
Robert meraba kasur disebelahnya dan dia pun mengerutkan keningnya, matanya terbuka dan mencari isterinya. Perlahan dia menegakkan badannya, menggerakkannya sebentar menghilangkan kekakuan.
"Iiissshhh masih pagi ke mana lagi dia..." Guman Robert. Mereka masih berada di Overtoun House, Dumbarton. Melanjutkan liburan dan honeymoon mereka yang tertunda.
Keluarga Wilson sudah kembali ke Massion Wilson di Atherton City. Di sini hanya tinggal Youra dan dirinya serta Natasya dan Kevin. Rafael Benitez sudah dia usir pulang untuk mengatasi masalah di Jakarta.
Dengan cepat Robert mandi, berpakaian dan keluar mencari isterinya. Dia mencari di dapur, hanya ada Kevin dan Natasya.
"Morning Gaeeesss..." Sapa Robert.
"Eh morning..."
"Kalian lihat isteri ku..."
"Cieee isteri..."
"Lah benarkan terus apa kalo bukan, babu githu...hmm lihat gak?"
"Tadi dia keluar, ke halaman belakang... paling juga ke arah sungai Clyde.." jelas Kevin.
"Okay thanks..." Robert pun bergegas pergi menuju halaman belakang, tempat mereka mengucapkan janji pernikahan.
Benar saja dia menemukan istrinya yang berdiri terpaku menatap aliran sungai Clyde. Dia hanya menggunakan gaun musim seminya tanpa outers. Walaupun cuaca tidak mendung namun pagi hari di Dumbarton sangat dingin.
Robert melepaskan jaketnya, berjalan perlahan mendekati isterinya. Dia memakaikan Jaket itu ke Isterinya.
"Kau di sini rupanya...Kenapa tidak memakai jaket." Ujar Robert. Youra menggeser badan nya melihat ke Robert yang memeluknya dari belakang.
Robert meraih wajah Youra dan menciumnya mesra. Di letakkannya dagunya di pundak Isterinya itu. Dia memeluk tubuh Youra erat.
"Aku merindukan mu..."
"Honey... dari kamar sungai ini terlihat indah, jadi aku ke sini. Hei bagaimana kalau kita keliling village?"
"Hmmm itu ide yang bagus... tunggu di sini aku ambilkan outer mu kau kedinginan..."
" Baiklah aku menunggumu..." Ku pandangi punggung Robert yang berjalan ke dalam kastil. Pria miliknya yang luar biasa. Dia tidak akan sanggup berpisah dari suaminya.
"Sayang...ini outermu..ayo kita keliling..." Ujarnya sambil memainkan outer ku.
Kami berjalan bergandengan menelusuri sungai Clyde, Levengrove park dan tiba di pasar rakyat.
Dumbarton Kota kecil yang tenang menyenangkan. Mereka melihat-lihat pasar rakyat. Banyak sekali buah-buahan segar.
Strawberry dan cranberry banyak sekali dijumpai di pasar ini. Barang-barang antik pun ada.
"Sniiff...sniifff..." Hidungnya mencium aroma manis dan segar. Sepertinya dia kenal aroma ini.
"Honey...sini, aku mencium sesuatu yang enak..."ujarku sambil menarik tangan Robert.
Robert mengikuti ke mana arah kakiku melangkah. Kami tiba di sebuah stand roti.
"Itu yang di oven apakah cinnamon roll bread?" Tanya ku pada si penjual Roti.
"Ya..betul Nona. Apakah anda mau?" Tanya si penjual.
"Berapa harganya?"
"1,5£ (Pound Sterling)"
"Baiklah bisa bungkusan 10 cinnamon roll dan gandum bread itu?"
"Ya....apa kau ingin yang fresh?"
"Ya...hmmm bisa kah aku ambil yang ini terlebih dahulu?"
"Ya... ini nona..." Penjual Roti itu memberikan sepotong cinnamon roll padaku.
"Masih hangat....hmmm OMG ini enak sekali, sayang ini coba..." Ujarku pada Robert. Dia pun mengigitnya dengan gigitan besar.
"Haiisshhh kenapa di habiskan..." Ujarku sambil memukul lengannya.
"Hahaha... kalo kecil mana berasa sayang..."
"Iiishhh bikin bete." Ku lihat Robert mengambil secangkir kopi dan menyesapnya. Penjual Roti bertanya apakah kami seorang wisatawan, kami mengiyakannya, dan dia pun mulai bercerita tentang pasar rakyat. Setelah membayar kami pun melanjutkan perjalanan kami.
"Ini menyenangkan... cranberry jam ini juga enak... Robert ayo kita beli Cranberry"
Aku belum pernah ada di pasar rakyat seperti ini. Aroma buah, sayuran, daging asap,dsb sangat menyenangkan.
"Apa kau senang?"
"Ya lihat aja belanjaan kita yang banyak..."
"Bagus itu...hmm kau membeli daging bebek?"
__ADS_1
"Ya kita punya chef andalan di kastil. Ini akan jadi menu istimewa."
"Hehehe benar juga...ayo kita pulang..."
Kami berjalan kembali ke Kastil, benar-benar banyak yang kami beli. Kalo di lihat-lihat kebanyakan makanan.
"Keviiiinn....."panggil ku sambil berlari kecil menuju dapur, begitu tiba di sana, Kevin tidak ada...
"Hadeeeehhh pasti lagi itu..."
"Sudah tinggal kan di dapur biarkan Maid yang merapikan." Saran Robert. Suaminya benar tentang hal itu. Ku tinggalkan belanja ku kecuali 5 cinnamon roll berangkat ikut ke kamarku... hehehe.
"Ayo..." Ujarnya sambil tersenyum licik.
"Hmmm pasti mikir mesum deh..." tebakku.
"Iishh gak sih..."
"Benar...gak pikir mesum?"
"Ya sayang gak..."janjinya. Padahal setiba di kamar di membopong tubuh ku ke dalam kamar mandi setelah menaruh barang bawaku. Dan akupun berakhir di dalam bathtub bersamanya.
Robert mencuci rambut ku. Menyiram kan air hangat dan mengoleskan shampoo. Dia benar-benar mencuci rambut ku.
"Sayang apa kau tahu sejak awal bertemu, aku menyukai rambut mu.. halus dan wangi." Ujarnya.
"Benarkah..."
"Ya...hmmm aku gak suka wangi lain, kau selalu memakai shampoo apel...aku suka sekali wanginya."
"Kau lebih musk, dan woody, aku suka."
"Katakan padaku, setelah ini kau mau ke mana? Kita masih banyak waktu untuk honeymoon..."
"Benar kau ingin mengabulkannya?"
"Ya..."
"Home..."
"Jakarta atau Atherton..."
"Atherton terlebih dahulu...aku ingin ke new York...baru nanti kembali ke Jakarta."
"Okay... kapan kau ingin pergi..."
"Baiklah...kita nikmati dulu ya kota ini...." Katanya. Aku membalikkan badan ku, merangkul lehernya
"Robert bisakah kita memiliki tempat tinggal di Skotland ini..."
"Kau ingin...?"
"Ya kota ini menakjubkan... walaupun kecil namun aku suka, dia hening...eh bisa kah kau membawa ku ke isle?"
"Besok saja kita ke sana..."
"Ajak Nat dan Kevin.."
"Boleh..."
"Mmmuuaaahhh terimakasih..."
"Ini gantian... cuci rambut ku..." Ujarnya sambil memutar badannya. Ku tuangkan shampoo di tangan ku dan mulai menyuci rambutnya. Kali ini kami benar-benar hanya mandi.
"Apa yang kita lakukan setelah ini, jam makan malam masih lama.."ujarku.
"Sini..." panggilnya, dia duduk di tempat tidur.
Aku pun mendekatinya.
"Kyaaaakkk..." Robert menarik ku hingga aku rebah di tempat tidur.
"Tidurlah sebentar, jam makan malam masih lama kan."
"Benaran tidur...."
"Haaaiissshhh Nyonya Hubart apa kau jadi rakus sekarang... tubuh ku masih belum pulih karena semalam.." gurau Robert.
"Iiiihhhhh apaan sih..."
"Tidur..."
"Ya..."
"Sini..." Ujarnya sambil menarikku mendekat tubuhnya.
__ADS_1
Ku tenggelam kan diriku dalam pelukannya. Napasnya yang teratur bagaikan musik yang indah, yang membius ku masuk ke alam mimpi. Akupun terlelap.
Kevin benar-benar kakak yang pengertian dan chef yang handal. Mengolah bahan makanan yang aku beli tadi.
"Kalian ke pasar rakyat tidak mengajakku" protesnya..
"Aahhh perutku kekenyangan...."ujarku tanpa menjawab pertanyaan. Kevin pun menjewer telinga ku.
"Iiishhh apaan sih sakit tau..."
"Nyonya Hubart, kau yang memulai aku ngomong gak di dengar..."
"Kau bukan ngomong tapi merajuk..."
"Ciiihhh adik yang mulai tidak patuh..."
"Rob jangan tertawa aja bantu istri mu ini"ujarku ketika melihat Robert hanya ketawa cengengesan melihat kami.
"Sudahlah sayang jangan ngambek begitu, lagi pula sebenarnya kau punya kartu As Kevin kan..." Robert mengedipkan matanya. Ahhh iya.
"Natasya nanti kamu balik ke Jakarta yaaa..."
"Ehhh..." Natasya yang lagi asyik menatap kakakku Kevin menolehkan kepalanya ke arah ku.
"Iiihh curang pake kekuasaan..."
"Biar weee... Eh kami mau ke isle besok, kalian mau ikut..."
"Waaahhh asyik tuh. Non Skotland benar-benar bagus dan indah."
"Memang...Highlinder land, lupakan pria-pria yang memakai kilt nikmati pemandangan dan makanannya.."
"Huhuhu kau sih enak Ra, aku gak begitu suka makanan aneh. Mual perutku"
"Tenang lah Nat kau kan punya chef pribadi.. hihihi....hmmm btw kalo lw balik ke Jakarta nanti gimana nasib dia..." Kataku sambil menunjuk ke arah Kevin.
"Eh iya bener juga, gw kan kerja ya gak mungkin ngikut ke mana aja dia pergi."
"Bucin kayak gitu pasti apa aja dia lakukan..."celetuk Robert.
"Ahh iya..."
"Kalian bicara apa aku tak mengerti..." tanya kevin. Ahh iya kami kan menggunakan bahasa Indonesia... hihihi lupa kalo Kevin gak paham.
"Hanya tentang Natasya yang cantik ini kok kev..."bohongku.. hehehe.
"Ciiihhh kenapa rasanya kau berbohong ya..."
"Hahahaha memang..."
Urusan Natasya dan Kevin pasti ada jalan keluarnya, Bucin kayak gitu, makanan nih. Liat aja aku bakal ajukan ide cemerlang, hanya dengan menawarkan ruangan yang bisa dijadikan sebuah Restoran.... hehehehe mari merambah ke Hell's Kitchen.
"Senyum, bisnis mu itu membuat ku tak tenang.. nyonya Hubart." Bisik Robert.
"Cup...rahasiakan okay" aku mengecup bibir Robert, dan mengedipkan mata ku. Robert hanya menggelengkan kepalanya.
Tawa dan canda membahana di ruang makan, makan malam yang menyenangkan.
Ku perhatikan mereka semua. Ini luar biasa.
Sementara itu di dunia belahan lain, seorang pria duduk di sebuah bar dengan segelas minumannya.
"Kenapa aku bisa di kalahkan oleh seorang bodyguard..."
"Hyun hentikan...kau minum terlalu banyak. Ingat citra mu sebagai aktor..."
"Aarrrggg persetan dengan semua itu... Aku ingin minum jadi pergi kau jangan ganggu aku..." Teriak Lee Hyun bin.
Youra adalah gadisnya, dia mencintai Youra dengan tulus. Hari ini dia baru saja melihat artikel di e-majalah O'LEARY tentang pernikahan mereka yang dilakukan secara tertutup di Skotlandia. Kenyataan yang pahit yang harus ditelannya, wanita itu tidak sepolos yang dia tahu.
Youra atau Yolanda Aurora Wilson ternyata adalah CEO Dreams Company. Ltd yang terkenal itu yang memiliki saham yang cukup besar di Resort Jeju island. Putri pengusaha Wilson dari Empire's Company. Berlian yang tak terjangkau.
"Dia milikku...sialaannn..." Lee Hyun Bin melemparkan gelasnya sebelum akhirnya tertidur karena mabok. Don woo di sampingnya hanya menggelengkan kepalanya.
"Tenanglah Hyun...aku ada di sini. Tak ada 1
orang pun yang menghalangi jalan kita.... tolong gotong dia ke mobil, kita kembali ke rumah." Perintah Don woo pada 2 orang bodyguard Lee Hyun Bin. Mereka pun mengikuti perintahnya.
Note Author:
Hai... terimakasih telah membaca.
Terus baca dan tolong tinggalkan jejak dengan cara sedikit komentar, Kasih Star ataupun Vote.
Anyway - busway Thanks banget...
__ADS_1
Your Author With love: adrinna