CINTAI AKU LAGI, EILANI

CINTAI AKU LAGI, EILANI
Siapa Hanny Evans?


__ADS_3

"Aku sudah tak menggunakan alat kontrasepsi, El." kata Eilani saat keduanya sedang duduk santai di balkon apartemen mereka. Elvaro yang sementara bermain game di hp nya secara otomatis meletakan ponselnya itu di atas meja. Ia menepuk pahanya dan meminta sang istri untuk duduk di pangkuannya.


"Benarkah sayang?" tanya Elvaro.


"Iya. Aku juga ingin segera memiliki anak." Eilani melingkarkan tangannya di bahu sang suami. Ia duduk menyamping. Pandangan mereka bertemu dan satu ciuman manis diberikan Eilani pada Elvaro.


"Aku juga ingin menjadi papa muda. Supaya jika Tuhan berkenan memberikan aku umur panjang, aku akan bisa melihatnya menikah dan memiliki anak juga. Pasti saat itu kita berdua sudah tua ya? Mungkin perutku sudah buncit dan agak gemuk." Elvaro tertawa membayangkan masa tuanya nanti.


"Apapun adanya dirimu, aku tetap mencintaimu, sayang."


"Aku senang mendengarnya."


Keduanya kembali berciuman mesra.


"El, kamu ingin anak pertama kita jenis kelaminnya apa?" tanya Eilani.


"Apa pun yang Tuhan berikan, aku pasti akan menerimanya. Namun jauh di dalam hatiku, aku ingin 2 pasang anak."


"4 dong?"


"Iya."


"Banyak amat, El. Kalau aku ingin 2 saja. Namun jika Tuhan berkenan menjawab doaku, aku ingin anak laki-laki, El."


"Kenapa?"


"Supaya ia bisa melindungi adik-adiknya. Dan aku akan memberikan dia nama Benecdik. Akan ku panggil dia dengan sebutan Ben."


"Punya nama khusus rupanya."


"Itu nama almarhum adikku, El."


"Kamu punya adik?"


"Ya. Sayangnya dia hanya bertahan seminggu setelah lahir. Adikku memiliki kelainan jantung saat dilahirkan. Setelah adik meninggal, mama ku jadi stres berat. Ia sering sakit-sakitan dan akhirnya meninggal. Papa juga setelah mama pergi, ia pun sangat terpukul. Setahun setelah kepergian mama, papa pun ikut meninggal. Dan aku sendiri." Eilani tak bisa menahan air matanya saat mengenang peristiwa itu.


"Jangan bersedih, sayang. Tuhan sudah memberikan bibi dan pamanmu yang juga sangat menyayangimu." Elvaro menghapus air mata Eilani. "Dan kini ada aku yang akan menjagamu, melindungi mu dan menyayangimu dengan seluruh rasa cinta yang kumiliki di dunia ini."


"Berjanjilah bahwa kamu tak akan pernah mengkhianati aku, El."


"Aku berjanji, sayang."


Eilani memeluk Elvaro. Ia merasa beruntung dipertemukan dengan lelaki sebaik suaminya kini.


"Kita ke kamar, yuk!" ajak Elvaro dengan tatapan nakalnya.


"Untuk apa ke kamar?"


"Membuat Ben."


"Ben?"


"Anak kita." jawab Elvaro dan langsung mengangkat tubuh Eilani masuk ke dalam kamar mereka.


************


"Om.....om El....! Kok melamun sih?" tanya Aaron sambil menepuk pipi Elvaro.


Elvaro tersenyum. Kini dia ingat dari mana nama Benecdik itu.


"Nama Aaron Benecdik sangat bagus."


"Kata papa, nama Benecdik itu diberikan oleh bibi. Sedangkan nama Aaron diberikan oleh mama ku yang sekarang sudah di sorga."

__ADS_1


Elvaro mengacak rambut Aaron.


"Om, aku sudah boleh mengajak aunty Ei pulang kan?"


"Iya. Tapi om mau bicara dengan aunty dulu berdua ya?" Elvaro menatap Eilani. "Aku tunggu kamu di kamar."


Eilani pun tak mau berbantah-bantahan di depan Aaron. Ia segera menyusul Elvaro ke kamar.


"Mau ngapain sih mereka?" tanya Laura.


"Mungkin El mau minta jatah sebelum melepaskan Ei." bisik Ardy di telinga Laura membuat perempuan itu langsung memerah wajahnya.


"Dasar kamu!"


"Lho wajarlah kalau mereka pingin. Sudah pernah merasakan. Kamu aja yang belum."


Laura mencubit pinggang Ardy membuat lelaki itu meringis. Namun ia dengan cepat menahan tangan Laura.


"Mau perang saling mencubit seperti dulu?"


Laura langsung berlari dan Ardy mengejarnya.


"Ih....om Ardy sama aunty Laura kayak orang pacaran....!" ledek Aaron membuat kedua orang dewasa itu sama-sama menghentikan langkahnya.


Warning....!


***********


"Ada apa?" tanya Eilani saat sudah berada di kamar.


"Kamu memberikan nama Benecdik pada Aaron?"


"Ya."


Eilani tertawa. "Memangnya kita akan punya anak? Nggak mungkin, El."


"Apanya yang nggak mungkin?"


"Aku yang akan memiliki anak dengan Hanny. Tidak dengan dirimu. Sekarang biarkan aku pergi!"


"Kenapa Hanny punya nama belakang seperti aku?"


"Mana aku tahu, El?"


"Kamu sengaja memilih Hanny karena kesamaan wajah dan nama belakang kami kan?"


"Mana mungkin. Aku sama sekali nggak ingat kamu, bagaimana aku memilih Hanny karena kesamaan nama belakang dan wajah kalian? Sudahlah. Aku mau pergi!"


Elvaro menahan tangan Eilani. Ia.kemudian memberikan ponsel yang kemarin dibelikan oleh Ardy.


"Apa ini?"


"Aku mengganti ponselmu yang kemarin sudah ku rusak."


"Nggak perlu. Aku bisa membelinya sendiri."


"Ayolah, Ei. Nomornya tetap sama, kok."


"Tapi....!"


"Ayo!"


Eilani pun menerima ponsel itu. "Dasar tukang paksa!"

__ADS_1


Elvaro tanpa di duga menarik perempuan itu dan memeluknya sangat erat. "Aku pasti akan mendapatkan hatimu, lagi."


"Jangan mimpi!" kata Eilani lalu segera mendorong tubuh Elvaro dan keluar dari kamar.


Elvaro menelepon supirnya untuk mengantarkan Eilani, Aaron dan Laura. Ia masih memiliki urusan untuk dibicarakan dengan Ardy.


"Selidiki siapa Hanny. Kenapa ia bisa punya nama belakang yang sama denganku." kata Elvaro saat keduanya tinggal berdua di ruang tamu itu.


"Nama belakang Evans banyak kan di Inggris. Aku pikir kalau itu suatu kebetulan yang biasa saja. Memangnya kenapa?"


"Waktu pertama kali melihat Aaron, aku langsung suka dengan anak itu seolah kamu memiliki ikatan darah. Dan saat aku tahu kalau wajah aku dan Hanny agak mirip, aku juga merasa perlu untuk menyelidikinya. Jangan-jangan kami bersaudara. Aku kan bisa memintanya untuk tak menikah dengan Hanny."


"Baiklah. Aku akan mencoba menyelidiki si pilot itu. Sekarang aku juga sudah boleh pulang kan?"


"Pulang ke mana? Ke rumahmu atau mau menyusul Laura ke apartemennya Eilani?"


Ardy menggeleng. "Bersama Laura, aku memang merasakan sedikit terhibur saat sedang bertengkar dengan Seren. Namun aku tak mau mengambil resiko sehingga pernikahan kami hancur."


"Jangan seperti aku di masa lalu. Terlalu peduli dengan Stella tanpa menyadari kalau sebenarnya dia Perempuan licik yang hanya mau uang mami ku saja. Aku kehilangan tahun-tahun kebersamaan ku dengan Eilani bahkan kehilangan anak yang dikandungnya."


Elvaro menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Sebenarnya ia merasa lelah tapi juga takut kehilangan Eilani lagi.


*************


Seren langsung senang saat mendengar suara pintu yang di buka. Ia dan Ardy memang tak memiliki pembantu di rumah ini. Jika Seren butuh pembantu, ia akan menelepon rumah orang tuanya dan meminta mereka untuk datang membersihkan rumahnya.


Hari ini Seren tak masuk kerja dan memilih untuk memasak di rumah. Sekarang sudah jam 7 malam dan Ardy akhirnya pulang.


"Selamat sore...!" sapa Ardy.


"Selamat sore. Mandilah dan makan. Aku sudah memasak."


"Aku sudah makan dengan Elvaro tadi. Aku hanya ingin mandi dan langsung tidur." kata Ardy dan segera masuk ke kamar tamu. Ia memang merasa lelah karena tadi selepas dari apartemen Elvaro, keduanya pergi ke kantor karena sekretaris Elvaro mendadak mengingatkan mereka ada rapat penting tadi jam 4 sore.


Dan Seren pun merasa dongkol sendiri melihat sifat Ardy yang nampaknya hanya cuek saja. Pada hal Ardy terkenal sebagai lelaki yang romantis dan peduli padanya.


Jangan....jangan...Ardy sudah ketemu dengan perempuan yang lain? Kami sudah seminggu lebih tak bercinta dan dia terlihat biasa saja?


Seren menjadi parno sendiri saat membayangkan kalau ada wanita lain yang sudah bersama dengan suaminya. Ia pun segera membuka pintu kamar tamu. Ia mendengar ada suara air dalam kamar mandi. Itu artinya Ardy sedang mandi. Seren pun mencari ponsel suaminya itu. Dan menemukan kalau ponsel itu ada di atas nakas. Seren segera mengambilnya. Ia membuka ponsel itu dan terkejut karena sekarang ponsel Ardy ternyata sudah menggunakan password untuk membukanya. Bukankah mereka berdua sepakat jika harus memakai password akan menggunakan tanggal pernikahan mereka. Seren mencoba menekan tanggal pernikahan mereka. Ternyata password nya salah. Seren jadi kesal sendiri. Ia segera keluar kamar saat mendengar tak ada lagi suara bunyi air.


Seren memang dikenal sebagai perempuan yang agak gengsian. Dulu, pertama kenalan dengan Ardy sebenarnya Seren sudah jatuh cinta pada cowok itu. Namun ia selalu bersikap biasa dan mau melihat bagaimana perjuangan Ardy untuk mendapatkannya. Haruskah sekarang Seren mengubah prinsip hidupnya itu demi mendapatkan kebenaran tentang suaminya yang mungkin sudah mendapatkan kekasih yang lain?


**********


"Nak, kau sudah pulang?" Tiara senang melihat putranya yang datang setelah 3 hari menghilang.


"Mami....!" Elvaro mencium tangan maminya. "Aku mau tidur. Capek."


"Nggak makan dulu?"


"Sudah makan tadi bersama Ardy." Elvaro mulai menaiki tangga. Namun ia berhenti dan berbalik menatap mami nya. "Mom, papi satu-satunya anak lelaki di keluarganya kan?"


"Iya. Kedua adik papi mu perempuan."


"Opa juga anak demikian kan?"


"Iya. Adik opamu hanya satu dan perempuan. Kenapa memangnya?"


"Mami tahu, tunangannya Eilani yang akan menikahinya? Namanya adalah Hanny Evans."


"Apa?" Tiara terkejut mendengar nama itu.


****************

__ADS_1


Bagaimana kisah selanjutnya?


__ADS_2