CINTAI AKU LAGI, EILANI

CINTAI AKU LAGI, EILANI
Sebenarnya Kamu Siapa?


__ADS_3

Sebagai seorang perawat, Eilani juga diajarkan untuk belajar mendengar apa yang dikeluhkan sang pasien barulah ia berbicara atau melakukan tindakan.


Dan inilah yang Eilani lakukan pada Elvaro. Dia membiarkan Elvaro menangis cukup lama. Sampai akhirnya tangis Elvaro berhenti. Eilani mengambil tissue yang ada dalam tas jinjingnya dan memberikannya pada Elvaro.


"Duduk di sini, El."Kata Eilani sambil menepuk bagian sofa yang kosong. Elvaro menurut. Ia bangun dan duduk di samping Eilani.


"Katakan padaku, apakah kamu benar punya salah kepadaku? Aku merasa tak mengenal kamu sebelumnya. Ataukah kesalahan itu kamu lakukan di masa sekarang?"


Elvaro mengulurkan tangannya dan memegang pipi Eilani. Tangannya begitu dingin karena sesungguhnya ia tak siap mengatakannya.


"El......"


"Tatap aku, Ei. Lihat mataku dan ingatlah."


Eilani menatap mata Elvaro. Agak lama keduanya saling bertatapan sampai akhirnya Eilani yang mengalihkan tatapannya ke tempat lain. "Aku sama sekali tak mengenalmu, El. Memangnya kamu siapa? Apa hubungan kita di masa lalu?"


"Lihat wajahku, Ei."


"Apa yang harus ku ingat dari wajahmu? Mendiang suamiku yang sudah mengkhianatimu aku, yang sudah menyakiti aku, wajahnya nggak mirip kamu, El. Dia adalah lelaki keturunan Turki."


"Apa?"


Eilani mengambil ponselnya dan membuka galeri foto yang ada di sana. Ia kemudian menunjukan sebuah foto yang sama sekali belum pernah dilihat oleh Eilani. "Ini adalah mantan suamiku, El."


"Bagaimana kamu tahu?" Elvaro jadi semakin bingung.


"Bibiku yang menunjukan foto ini padaku. Aku sengaja menyimpannya karena aku takut kalau dia hanya pura-pura mati dan suatu saat akan menemukan diriku sementara aku sendiri tak mengingat dia lagi."


"Memangnya kenapa kalau dia masih hidup dan mencarimu?"


"Aku tak akan pernah memaafkan seorang pengkhianat, El!"


"Bagaimana kalau ternyata dia tak bersalah dan hanya di fitnah?"


Eilani menepiskan tangan Elvaro yang memegang pipinya. Ia berdiri dengan wajah yang tiba-tiba berubah menjadi emosi. "Bagaimana mungkin itu hanya fitnah? Aku sendiri melihat foto-foto kebersamaan mereka di hotel itu. Foto-foto menjijikan yang membuat aku bersyukur karena aku memang sudah melupakannya."


"Memangnya ada wajah suamimu di foto itu?"


"Ya, El."


Elvaro semakin terkejut.


"Siapa nama selingkuhan suamimu?"


"Mengapa kamu ingin cari tahu, El?"


"Ya aku ingin tahu saja."


"Stella atau siapa, aku juga sudah melupakannya."

__ADS_1


Mata Elvaro semakin terbelalak.


"Stella?"


"Sudahlah jangan bertanya lagi, El. Kepalaku sakit jika harus mengingat hal itu. Lebih baik aku pergi saja."


"Sayang......!" Elvaro langsung memeluk Eilani. Mendekap tubuh mungil itu dengan segenap cinta yang ia milik. "Maafkan aku mengusik masa lalu mu. Maafkan aku."


Eilani merasa damai dalam pelukan Elvaro.


2 jam kemudian....


Elvaro dan Eilani duduk bersisian sambil berpegangan tangan. Keinginan Elvaro untuk jujur tentang hubungan mereka di masa lalu kini harus terhalang dengan kenyataan yang Elvaro ketahui bahwa mereka sudah membohongi Eilani tentang wajah suaminya.


"El, kamu selama beberapa hari ini kemana saja? Kok kesannya sengaja menghindar dariku?" tanya Eilani.


"Aku memang sengaja menghindar darimu karena aku ingin segera memilikimu namun kamu terlihat menggantungkan perasaanku."


"El, kenapa sih kamu mencintai aku?"


"Cinta itu nggak ada alasannya, Ei." Elvaro mencium kedua tangan Eilani secara bergantian. "Kita sudah sedekat ini, mengapa aku merasa tak bisa menggapai hatimu?"


Eilani menarik tangannya dari genggaman Elvaro. "Aku tak percaya padamu walaupun aku mencoba untuk percaya."


"Kenapa?"


"Entahlah, El. Ada saatnya hatiku berkata kalau aku juga menginginkan mu seolah kita berdua sudah lama menjalin cinta. Namun di sisi yang lain, hatiku berkata kalau aku tak bisa mempercayaimu. Seolah kamu pernah menyakiti aku di masa laluku yang hilang. Pada hal, kita baru saja bertemu kan? Aku mengenalmu saat aku sudah berada di Bali. Aku takut menjalin hubungan denganmu karena aku juga memiliki...."


"Dari mana kamu tahu?"


"Dari caramu menjalin hubungan dengannya. Kalian jarang sekali menelepon.. Matamu tak berbinar saat menceritakan dia."


Eilani berdiri namun Elvaro menarik tangannya sehingga perempuan itu duduk di pangkuannya.


"El....!" Eilani terkejut karena Elvaro langsung menciumnya tanpa ampun. Tangan pria itu langsung berpindah di leher Eilani, membelai lembut di sana. Eilani yang awalnya diam, kini mulai membalas ciuman Elvaro.


Dan terjadilah lagi di ruang tamu rumah sederhana itu, kedua orang yang berlawanan jenis itu memadu kasih. Mereka tak bisa bohong kalau tubuh mereka seolah saling menginginkan dan membutuhkan.


Suara lembut yang mengungkapkan manisnya penyatuan itu kembali terdengar. Eilani mengutuk dirinya sendiri karena tak mampu menolak Sentuhan dan hasrat dari Elvaro.


**********


"Kamu kejam.....! Kamu tak pantas dimaafkan! Aku benci kamu!" teriak Eilani sambil menyerang seorang lelaki. Sayangnya wajah lelaki itu tak terlihat karena tertutupi dengan tubuh Eilani.


"Aku ingin kembali, Ei. Ijinkan aku kembali!" mohon lelaki itu.


"Kamu tahu tak ada maaf bagi seorang pengkhianat!"


"Aku tidak pernah mengkhianatimu!"

__ADS_1


"Lepaskan....! Jangan sentuh aku!" Eilani berteriak sambil memukul badan pria secara membabi-buta. Sayangnya, tubuh mungil Eilani tak sanggup melawan tubuh tinggi dan atletis itu.


"Aku benci kamu....ah....lepaskan...!"


"Ei....Ei...bangun!"


Eilani tersentak bangun dari mimpi buruknya. Tubuhnya sudah basah dengan keringat karena mimpi buruk itu.


"El, aku.....!"


Elvaro mengambil tissue lalu mengeringkan wajah Eilani yang berkeringat.


"Kamu mimpi ya? Mimpi apa?" tanya Elvaro dengan penuh kasih sayang.


"Mendiang suamiku datang dan meminta maaf."


"Memangnya kamu melihat wajahnya?"


Eilani menggeleng. "Entahlah. Aku bingung. Wajahnya pun agak samar. Tapi sepertinya ia memiliki tubuh yang mirip dirimu. Suara kalian juga sama."


Elvaro memeluk tubuh polos Eilani. Keduanya bercinta dari ruang tamu sampai ke kamar. wajar saja kalau mereka langsung lelah. "Jangan dipikirkan. Hanya mimpi."


Eilani memejamkan matanya. Ia kembali mengalami Dejavu. Ia pernah ada di situasi seperti ini.


"Tidur lagi, Ei."


"Aku takut."


"Aku temani."


Eilani membaringkan tubuhnya diikuti oleh Elvaro. Keduanya pun berpelukan . Sesekali Eilani merasakan tangan Elvaro yang mengusap rambutnya atau ciuman Elvaro yang menyentuh puncak kepalanya. Jantung Eilani tiba-tiba berdetak sangat kencang saat ia merasakan kalau hal seperti ini pernah ia alami bersama Elvaro di masa lalunya.


"Siapa kamu, El?" tanya Eilani lalu membalikan tubuhnya. Ia yang tadi tidur membelakangi Elvaro, kini membalikan tubuhnya.


"Ha?" Elvaro yang sebenarnya sudah mengantuk, membuka matanya kembali dan menatap Eilani dengan bingung.


"Siapa kamu di masa lalu ku? Ada hubungan apa antara kamu dan aku di masa lalu kita? Apakah kamu sahabat almarhum suamimu? Ataukah kamu adalah sahabatku yang ikut menyakiti aku sampa aku terpaksa melupakanmu?"


Elvaro terdiam sesaat. "Apakah penting aku di masa lalu mu untuk kau kenang sementara di masa ini kita begitu bahagia?"


"Maksudmu?"


Elvaro akan menjawab namun ponsel Eilani berbunyi terus. Perempuan itu menahan selimut di dadanya kemudian mengambil ponsel yang ada di atas nakas, di dekat meja dan langsung mengangkatnya. "Hallo bibi ...apa? Baiklah aku pulang sekarang!"


"Kenapa Ei?"


"Anaknya Hanny jatuh. sekarang dilarikan ke rumah sakit. Sementara bibiku tak begitu sehat." Dengan cepat Eilani mengenakan kembali pakaiannya dan bersiap untuk pergi.


************

__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya?


__ADS_2