CINTAI AKU LAGI, EILANI

CINTAI AKU LAGI, EILANI
Kejujuran Tiara


__ADS_3

Ini memang bukan yang pertama Eilani alami bersama Elvaro. Baginya ini yang kedua namun rasanya seperti sudah berulang kali mereka alami.


Sekalipun Elvaro tak terlalu fit karena demam yang baru saja ia alami, namun pria itu sangat menantikan kebersamaan mereka seperti ini. Ia memang sudah sangat tahu bagian mana dari tubuh Eilani yang akan membuatnya bisa menaklukan tubuh wanita yang sangat dicintainya ini. Dan Elvaro kembali berhasil mendapatkan keinginannya.


Eilani pasrah dalam dekapan lelaki yang tak ia sadari masih sah menjadi suaminya. Ia bahkan sangat aktif malam ini karena ia tahu Elvaro tak begitu fit.


Semua yang Eilani lakukan malam ini mengingatkan Elvaro tentang bagaimana hubungan mereka di masa lampau. Eilani termasuk jenis perempuan yang tak begitu suka menunjukan kemesraan di depan umum. Namun saat mereka hanya berdua, sisi liar perempuan itu kadang membuat Elvaro terkejut namun juga sangat menikmati sisi lain istrinya itu.


Malam ini pun demikian. Bathub bukan menjadi tempat akhir mereka bercinta namun mereka masih melanjutkannya di atas ranjang Elvaro. Dan sepanjang malam, Elvaro kini bisa memeluk istrinya itu. Elvaro merasa kalau tidurnya sangat nyenyak.


***********


Saat lelaki itu terbangun keesokan paginya, jam sudah menunjukan pukul setengah sepuluh pagi. Elvaro mendapati dirinya sudah menggunakan kaos dan celana pendek rumahan. Tubuhnya walaupun masih kurang fit namun tak ada lagi demam yang dirasakannya. Eilani sudah tak ada dan Elvaro yakin kalau perempuan itu bangun sangat pagi untuk menghindari gosip tak sedap.


Ia pun segera mencuci mukanya dan turun ke lantai satu. Nampak maminya sedang duduk depan meja makan.


Di rumah ini, hanya Elvaro yang tahu kalau maminya sudah bisa melihat. Tiara pun tersenyum melihat kedatangan putranya.


"Bagaimana keadaanmu?" tanya Tiara lalu memegang dahi putranya.


"Sudah membaik, mi. Namun hari ini aku mau istirahat di rumah saja. Mana Eilani?" tanya Elvaro lalu duduk di samping maminya.


"Dia ijin sebentar untuk pulang. Katanya sebelum makan siang, ia sudah balik ke sini."


Elvaro mengambil sarapan untuk dirinya sendiri.


"Semalam, kamu bersama Ei?" tanya Tiara pelan karena tak ingin ada yang mendengar.


"Iya. Kok mami tahu. Kan sudah aku bilang ke Ned agar jangan kasih tahu ke mami kalau aku sakit."


Tiara menyentuh tangan putranya. "Sekitar jam 1 malam, mami terbangun. Saat melihat ke garasi, mobilmu sudah ada. Akhirnya mami memutuskan untuk naik ke atas untuk melihat kamu. Saat mami membuka pintu kamarmu, mami tak jadi masuk karena tahu apa yang sedang kalian lakukan."


Wajah Elvaro langsung memerah. "Aku tak bisa menahannya, mi. Bagaimana pun Eilani masih menjadi istriku. Keinginan untuk menyentuhnya selalu ada walaupun sebenarnya semalam aku tak fit."


"Kamu menggunakan pengaman?"


"Maksud mami?"


Tiara memukul punggung tangan putranya. "Kamu ingin Eilani hamil lagi?"


"Hamil lagi? Memangnya sebelumnya Eilani pernah hamil?"


Tiara menunduk. Ia tak akan menyembunyikan lagi rahasia yang selama ini dipendamnya. Walaupun mungkin ini akan membuat anaknya membenci dirinya.


Makanya, ia pun bercerita.....


************


Tiara melemparkan sebuah amplop besar berwarna coklat di hadapan Stella.

__ADS_1


"Kamu tahu kan, kalau aku juga sebenarnya tak menyukai kamu saat kamu berhubungan dengan putraku dulu. El sangat mencintaimu dan bisa saja ia masih mencintaimu dan peduli dengan dirimu. Tugasmu adalah, memisahkan El dengan istrinya."


"Asalkan kamu juga menolong aku untuk pergi dari suamiku. Dia lelaki yang sudah menjadi miskin. Aku tak mau lagi bersamanya dan ingin bercerai darinya. Aku sudah tak tahan dengan sikap kasarnya yang selalu memukul dan merendahkan aku."


"Itu masalah gampang. Kamu tahu kalau anak buahku sangat banyak. Yang penting kamu datang kepada El dengan drama dipukuli oleh suamimu. Kamu tahu kalau anakku itu sangat murah hati kepada siapa saja, apalagi kepada dirimu yang pernah sangat dicintainya."


Stella mengangguk. Ia membuka amplop coklat itu dan menghitung uangnya. "Jika aku berhasil, apa yang akan kamu berikan?"


"Kebebasan dari suami miskin mu itu, uang, rumah dan mobil yang bisa kamu nikmati di tempat yang baru nanti."


"Aku ingin ke Australia."


"Kamu akan mendapatkannya."


Stella berpikir, biarlah ia tak akan mendapatkan Elvaro lagi walaupun sebenarnya ia masih sangat mencintai lelaki itu. Yang terpenting baginya sekarang adalah, mendapatkan kebebasannya dari suaminya dan juga memiliki uang yang cukup untuk membuka usahanya yang baru.


Dan akhirnya, apa yang Tiara inginkan tercapai juga. Elvaro berhasil masuk dalam jebakan pura-pura mabuknya Stella dan Eilani menemukan mereka berdua di kamar itu dalam keadaan hampir tanpa busana.


Eilani pergi dan bersembunyi di apartemen dokter Peter yang sebenarnya adalah sekutu Tiara. Dokter Peter memang jatuh cinta pada Eilani dan berusaha merebutnya dari Elvaro.


"Ei, kamu kenapa?" tanya Peter saat melihat Eilani yang keluar dari kamar mandi sambil menangis. Ini adalah hari ketiga, ia tinggal di apartemen Peter.


Eilani meletakan tespack di atas meja. "Aku hamil."


Peter menatap tespack yang sudah ada garis duanya itu. "Kamu akan mengatakannya pada Elvaro?"


Eilani menggeleng. "Dokter tahu kan prinsipku? Tidak ada maaf untuk seorang pengkhianat."


"Aku akan menggugurkannya."


"Kamu tega melakukan itu?"


Eilani menangis. "Bagaimana mungkin aku akan melahirkan anak dari lelaki yang sangat aku benci? Aku akan menghilangkan jejak yang ditinggalkan Elvaro pada diriku."


"Kamu sungguh-sungguh?"


"Ya, dok."


"Oh ya, temanku yang memiliki rumah sakit di London, bersedia menerima kamu untuk bekerja di sana. Kapan kamu akan pergi?"


"Mungkin setelah aku melakukan abo**si. Aku akan meminta Laura menemaniku. Aku juga harus menemui paman dan bibiku."


Eilani berbicara tanpa menyadari bahwa sebenarnya Peter sudah menelepon Tiara sehingga Tiara mendengar apa yang diucapkan oleh Eilani.


Paman dan bibi Eilani setuju untuk mengatakan pada Elvaro bahwa Eilani memutuskan pergi ke Amerika. Mereka juga mengajukan perceraian pada Elvaro atas nama Eilani.


Stella pun tiba-tiba menghilang dari hadapan Elvaro. Ia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan walaupun sebenarnya perempuan itu terluka harus meninggalkan Elvaro yang sangat dicintainya.


Seminggu setelah pindah ke London, Eilani mengalami kecelakaan tunggal saat sedang mengendarai motor maticnya. Paman dan bibinya langsung berangkat ke London ditemani Laura. Tentu saja dokter Peter mendapatkan kabar dari Laura bahwa Eilani sempat koma selama 2 minggu. Namun akhirnya ia sadar kembali dan kehilangan sebagian ingatannya. Tiara senang mendengarnya. Karena itu berarti Eilani tak akan pernah menghubungi Elvaro lagi. Apalagi paman dan bibi Eilani akhirnya memutuskan tak akan pernah menceritakan pada Eilani tentang masa lalunya bersama Elvaro. Bagi mereka, biarlah Eilani kehilangan ingatannya yang sangat melukai hatinya itu.

__ADS_1


*************


Air mata Elvaro jatuh tanpa bisa ditahannya saat mendengar cerita maminya yang selama ini tak diketahuinya. Ada rasa marah, kesal, benci saat tahu kalau Eilani pernah hamil anaknya.


"Apakah mami yakin kalau Eilani benar-benar menggugurkan anak kami?"


Tiara mengangguk. "Memang saat Eilani berangkat ke London, ia masih dalam keadaan hamil. Namun kecelakaan itu telah membuatnya mengalami keguguran. Makanya paman dan bibinya memutuskan untuk tak menceritakan memori Eilani yang hilang agar tak menambah luka di hatinya. Laura sendiri memutuskan hubungannya dengan Ardy karena merasa kalau pacarnya itu membela kamu, El."


Elvaro menghapus air matanya. Ia tak jadi menghabiskan sarapannya.


"El......!"


Elvaro menepiskannya tangan maminya. Ia butuh waktu untuk menerima semua ini. "Aku ingin sendiri dulu." katanya lalu segera pergi meninggalkan Tiara sendiri.


Tiara pun menangis. Menyesali semua yang sudah dilakukannya di masa lalunya. Terutama menyakiti hati putra kesayangannya begitu dalam.


Elvaro memang terlahir dalam keadaan sakit. Itulah sebabnya ia menjadi anak kesayangan Tiara dibandingkan dengan kedua kakak Elvaro. Selama 6 tahun lebih Tiara merawatnya dengan perhatian penuh karena keadaannya yang sering masuk keluar rumah sakit. Akhirnya putranya itu sembuh dan Tiara terlanjur protektif dengan kehidupan putra bungsunya itu.


**********


Eilani turun dari ojek. Ia membayar biaya ojek online sebagaimana yang sudah tertera di aplikasi.


"Terima kasih ya, pak." ujarnya pada bapak pengendara ojek online itu sambil menyerahkan helm yang dikenakannya.


"Sama-sama, neng." bapak itu pun tersenyum sebelum akhirnya pergi.


Eilani sebenarnya sedikit heran karena setelah malam itu, Elvaro kelihatannya sedikit menghindar darinya. Sudah 3 hari mereka tak pernah bertemu. Dan Eilani merasa ada sesuatu yang hilang dari hatinya. Ia tak tahu apakah ia sudah jatuh pada pria yang sudah dua kali tidur dengannya itu.


Namun, saat ia akan menaiki tangga, sebuah klakson mobil mengalihkan pandangannya. Dan Eilani terkejut saat melihat bahwa itu adalah mobil Elvaro. Mobil itu berhenti tepat di sampingnya dan Elvaro turun. Lelaki itu terlihat sedikit kacau. Wajahnya terlihat pucat dan rambutnya tak tertata rapih. Lengan kemejanya juga nampak digulung tak rapi. Elvaro terlihat seperti hantu dengan mata panda nya.


"El, kamu kenapa?" tanya Eilani.


Elvaro tak bicara. Ia meraih tangan Eilani dan menggenggamnya. "Ayo pergi dengan aku."


"Kemana?"


"Temani aku saja." Elvaro membuka pintu mobil dan meminta Eilani untuk masuk. Perempuan itu pun menurut karena ia memang sangat penasaran dengan keberadaan Elvaro.


Mobil itu pun meninggalkan kompleks apartemen Eilani.


Sepanjang jalan, Elvaro tak bicara. Eilani pun tak mau bicara. Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah rumah sederhana di pinggiran kota. Elvaro mengajak Eilani masuk. Keduanya duduk di sofa.


"El, ini rumah siapa?" tanya Eilani.


Elvaro menatap Eilani. Tiba-tiba saja ia berlutut di hadapan perempuan itu dan sambil memegang kedua tangan Eilani, tangis Elvaro akhirnya pecah.


"Maafkan aku, Ei. Ampuni aku!" katanya sambil meletakan kepalanya di tangan Eilani. Elvaro menangis sangat keras membuat Eilani merasa bahwa dirinya ikut merasa sakit.


***********

__ADS_1


Akankah Elvaro jujur yang sebenarnya?


__ADS_2