so loud.. and only calling your mom?, you don't Miss your daddy, baby girl?"
Anthonius Wilson adalah ayah ku.
"Daddy..."Gumanku seraya mendekati nya dan memeluknya.
"mmmuuuaaaccchh my baby ( memberikan ciuman di pucuk kepala ku) your mom in Gazebo at back yard with your brother Jack. come let's we see them.." Kami berjalan menuju halaman belakang. Ayahku Anthonius Wilson salah satu pria tampan dari Wilson Family, walaupun sudah masuk usia 78 Dia terlihat gagah dan tampan.
"So..why you didn't bring him too?" tanya nya. keningku berkerut melihat nya menyelidiki pertanyaannya.
"Hihihi your BF baby... Samantha looks who's here.."
"Aaaahhh my baby girl you arrived, come in hug me honey.."
"mommy..." ku lemparkan tubuhku ke dalam pelukannya dan memberikan ciuman di pipi nya.
"How's your trip?where is he..?" Hadeeehhh pasti Hyun lagi deh yg di cari. Ku hanya memberikan senyuman kepada nya.
"Youra..." panggil seseorang seraya memeluk ku dari belakang. ku putar tubuh ku seraya melepaskan diri.
"Jack...!" teriakku
"hehehe...so "
"Ciih.. it's your work right. you hack my system.?" tanyaku, yang di tanya hanya menarik tangan ku untuk duduk di sebelahnya.
"You must upgrade your system i Will give a help for that." ujarnya sambil tersenyum.
"Robert...apakah yang di katakan nya benar?" tanyaku kuatir, semua sistem keamanan komputer, data base hidup ku dan perusahaan ku gunakan untuk menjaga hidup ku dari segala ancaman. Aku hanya tidak ingin kembali ke masa itu.
"Tidak ada masalah nona.."dy menenangkan ku, aku yakin ada yang dy sembunyikan.
ku menatapnya tajam, apakah itu benar? Robert berjalan mendekati ku. Di raihnya tanganku dan di genggaman nya.
"Jangan kuatir, jangan takut..aku di sini kan. Sesuai janji ku, aku akan menjaga mu" Ada ketegasan dalam kata-katanya, Robert meyakinkan Youra Wilson. Dia tahu bahwa saat ini memori kepahitan itu muncul kembali, dia bisa merasakan nya dan itu membuat nya marah. Marah pada masa lalu yang merenggut keceriaan seorang gadis.
"Damn..! sorry mom dad, Youra i don't minded to rise up ur bad memories... shit... look at me Youra." bujuk Jack.
"There's nothing happened..." bujuknya lagi. Youra tidak menyadari kata-kata Jack. yang di rasakan hanya airmata yang mengalir di pipi nya.
"Baby girl.." panggil Samantha.
"Youra darling... please.." ujar Anthonius dengan gemetar.
Sial... kenapa jadi begini batin Robert.
" Don't worry i will be bring her to her room sir mam." ujarnya seraya mendekati Youra dan menggendong tubuh Youra yang gemetaran. Youra tidak merasakan apa-apa, hanya airmata yang mengalir di pipinya. Dia merasakan degup jantung Robert namun otak nya tidak berinteraksi dengan baik.
"Aaaaaaaaaaarrrrrrggggghhhhh... aaaaaaaaaaarrrrrrggggghhhhh" Dia berteriak dengan kencangnya sambil memukul-mukul Dada Robert.
"Ssstttt tenanglah Youra....tenang..."bujuknya. dy mempercepat langkahnya menuju kamar Youra, melirik ke arah Pelayan rumah yang membuntuti nya sejak dari Gazebo. Pelayan tadi membukakan pintu untuk nya. Dengan cepat dia masuk dan merebahkan Youra di tempat tidur.
"Close all curtain...dont turn on the light and get out. tell them she fine."perintahnya. Pelayan tadi buru-buru mengikuti semua perintah Robert.
Youra terus menjerit. Dia merasakan sakit di setiap tubuhnya, merasa hatinya hancur berkeping-keping. Kilasan kejadian muncul di benaknya. Setiap suara cambuk kan terngiang di telinga nya begitu kuat dan tajam menenggelamkan suara lembut Robert yang membujuknya. Airmata mengalir di pipinya, tubuhnya seperti tercabik-cabik, perih, pedih. Tanpa sadar dia memberontak, memukul-mukul dada Robert yang terus memeluknya, terus membisikkan kata-kata yang menenangkan.
Di gazebo Mr. Anthonius Wilson memarahi Jack. Dia sudah memberikan ultimatum untuk tidak gegabah dalam memberikan informasi atau pun berbicara dengan Youra karena beberapa hari sebelumnya Robert sudah memberikan peringatan kepadanya bahwa ada yg berbeda dari sikap Youra.
__ADS_1